Pierwsze 200 wierszy.
Diterjemahkan oleh Kapten Kooky IDFL™ SubsCrew
Lalu mereka yang masih hidup, mengungsi ke mana?
Ke segala penjuru, seperti hantu, ke beberapa wilayah.
Di bulan Oktober, kota-kota pun jadi kosong.
Yang kau dengar hanya : "Melangkah ke pinggir, itu para petugas!"
Mereka mengumpulkan semuanya, yang mati serta yang menderita.
Mereka mengumpulkan dari setiap sudut kota.
Tapi banyak yang mati di jalan-jalan sampai petugas datang.
Kemudian mereka dikuburkan di kebun.
Dan kematian yang menakutkan terus berlanjut hingga Januari.
Jiwa yang malang. / Musibah besar kaum Nasrani.
Ada juga pencuri yang berpakaian seperti petugas / Bagaimana bisa?
Dengan syal merah di leher mereka.
Mereka melakukan pencurian, mengambil uang, perak...
...dari orang-orang Ned yang mati, bahkan mengambil dari yang sakit juga.
Melemparkan ke dalam gerobak, lalu menghajar kepala mereka dengan tongkat.
Bahkan lebih buruk lagi, yang hidup ditinggalkan...
...tanpa diberi pakaian di wilayah beku.
Yang bisa kau dengar hanya jeritan...
...dari jiwa-jiwa sengsara di wilayah Dudesti.
Demi darah Kristus!
Dan kami, yang masih hidup...
...berpikir mereka seolah sudah mati karena berkeliaran dalam kebingungan.
Wallachia, 1835.
Lihat, ada yang datang.
Oi, Bibi, tunggu!
Hari baik untukmu, Pak Polisi.
Sebaik jiwamu. Kau takut?
Tidak.
Bagus. Tak perlu takut karena di langit cerah takkan ada petir.
Siapa kau? / Jiwa yang baik.
Kami akan lihat.
Kau dari mana?
Aku dari Geanache. Namaku Leana.
Aku... / Kurasa aku tahu dirimu.
Mau ke mana?
Membawa orang tuaku ke gereja Bunda Maria.
Dia sedang sekarat dan akan meninggalkanku sendirian.
Sakit apa dia? / Demam.
Pergi! Bisa saja itu kolera! Kau akan membunuh kami!
Kau tak bertanya.
Kau harus beritahu sebelumnya, bodoh!
Akan kucambuk pantat besarmu itu.
Persetan, kau!
Kau tadi lewat hutan? / Tidak, aku takut.
Para pendulang emas Gipsi masih ada di hutan? / Entahlah.
Kenapa kau bawa orang sakit ini ke gereja?
Kuharap bisa menemukan biarawati untuk memberinya beberapa herbal.
Dia akan memberinya jus bel. Lagu-lagu rohani...
... dan minyak oles.
Pergi sana!
Wabah tikus sialan. / Wanita itu tak pakai alas kaki.
Kami ada urusan dengan kepala biara. / Urusan apa?
Pesan rahasia dari Boyar (Bangsawan) Candescu.
Bapa Kepala Pendeta!
Orang miskin lebih sering berdoa dari orang kaya, karena punya waktu.
Tuhan menyertai kami.
Selamat siang, Tuan.
Polisi ke sini untuk memberi beberapa pertanyaan.
Jika kalian tahu sesuatu, bicaralah.
Berapa banyak jiwa di sini? / Tigapuluh. Sepuluh meninggal...
Siapa adiknya Carfin? / Aku, Tuan.
Dia pergi ke mana ? / Entahlah.
Tak pernah melihatnya lagi sejak aku ke biara ini.
Kau tak tahu? / Tidak.
Katakan padanya! / Tenang saja, ini sudah tugasku.
Teman, siapa namamu? / Pena.
Ingin mencicipi cambuk ini? / Tentu saja tidak.
Di mana dia, hei, pelacur?
Katakan padaku, atau akan kucambuk semua budak sampai mati!
Di mana dia? / Kami tak tahu apa-apa, Pak.
Akan kuberi koin perak. / Kami tak tahu.
Meski kami dicambuk seharian, tapi kami memang tak tahu.
Apa katamu? / Kubilang kami tak tahu.
Dia pergi ke tempat pendulangan emas.
Bagaimana kau tahu? / Dia bilang ketika kami sedang menabur.
Katanya lebih banyak kebebasan di sana.
Baiklah. / Tuan, koinnya mana?
Persetan! Kau dapatkan koinnya jika dia sudah tertangkap.
Kembali bekerja!
Gipsi tak pernah berubah. / Bukankah kita sudah tahu itu?
Cobalah Brendy buatan kami.
Nikmatilah.
Senikmat pernikahan di Kana. / Terima kasih, Bapa.
Tuhan besertamu.
Bagaimana dengan teka-tekinya? / Dengarkan...
"Tanpa nyawa di luar kehidupan, di luar kehidupan tanpa nyawa."
Kiamat...
Bukan. Beri jawabannya, Ionita.
Telur, ketika ayam meletakkannya, telur itu tak bernyawa,
Dan ketika menetas, datang ke dalam kehidupan.
Ayam!
Pergilah bersama Tuhan.
Aku memang sudah pincang.
Ayah, aku kedinginan.
Jika kau kena demam itu, kau akan kacau.
Kolera Morbus, seperti yang dokter bilang.
Kau masih kelihatan lemah.
Bagaimana bisa jadi perwira?
Jika kena tampar, pasti mati dalam galau.
