Pierwsze 200 wierszy.
PRO BONO
Penggugat, Kaya, pernah melahirkan seorang anak sebelum menikah.
Apa maksudnya?
Itu salah, kan?
Penggugat menyembunyikan fakta tersebut, mengelabui Tergugat,
dan melakukan penipuan.
Kenapa tak bilang?
Kaya, apa benar kau pernah melahirkan sebelum menikah?
Kini situasinya berubah drastis.
Pembatalan pernikahan berbeda dengan perceraian.
Pernikahan dinyatakan tidak sah
dan kalian dianggap tak pernah menikah.
Visa pasanganmu akan dibatalkan.
Kau akan diusir dari Korea, Kaya!
Apa?
PRO BONO
Masalahnya tak habis-habis.
Kukira kita berhasil. Kini pembatalan pernikahan?
Sudah mencabuli menantu, kini menggugat pembatalan pernikahan?
Kasus ini tak bisa diatasi dengan hukum.
- Harus pakai kekerasan! - Sabar.
Tenangkan dirimu.
Tak usah panas hati.
Tugas kita memang mengurus masalah orang.
Apa? Bisa-bisanya ucapan itu keluar dari mulutmu.
Masa, masuk?
- "Masuk." - Bu Park.
Ya?
Kalian tak lupa tes kesehatan pekan ini, kan?
Pak Kang juga harus ikut.
Jangan ada yang mangkir, ya? Pak Jang ke mana?
Titip kepadaku saja.
Kami tak ada waktu untuk…
Menurut aturan internal, ini wajib.
Karena ada endoskopi, jangan lupa puasa sejak malam sebelumnya.
Padahal mereka tim paling senggang.
Sebentar. Kau bilang apa?
Selamat bekerja.
Tak usah panas hati. Ikuti saja perintahnya.
Aku lebih panas hati gara-gara kau.
Kalau begitu, dinginkan.
HIPERTENSI TINGKAT DUA 160/100
TENSI 183/120
Jarumnya belum masuk.
Tarik napas dalam.
Tahan.
Itu 6, 2, 8, 3, 5.
- Ini? - 8, 3, 5, 2, 9.
- Ini? - 5, 9, 6, 4, 2.
- Ini. - 2, 9, 5, 7, 4.
- Ini? - 3, 8, 2, 3, 7.
Empat, tiga…
Apa kubilang?
Anestesianya
tak mempan…
Apa yang tak mempan?
Bu Park.
Kau tak menjalani endoskopi?
Kami sudah selesai tes dan siap kembali bekerja.
Kau yang terlambat karena heboh sendiri.
Tadi lucu sekali.
Sayang dilihat sendiri.
Apa maksudmu? Memang aku bilang apa?
Lupakan. Lekas ganti baju.
Kutunggu di luar.
Apa?
Ada apa ini?
PENGADILAN KELUARGA SUWON
"Pernikahan ialah janji suci.
Layaknya rumah mustahil berdiri di atas pasir,
pernikahan yang terikat di atas dusta pun mustahil dipertahankan.
Hakim, Gu Ji-won."
Saya kagum, Yang Mulia.
Selama sepuluh tahun bekerja sebagai hakim spesialis perkara keluarga,
Anda selalu mengedepankan kepercayaan dalam ikatan pernikahan.
Jika seseorang mengelabui pasangannya mengenai anak,
riwayat pernikahan,
maupun catatan kriminal,
Anda tak ragu menjatuhkan putusan pembatalan pernikahan.
Saya hanya memutuskan sesuai hukum.
Benar, Yang Mulia.
Mohon tegakkan keadilan dalam perkara ini sesuai hukum.
Bila menyembunyikan persalinan tak masuk dalam kategori,
"Saat pernyataan niat untuk menikah karena penipuan atau paksaan,"
menurut Pasal 816 Nomor Tiga KUH Perdata,
maka apa yang masuk dalam pasal tersebut?
Apa Penggugat bersedia menyerahkan bukti visum
untuk mengungkap riwayat persalinan?
Mohon maaf, Yang Mulia.
Visum tidak diperlukan.
Kalau begitu…
Perihal persalinan Penggugat sebelum menikah…
kami akui.
Dasar wanita terkutuk!
Apa itu benar, Penggugat?
Kaya.
Benar, Yang Mulia.
Awalnya Anda menggugat suami Anda dan mengaku dicekik,
kini Anda mengaku pernah melahirkan anak sebelum menikah?
Mana pernyataan Anda yang sebenarnya bisa dipercaya?
Mohon maaf, Yang Mulia.
