Pierwsze 200 wierszy.
Kau tahu kapan aku mulai menyukaimu?
Itu saat kau menyelamatkanku.
Itu sepuluh tahun lalu.
Sejak hari itu, aku tak pernah melupakanmu.
Namun, kau tak ingat, 'kan?
Tidak apa-apa karena aku akan memastikan kau ingat.
Aku akan membuatmu mengingat hari itu selamanya.
Tidurlah yang nyenyak, Pak Choi.
Jangan pergi.
Saet-byul,
jangan pergi.
Jangan tinggalkan aku. Aku membutuhkanmu.
Pak Choi Dae-hyun, kau ditangkap karena melanggar UU Sanitasi Makanan.
Jika makanannya kedaluwarsa, seharusnya kau berikan kepada temanmu.
Kau jahat sekali.
Aku akan berdamai saja. Harus kubayar berapa?
Saet-byul, aku...
Kau wali tersangka, 'kan?
Ya.
Saet-byul, keluarkan aku dari sini. Aku tak bisa tinggal lebih lama lagi.
- Astaga. Pak Choi? - Ya.
Seharusnya kau mendengarkanku saat aku memberitahumu.
Orang yang melewatkan kesempatan sepertimu butuh waktu di penjara.
Tolong ikuti hukum.
Saet-byul, kenapa kau melakukan ini kepadaku?
Pak Choi, bersenang-senanglah di penjara.
- Hei... - Aku harus bergaul dengan siapa sekarang?
Denganku saja.
Kebetulan aku menyerahkan surat pengunduran diriku hari ini.
Mau pergi bersama?
- Tidak, jangan pergi. - Sampai jumpa, Pak.
Saet-byul, jangan tinggalkan aku!
Aku sungguh membenci makanan penjara.
Saet-byul, jangan pergi!
Saet-byul, aku membutuhkanmu. Saet-byul!
Jangan tinggalkan aku. Aku membutuhkanmu.
Kumohon, jangan tinggalkan aku.
Pak Choi, aku tak akan ke mana-mana.
Jangan khawatir. Aku akan selalu berada di sisimu.
Terima kasih, Saet-byul.
Terima kasih banyak.
Tunggu. Kalau mau kutemani, kau harus geser.
Astaga.
Pak Choi, aku di sampingmu.
Jangan tinggalkan aku, Saet-byul.
Aku tak melewati garis.
Ya, jangan pergi.
Kepalaku sakit.
Aku haus sekali. Aku butuh air.
Aku haus sekali.
Rasanya seperti mau mati.
Apa ini? Yang benar saja.
Sialan kau, Saet-byul!
Dia memancing emosiku?
Pak Choi! Aku akan pergi dan menjaga toko.
[Pastikan kau membersihkan dirimu dengan saksama sebelum datang.]
Tentu, aku akan membersihkan diriku,
tetapi kau akan mati saat kita bertemu nanti.
Bu!
Jangan buang energimu. Kenapa kau berlari?
- Entahlah. - Astaga.
Kenapa kau menatapku seperti itu?
Apa ada kabar baik? Kau tampak sangat bahagia.
- Benarkah? - Tentu saja.
Astaga. Kau cantik sekali.
Kau sedang cantik-cantiknya. Kau mekar bagaikan bunga.
Sementara itu, aku makin tua saja.
Apa maksudmu? Kau pun mekar bagaikan bunga.
Tentu saja!
Hanya kau yang mengatakan itu kepadaku.
Baiklah. Ini. Selamat bekerja.
Aku membawa semangka. Makanlah.
Terima kasih banyak.
- Aku akan kembali. - Bersenang-senanglah.
- Baiklah. - Semangat!
- Semangat! - Ayo!
Kau tampak cantik.
Terima kasih!
Aku akan kembali.
Baiklah.
Ini dia, di sinilah semuanya dimulai.
Halo, toserba Shinseong-dong-ku. Bagaimana kabarmu?
Bagaimana kabar di sini?
Berantakan sekali.
Apa yang bisa dia lakukan tanpaku?
Aku jelas tak suka tatanannya.
Ini terlalu seperti gaya Pak Choi.
Biar kuubah menjadi gaya Saet-byul yang manis!
Tadi aku ke rumahmu untuk mengambil berkas.
Aku terkejut melihatnya tidur di sana.
Aku memberinya pengertian, dan dia bersedia pergi.
Saet-byul?
Kau di mana? Kenapa berisik sekali?
- Saet-byul. - Anak Anjing!
Ini. Lewat sini.
Abaikan ucapan sutradaraku...
Kau ingin mencicipi produk promosi spesial bulan ini?
Kau bekerja di sini lagi?
