Informacje o wydaniu

The Breath 2009 BluRay Kookie
Komentarz od Kapten Kooky

Tagi

BluRay
Opublikowano: 2019-05-01
Pobrania: 53
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

Diterjemahkan oleh Kapten Kooky IDFL™ SubsCrew

Karabal, bisa dengar? Silakan masuk. Di sini Falcon!

Karabal, silakan masuk, Di sini Falcon 1-8.

Karabal, bisa dengar? Di sini Falcon 1-8.

Di sini Falcon 1-8.

Whip 2 di sini.

Apa personel sudah sampai ke barat daya pos?

Benar . Kami hampir sampai. Masih belum ada kontak.

Karabal, Karabal. Di sini Falcon 1-8.

Falcon 1-8, di sini Tuna. Apa sudah ada kontak dengan Karabal?

Kami tak bisa menghubungi posnya.

Teman-teman, lihat di arah pukul 11.00.

Apa kau lihat bukit Karabal?

Falcon 1-6, ganti.

Falcon 1-4, ganti.

Falcon 1-8, bagaimana kondisi Karabal?

Apa terlihat sesuatu?

Ada asap dari bangunan, banyak orang tergeletak di sekitar.

Apa ada yang sudah mendekati pos?

Tuna, Tuna 5. Aku 50 meter lagi, Komandan

Tuna 5, melaporkan situasi. Hati-hati. Musuh bisa jadi masih berkeliaran

Apa perlu kami amankan daerahnya, Komandan?

Bicaralah, Letnan.

Komandan, di sini...

Letnan, apa yang terjadi di Karabal?

1993 – Tenggara Turki

Pernah jatuh cinta, Komandan?

Ya, Ibrahim. / Apa dia mentertawakan Anda?

Pangkalan Militer Karabal.

Ibo, ambil saja senjatanya.

Siap, Sersan.

Kau tertidur?

Bangun, sekalian ambil kasurnya!

Ibo, berikan senjatanya padaku.

Ini bukan di rumah.

Tinggalkan dia dengan selimutnya.

Bangun.

Kaya 1, Kaya 1.

Kaya di sini. Kami sudah sampai di pos, Komandan.

Letnan Dua tertidur. Haruskah kubangunkan?

Tidak, aku sedang dalam perjalanan.

Duduk saja. Duduk!

Selamat pagi.

Aku Kapten Komando Infanteri, Mete Horozoglu.

Turgay Atalay dari Kars. Siap menerima perintah!

Letnan Dua, Vedat Dinckaya.

Sersan Bagian Komunikasi, Kamil Ates, Kapten.

Kami kira Anda datang besok, Komandan.

Kami datang lebih awal, bukan?

Kenapa demikian, Turgay?

Karena kalian! Untuk mendukung kalian!

Kami diberitahu kemarin lewat radio.

Okan! / Siap, Komandan.

Bawa Dogukan, Doruk, dan Cemil sekarang.

Kami sedang berbelasungkawa…

Anda pasti lapar. Bisa kami siapkan sesuatu?

Kami datang ke pos kalian.

Prajuritmu malah tertidur. Kami “bunuh” mereka.

Kemudian masuk pos, ke kamar kalian.

Kalian juga tertidur.

Kami “bunuh” juga kalian.

Kau ingat Subasi Plateau? Kami tadi lewat sana.

Di pintu masuk dataran tinggi Letnan Baris memanggilku lewat radio...

…untuk segera datang.

Karena dia temukan jejak kaki.

Kita perlu menelusurinya, kataku.

Aku memanggil Orhan. Mengatakan padanya hal ini.

Dari jauh, terdengar suara senapan Dragunov seperti peluit.

Jika kalian mendengarnya, berarti masih hidup.

Salah satu dari kami, Emre dari Sivas, dia ada di depan.

Dia tak mendengarnya.

Kami jadi sasaran target.

Aku lumpuh.

Turgay menarikku.

Kemudian aku memberi perintah. Berlindung! Teriakku.

Orhan lebih berpengalaman soal ini. Dia tahu suara berasal dari mana.

Dia mengangkat senjatanya...

Tapi peluru menghantam bahu kirinya.

Dia terhuyung-huyung. Ingin mengangkat senjatanya...

Bam!

Orhan!

Aku berteriak pada Orhan! Menyuruhnya kembali ke posisi kami.

Dia tak mendengarku.

Dia malah berjalan ke arah dataran tinggi, salju.

Aku berteriak memanggil Paramedis, beberapa kali...

...tapi mereka tetap tiarap.

Ini pertempuran pertamanya.

Dia coba berkali-kali, tapi tak bisa.

Jadi, siapa salah satu dari kami yang bisa?

Kemudian peluru ketiga mengenainya. Orhan terjembab.

Beri laporan dalam 30 menit.

Di tengkorak sebelah kanan bagian depan...

…ada lubang peluru, ukuran 1 cm.

Satu lagi, diameter 5cm...

…di sisi kiri belakang tengkorak.

Istirahat di tempat, Sedat.

Kau sudah temui anggota lain? / Sudah, Komandan.

Coba kontak ke Markas Brigade.

Siapa namamu? / Akan, Sersan.

Dan kau? / Utku Duman, Sersan.

Kau? / Cüneyt, Sersan.

Berapa jumlah prajurit di pos ini? / 12 orang, termasuk perwira.

Komandan, kami sudah di Karabal.

