Pierwsze 200 wierszy.
Little_bee a.k.a. Lilbee
Bersama dengan hembusan angin, ia menunggu. Seorang pria di dalam mimpi mu.
Seseorang yang sangat mencintaimu melebihi apapun di dunia ini.
Kalian berlari mendekat. Tubuhmu, bibirmu...
...lebih mendekat dan mendekat lagi. Hingga akhirnya...
...kau menciumnya.
Oke, coba.
Janet, seperti ini.
Aku merasa aneh, Bev.
Aneh? Tunggu hingga lidahnya masuk ke mulutmu.
Ann, apakah kau sudah mengambil lampu untuk makan malam?
Aku sedang mencarinya, Teresa.
Sekarang natal, kan?
Ya, indah sekali.
Sudahkah Lou mencarinya.
Adikku menginginkannya sebelum Leo dan Bev pulang.
Aku harus pergi.
Oke, Leo.
Beverly Ann Donofrio, Ayahmu menunggu! Ayahmu ingin membeli pohon natal!
Aku datang, Bu!
Oke, ini hari natal.
-Lagu ini membuatku pusing. -Tunggu. Sebelum kau pergi dengan Pop.
Kenapa seorang pria ingin memasukkan lidahnya di mulutku?
Apa?
Karena pria itu ingin kau menggigit lidahnya hingga putus.
Sana.
Dah, Bu.
Hi.
-Sudah siap? -Ya.
Ayo.
-Pop, seluruh anggota keluarga menghiasi rumah. -Bagus.
Janet ingin datang.
Kau tahu, ketika kau kuliah maka adikmu yang akan meneruskannya.
Dreaming of w armth? Dream w ith the Everly Brothers.
-Dengar, ini lagu kita! -Bagus! Siap? Satu, dua...
Pop, ini dia. Menepilah.
Yang besar itu. Kau lihat?
Aku akan membelinya ketika aku kaya nanti.
-Aku bertaruh kau pasti bisa. -Ibu dan adik pasti suka.
Hei, apa yang kau inginkan di hari natal?
Kau ingin sepeda, kan?
Sepeda bukan. Tapi kau berpikir kalau itu terlalu mahal.
Ya, Ayah tahu pikiranmu.
Ayo ngomong. Kalau kau tidak bicara maka kau tidak akan mendapatkan apa-apa.
Oke.
Pria ini, Billy Schnar. Dia sangat manis.
Billy Schnar?
Kita anak terpintar di kelas. Kau tahu siapa yang dia suka? Tebak siapa!
-Siapa? -Melissa Thomas, kau tahu dia siapa?
Dia orang yang punya behel gigi dan rambut merah yang jelek.
Dia pikir bahwa Israel di Eropa. Kau tahu kenapa Billy meyukainya? Coba tebak!
-Karena dia bodoh. -Bukan, karena payudaranya!
Atau terlihat seperti asli, padahal bukan. Dia hanya memakai bra...
...yang menekan lemaknya...
...dan membuat payudaranya terlihat besar.
Pop, aku akan mati bila tidak menikahi Billy Schnar.
Aku akan mati hanya karena Melissa punya payudara?
Itu terlalu tragis, untuk Shakespeare sekalipun.
Oke Pop, itulah mengapa natal tahun ini, aku menginginkan bra.
Untuk memperbesar punyaku, melebihi Melissa.
-Kau masih terlalu muda. -Pop, kau tidak dapat menawar payudaraku.
Muda atau tidak, aku akan punya nanti. Aku seorang perempuan.
-Hanya sulit saja melihatnya dari pakaian ini. -Diam!
Jawabannya tidak.
Fokuslah pada buku pelajaran, bukan ke laki-laki.
Inilah kenapa terapis bisa sejahtera. Peristiwa seperti ini.
Kenapa dia tidak membelikannya bra? Itu tentunya lebih murah dari sepeda.
Semua orang tua dan bahaya yang mereka lakukan.
