Pierwsze 200 wierszy.
Diterjemahkan oleh: Lebah Jelek
PENUMPANG GELAP
Mosien.
Hantu yang berwujud monyet atau anak kecil.
Dengan memanfaatkan rasa berasalah seseorang...
...dia membuat orang jadi gila.
Lin Li Shui...
Orang Hilang
Shui.
Cepatlah pulang.
Aku menunggumu untuk menyanyi bersama.
Yi Chun: Kau sudah bangun, bocah pemalas?
Aku baru pulang kerja. Selamat tidur!
Wei.
Bangun.
Bangun!
Sial!
Kenapa alarmnya tidak menyala?
Nenek!
Nenek, kenapa tidak membangunkanku?
Nenek!
Nenek, apa Nenek mematikan alarmku?
Tidak, Nenek sudah berusaha membangunkanmu.
Tak apa. Ayo sarapan.
Kau baru pulang jam 4 pagi.
Kau cuma tidur beberapa jam.
Orang butuh tidur 6 sampai 8 jam.
Aku tak bisa sekarang!
Kau bekerja keras setiap hari.
Kau bisa jatuh sakit!
Selalu pulang larut malam.
Kau bahkan belum pulang saat Nenek bangun.
Hei, duduklah dan makan yang benar.
Siapa namanya? Nanti dia datang makan malam?
Yi Chun. Shen Yi Chun.
Lebih baik makan di rumah.
Makanan di restoran tidak bersih.
Makanan rumahan lebih bersih dan aman.
Baik, dengarkan Nenek.
Kau diam saja saat dia sudah di sini.
Biar Nenek yang menanyainya.
Kenapa kalian belum menikah juga setelah empat, lima tahun?
Kenapa?
Kita tak cukup baik untuknya?
Jika Nenek akan bicara aneh-aneh, aku tak akan membawanya pulang.
Kau selalu saja begini kalau kusinggung soal itu.
Hei, kau!
Kotak makan siangmu!
Makan siang.
Anak bodoh.
Shu Fang.
Ho Wen Shu Fang.
Shui.
Ho Wen Shu Fang.
Halo. Selamat pagi semuanya!
Aku Yi Chun, DJ yang bertugas hari ini.
Saatnya untuk Panggilan Cinta Pagi Hari!
Apa sebenarnya akhir sebuah cinta?
Pernikahan?
Ada yang bilang pernikahan adalah makam cinta.
Bagaimana menurut kalian?
Ayo kita angkat panggilan penelepon.
Oh...
Ya, itu benar, makam cinta.
Aku bukan hanya mengasuh anak-anakku tapi juga mertuaku.
Aku bekerja bagaikan budak.
Dan harus melayani ibu mertuaku yang menyusahkan.
Hui Chun, apa kau sudah diskusikan dengan suamimu?
Ya.
Kapan pun kami bicara soal ibunya...
...dia marah.
Ibunya selalu benar.
Tapi dia cuma punya satu ibu.
Aku harus bagaimana?
Baiklah, terima kasih sudah menelepon.
Nenek pacarku...
...juga selalu menyusahkan.
Tapi sebenarnya, aku iri padamu, karena kau punya keluarga.
Tidak semua orang yang seberuntung dirimu...
Nenek
Biar kumainkan dulu sebuah lagu untukmu.
Kita akan jawab panggilan setelah jeda iklan.
Selamat pagi, semuanya!
Selamat pagi, Pak!
Baik, ayo teriakkan slogan kita.
Ketulusan adalah segalanya!
Ketulusan adalah segalanya!
Agen Perumahan Chu Shan!
Agen Perumahan Chu Shan!
Profesional! Terpercaya!
Profesional! Terpercaya!
Penuh energi!
Ya?
Ada penawaran bagus.
Nenek
Hai, Tn. Ho. Kami datang!
Tn. dan Ny. Lin.
Ayo kita ke atas.
105 meter persegi.
Cahaya masuk dengan mudah.
Sirkulasi lancar dengan adanya jendela-jendela ini.
Jika kita sudah selesai di sini,
...mari kita kembali ke kantor dan membahas rinciannya.
Tentu.
Silakan tunggu aku di luar.
Biar kumatikan dulu lampunya.
Yes!
Nenek?
Nenek?
Menelepon Nenek
Ayo kita tanya dia.
Tn. Ho, kita pergi sekarang?
Ya, maaf sudah menunggu.
Ayo kita kembali ke kantor.
Sekarang sudah pukul 9.45 malam.
Aku Yi Chun.
Terima kasih sudah mendengarkan acara kami.
Kuharap pagi kalian menyenangkan.
Selamat malam.
Yi Chun, maafkan aku.
Ini putriku.
Bei Bei.
Jangan berlarian di studio, mengerti?
Ayo sapa Bibi Yi Chun.
Bibi Yi Chun.
Bei Bei, berapa umurmu?
3 tahun.
Bei Bei.
Tiga seperti ini.
Jangan berlarian seperti ini.
Kau akan mengganggu pekerjaan mereka.
Tumben kau mampir malam ini?
Aku sudah lama tidak melihatmu.
Kukira kau sudah kawin lari dengan orang lain.
Oh, aku senang kau khawatir.
Hei.
Nenek masak banyak.
Kita makan di rumah, ya?
Kumohon...
Kumohon...
Apa Nenek ingat namaku?
Ya, tentu.
Tentu saja dia ingat.
Apa dia ingat namamu?
Tentu saja dia ingat namaku!
Oh ya...
Aku akan membawamu ke suatu tempat terlebih dahulu.
Tempat apa?
Ayo tebak!
Kau sedang menjualnya?
Tidak. Shen.
Apartemen mewah keluarga dengan empat kamar.
Struktur beton dan rangka baja terbaru.
Jendelanya di dinding.
Dan pemandangan terindah di Kota Taipei!
Bahkan bisa memutar lagu?!
Hanya untukmu.
Melihat tempat ini...
...sambil berdansa!
Ini ruang tamunya.
Oh!
Aku akan letakkan sofa besar...
...di sini.
Musiknya tidak selaras dengan dansamu!
Ayo!
Ayo lihat kamar ini.
Yang ini?
Ini adalah kamar utama.
Dilengkapi dengan ranjang ganda baru.
Ayo. Ayo.
Jangan melompat ke ranjang orang lain!
Begitu lembut. / Apa?
Nanti kotor.
Ayo turun.
Baiklah, ayo turun.
Aku turun...
Kau bertingkah aneh hari ini.
Tunggu.
Kau membawa kondom?
Kita akan menikah.
Jika kau hamil, kita akan punya anak.
Siapa yang ingin punya anak denganmu?
Atau dengan siapa kau ingin punya anak?
Baiklah.
Bukankah kita sudah bicarakan ini berulang kali?
Aku akan marah jika kau melakukannya lagi.
Tempat ini...
...aku sudah bayar uang mukanya.
Benarkah?
Berapa?
Aku menggadaikan rumah Nenek...
...dan bayar uang mukanya.
Sisanya cukup untuk pembayaran tahun pertama.
Dalam setahun... / Apa kau...
...sudah bilang pada Nenek?
Percayalah, lokasi tempat ini bagus.
Dua tahun lagi, harga rumah ini akan meroket.
Setidaknya aku bisa dapat 5 juta saat aku menjualnya.
Dan kita bisa menikah dan punya anak...
Tapi itu masih rencana...
No comments yet. Be the first to leave one.