Pierwsze 200 wierszy.
Alih Bahasa Oleh : Ry@Di, Samarinda, 31 Agustus 2018.
Apa kabar, Nak?
Di sana, di sana./ Priest.
Itu Priest, bung.
Apa kabar, Priest?
Yo, Litty.
Yo, Litty!
Kau dengar itu? Itu barang baruku.
Nikmatilah.
Apa kabar, Black?
Kalian baik-baik saja?
Aku harus bicara denganmu sebentar, bung.
Kau harus bicara denganku?
Itu lucu. Ya, itu menurutku.
Apapun yang ingin kau katakan padaku...
Kau bisa mengatakannya di depan orang-orangku.
Kau yakin begitu?
Sangat yakin.
Aku ingin uangku.
Cara bertanyamu lucu sekali.
Tak diragukan lagi.
Apa artinya itu, di dadamu?
Apa artinya ini bagiku?
Artinya, Tuhan itu hebat.
Karena dia terus memaafkanku.
Meskipun aku seorang pendosa yang terbesar.
Aku tak percaya itu.
Kau masih pergi ke gereja setiap hari Minggu, kan?
Kau dulu seperti bayi yang baru lahir...
Tapi sekarang kau merasa bisa merubah dunia, ya?
Dan Bibi Cici-mu bermain organ di sana.
Sudah enam tahun sekarang, wow.
Aku ingin tahu apa yang dia pikir tentang dirimu...
Jika dia melihat pistol kaliber 45 di pinggangmu itu.
Dan nasihatku untukmu, jika masih ada gelang monitor di kakimu...
Sebaiknya kau tak membawa senjata...
Kecuali kau ingin memakai gelang kaki itu 10 tahun lagi.
Itu yang kau mau?
Dan aku tak tahu, apa yang kau pakai itu mantel bulu palsu...
Jangan pakai itu di rumah.
Sekarang, pacarmu sedang hamil.
Selingkuhanmu akan punya bayi juga...
Jika aku tak salah.
Saranku, mungkin saat kau di rumah sakit nanti...
Kau bisa menempatkan mereka berdua di ruangan yang sama.
Membagi waktumu untuk mereka berdua.
Lihat aku saat aku bicara denganmu, Litty.
Tuhan itu hebat.
Tuhan itu perkasa, ya.
Tapi lebih dari itu, Tuhan Maha Mengetahui.
Dan itu yang membuat-Nya sangat menakutkan...
Kau mengerti yang ku maksud?
Jadi aku bertanya sekali lagi.
Di mana uang sialanku itu, Litty?
Aku tak main-main denganmu. Di mana uangku?
Dengar, Priest, kau tahu, aku kenal kau.
Kau tak kenal aku. Secara harfiah.
Kau menunggak tiga bulan pembayaran hipotekmu...
Dan aku tak peduli berapa banyak gangster dari Joyland...
Yang kau punya. Tak ada yang lebih menakutkan daripada bank.
Ayolah, Litty, kau sudah bangkrut.
Kita tahu itu, kan?
Maksudku, perhiasan di lehermu...
Itu imitasi./ Ayolah, jangan lakukan itu.
Dengar, biar aku bereskan itu.
Dengar, kau beri aku waktu, aku bisa membereskannya.
Kau serius?
Kau jangan bohong, kerjamu cuma teler di pencucian mobil di G-Road.
Dan kau bahkan tak bagus dalam hal itu.
Kau seorang rapper. Nge-rap saja.
Kembalilah ke jalan, dapatkan uangku...
Bawakan aku cek itu.
Sementara itu, aku akan ambil kunci mobilmu.
Kunci mobilku?/ Kunci mobilku.
Ayo, sekarang.
Aku akan mengirim orang untuk mengambilnya.
Yo, Priest. Priest.
Aku sudah bekerja di jalanan ini sejak usiaku 11 tahun.
Aku kerja keras setiap hari.
Aku memberi orang pekerjaan saat mereka tak ada pekerjaan.
Dan aku memindahkan operasiku dari ruang keluarga ke garasi tua.
Sekarang, aku punya operasi di seluruh kota.
Bukankah itu impian setiap orang Amerika?
Selamat datang di Masq, klub striptis tertua ATL.
Kalian ingin melihat bokong?
Ya, kami ingin melihat uang tunai.
Sekarang mari kita sudahi omong kosong ini.
Hei, yo. Yo, yo.
Apa yang salah?/ Berikan ponselmu.
Serahkan itu. Di larang mengambil gambar.
Aku minta maaf./ Berikan ponsel sialan itu!
Aku tak main-main denganmu!/ Aku tidak tahu.
Aku minta maaf./ Berikan ponsel itu.
Aku tak peduli itu. Berikan ponsel itu.
Tenang, tenang, tenang. Kau terlalu tegang, bro.
Tenang.
Kami memang ingin di kamera, bro.
Kau tahu apa maksudku? Gaya TMZ ini.