Kadang-kadang, itu tak berujung.
Tapi dia bertahan. Kau tahu apa yang mereka katakan.
Yang tidak membunuhmu, membuatmu ingin mati.
Jika dia berasal dari selatan, dia akan menuliskan lagu tentang kehidupannya.
Tapi karena dia berasal dari Connecticut, dia mengubahnya ke dalam sebuah buku.
Dan seseorang ingin menerbitkannya, jika dia berhasil menyelesaikan satu hambatan.
Jadi dia menelponku meminta bantuan.
Itulah mengapa hari ini sangat berat untuk memberitahunya bahwa aku meninggalkannya.
Aku selalu tahu ketika dia gugup. Dia memakai banyak make-up.
Dan sekarang, dia di lapisi oleh make-up yang sangat banyak.
Terlambat empat puluh menit. Aku tidak mengeluh.
-Aku hanya tidak menyukaimu. -Maaf.
Kita pergi untuk menyelesaikan masalah. Masalahnya. Masalahku harus menunggu.
-Ada apa? -Kau kedinginan, miringkan tubuhmu ke penghangat.
Maaf.
-Terima kasih sudah mengantarku ke Wallingford. -Asal jangan lama saja.
Kalau Ray tidak menandatangani nya, mereka tidak akan menerbitkan buku ku.
Dia akan menandatangani nya.
-Aku tahu sulit untukmu bertemu dengan Ray. -Bertemu Ray tidak masalah untukku.
Aku mengerti..
Oke, aku tidak akan bersikap seperti orang gila. Aku akan tetap tenang dan berpikir positif.
Bagus.
Sudahkah aku menunjukkanmu garis besarnya?
Ini mulai terlihat seperti buku aslinya.
-Apakah kau menaruh air liur mu di rambutku? -Yah. Aku meluruskannya, maaf.
Hanya sedikit...
Oke.
Aku punya kejutan untukmu. Aku selesai mempersembahkannya.
"Dari banyaknya pria di hidupku, akhirnya hanya satu yang ku percaya.
Jason, buku ini untukmu."
Jangan anggap ini berbeda tapi...
...jangan persembahkan buku ini untukku.
Lupakan saja ini.
Baik. Baik. Bagus.
Maaf. Ini mungkin karena aku harus menyiapkan barang-barang ku hari ini.
Barang apa?
Bukan apa-apa.
Aku bisa menyelesaikannya. Jangan khawatir.
Hanya saja aku mempunyai hari yang buruk. Satu hari yang buruk, bukan?
Satu hari? Kau bercanda? Dengarkan kutipan ku.
"Satu hari bisa membuat hidupmu berubah. Satu hari bisa mengahancurkan hidupmu.
Semua kehidupan mempunyai empat atau lima hari yang bisa merubah segalanya."
Sky Barrister adalah impianku!
Duduklah, kau akan menyakiti dirimu sendiri. Hati-hati.
-Tina, kau butuh sedikit perona pipi. -Aku punya.
Hey, Bev! Tina!
-Kalian mau kemana? -Kami mau ke pesta!
-Kita boleh ikut? -Maaf, tidak bisa.
Dia tidak akan membiarkan kita ikut ke beberapa pesta.
Apakah kita di undang ke pesta ini?
-Mereka temannya Fay. -Bukan temanku.
Orang tuaku berteman dengan orang tua mereka.
Yang penting adalah Sky Barrister akan datang.
Sky Barrister yang telah kau berikan segalanya.
Dan memiliki ribuan puisi mu. Dan sudahkah dia menelponmu?
Belum. Bev, kau benar-benar wanita yang hebat.
Tapi seseorang sesombong Sky tidak akan melihat itu.
Karena semua yang dilihatnya adalah dirinya.
-Kau tahu aku benar. -Benar itu, Bev.
-Aku mau memakai gaun itu. -Apa?