Anak Anjing, sudah kubilang jangan menatapku dengan mata itu.
Kau tidur di mana?
Aku bekerja sif malam.
Kau butuh tempat untuk tidur.
Anak Anjing,
jika hanya ingin mengomel, kau pergi saja.
- Saet-byul, kemarilah. - Pak Choi!
- Astaga. Halo, Ji-wook. - Halo.
Apa yang kau lakukan pada wajahku? Apa yang harus kulakukan?
Keriputmu tak bisa kuapa-apakan.
Keriput? Maksudku coretanmu. Aku tak bisa menghapusnya.
Aku tak bisa menghapus "Aku milik Saet-byul."
Benar! Kau milik Saet-byul.
Kau bercanda?
Aku pergi.
- Semoga harimu menyenangkan. - Kau sudah mau pergi?
Ya, aku harus menemui seseorang.
Saet-byul, apa yang akan kau lakukan?
Aku sudah lima kali mencuci wajahku, tetapi ini tak mau hilang!
- Pasti sakit. - Bagaimana cara menghapusnya?
Kemarilah.
"Kemarilah."
Kemarilah sebelum aku marah. Aku tahu biasanya aku lembut,
tetapi aku bisa sangat menakutkan saat sedang marah. Kemarilah.
Andai dia menatapku seperti itu.
Lembut? Kau tak tahu apa artinya itu?
Kemarilah dan akan kutunjukkan.
Aku sudah bilang dahulu aku mengikuti taekwondo?
- Habislah kau saat aku menangkapmu. - Pasti berat sekali.
Kau tak bisa membodohiku!
Jangan bergerak! Kau tak boleh bergerak sampai aku menepukmu.
Kau bercanda? Kau pikir kita bermain kejar-kejaran?
Kau tak boleh bergerak.
Mau kumasukkan ke lemari pembeku?
Apa... Apa-apaan ini?
Kenapa penempatan mi instan ini berubah? Kau yang melakukannya?
Tentu saja. Siapa lagi yang bisa sepintar ini?
Semua penempatannya salah!
Itu tak salah. Itu akhirnya benar.
Omong kosong. Benar apanya?
Aku mengubahnya menjadi sangat rapi dan sederhana.
Tidak, mi instan harus dipajang sesuai merek perusahaannya.
Tidak, itu harus dipajang dari yang paling ringan hingga paling pedas.
Itu akan mempermudah pembeli dalam memilih mi instan.
Kau benar juga.
Itu cerdas, 'kan?
Dari yang paling ringan hingga paling pedas.
Mari kita lihat.
Ini yang harus diperbaiki.
Pak Choi,
kemarilah.
Aku memintamu kemari!
Apa maumu?
Baiklah. Aku di sini. Ada apa?
Apa? Ada apa?
Ada apa dengan penjualannya?
Kau lihat bagaimana ini menurun drastis sejak aku berhenti?
Aku..
..sedang kesulitan belakangan ini.
Kau tak bisa memisahkan pekerjaan dengan urusan pribadi?
Kita akan beruntung jika bisa membuka cabang ini.
- Apa aku salah? - Tidak.
Lalu, kenapa ini kotor sekali?
Punggungku hampir patah saat bersih-bersih!
Pelanggan mana yang akan betah di sini?
Ada banyak toserba di sekitar sini.
Kau harus membuang barang yang tak kau butuhkan.
Astaga.
Kurasa semua ucapanmu benar.
Selain itu,
aku meninggalkan sesuatu yang sangat tidak berguna..
..di laci sebelah sana.
Bisa tolong buang itu?
Kau bisa apa tanpa aku?
Ini...
Pak Choi!
Kenapa kau menatapku? Aku memintamu menyingkirkannya.
- Ini. - Kenapa? Kau ingin aku membuangnya?
Kau bisa memakaikannya untukku.
Aku?
Aku dipromosikan menjadi pegawai tetap.
Jadi, pakaikan untukku. Itu akan membuatnya bermakna.
Kalau begitu,
selamat bekerja di toserba kami,
Nona Jung Saet-byul, pegawai tetap terbaru kami.
Itu terlihat bagus.
- Aku akan bekerja keras. - Omong-omong,
ada yang ingin kukatakan kepadamu.
Apa itu?
Begini,
Saet-byul, mulai hari ini,
aku...
Apa? Aku mencintaimu?
Aku...
Aku...
Kau bisa memberitahuku. Aku siap.
Baiklah.
Saet-byul,
aku..
mendaftar asuransi untukmu.
Dengar!
Asuransi pensiun, kesehatan, kepegawaian, dan kompensasi kecelakaan.
No comments yet. Be the first to leave one.