Diterima, Kaya. Ada masalah?

Tidak, tak ada masalah, Komandan.

Diterima, Kapten.

Anak-anak sini sudah menyambut kami.

Kau tahu aku sangat mempercayaimu. Kau bertanggung jawab penuh.

Terima kasih, Komandan. Dipahami. Ganti.

Jangan khawatir. Kami akan urus keluarga Orhan.

Jangan tinggalkan pos kecuali patroli.

Semoga Allah melindungimu.

Siap ditempat! Nama?

Sersan Bagian Komunikasi, Kamil Ates, siap menerima perintah!

Kamil Ates, kau mati!

Kau sudah menikah? / Sudah, Komandan.

Dia ada tinggal di rumah dinas? / Ya, Komandan!

Telepon dia! Dia perlu cari suami yang lain!

Dia takkan bisa tinggal di rumah dinas lagi! Kenapa?

Karena kau sudah mati!

Apa orang tuamu masih hidup? / Ya, Komandan!

Bagus! Nanti kami kirimkan mayatmu pada mereka. Kau?

Akan Atakan, dari Hatay! Siap menerima perintah, Komandan!

Kau juga mati! Kau?

Omer Cetin Duman dari Bandirma. Siap menerima perintah!

Kau mati, Omer Cetin!

Kau? / Utku Duman dari Giresun. Siap menerima perintah!

Pada siapa kau kirimkan suratmu? / Pada Ayahku.

Bagus! Nanti kami kirimkan juga mayatmu!

Kau? / Melih Korucu, Istanbul! Siap menerima perintah!

Kau mati!

Kau punya pacar? / Ya, Komandan!

Tidak lagi!

Dia akan menikah dengan pria lain!

Karena kau mati sekarang, Nak!

Ibumu menangis meraung-raung.

Tetangga coba menenangkannya.

Mereka gosok pergelangan tangannya dengan cologne.

“Anakku…!” Katanya,

...cintaku satu-satunya!

Ayahmu menangis juga, tersedu di dalam, di sudut.

Bibirnya hanya ucapan kalimat…

…Hidup Tanah Airku!

Hidup Bangsaku!

Jika aku punya anak lain, dan kukirimkan juga mayatnya, ditangisi ibunya!

Hidup Ibu Pertiwi! Katanya.

Mereka menyergap pos.

Mereka membunuh kalian semua.

Kami kirimkan mayat kalian pada keluarga masing-masing!

Mereka mencuci lubang pelurumu.

Mencuci darahmu.

Kemudian mereka menutupi peti matimu dengan bendera.

Itu cara mereka melakukannya, bukan begitu, Turgay?

Seperti yang Anda katakan, Kapten!

Itulah dia!

Itu cara prajuritku yang berani untuk mati!

Prajuritku tak mati dalam keadan tidur! Tapi karena ingin mati!

Lalu mayatnya dimasukkan dalam helikopter dan dikirimkan pada keluarganya!

Yang mereka lakukan itu akan sama seperti kalian!

Kau? / Ekin Bulut, Ankara! Siap menerima perintah!

Siapa yang akan bawa potretmu ke pemakaman kelak?

Kau punya saudara? / Ya, Komandan!

Bagus! Dia nanti pasti membawanya! Berapa umurnya?

30 tahun, Komandan!

Maka kakakmu yang berusia 30 tahun itu yang akan bawa potretmu!

Kakakmu yang berusia 30 tahun itu akan membawa peti jenazahmu!

Apa Ayahmu merokok? / Tidak, Komandan. /

Dia mati karenamu! Dia tetap kena kanker!

Bahkan kalian pasti masuk berita TV!

Berita selama 2 menit! 45 detik tepatnya!

Kalian hanya jadi pahlawan selama 45 detik!

Seorang reporter wanita cantik akan berkata dengan nada sedih…

Ekin Bulut mati syahid ketika penyergapan pos terjadi!

45 detik!

Setelah itu masuk berita selebriti!

Apa kalian akan bertempur dengan berani?

Apa mau mati seperti itu?

Tidak! Kalian mati karena prajurit ini tertidur!

Kenapa orang tuamu menangis?

Karena prajurit ini tertidur!

Jangan marah padanya!

Marahlah pada diri sendiri! Karena kalian satu unit!

Kalian takkan bisa bertindak sebagai individu!

Kalian bertindak bersama yang lain!

Jika kalian tak tidur sementara dia tidur, maka kalian hidup, tapi dia tidak!

Kalian tak boleh mati ketika tidur! Jika tidur, kalian mati!

Kalian semua mati! Jika tidur, kalian mati!

Jika tidur, kau mati! Kau juga! Kalian semua mati!

Ka u mati, jika tertidur, Sersan!

Jika kau tidur semua prajurit mati!

Dengar. Kita kuat, berani dan siap!

Siap untuk apa? / Untuk mati dalam tidur?

Kalian takkan tidur! Takkan makan!

Takkan beristirahat!

Aku takkan mengirim mayat kalian, peti mati kalian...

…kepada keluarga kalian!

Aku melarang kalian mati!

Mengerti, Prajurit? / Siap, Pak!

Kumaafkan temanmu itu karena melanggar tata tertib unit.

Aku memaafkannya, agar kalian bisa berjaga berdampingan sampai pagi.

More Indonesian subtitles for The Breath (Nefes: Vatan Sağolsun)

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left