Fay, jika aku terlihat secantik kau memakai gaun itu...
...Sky akan memperhatikan aku.
-Kau boleh memakai gaunku. -Tidak.
Tidak, Bev. Itu tidak pas denganku.
-Izinkan aku memakai gaunmu. -Kenapa?
Karena aku mencintaimu.
-Tolonglah, tolonglah. -Baiklah.
Naikkan atapnya!
Lihat semua mobil baru itu. Tina, berhenti di sini.
Ayo!
-Apa kau bawa syal ku? -Ya. Kau menduduki dompetku.
Bobby akan bertemu temannya Gaun ini kelonggaran untukku.
Dan jangan salahkan aku jika pesta ini membosankan dan tidak menyenangkan.
Kesenangan?
Kesenangan adalah apa yang berasal dari mu.
-Apakah ada sesuatu di kawat gigi ku? -Entahlah.
Nah.
-Sudah keluar. -Ya.
Siapa yang mengundang dia ke pestaku? Siapa? Kau? Kau?
Aku mengundang Fay.
Penjaganya mengawasi ku, seperti ingin menyakitiku.
Cepat, berikan padaku!
-Sudah sempurna? -Kurasa begitu.
-Kau bisa bersama dengan beberapa gadis di sini. -Tentu, aku mengerti.
Aku hanya singgah sebentar.
Bobby,tunggu. Kita mau kemana?
-Sini. -Apa?
Keberatan kalau aku duduk di sini?
Bagus.
-Siapa yang duduk di atas Kevin? -Anak Kampung.
-Kau datang dengan siapa? -Ray Hasek.
-Dia? Dimana dia? -Di kamar mandi.
Tetap di sini.
Halo, Sky.
Demi Tuhan Tommy, kenapa kau suka mengagetkan orang?
Dasar bodoh!
Maaf, Bev. Aku tidak bermaksud menakuti mu.
Maaf. Aku hanya ingin mengalihkan perhatianmu.
Jangan bicara sekarang.
-Lapar? -Oh, ya.
-Kau ingin garam? -Tentu.
Aku memeriksa cerita F. Scott Fitzgerald...
Dengar, aku sedang melakukan hal yang membutuhkan sedikit keberanian dan keyakinan sekarang.
-Apa yang akan lakukan? -Bukan apa-apa.
-Aku hanya seorang pengecut. -Bukan, Bev.
Seseorang berkata, pengecut dan pahlawan pada umumnya memiliki satu hal yang sama : Ketakutan.
Kau mungkin takut, tapi kau bukan seorang pengecut.
Ketika aku keluar dari lapangan, beberapa pemandu bakat...
...dari Notre Dame, Penn State, Ohio State, semuanya membicarakanku.
Terus aku urutkan sesuai abjad. Terus orang dari Penn State yang pertama...
Sky, bukan Notre Dame yang pertama dalam urut abjad?
-Hi, Sky. -Hi!
Ini.
Jangan di buka sekarang.
-Bacalah nanti ketika kau luang. -Nanti ketika waktu ku luang.
Bacakan.
"Kancing perak malam Gaun katun tanpa kancing...
...untuk membongkar dunia sederhana dan sentuhan surgawi kita."
Yang terakhir tentang kakinya yang menggigil dan payudaranya yang bertambah besar.
-Dia mencintaimu. -Bev!
Aku suka puisinya, Bev! Bev!
-Jangan buka pintunya! -Oke.
Apa semuanya baik-baik saja?
Bolehkah aku minta rokoknya?
Kau meniupnya.
Kau meniupnya. Jangan bernapas. Kau saja.
Aku kenal kau. Kau yang ada di SMA.
Kau temannya Fay. Kau yang pintar itu.
Aku Ray Hasek.
Temannya Bobby.
Fay membuat kita di usir karena dia mengecat seluruh dinding kamar. Kau ingat?
-Kau gadis itu. -Juliet.
No comments yet. Be the first to leave one.