Pierwsze 200 wierszy.
BERHENTI DAN IKUTI PETUNJUK
SEL 3A21
Tahanan 2064.
Tahanan 2064.
Pak.
Kudengar kau menaruh uang ke akun toko penjaraku.
Itu tidak seberapa, Pak. Jika kau butuh lagi,
aku bisa mengaturnya.
Kudengar kau sedang mencari pengacara andal.
Benar sekali.
Aku memperlakukan dan membayar pengacaraku dengan baik,
tapi aku tetap dipenjara.
Keparat itu!
Kau memilih orang bodoh yang tidak menguasai pekerjaannya.
Kau dipenjara atas penyuapan? Apa buktinya?
Mereka menemukan bukti di rekening bank istriku.
Juga rekening iparku dan istrinya.
Jadi, ada bukti kuat yang memberatkanmu.
Sebenarnya... Aku dengar
kau bisa memperantarai orang
dengan pengacara sangat andal yang belum pernah kalah.
Aku akan terima masa percobaan...
Kau akan dibebaskan.
- Aku bisa dibebaskan? - Tiap terdakwa
yang dia bela pasti dibebaskan.
Namun, semua bukti ditemukan dalam kasusku.
Hanya amatir yang berjuang untuk membuktikan
kredibilitas bukti.
Lantas, bagaimana...
Kebenaran baru harus ditemukan.
Rasa nyeri dari tubuh yang diremukkan dan dicabik...
Begitu dia memulai pembelaannya,
kritik berubah menjadi pengertian dan pengampunan.
Kebencian menjadi belas kasihan.
Ada pengacara sehebat itu?
Bagaimana cara menyewa jasa orang itu?
Kau butuh ini.
Apa maksudmu ini?
Uang.
Bagus sekali.
Gaya lain. Bagus.
Pose lain. Keren.
Bagus sekali.
Sekali lagi. Sempurna.
Dia pikir dia model atau semacamnya.
Kabarnya dia kejam dan hanya peduli soal uang.
Haruskah mewawancarainya?
Dia membela CEO jahanam kita saat dia dituntut.
Ini salah satu permintaannya.
Bagus.
Apa teori atau prinsip dasarmu sebagai pengacara?
Kejahatan akan selalu ada.
Namun, tidakkah kau butuh orang seperti aku?
Pejuang yang membela keadilan?
Apa yang kau lakukan?
Kau ketiduran?
Aku tidak ketiduran.
Aku melakukan hal yang kau sebut pelatihan citra.
Nona, kau sudah latihan di sini selama enam bulan.
Kau bahkan tak bisa meninju bertubi-tubi.
Pelatihan citra apanya?
Lihat di sana.
Mereka baru masuk tiga bulan lalu.
Aku tidak atletis atau bugar.
Latihan dengan sekuat tenagamu.
Atau jangan buang waktu dan keluar.
Tidak, akan kuteruskan.
Dengar, Nona. Kau takut sarung tangannya rusak?
Kau disuruh malu-malu?
Jangan menahan diri. Keluarkan.
Selami dirimu. Lampiaskan stres dan kemarahan.
Gerakkan tinjumu dengan perasaan itu.
- Ini tidak akan meledak. - Baik.
Perhatikan aku.
Jaga jarakmu terlebih dahulu.
Satu dua. Pukul.
Bisa? Sekarang giliranmu.
Bagaimana cara melakukan uppercut ...
Mengerti?
Jangan terburu-buru. Kuasai dasarnya dahulu. Paham?
Baik.
Entah itu mantan pacar yang menyakitimu
atau rekan kerja yang menyebalkan.
Anggaplah samsak adalah dia, dan pukul.
Kenapa diam saja?
Bisakah kuanggap dengan sesuatu yang lain?
Bisa terjadi masalah hukum jika aku menganggapnya orang.
- Masalah hukum? - Ya.
Aku seorang pengacara.
Memukul orang adalah kejahatan serius.
Bolehkah aku menganggapnya alien?
Ada yang bilang
dia harus dipuji atas tindakannya.
Dia melanggar UU lalu lintas dan menyetir tanpa SIM saat remaja,
yang bisa menyebabkan
kecelakaan fatal, jadi, dia harus dijatuhi hukuman berat.
Berdasarkan informasi sejauh ini,
- dia bersalah atau tidak? - Dia bersalah atau tidak?
