Pierwsze 200 wierszy.
Diterjemahkan oleh mifae
Kecelakaan di tempat kerja.
Korban jatuh dari lantai 10.
Paru-paru kirinya tertusuk pecahan logam.
Beberapa tulangnya patah dan banyak kehilangan darah.
Tekanan darahnya 100/50, denyut nadinya 100.
Berikan 100 cc darah untuknya.
Defibrilator.
Siap.
Siap.
Siap.
Pukul 01:23.
Dicatat.
Sayang.
Ayah.
Ayah.
Bibi Xia, kudengar dari temanku
Long Siu hanya memotret baju renang dan pakaian dalam.
Aku tak melakukan itu.
Aku sudah tak tahan lagi.
Hei!
Yang benar saja. Aku sedang mandi.
Kenapa kau selalu begitu?
Apa yang kau takuti? Kita sudah biasa begini
dan aku tak mengganggumu.
Aku hanya melihat.
Jangan lihat sembarangan.
Begadang lagi?
Ada yang paru-parunya tertusuk sebelum jam kerjaku selesai.
Gagal diselamatkan.
Jangan salahkan dirimu.
Aku tahu kau sudah berusaha semampumu.
Halo?
Jessica, aku mencari Ah Mui.
Aku coba menghubunginya
tapi tidak dijawab.
Masa? Tunggu.
Ah Mui!
Kepsek mencarimu!
Rumah ini tidak besar.
Aku bisa mendengarmu.
Terima kasih.
Hai, Kepsek. Mencariku?
Ah Mui.
Ada surat hukum dari Malaysia
yang dikirim kemari untukmu.
Dari Malaysia?
Kepsek.
Ah Mui.
Dokter hebat kami kembali ke sekolah ini.
Nn. Cheung Kah Yee.
Aku Ko Cheng Sam, pengacara dari Malaysia.
Ny. Cheung meninggal pekan lalu.
Ini mengenai surat wasiatnya.
Dia mengakuimu sebagai cucunya
dan satu-satunya kerabat yang sah di mata hukum.
Aku punya nenek?
Kepsek, aku punya keluarga?
20 tahun lalu
aku belum menjadi Kepsek.
Aku hanya ingat kau dibawa kemari oleh pria paruh baya.
Hai. Siapa namamu?
Aku Ah Mui.
Kepsek sebelumnya memberitahuku
kau amnesia saat itu.
Hanya ingat namamu Ah Mui.
Kau harus memulai dari nol lagi.
Kemudian...
saat aku menjadi Kepsek, barulah aku tahu
kau dapat kiriman uang setiap bulan.
Dikirimkan kemari dari Malaysia.
Kepsek sebelumnya
tak pernah membahas masa lalumu.
Kepsek.
Apa yang harus kulakukan?
Bisa bertemu kembali dengan kerabat itu takdir.
Jika ini membuatmu bahagia, pergilah.
Tenang.
Jika kau mau pergi, pergilah.
Kalian berdua.
Karena kita dikelilingi oleh alam yang indah
aku ingin kalian tampil liar.
Lebih liar.
Membungkuk lebih rendah.
Membungkuk lebih rendah.
Itu bagus.
Lebih liar, membungkuk lebih rendah.
Membungkuk lebih rendah.
Hei!
Kau kaku seperti kayu.
Bagaimana aku bisa memotretmu?
Long Siu.
Aku tak terbiasa dengan pemotretan semacam ini.
Apa kau serius?
Lalu bagaimana kau bisa jadi model?
Long Siu.
Foto aku saja.
Baiklah. Kemari.
Benar begitu. Lebih liar.
Bagus sekali.
Hei!
Apa ini?
Kenapa kau menjahitnya?
Kau merusak modelnya.
Aku membayarnya $10.000.
Biar kubantu.
Yang benar saja!
Kau yang harus serius!
Kenapa mengajak teman ke pemotretan?
Seolah itu belum cukup buruk
kau juga tak mau bekerjasama.
Hei!
Kau mau diejek dalam forum?
Tidak.
Jangan merusak namaku di forum.
Hanya ini sudut bagus yang kutemukan.
Hei! Sudah selesai, Mesum?
Pak.
Kau menunjuk dadanya dengan jarimu
dan coba memotretnya dari sudut yang rendah.
Semuanya terekam di ponselku.
Aku punya alasan untuk percaya
kau melecehkan wanita ini.
Unggah saja ke internet.
Kita lihat siapa yang dapat akibatnya.
Gadis standar sepertimu
tak pantas jadi obyek fotoku.
Tunggu.
Kau melupakan sesuatu?
Kalian masih minta upah?
Untung Ah Mui merekam tindakan si licik itu hari ini.
Kalau tidak, aku rugi besar.
Sebenarnya aku baru sampai.
Aku tak sempat merekam apa pun.
Jadi, itu tipuan?
Sudah kubilang lupakan impianmu menjadi pesohor.
Kalau bukan karena kami
orang itu pasti sudah memotret semuanya.
Cukup.
Aku memang salah karena bermimpi menjadi bintang.
Aku mencemaskanmu
dan kau marah padaku?
Cukup.
Hentikan.
Lain kali berhati-hatilah.
Bukankah kita sudah berjanji
bahwa kita bersaudara
dan akan saling menjaga?
Aku beruntung memiliki kalian.
Kenapa kau terburu-buru ingin menemui kami, Ah Mui?
Aku dapat surat dari pengacara.
Katanya aku punya nenek di Malaysia
tapi dia baru saja meninggal.
Aku harus pergi ke Malaysia untuk menerima warisan.
Kau punya nenek?
Dan dia memberimu warisan?
Itu bagus sekali, Ah Mui. Ternyata kau punya keluarga.
Aku senang sekali satu dari kita ternyata bukan yatim piatu.
Tapi aku sudah terbiasa hidup tanpa keluarga.
Kini, katanya aku punya nenek
yang baru saja meninggal.
Apa bedanya?
Tapi Ah Mui
kau bisa ambil kesempatan ini
untuk lebih mengenal keluargamu.
Keluarga?
Bukankah barusan kukatakan
keluargaku adalah kalian berdua?
Aku hanya butuh kalian berdua.
Aku takkan menemui pengacara itu.
Senang jumpa denganmu.
Senang jumpa denganmu, Nn. Cheung.
Izinkan aku memperkenalkan diri.
Ko Cheng Sam.
Pengacara dari kantor Malaysia.
Kami sudah kirim surat padamu
tapi kau tak membalas.
Benar.
Aku tak membalasnya
karena aku memutuskan tak kembali ke Malaysia.
Nn. Cheung.
Biar kujelaskan sedikit.
Aku tak butuh warisan.
Nn. Cheung.
Aku paham perasaanmu saat ini.
Tiba-tiba saja diberitahu kau punya sanak keluarga
pasti sulit dimengerti
tapi ada pepatah dari Tiongkok
bahwa darah lebih kental dari air.
Jika ada faktor psikologis yang menghalangimu
berarti kau harus mengatasinya.
Halo? Amy?
Apa kau dan Jessica bisa libur seminggu?
Ah Mui.
Bukankah katamu kita harus menunggu di sini?
Dia baru kirim pesan padaku.
Dia menunggu di luar bandara.
Pak.
Maaf.
Apa kau bisa menyetir?
No comments yet. Be the first to leave one.