Kami akan mengungkap semua fakta tanpa ditutupi.
Mohon izinkan pemeriksaan ulang terhadap Penggugat.
SAKSI
Terima kasih, Yang Mulia.
Benarkah Anda pernah melahirkan
sebelum menikah dengan Tergugat?
Benar.
Saat usia berapa?
Saat 14 tahun.
Berapa usia pasangan Anda?
Dia berumur 32 tahun.
Apa kalian saling mengenal?
Saya sama sekali tidak kenal.
Walau berat, bisa tolong jelaskan?
Apa yang terjadi?
Kala itu…
saya berumur 13 tahun,
dan sedang mengumpulkan kayu bakar di hutan.
Saya diculik pria itu,
lalu…
Tidak!
Tidak!
Itu bohong!
Nak! Dong-min!
Mohon maaf, Yang Mulia. Mohon skors persidangan sementara.
Pasti berat.
Bu Park.
Ini baru mulai.
Kau harus mengingat peristiwa mengerikan itu
dan menceritakan apa adanya secara terperinci.
Persidangan sungguh keji, bukan?
Kaya, kau bisa, kan?
SIDANG BERLANGSUNG
- Bagus. - Terima kasih.
Yang Mulia.
Sebagaimana Anda dengar,
Penggugat diculik pria dari desa tetangga pada usia 13 tahun,
disekap, dan dicabuli di rumah pria tersebut selama sepekan.
Dia menjalani persalinan tak dikehendaki akibat kekerasan seksual tersebut.
Bila perlu, kami bisa mengajukan warga desa Penggugat
sebagai saksi.
Mohon maaf.
Terima kasih atas argumen Anda. Persiapannya sungguh matang.
Akan tetapi, apa gunanya semua itu?
Kuasa Tergugat,
Anda tak mendengar pemeriksaan tadi?
Di usia 13 tahun, Penggugat…
Lantas apa hubungannya dengan perkara ini?
Saya bukan manusia berhati dingin tanpa belas kasihan.
Penggugat pasti tertekan akibat peristiwa yang dia alami di usia muda.
Apa pun alasan persalinan Penggugat,
saya tak minta pertanggungjawaban
atas persalinan tersebut.
Saya hanya ingin bertanya mengapa Penggugat
tidak menceritakan hal seserius itu
kepada calon suami sebelum menikah.
Bukan begitu?
Apa bedanya dengan makelar mobil bekas yang menipu
dengan menyembunyikan kekurangan dan hanya mengungkap kelebihan?
Sebagaimana Anda saksikan tadi,
Tergugat tak bisa menyembunyikan apa-apa.
Sementara Penggugat yang begitu pintar
sampai mampu menguasai bahasa Korea secara autodidak,
sama sekali tak menceritakan
hal seserius ini kepada Tergugat sebelum menikah.
Apa ini yang disebut kepercayaan terhadap pasangan?
Saya juga ingin bertanya kepada Kuasa Tergugat.
- Silakan. - Apa sebelum menikah
Anda sampai memberi tahu istri Anda
kalau Anda pernah digigit anjing sewaktu kecil?
Pertanyaan macam apa itu?
Apa bedanya?
- Apa? - Penggugat
tak sengaja digigit anjing gila.
Dengan kata lain, mengalami kekerasan yang tak dikehendaki.
Apa bedanya secara substansial?
- Bagaimanapun, ini… - Saya paham.
Kekerasan seksual itu berbeda? Karena terkait isu seksual?
Kalau begitu, saya tanya lagi.
Apa Anda menceritakan
riwayat hubungan seksual Anda
kepada pasangan, baik waktu, tempat, dan lain…
Apa maksud Anda?
Kuasa Penggugat, saya paham maksud Anda.
Mohon sampaikan pembelaan lebih serius.
Apa saya keterlaluan?
Mohon maaf, Yang Mulia.
Saya hanya mempertanyakan apakah logika yang wajar menurut pihak Tergugat
memang benar wajar.
Tetap saja persalinan itu berbeda.
Tak ada yang lebih penting dari fakta
bahwa calon istri punya anak.
Begitu lahir, anaknya langsung diasuh oleh orang tua pelaku.
Penggugat tak pernah menemuinya sama sekali setelah itu.
Namun, tak ada yang tahu masa depan.
Kita tak tahu dampaknya pada kehamilan
yang berikutnya,
apalagi itu terjadi saat Penggugat di bawah umur.
Riwayat persalinan adalah salah satu fakta yang wajib diberitahukan
No comments yet. Be the first to leave one.