Tulsa King

Tulsa King

Pobierz napisy Indonesian

Sezon 2

Informacje o wydaniu

Tulsa King S02 WEB-DL CATCHPLAY
Komentarz od tedi
Murni Retail Catchplay | 10 eps Belum sinkron versi apapun

Tagi

webdl
Opublikowano: 2025-10-09
Pobrania: 220
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

SEBELUMNYA DI

Aku seratus persen tidak bersalah.

- Menurutku dia polos. - Tidak bersalah, Bung.

Semuanya teler di sini?

Kau memilih latihan sidang di toko ganja.

Apakah kejahatan berbuat baik kepada seseorang?

Kami, para juri, memutuskan terdakwa, Dwight Manfredi…

tidak bersalah.

Salam untuk Thresher.

Ini pamitan. Aku dipindah ke Anchorage.

Alaska?

Apa yang kau mau dariku?

Itu uang tunai 30.000. Aku suka membantu orang.

Kita kedatangan tamu.

Kau bahkan tak menawariku mencicipi?

Tulsa milikku.

Akan kukirim kembali Carl dengan satu proposisi.

Bagus untuk kita berdua.

Watunya pergantian rezim.

Bawa saja Dwight keluar dan sisanya urusanku.

Tn. Bevilaqua mengirim salam.

- Apa yang kulewatkan? - Mudah-mudahan aku.

Yakin kau baik-baik?

Ya, aku baik-baik.

- Baiklah. - Baiklah.

Sampai nanti, Tyson.

Bagaimana, Joe?

Misi selesai.

Bagaimana Tyson?

Dia hebat.

Kau berjaga-jagalah di sekitar sini.

Tetap waspada, ya?

Ya, Pak.

Dwight?

Kenapa belum tidur?

Kau menungguku?

Tak bisa tidur.

Aku begitu bila ada yang tidak beres.

Tak ada yang tak beres.

- Kau lupa bicara dengan siapa? - Tidak, aku tak lupa.

Aku lelah. Aku harus tidur.

Rasanya seperti di masa lalu. Kau tahu, masa lalu yang buruk.

Apa maksudmu, masa lalu buruk?

Semuanya baik.

Dwight, aku mengenalmu.

Aku mengenalmu seperti diriku sendiri.

Lingkungan kita berkeamanan tinggi,

tapi kau minta ada pengawal.

Astaga, Dwight.

Kau beruntung lolos terakhir kali

dan kini ada masalah lagi?

Tak ada masalah. Aku janji.

Kita dalam bahaya?

- Jawab aku. - Tidak.

Itu tidak benar.

- Kau mau aku bilang apa, Joanne? - Apa kebenarannya?

Jika kau dalam masalah, keluargamu juga.

Apa yang terjadi?

Ada yang tak berjalan baik.

Apa artinya itu?

Artinya, aku membunuh seorang pria dari Kansas City

karena dia mengincarku.

Bagaimana awalnya? Ini tidak terjadi begitu saja.

Dia ingin bagian keuntungan, bagian bisnisku…

Dia yang berkuasa di sini?

Dahulu.

Namun, aku bilang itu dulu.

Jadi, kau terprovokasi, lalu membunuh salah satu dari mereka?

Mereka mengincarmu, anak buahmu, juga kami.

Aku perlu berpikir.

Ya?

Apa kabar, Ayah?

- Ayah sedang mengerjakan apa? - Kau menginap?

Ya, aku di sekitar sini semalam.

Jadi terpikir aku menginap saja semalam.

Ya. Mobil van ini mati,

butuh alternator baru, aku jadi terlambat bekerja.

Kemari, kau mungkin bisa belajar sesuatu.

Begini, setelah yang ini masuk,

kau pasang lagi sabuknya, sambung lagi kabelnya.

- Baik. - Lalu, setelah selesai,

kau ganti dan kencangkan kabel baterai negatifnya.

Kau mendengarkan?

- Ya, ayah… - Ayah bilang apa?

Ayah… Kabelnya.

Nak, pegang kemudi. Ya?

Nyalakan mesin setelah kuberi aba-aba,

kalau belum, jangan.

Baiklah, bilang saja.

Baik, nyalakan.

Ayolah.

Ya!

Kau dengar halusnya mesin ini?

- Dia bilang, "Terima kasih!" - Lebih terdengar memohon ampun.

Tidak sebaiknya dijual? Mobil ini sudah sepuluh tahun, bukan?

- Sepuluh tahun? - Ya.

Sekitar 16 tahun.

Tidak ada yang masalah, tak cukup hanya dipermak.

