Pierwsze 200 wierszy.
"Hari Gerakan Kemerdekaan 1 Maret"
Jang Hoon. - Apa?
Jang Hoon belum datang? - Dia tidak ada di sini.
Dia perlahan akan masuk
dengan beberapa cerita. - Kita dua teratas.
Dahulu kita piknik musim semi, tapi tidak lagi.
Semuanya, perhatian. - Astaga.
Kenapa dia lewat pintu depan? - Kukira Ha Seung Jin kembali.
Diamlah.
Kenapa kamu memakai lipstik sebanyak itu?
Riasan "Ask Us Anything Fortune Teller"-mu masih ada.
Dia baru mencium seseorang.
Kamu... - Sepertinya cukup merah.
Warna bibirnya terlalu merah, ya?
Warna bibirnya... - Ketua Kelas Seo.
Meskipun tidak lucu,
setidaknya cobalah tersenyum... - Semuanya, perhatian!
Kenapa bibirnya merah sekali? - Dia tidak mau mendengarkanku.
Tahun ini, kita merayakan Hari Kemerdekaan ke-80.
Kalian tahu ini hari apa?
Hari Gerakan Kemerdekaan. - Hari Gerakan Kemerdekaan.
Ya, hari ini adalah
Hari Gerakan Kemerdekaan. - Benar.
Pada hari penting ini,
sebagai ketua kelas,
aku membawa orang-orang yang sangat memahami sejarah.
Orang yang sangat memahami sejarah?
Benar. - Ya.
Orang yang tahu betul sejarah, masuklah.
Kamu mengundang mereka? - Mereka sudah datang?
Tunggu sebentar. - Bersorak untuk kemerdekaan Korea!
Hore. - Hore.
"Ahli sejarah masuk sembari berteriak hore"
Hore. - Angkat tangan kalian.
Ayolah. - Pak Bintang Besar.
Pak Bintang Besar. - Pak Bintang Besar.
Dia guru yang sangat terkenal. - Dia guru terkenal.
Pak Bintang Besar adalah guru. - Dia guru sungguhan.
Aku sering menonton "Bare Korean History".
Dia datang. - Ini luar biasa.
Dia guru sungguhan.
Luar biasa.
Aku pindah dari SMA Memperkenalkan Sejarah Jujur.
Aku Bintang Besar Tae Sung.
Bintang Besar. - Selamat datang!
Aku sangat menyukai sejarah
dan menghormati Guru Bintang Besar.
Aku Sang Yeob.
"Pencinta Sejarah, Lee Sang Yeob"
Di antara idola sejarah,
aku legenda gusi merah muda.
Aku Hyo Seong.
"Idola Sejarah, Jun Hyo Seong"
Lama tidak bertemu. - Benar.
Guru Bintang Besar ada di sini.
Hari ini Episode Khusus Sejarah.
Apa hubungannya dengan Sang Yeob dan Hyo Seong?
Apa mereka tahu sejarah dengan baik?
Ada alasan aku ingin tampil di acara ini dengan mereka berdua.
Di antara para selebritas,
mereka yang memiliki sertifikat
kecakapan sejarah Korea yang sangat sulit didapatkan.
Astaga.
Benarkah?
Hore! - Ya!
Kalian mendapatkan sertifikat - Sangat sulit mendapatkannya.
kecakapan sejarah Korea? - Benarkah?
Setelah mendapatkan sertifikat itu,
aku juga memakai kacamata.
Namun, saat masuk tadi,
kamu tidak pernah mengalahkan kami dalam kompetisi.
Apa keahlianmu?
Kamu tidak pandai meniru vokal.
Kamu tak pandai dalam hal apa un. - Un Nyun!
Un Nyun!
Kamu memanggil Un Nyun lagi.
Tadi,
saat mereka bersorak untuk kemerdekaan Korea,
kukira Jang Hyuk ada di sini.
Bersorak untuk kemerdekaan Korea!
Un Nyun!
Itu seperti kode sontekannya.
Sang Yeob, kamu kenal dengan Jang Hyuk?
Dahulu, dia stres karena aku menirunya,
tapi belakangan ini, dia abaikan saja.
Kalau begitu... - Kalau begitu, tidak apa-apa.
Selain Jang Hyuk,
Lee Jung Jae juga aktor yang sering kamu tiru.
Diam!
"Diam."
"Diam!" - Apa yang Jung Jae
katakan tentang itu? - "Diam!"
"Aku punya dua bekas peluru."
"Satu di Vladivostok."
"Aku memilih orang-orang itu, Hakim."
Tadi... - Dia hebat.
Aku datang ke sini memakai kacamata agar terlihat pintar,
tapi lebih baik kulepas.
Aku akan terus meniru orang.
Peniruan Jang Hyuk-nya adalah yang terbaik.
Sang Yeob datang ke sini setelah beberapa tahun,
tapi Hyo Seong kembali - Ya, setelah sembilan tahun.
setelah hampir sepuluh tahun. - Benar.
