Pierwsze 200 wierszy.
Oh, ya.
Tapi ini hanya pertemuan bibir.
Aku menang.
Hei, tidak.
Oh, maaf.
Penulisan lirikku masih lebih bagus darimu.
Bilang pada yang lain, mata ganti mata,
gigi ganti gigi.
- Kau... - Balik ke kamarmu.
- Tidak, tunggu dulu. - Oh, ya.
Tunggu dulu.
Apa ini?
Kau beri aku uang?
Kau beri uang setelah menciumku?
Kau pikir aku apa?
Seperti itu?
Lagi pula, nilaiku segini saja?
Ini uang air.
Apa maksudmu, uang air?
Tadi kau beri aku air di Xi Le.
Aku bayar balik sekarang.
Maksudmu, ini uang untuk air itu?
Bayar hanya untuk air?
Benar juga.
Bukankah bos di Xi Le bilang,
"Saudara perlu lunasi utangnya?"
Lagi pula,
kita tak saling kenal.
Baiklah.
Terserah kau.
Tutup pintunya. Terima kasih.
Saat ini, perhatian lebih besar diberikan ke Inggris lisan.
Jadi, Semuanya, ingat.
Lisan, lisan, lisan.
Tiga kali, karena penting.
Latihan lisan sangat penting.
TERSERAH KAU. TERGANTUNG KAU.
Ada dua contoh kalimat di sini.
Siapa yang bisa baca ini?
Qi Jiahao.
Yang pertama, "Terserah kau."
Yang kedua, "Tergantung kau."
Bagus. Kau boleh duduk.
Terima kasih, Bu.
Jadi, Semuanya,
"Terserah" dan "Tergantung".
Apa perbedaan antara keduanya?
ADA PESAN BARU
Aku tak ada waktu untukmu, Ketam.
Panas sekali.
MENUNGGU PENERIMA MENYETUJUI PERMINTAAN PERTEMANANMU
Belum diterima.
Karena kami bukan teman,
maka kami musuh.
Kau harus terbang malam ini?
Kau baru saja kembali.
Aku pulang demi kalian
karena aku khawatir.
Jika tidak, aku langsung ke Shanghai.
Baiklah, aku tahu.
Baiklah.
Terima kasih banyak.
Kuserahkan rumah padamu.
- Pergi dulu. - Kuantar ke bandara.
Tak perlu.
Ayolah.
Ayo.
Ayolah.
Ibu buat kaserol kesukaanmu.
Ibu!
- Sayang! - Ibu!
- Ada apa, Sayang? - Ibu!
- Ibu! - Sayang!
Ibu...
Bibi Zhang, bawa Xiaowang pergi dulu!
- Ibu... - Xiaowang, yang baik, ya. Sayang...
- Ibu... - Bibi Zhang, kami ke rumah sakit dulu.
Sheng Wang, ibumu akan segera kembali.
Jangan takut.
Anak baik.
Jangan menangis.
Ibu...
Ibu buat kaserol kesukaanmu.
Xiaowang.
Panas...
Aduh, panas!
Nyonya, kulitmu terbakar! Beri air mengalir!
Cerobohnya aku.
Hati-hatilah.
Tak apa-apa. Akan kuoleskan salep.
- Ada apa? - Kulitnya terbakar.
Tak apa-apa.
Ibu ceroboh dan terbakar saat memasak.
Kenapa tiba-tiba buat kaserol?
Xiaowang suka.
Ibunya sering membuatnya
saat dia masih kecil.
Ibu tak tahu caranya.
Bibi Sun kebetulan datang hari ini.
Jadi, Ibu minta diajari.
Oleskan salep.
Salep ini bagus untuk luka bakar.
Aku selalu membawanya.
Sangat perih.
Memasak tak akan membuatmu menjadi ibuku.
Dan ibuku tak mudah terluka.
Xiaotian. Sudahlah...
Dengar, jaga Xiaowang!
Tak perlu!
Apa maksudmu?
Aku tak perlu kau jaga.
Kenapa kau selalu menunggu dan membantuku?
Seakan lebih rendah darimu.
Kau tak perlu begitu.
Tak harus.
Oh?
Saking dekatnya, datang bersama, ya?
Kau terlihat buruk hari ini.
Apa kau demam?
Kuambilkan sesuatu untukmu.
Baiklah.
Inggris si tampan kita begitu bagus, sampai nilainya
di ujian terakhir jauh lebih tinggi dari rata-rata sekolah.
Ada 150 soal latihan bahasa Inggris.
Sudah selesai, 'kan?
Terima kasih, Tuan, baik sekali.
Hei.
Kau terlihat buruk sekali.
Semalam, apa kau diam-diam...
Kau kena flu?
Mungkin...
Ini untukmu.
Bagus untuk demam.
Terima kasih.
Aku juga demam. Coba lihat.
Jangan genit.
PLESTER PENURUN DEMAM
Semuanya,
kalian sudah selesaikan 150 soal itu?
Ya.
Yang lainnya?
Kenapa tak menjawab?
Hanya guru bahasa Inggris kecil kita, Qi Jiahao, yang menjawab.
Apa kalian semua berpura-pura mati?
Baik, buka kertas ujian sekarang.
Mulai penjelasan.
Gaya Bu Jing, siapa pun yang dipanggil
- akan dipermalukan. - Serahkan kertasnya.
Sudahlah.
Akan Ibu biarkan kali ini.
Ibu pakai punya yang lain.
Oh.
Jiang Tian.
Ambil kertas ujian dari murid berwajah pucat di depanmu
dan bawa ke sini.
Dia kelihatannya tak kuat ke depan.
Permisi, Bu.
Dia tak enak badan.
Kenapa tak ke klinik kalau begitu?
Sheng Wang, kau dan Jiang Tian lihat kertas itu bersama.
Semuanya, lihat soal pertama.
- Kau... - Kau.
Napasmu menggangguku.
Aku menang.
AKU MENANG
- Kau! - Sheng Wang.
Ada apa? Kau tak perhatikan.
Tidak.
Sheng Wang lumayan bagus di ujian ini.
Dia hanya salah tujuh atau delapan soal.
Kalau kau, Qi Jiahao?
Empat soal.
Bagus.
Ke kantor Ibu setelah kelas.
Baiklah, Semuanya.
Ayo lihat soal berikutnya.
Duduk.
Kau tahu berapa nilai ujianmu?
Ya, aku tahu.
Menurutmu itu tak aneh?
Kau benar semua,
tapi Ibu bilang kau salah tujuh atau delapan.
Kau merasa kesal?
- Mau tahu kebenarannya? - Apa lagi?
Aku tak kesal.
Karena nilai guna dilihat orang, dan kekuatan
untukku sendiri.
Kau sungguh pintar berbicara.
Lalu kau tahu kenapa Ibu bilang kau salah tujuh atau delapan soal?
Tunggu aku.
- Aku tahu. - Benarkah?
Kalau begitu, beri tahu Ibu.
Karena aku baru pindah kemari
dan belum menyesuaikan diri di kelas.
Aku hanya dekat dengan Gao Tianyang dan...
Dan siapa?
Tak ada yang lain. Hanya Gao Tianyang.
Oh.
Tapi itu karena dia mudah bergaul, bukan karena
kelas sudah menerimaku.
No comments yet. Be the first to leave one.