Bukankah begitu? / Tidak, mungkin aku langsung pingsan.
Jaga mulutmu.
Hormatilah Ayah dan Ibumu, seperti kata Injil,
Untuk seorang Ayah yang beratnya lebih dari dua belas anak.
Tentu saja aku sangat menghormati.
Tusuk musuh seperti laki-laki!
Ini pedang dari Lanina, tunjukkan rasa hormat!
Lumayan juga Brendy buatan Imam ini. Bisa sembuhkan penyakit apapun.
Cobalah seteguk. / Tidak mau.
Minumlah seperti seorang pria!
Jika tak merasakan Brendy yang baik, artinya kau payah.
Hancurkan Rusia itu!
Lihatlah semua pemalas itu.
Kalian mau ke mana?
Kejar dia, lonita!
Berhenti atau kutembak!
Carfin, kau bajingan sialan!
Aku tak mencuri apa pun, Tuan.
Mundur kalian, sarap!
Dia tak melakukan apa-apa! Jangan bunuh dia!
Ampuni nyawanya!
Mundur! Atau kutembak juga kau!
Apa dia dari kamp ini? / Dia kaum Caldasin seperti kami.
Tapi kenapa malah lari? / Karena takut, Tuan.
Kau bisa baca? / Tidak.
Ini.
Jangan sampai jatuh.
"Untuk petugas hukum Costandin Gheorghe,
surat ini memberikan semua wewenang...
“...untuk menangkap budak Gipsi bernama Carfin Pandoleon.
“Perawakan tinggi, berwajah gelap,
“dan juga berbicara bahasa Gipsi.
Gipsi ini berasal dari Boyar Lordache Candescu.
Dan budak ini telah mencuri uang dari dalam kotak.
Jika kalian tak berhasil membawa budak tersebut,
kami akan mengikat kalian dengan rantai...
... lalu membawa kalian ke dalam sidang hukuman berat. Dengan ini, maka... "
Cukup.
Bahasa mereka payah. / Memang.
Hanya cocok untuk setan, bukan manusia.
Dia hanya lewat sini saja. / Kalau begitu dia pergi ke mana?
Menuju Craiova, atau daerah berikutnya...
Kapan?
Sebelum matahari terbenam, beberapa hari lalu.
Jika bohong, kami akan tumpahkan isi perutmu.
Aku tak berbohong, Tuan.
Gipsi yang kemarin itu, memang yang Anda cari.
Orang-orangku memberinya makanan lalu dia pergi.
Jika kau berbohong...
...kami akan kembali bersama pasukan lalu menembaki kalian seperti burung pipit.
Tuan, ini ambilah beberapa emas, agar Anda tak perlu meninggalkan amarah.
Persetan dengan emasmu!
Ionita, itulah bagaimana cara menakut-nakuti para gagak (budak),
Jika kau seorang laki-laki!
Siap!
Seorang tukang daging yang hebat takkan takut menghadapi ribuan domba!
Perasaan buruk. Ada seorang imam di sana.
Sepuluh tahun kemalangan.
Semoga setan menjauh. / Kenapa Ayah melakukan itu?
Karena setan mengepung di sekeliling Imam.
Apa yang terjadi, Bapa?
Roda sialan ini rontok.
Boleh kami bantu, seperti orang Samaria yang baik?
Tuhan memberkatimu. Karena ular akan menelanku hidup-hidup.
Tuhan pasti senang melihat dua jiwa malang saling membantu.
Ada kapak di sana dan semua yang kau butuhkan.
Siapa yang kau cari?
Seorang budak Gipsi melarikan uang bangsawan.
Terkutuk!
Aku tak lihat siapa pun. Jadi, dia melarikan diri?
Ya, Bapa. Sungguh tak punya rasa malu lagi.
Dunia akan berakhir.
Ketika pantat disimpan di kepala dan memberi perintah.
Benar, Bapa.
Aku hanya berharap dia tak lari ke arah Turki.
Memangnya kenapa? / Dia bisa jadi tentara bayaran Nikopolis.
Jika benar, kami akan kehilangan dia.
Sudah selesai, Bapa.
Tuhan, berkati hamba-Mu ini, Amin.
Ambilah air suci.
Cocok untuk mencuci seabreg dosa-dosa kami.
Baik untukmu. / Seorang pengkhotbah pernah mengatakan...
"Jenis apapun tangan yang dimiliki, gunakanlah dengan segala kemampuan...
“...jika memang sudah tak ada lagi pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan, atau kebijaksanaan,
kematian, ke mana pun kau pergi."
Perkataan bagus, Anakku. Kristus takkan bangkit dengan sia-sia.
Semoga Tuhan membantu kita.
Aku akan menghabiskan malam di penginapan Manjoala.
Aku tak pernah bepergian dalam gelap karena takut begal,
Karena bagi kami, bereskan dulu urusan, lalu kesenangan.
Kami akan menCarfinya sampai biara Seven Sisters.
Apa tak punya hari libur, Bapa? / Liburannya seperti ini.
Maafkan aku, Tuhan! Karena menggantung-Mu dengan benang,
Dan bukan dengan rantai emas, seperti para Uskup.
Tapi bukankah keimanan yang paling penting?
Iman, dan juga perbuatan!
Bolehkah mengajukan pertanyaan lain?
Tentu.
Kau lebih tercerahkan, dan punya pola pikir praktis. / Tentu.
Kaum Gipsi, apa dilahirkan dari manusia atau setan yang menelurkan mereka?
No comments yet. Be the first to leave one.