Benarkah? - Itu penampilan awal acara ini.
Dia kembali setelah sepuluh tahun. - "Inside Out" dirilis saat itu.
Kamu menunjukkan akting. - Benar.
Kamu tampil bersama Gyeongree. - Ya.
Tidak ada apa pun denganmu selama sembilan tahun ini?
Kenapa kamu tidak berkunjung?
Mereka tidak mengundangku. - Benarkah?
Bagaimana aku bisa tampil jika tidak diundang?
Kamu baru bisa datang setelah dapat sertifikat sejarah Korea?
Ya. - Setelah sembilan tahun?
Itu berlebihan.
Selebritas harus mendapatkan sertifikat sejarah Korea sekarang?
Begitulah caramu mempromosikan sertifikat itu.
Kamu belajar selama sembilan tahun?
Acara ini juga tidak mengundangku delapan tahun
meskipun aku sudah tampil di banyak drama.
Kamu butuh sertifikat dahulu.
Syarat ke sini sertifikat. - Hyo Seong
membuat sketsa komedi dengan kita saat itu.
Benar. - Lucu sekali.
Hari ini, Tae Sung...
Dia seorang guru. Bolehkah aku memanggilnya dengan namanya?
Dia teman kita. - Rasanya canggung sekali.
Tentu saja, Kawan. - Bisa kupanggil Tae Sung, bukan?
Aku senang sekali hari ini.
Aku sudah sering melihatnya,
jadi, dia tampak sangat familier.
Aku juga merasa kagum. - Hari ini,
aku melihat semua selebritas populer di Korea ada di sini.
Kurasa aku sudah sukses.
Ayolah. - Ayolah.
Kamu juga populer.
Kamu lebih sering tampil di TV daripada kami, Tae Sung.
Benar. - Dia benar.
Kamu lebih sering muncul. - Acara-acara itu tayangan ulang.
Kurasa kamu tampil tiap hari.
Kudengar kamu sangat bersemangat berada di acara ini.
Itu karena
orang-orang yang ingin kutemui
ada di sini secara langsung, bukan di TV.
Berfotolah denganku nanti. - Tentu saja.
Berfotolah denganku, masing-masing dari kalian.
Aku akan memamerkannya. Sungguh, aku senang sekali.
Kepada siapa kamu ingin memamerkannya?
Kepada orang yang kukenal.
Saat mereka mendengar aku akan tampil di acara ini,
mereka menggila. - Benarkah?
Mereka memintaku berfoto dan meminta tanda tangan kalian.
Aku mendengarnya dari kru produksi. Tae Sung memiliki
koneksi pribadi yang luar biasa.
Benar. - Di kelas kami,
dia kenal tiga orang. Dia bersyukur untuk yang pertama.
"Ayolah!"
Aku membencimu!
Yang kedua membuatnya kesal.
Aku kesal. Aku membencimu!
Aku menyukainya. - Ada apa denganmu?
Kamu tersipu.
Sulit dipercaya!
Seseorang yang dia kagumi. - Sudah lama tidak melihatnya.
Hanya manusia yang mampu mengagumi.
Inilah tiga jenis orang yang dia temui.
Mari kita dengarkan. Siapa mereka? - Pertama...
Seseorang yang dia kagumi. - Sudah lama tidak melihatnya.
Hanya manusia yang bisa mengagumi.
Inilah tiga jenis orang yang dia temui.
Mari kita dengarkan. Siapa mereka? - Pertama,
orang yang kuhargai. - Orang yang kamu hargai.
Aku pernah tampil di acara memasak.
Mereka memintaku memasak hidangan bersejarah.
Aku belum pernah memasak seumur hidupku.
Aku tidak memasak di rumah.
Namun, aku diminta memasak hidangan bersejarah.
Jadi, aku berlatih memasak semalaman
dan pergi syuting acara itu.
Namanya Sung Si Kyung?
Ya. - Ya.
Dia bilang, "Bagaimana aku bisa memakannya? Tidak enak."
Aku berkeringat dingin.
Dia kejam sekali. Sungguh.
Itu Si Kyung. - Sung Si Kyung.
Itu hidangan pertama yang kumasak. Mana mungkin enak.
Begitu rupanya. - Namun, kenapa dia sejujur itu?
Si Kyung tidak berbohong.
Saat itu aku menyadarinya. - Dia tidak mengeluh jika enak.
Aku sangat kesal karena sudah bekerja keras membuatnya.
Pantas saja kamu malu. - Setelahnya, Jang Hoon...
Apa? - Jang Hoon...
Jang Hoon.
Dia bilang, "Tetap saja, itu bagian dari sejarah."
"Dia bilang orang-orang di masa lalu memakannya."
"Kita harus menghormati rasanya."
Aku sangat menghargainya.
Dia bukan orang yang seperti itu. - Apa?
Kurasa dia melakukannya karena Si Kyung terlalu kejam.
Benar. - Untuk seimbangkan kekecewaannya.
Jang Hoon pasti malu.
No comments yet. Be the first to leave one.