- Bagaimana menurutmu? - Dia bersalah.
Menurut hukum, dia bersalah.
- Ya. - Namun,
itu hanya sebagian dari cerita.
Ini pengacara Seo Jae-in dari Firma Hukum Yoo.
- Nona Seo. - Halo.
- Jadwalku padat. - Baik.
Ada map merah di mejaku. Bisa antarkan kepadaku?
Kau di sana? Baik, aku akan membawanya.
Pak, silakan duduk.
Tidak, kau saja.
Aku tidak apa-apa. Silakan duduk.
Permisi. Bisa berikan tempat duduk untuknya?
- Permisi. - Aku tidak keberatan.
Tidak apa-apa.
Permisi.
Aku?
Kau orang Tionghoa? Baiklah, jadi...
Korea, orang lansia, sopan santun...
Aku orang Korea.
BAHASA MANDARIN DASAR
Bisa berikan tempat duduknya untuk pria ini?
Untuk apa?
Bukankah wajar pemuda memberi tempat duduk bagi orang lansia?
Memang. Namun, bolehkah berasumsi
bahwa pemuda kuat, dan orang lansia lemah?
- Apa? - Contohnya,
apa kau memikirkan kemungkinan aku sakit jantung
atau masalah tulang?
Kau menderita penyakit itu?
- Tidak. - Apa?
Pria ini sepertinya berusia 60-an,
tapi ke pusat kebugaran.
Tasnya usang,
jadi, dia sering berolahraga.
Otot dadanya terbentuk
dan perutnya berotot.
Ototnya yang kencang bahkan terasa dari celananya.
Secara fisik, dia lebih bugar daripada aku yang ringkih.
Tapi itu hanya...
Pusat kebugaran itu juga
tepat setelah stasiun ini.
Hanya satu perhentian dua menit,
jadi, tak perlu memberi tempat duduk
atau memaksanya duduk.
Karena itu aku tidak berdiri. Itu saja.
Ada keberatan?
Terima kasih.
Kenapa gaya bicaramu seakan-akan meremehkanku?
Kau sendiri yang bilang.
Korea, orang lansia,
sopan santun.
Pak Yoo.
Pak Yoo.
Pak Yoo.
Pak Yoo.
Hai.
Selamat datang.
Restoran macam apa yang menggunakan sampah sebagai bahan makanan?
Pemilik restoran waralaba
yang membuat kaldu dengan tulang
dari tempat sampah dituntut untuk bertanggung jawab.
Sidang naik bandingnya akan segera dimulai.
Dia mungkin akan didenda, seperti di sidang pertama.
Pengacara eksentrik yang belum pernah kalah
dikabarkan menangani kasus ini,
dan semua orang menantikan putusannya.
Kau bahkan tidak akan bisa melakukan apa pun kali ini.
Belum dimulai, 'kan?
Dia tidak mungkin bisa menang, 'kan?
Aku tetap yakin dia akan menang.
Sejak kapan media segila ini?
- Sepuluh menit lagi. - Ayo cepat.
- Itu dia. - Dia datang.
Satu, dua, tiga, empat, kalian banyak sekali.
Latar belakangnya bagus.
Wajar saja, modelnya jelek.
Perlu interior mencolok untuk pemotretan.
Berapa biaya per jam untuk ini?
Kau akan kalah pada akhirnya,
jadi, kau bertekad menguras uang klienmu? Bagus.
Kau hanyalah pencuri.
Kau banyak bicara.
Dasar beo kecil. Teruslah sombong selagi bisa.
Rekor tak terkalahkanmu akan patah hari ini.
Dahulu tidak separah ini
saat aku bekerja di sana.
Kelangkaan pengacara
sehingga orang sepertimu dikirim untuk melawanku.
Namun, semoga sukses.
Anak itu barusan meremehkanku?
Tapi Yang Mulia...
Apa yang kau lakukan?
Klienmu menjual makanan kotor.
Dia menjual sampah untuk menghasilkan uang.
Pembeli makanannya
nyaris mati keracunan. Kau tahu itu?
- Cukup. - Tahan emosi.
Jika kau keberatan,
protes saja ke hakim, bukan aku.
Lepaskan aku.
Kau menyuap hakim, 'kan?
No comments yet. Be the first to leave one.