Pierwsze 200 wierszy.
"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa hanyalah fiksi"
"Mungkin ada adegan tidak nyaman dalam penggambaran kejahatan"
- Hei, kamu. Gadis cantik. - Ya?
- Sudah. - Baiklah.
Biar kuhitung.
Kimchi tahu dan tiga botol soju, totalnya 20 dolar.
Ibu bisa melakukannya.
Kamu sebaiknya belajar saja.
Anak yang baik.
Terima kasih. Datanglah lagi.
Selamat malam.
Ibu bilang belajar.
Aku punya meja dan kursi.
Jadi, aku tidak butuh ruang belajar khusus.
Aku bisa menunggu di meja jika sedang sibuk.
Jadi, Ibu tidak perlu mempekerjakan pegawai paruh waktu.
Sambil menyelam minum air.
Astaga. Kamu selalu memakai logika.
Omong-omong,
gurumu menelepon.
Kamu harus memutuskan ingin kuliah di mana.
Aku sudah memutuskan.
Ibu tahu aku dulu ingin belajar akting?
Aku akan masuk ke sini.
"Akademi Militer"
Akademi Militer?
Ternyata aku lebih ambisius daripada dugaanku.
Kamu yakin mau ke sini?
Tentu saja. Itu keren.
Jika karena biaya,
Ibu bisa membayarnya.
Tidak. Aku sungguh ingin menjadi anggota militer.
Begitu aku menjadi jenderal,
mereka akan memberiku mobil besar yang bagus.
Aku tahu ini salah, tapi begitu mendapatkannya,
aku akan mengajak Ibu jalan-jalan.
Ya?
Maju, jalan!
Dia juga memiliki mata seorang pembunuh.
Ibu. Lari.
Ibu harus lari. Cepat.
- Cepat, Ibu. - Kamu anak yang baik.
Apa menurutmu
ini kali pertamaku?
Nak, ibu menyayangimu.
Ibu. Lari.
Entah
apakah kamu punya kesempatan.
Putraku.
Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri.
Ibu! Lari!
Ibu! Tidak!
Pulang dan belajarlah.
Ibu. Lari!
Ibu!
Kamu sudah bangun. Kamu baik-baik saja?
Ini. Minumlah obatmu.
Dokter bilang minum yang ini dahulu.
Minumlah
agar kamu tidak sakit.
Nitrogliserin kehilangan efeknya jika diminum dengan air.
Benarkah?
Ada obat yang diminum tanpa air?
Apa yang terjadi?
Jadi...
Kang Ha Na menelepon kantor.
Dia harus bekerja,
tapi tidak ada yang menjagamu di sini.
Kamu tiba-tiba pingsan di tengah jalan.
Kamu tidak boleh lewat sini. Kembali!
- Kembali! - Hei!
Karena sedang di rumah sakit,
kamu harus istirahat dan diperiksa.
Aku baik-baik saja.
Setidaknya jalani terapi infus.
Aku akan baik-baik saja jika makan.
Yang benar saja.
Baiklah.
Mau makan di dekat kantor?
Boleh.
Kudengar kamu pingsan di jalanan.
Begini...
Aku tidur siang karena lelah.
Jangan khawatir.
Kamu tidur di jalanan karena lelah?
Apa kamu gelandangan?
Astaga. Go Eun pasti sangat mencemaskanmu.
Dia langsung ke sini.
Mereka bilang dia baik-baik saja.
Karena kita sudah bersama, bagaimana kalau kita makan?
Aku akan memproses kepulanganmu.
- Bisa-bisanya bilang begitu. - Apa?
Sulitkah menyuruhnya beristirahat selama beberapa hari?
Aku memang bilang begitu.
- Tapi dia bilang baik-baik saja... - Benar.
Dia bekerja keras untuk sebuah kasus,
tapi kamu mengajaknya keluar, bukannya membiarkannya istirahat.
Kamu memaksanya minum dan membuatnya pingsan.
- Aku tidak memaksanya minum. - Itu tidak benar.
Itu penyalahgunaan kekuasaan.
Itu juga termasuk, meski tampak sepele.
- Apa... - Bisa pelankan suaramu?
Maaf. Hei.
Minta maaf kepadanya sekarang.
Apa salahku?
Tapi...
Do Ki? Padahal kamu harus istirahat,
tapi aku malah menyalahgunakan kekuasaanku.
