Pierwsze 200 wierszy.
Yang tersayang, aku merasa yakin bahwa aku akan kembali gila.
Kurasa kita tak akan bisa melalui masa buruk ini lagi...
...dan aku tak akan bisa sembuh kali ini.
Aku mulai mendengar suara-suara dan tak bisa berkonsentrasi.
Jadi kulakukan yang terbaik menurutku.
Kau telah memberiku kebahagiaan terbesar.
Kau telah menjadi segalanya, semua yang bisa dilakukan orang.
Aku tahu aku mengganggu hidupmu.
Tanpa diriku, kau bisa bekerja.
Kau bisa. Aku tahu.
Kau lihat, aku bahkan tak bisa menulis ini dengan baik.
Yang ingin kukatakan...
...aku berutang seluruh kebahagiaan di hidupku ini kepadamu.
Kau selalu sabar menghadapiku.
Juga begitu baik.
Segalanya telah hilang dariku kecuali kebaikan darimu.
Aku tak bisa mengganggu hidupmu lagi.
Menurutku tak ada dua orang yang bisa lebih bahagia dari kita.
Virginia.
LOS ANGELES, 1951
RICHMOND, INGGRIS, 1923
Selamat pagi, Dokter./ Tn. Woolf.
Tak memburuk, kurasa.
Begitu.
Hal yang terutama, menjaga dia tetap di tempatnya dan tetap tenang.
Jumat, kalau begitu.
NEW YORK CITY, 2001
Selamat pagi, Leonard./ Selamat pagi, Virginia.
Bagaimana tidurmu?/ Biasa saja.
Sakit kepalamu?/ Tak sakit kepala.
Dokter sepertinya puas./ Itu saja dari tadi pagi?
Ya. Ada pemuda yang menyerahkan naskahnya.
Aku menemukan tiga fakta keliru dan dua salah eja.
Bahkan aku belum sampai halaman empat.
Kau sudah sarapan?
Ya./ Bohong.
Virginia, ini bukan suruhanku. Tapi doktermu.
Akan kusuruh Nelly naik membawa buah dan roti.
Baik. Makan siang saja.
Makan siang yang benar, suami istri duduk bersama.
Sup, puding dan lainnya.
Dengan paksaan jika perlu.
Leonard, kuyakin aku boleh mulai menulis.
Tulislah kalau begitu.
Setelah itu kau harus makan.
Ny. Dalloway berkata...
...dia akan membeli bunga itu sendiri.
Ny. Dalloway berkata dia akan membeli bunga itu sendiri.
Sally, kurasa aku akan membeli bunga itu sendiri.
Apa?
Bunga apa?
Brengsek, aku lupa.
Kau tak akan tumbuh besar jika kau tak sarapan.
Kau akan jadi kakak. Itu tugas yang sangat penting.
Selamat ulang tahun.
Selamat pagi, Sayang./ Dan.
Mawar di hari ulang tahunmu sendiri. Kau berlebihan. Sungguh.
Kini dia akan makan karena kau ada di sini.
Ini ulang tahunmu. Tak seharusnya kau membelikanku bunga.
Tadi kau masih tidur./ Lalu?
Kami putuskan lebih baik membiarkanmu tidur sebentar lagi, benar?
Selamat pagi, Sayang.
Kau harus beristirahat, Laura.
Empat bulan lagi kau melahirkan./ Dan, jangan begitu.
Aku baik saja. Aku hanya lelah.
Aku sudah menyuruhnya sarapan./ Itu benar.
Ini hari yang indah. Apa yang akan kalian lakukan?
Kami punya rencana, iya 'kan?/ Rencana apa?
Itu tak akan jadi pesta yang bagus jika kukatakan detailnya lebih dulu?
Kalau begitu Ayah lebih baik berhenti bertanya.
Lihat pukul berapa sekarang? Aku sebaiknya berangkat.
Semoga harimu menyenangkan./ Kau juga.
Dan, selamat ulang tahun./ Terima kasih.
Kau harus habiskan sarapanmu.
Ibu akan membuat kue.
Itu yang akan Ibu lakukan.
Membuat kue untuk ulang tahun ayah./ Ibu, aku boleh membantu?
Aku boleh membantu membuat kue?
Tentu saja boleh, Sayang. Ibu tak akan lakukan apa pun tanpamu.
Tidak, tentu saja kau harus datang.
Tentu.
Aku selalu ingin kau dan semuanya terlibat di perayaan sesungguhnya.
Entahlah. Sekitar enam puluh.
Tentu. Itu akan sangat berarti. Seluruh acaranya.
Aku hanya bisa ini. Undang makan malam...
...dan berterima kasih pada semuanya.
Kau sudah banyak menolongnya.
Kuanggap kau mau. Dia akan senang./ Astaga.
Aku sangat senang. Bagus./ Bagaimana jika tak ada yang datang?
Ini Clarissa Vaughan.
Aku hanya ingin konfirmasi...
...bahwa kau mengirim mobil untuk menjemputku dulu.
Hai, Clarissa./ Hai. Tak bisa bicara.
Lalu kami akan pergi ke Hudson 679 di Jl. 9 dan 14.
Lalu kau akan mengantarku ke kota dan menunggu kami.
Kami akan selesai pukul 19.00.