Ayah sudah bekerja keras. Ayah layak dapat mobil baru.

Sial, ayah belum pernah punya mobil seumur hidup.

Yang ayah punya hanya kuda pekerja

jadi ayah bisa membayar tagihan listrik.

Ini, kuberi beberapa dolar.

Nak, taruh lagi ke sakumu.

Ayah, aku mencuci baju di sini setiap pekan.

Setidaknya aku bisa berkontribusi.

Bila ayah sudah tiada, kau bisa membantu merawat ibumu.

Sementara itu, aku harus bekerja.

Aku juga.

Kau sebut itu bekerja?

Pergilah, pergi bekerja.

Bagus. Lebih keras.

Kekuatan tangan bertumpu di bahu

lalu putar seperti obeng.

Hantam… Bagus sekali!

Sekarang bertahan.

- Putar tangan yang itu. - Giliranku.

Masuk. Tenang, Nak.

Nanti giliranmu. Kau mengagumkan.

Kakek suka itu.

Ayah mengajari mereka apa?

Aku mengajari mereka cara menjaga uang saku,

seperti kuajarkan kepadamu.

- Benarkah? - Ya.

Mereka masuk ke sekolah

yang berkebijakan tidak menoleransi kekerasan.

Juga, aku ingin mengajari mereka resolusi konflik.

Tak ada yang menyelesaikan konflik

sebaik tonjokan ke rahang, Nak.

- Itu yang mengatasi semuanya. - Kalau mengadukan kepada guru?

Tunggu, lapor?

Kakek tak bisa menoleransi… Lihat Kakek.

Jangan lapor, paham? Jangan mengadu.

Jangan pernah mengadu ke guru, paham?

Jangan jadi tukang mengadu.

Baiklah, ayo bersiap.

- Kursus selesai. - Baiklah.

Hajarlah orang.

Sampai jumpa, Jagoan.

- Giliranku! - Kau juga ikut!

Ayo bersiap, cepat.

Katanya, "Kau sangat menghina."

Aku bilang, "Apa bedanya antara

pelayan dan penari bugil?

Sekitar dua setengah pekan."

Apa yang lucu?

Tak ada pekerjaan yang lebih baik selain duduk-duduk

seharian dan melucu?

Ada apa denganmu?

Goodie, tidak berhasil. Menipu kita.

- Apa maksudmu tidak berhasil? - Caputo dibunuh.

Anak buah Bevilaqua.

Dwight masih hidup?

Tukang bohong.

Roy Rogers menelepon.

B.B.

Kau sudah tahu?

Aku baru tahu.

Apa maksudnya?

Kau sungguh-sungguh atau kau itu bodoh?

- Tenang. - Tidak, tak bisa tenang.

Aku bangun pagi ini dengan mayat

di depan rumahku.

- Kalau istriku melihatnya? - Astaga, Bill.

Dia bahkan tak dapat pemakaman layak!

- Bukan kau yang membunuhnya. - Apa itu penting?

Aku bisa terlibat investigasi pembunuhan

- seolah aku butuh masalah lagi. - Bill…

- Kau bilang Goodie bergabung. - Aku kira dia bisa dipercaya.

Dia seolah ikut rencana kita.

- Aku akan membereskannya, ya? - Membereskannya?

Bagaimana caranya? Kau bisa mengembalikan Carl?

Dia kepercayaanku!

Bisa beri aku waktu?

Aku akan mengabarimu nanti sore dengan satu proposal.

Persetan proposal!

Aku ingin hasil!

Kau paham?

Aku ingin Manfredi mati.

Halo?

Dia memutus teleponnya?

Orang kampungan tidak sopan.

Ke mana, Bos? Bred-2-Buck?

Tidak, kita ke tempat Bodhi dulu.

Aku kira Mitch ikut ke ladang angin?

Kita jemput dia nanti. Aku harus bicara dengan anak-anak,

- memberi tahu mereka yang terjadi. - Itu harus.

Aku lelah berpidato terus,

sejujurnya saja.

- Apa maksudmu? - Kau tahu, "Hati-hati,

kita dalam siaga tinggi," dan omong kosong lain.

Rasanya, amarahku…

Amarahku merepotkanku.

Aku memakai bazoka saat senapan saja cukup.

Senapan tidak akan menghentikan bajingan itu semalam.

Tidak, yang kumaksud sebelumnya, saat dengan Bevilaqua.

Aku bisa saja membuat kesepakatan,

alih-alih, aku menyuruhnya pergi.

Dengar, aku tidak terlalu mengenalmu,

tapi aku tahu kau bukan orang yang setengah-setengah.

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left