- Maafkan aku. - Tapi...
Tidak, Pak. Aku akan bekerja lebih keras.
Jangan lakukan semua perintahnya.
Jaga kesehatanmu sedikit.
Menyebalkan sekali.
Dia yang paling membuatku takut di perusahaan kita.
Aku juga berpikir begitu.
"Taxi Driver"
"Asosiasi Drone"
- Ini. - Tunggu. Kurasa aku melihatnya.
"27 Feburari 2021"
Kurasa itu model mobil yang sama.
Benar, bukan?
Kita harus membandingkannya,
tapi kurasa itu taksi mewah yang sama.
Sebuah taksi mewah tidak dikenal
membawa Cho Do Chul dan menabrak seorang polisi korup.
Semua ini...
Semua inilah yang Batman...
Kamu merasa mual?
Begini... Kamu paham maksudku.
Orang yang hanya muncul di depan orang jahat
dan menyingkirkan mereka. Mungkin itu dia.
Beri aku surat DPO.
Semua terbakar saat kebakaran.
Mungkin begitu, dan mungkin tidak.
Aku punya rencana. Jadi, aku pergi.
Setelah videonya sepenuhnya dipulihkan,
kirimkan kepadaku.
Kamu terlalu terburu-buru, pasti mau kencan.
Lebih penting daripada itu.
Berarti pertemuan pernikahan?
Taksi mewah.
Siapa dia?
Aku masih melihatnya dalam mimpiku.
Dia bilang, "Ibu, ini aku, Seung Woo."
Dia memegang tanganku dan mendekatiku.
Aku terus tidur karena tidak mau bangun.
Lalu aku bisa merasakannya sepanjang hari.
Cerita yang menyentuh.
Ini kali pertamaku melihatnya secara langsung.
Aku yakin akan belajar banyak.
Ini berkas Burung Biru terkait para korban.
- Kamu harus meninjaunya. - Terima kasih.
Dia baik-baik saja?
Siapa? Maksudmu Kim?
Seharusnya aku menemaninya di rumah sakit.
Tidak. Kondisinya membaik dan dia sudah pulang.
Akan kusampaikan kamu mencemaskannya.
Tidak perlu.
Aku ingin mendiskusikan sesuatu denganmu setelah sesi ini.
Kita bisa pergi sekarang jika itu mendesak.
Tidak usah.
Nanti kuberi tahu.
Baiklah.
Aku Choi Kyung Gu.
Aku punya adik laki-laki yang lima tahun lebih muda dariku.
Dia menelepon suatu hari.
Dia bilang sedang jatuh cinta.
Dia minta maaf karena mendahuluiku menikah.
"Berengsek. Apa aku bisa melihatmu berjalan ke panggung pernikahan?"
Pacarnya adalah adik Pak Park,
orang yang bekerja denganku.
Aku selalu bilang
"Aku tidak punya kesempatan untuk menikah di kehidupan ini,
"Jadi, jangan pedulikan aku dan menikahlah dengan gadis baik."
Adikku dan istrinya
tidak punya banyak uang.
Jadi, mereka memulai hidup mereka bersama di apartemen kecil.
Mereka mengundang kami
untuk pesta rumah baru, tapi...
Aku masih tidak mengerti
kenapa seseorang
membakar gedung apartemen
dan menikam penghuni yang melarikan diri
tanpa alasan.
Katanya dia mengeluh kepada pemerintah karena belum digaji.
Dia sudah punya catatan percobaan pembakaran dan penyerangan.
Bahkan keluarganya berusaha mengirimnya ke rumah sakit jiwa.
Tapi mereka tidak bisa melakukan apa pun menurut hukum.
Orang seperti kita terluka dan tidak bisa melakukan apa pun.
Dia bisa saja dihentikan dengan mudah.
Dia masih mengeluh karena difitnah.
Saat jasad-jasad dari gedung yang terbakar dikeluarkan,
tangan mereka bergandengan dengan erat.
Mereka saling berpegangan erat...
Aku bermimpi.
Mereka berjalan berdampingan
di hutan yang sangat bagus.
Rasanya seperti mereka memberitahuku bahwa mereka baik-baik saja.
Aku yakin mereka baik-baik saja.
Dan bahagia.
No comments yet. Be the first to leave one.