Ini Sno Patrol!
Kami yang menguasai jalan-jalan ini.
Kami yang menguasai jalan-jalan ini.
Sno Patrol!
Ayo pergi dari sini, bung.
Mmm. Hola, mami, despacito, despacito.
Apa kabarmu?
Aku tak bisa bahasa itu.
Bagaimana kalau menari?
Sayang, aku bukan penari.
Tapi kau sangat imut, kuharap aku bisa menari.
Aku harus kembali bekerja.
Hei, kau baik-baik saja?
Aku tak suka kau bergaul dengan orang-orang itu.
Aku tak butuh babysitter, sayangku.
Yang kau butuhkan adalah pengawal dari bajing...
Atau beberapa gelas tequila.
Apa kabar, sayang?
Hei, sayang, aku tak tahu kau akan datang.
Aku menyuruhnya datang. Hai sayang.
Dia bilang disini lagi panas./ Oh, benar.
Ya?/ Aku ingin isi ulang.
Bersulang untuk itu.
Tunggu sebentar, aku segera kembali.
Dia selalu bekerja, ya?
Dengar, dia tak harus melakukan ini lagi.
Terlalu banyak omong kosong terjadi di sini dan itu yang harus aku hadapi.
Dia tahu bagaimana mengaturnya lebih baik dari siapapun.
Dan, selain itu, dia bisa mengurus dirinya sendiri.
Hei!/ Aku tahu dia bisa.
Hanya aku tak menyukainya.
Aku tak peduli...
Sudah berapa lama orang itu jadi langgananmu.
Dia tak tak boleh "berjualan" di sini.
Jika dia tak beli minuman...
Dalam lima menit ke depan...
Kau harus usir dia dari sini.
Aku paham.
Bagaimana hasilnya dengan Litty? Kau dapatkan uang kita?
Jauh lebih baik. Aku jatuhkan harga dirinya.
Bagaimana itu bisa lebih baik?
Jika kau bisa mengikat sesuatu di leher seseorang...
Mereka akan selalu pergi ke manapun kau memimpin mereka.
Litty akan melakukan apapun yang aku ingin dia lakukan...
Itu lebih baik daripada uang.
Yo, apa kabar semuana?
Semua minuman di traktir oleh Sno Patrol!
Sepertinya musim dingin datang malam ini./ Ya.
Aku yakin, semakin banyak uang yang dihasilkan Sno Patrol ini...
Semakin norak gaya mereka.
Itu aib yang memalukan.
Yo, Priest, apa kabar?/ Apa kabar?
Ayo bercinta denganku! Ayo minum!
Aku akan beri tahu Q kau bilang dia norak.
Silakan saja.
Ada Priest di sini, bung.
Q, apa kabar, sayang?
Apa kabar?/ Apa kabarmu?
Aku diberkati, bung.
Kau tampak seperti semangkuk besar nasi.
Ya, tapi kau sendiri seperti Sammy Davis Junior.
Sembunyikan semua cewek bule!/ Ayolah...
Aku tahu kau ingin rambutku.
Rambutmu sudah tak bisa tumbuh lagi.
Hei, ambilkan jagoanku ini minum.
Kau tahu, bicara soal cewek bule, bung...
Mereka merusak harga di jalanan, bung.
Ya, bung.
Cewek negro tak bisa makan, bung. Bagaimana dengan itu?
Kau tahu, kawan, aku hanya berusaha tetap bertahan...
Jangan ikut campur.
Nah, Anda pasti melakukan itu, bukan?
Ya, bung./ Berkah untukmu, kawan.
Bersulang./ Bersulang.
Sampai jumpa, bung./ Jaga dirimu, bung.
Aku tak tahu kenapa kau masih biarkan si Priest itu bernafas.
Maksudmu, bro?
Dengar, bung. Priest tak pernah mengganggu kita, bro.
Masih cukup uang di sini untuk makan semua orang.
Persetan itu. Aku "lapar". Aku akan rebut bagiannya.
Bung, semua pelacur yang ada di sini...
Semua uang yang kita dapatkan dan kau masih ngoceh soal Priest.
Kita ada di puncak dunia. Ini Sno Patrol, sayang.
Sial.
Hei, yo, Dee.
Ada apa, bos?
Juju terlalu banyak minum malam ini, bung.
Kau harus awasi dia.
Baiklah./ Ayo pergi.
Juju...
Kau mabuk, ya?/ Aku baik-baik saja.
Baiklah, aku ada di mobil jika kau butuh aku, oke?
Oke.
Kau senang?/ Ya.
Hai. Terima kasih.
Apa?
Mereka lucu.
Kau ingat saat kita seperti itu dulu?
Bertingkah bodoh di dalam klub.
Semua orang harus beli satu botol minuman yang sama...
Di campur dengan soda agar tak cepat habis.
Dan aku selalu bilang aku akan menjagamu.
No comments yet. Be the first to leave one.