Bunga! Sungguh pagi yang indah.
Hai, Clarissa. Apa kabar?
Aku akan membuat pesta.
Temanku, Richard, memenangkan Carutthers.
Itu hebat, seandainya aku tahu itu apa.
Itu penghargaan puisi untuk karya terbaik.
Itu penghargaan bergengsi. Bagi penyair, itu yang terbaik.
Hebat sekali. Jadi, kau ingin bunga apa?
Bunga lili ini sempurna./ Tidak. Terlalu suram.
Hortensia, kurasa. Lalu...
Aku ingin sekeranjang mawar.
Selain itu...
Kurasa aku akan membawa ini./ Rodney.
Baik./ Terima kasih.
Sebenarnya aku sudah mencoba membaca novel Richard.
Benarkah?
Aku tahu. Itu tak mudah.
Aku tahu. Dia butuh 10 tahun untuk menulisnya.
Mungkin butuh 10 tahun lagi untuk membacanya.
Itu kau, 'kan?/ Apa itu?
Di novel itu, kau yang diceritakan?
Kurasa begitu.
Ya, kurang lebih. Maksudku, di satu sisi.
Kau tahu, Richard adalah penulis. Dia seperti itu.
Dia memakai hal yang memang terjadi./ Ya.
Bertahun-tahun lalu aku dan dia adalah murid. Itu benar.
Tapi dia mengubah beberapa hal./ Tentu.
Maksudku bukan mengubah jadi buruk.
Dia membuat cerita sesuai pikirannya.
Kehidupan seorang wanita...
...dalam satu hari.
Hanya satu hari.
Dalam hari itu...
...adalah seluruh hidupnya.
Ini yang kita butuhkan.
Mentega putih...
Ny. Dalloway, itu kau./ Ya, ini aku.
Ini aku./ Masuklah.
Richard, ini pagi yang indah.
Bagaimana jika kita biarkan lebih banyak cahaya masuk?
Ini masih pagi hari?
Ya, benar.
Apa aku sudah meninggal?
Selamat pagi, Sayang.
Ada tamu?/ Ya.
Mereka masih di sini?/ Tidak, mereka sudah pergi.
Seperti apa mereka?/ Hari ini?
Seperti api hitam.
Maksudku seperti cahaya dan juga kegelapan.
Ada satu yang sedikit mirip ubur-ubur beracun.
Mereka bernyanyi. Mungkin dalam bahasa Yunani.
Jadi, perayaannya pukul 17.00.
Apa kau ingat?
Lalu pestanya tepat setelah itu.
Mereka membawakanmu sarapan, 'kan?/ Pertanyaan apa itu. Tentu saja.
Richard, apa kau memakannya?/ Apa kau melihatnya?
Kau lihat sarapan tergeletak?/ Aku tak melihatnya.
Maka aku pasti sudah memakannya, 'kan?
Kurasa./ Apa itu penting?
Tentu saja penting. Kau tahu apa kata dokter.
Kau tak minum pilnya?
Clarissa, aku tak bisa menerima ini./ Menerima apa?
Harus bersikap bangga dan berani di depan semua orang.
Sayang, itu bukan pertunjukan.
Tentu saja. Aku dapat penghargaan untuk pertunjukanku.
Itu omong kosong./ Aku dapat penghargaan...
...karena sakit AIDS, menjadi gila dan berani.
Aku menang karena menjalaninya./ Itu tak benar.
Aku menang karena bertahan hidup./ Itu tak benar.
Kau pikir aku dapat penghargaan jika aku sehat?
Ya, faktanya, aku berpikir begitu.
Apa ada di sini?/ Apa?
Penghargaan itu. Aku ingin melihatnya.
Tidak, kau belum mengambilnya.
Acaranya malam ini./ Kau yakin?
Aku ingat perayaan itu dengan baik.
Sepertinya aku tak ingat waktu.
Richard.
Itu hanya sebuah pesta.
Itu akan dipenuhi semua orang yang menghormati dan mengagumimu.
Pesta kecil, 'kan? Pesta tertutup, 'kan?
Teman-temanmu./ Kukira semua temanku sudah pergi.
Kukira aku membuat teman-temanku gila.
Astaga./ Ny. Dalloway...
...selalu membuat pesta untuk menutupi kesunyian.
Richard.
Kau tak perlu melakukan apa pun.
Kau hanya perlu muncul, duduk di sofa.
Aku akan ada di sana.
Ini kelompok orang yang ingin berkata bahwa hasil karyamu akan hidup.
Benarkah? Apa karyaku akan hidup?
Aku tak bisa ikut pesta itu, Clarissa.
Kenapa kau berkata seperti itu?/ Aku tak bisa.
Kenapa?/ Karena aku hanya ingin jadi penulis.
Jadi?/ Aku ingin menuliskan semua itu.
Semua hal yang terjadi saat itu.
Bagaimana bunga terlihat saat kau membawanya di lenganmu.
Handuk ini, bagaimana baunya, bagaimana rasanya. Benang ini.
Semua perasaan kita, perasaanmu dan perasaanku.
Sejarahnya. Siapa diri kita dulu.
Semuanya di dunia ini.
Semuanya bercampur aduk...
...seperti kini semuanya memusingkan.
Lalu aku gagal.
No comments yet. Be the first to leave one.