Sezon 2

Informacje o wydaniu

Big Bet S02 E05 DSNP WEBRip PSARips-APEX
Komentarz od ChoBot
Durasi 53:46 | Resync to WEBRip | Disney Retail.

Tagi

webrip
web
BRip
Opublikowano: 2023-03-03
Pobrania: 28
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

DRAMA INI ADALAH FIKSI, SERTA SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI,

SETIAP DAN SEMUA NAMA LAINNYA, LATAR, DAN PERISTIWA YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI

ADALAH REKAAN SEMATA. MESKI UNSUR KISAH TERTENTU

DALAM EPISODE INI TERINSPIRASI KEJADIAN NYATA, EPISODE INI ADALAH FIKSI.

KETERKAITAN DENGAN TOKOH NYATA (MATI MAUPUN HIDUP), BISNIS, LOKASI, PERISTIWA,

DAN PRODUK, HANYALAH KEBETULAN BELAKA.

Pak, apa tindakanmu ini akan mengubah dunia?

Kau pikir itu mungkin?

Aku belum pernah melihat Direktur semarah itu.

BANDARA INTERNASIONAL MANILA

Sedang apa mereka di sini?

Entahlah, Pak.

Sedang apa kalian di sini?

Wali Kota mengutus kami.

Wali Kota? Kenapa?

Dia menyuruh kami melindungi Pak Cha

agar dia bisa naik pesawat dengan selamat.

Semuanya, keluar.

- Ayo! - Cepat.

Ayo.

Tersangka pembunuhan asal Korea,

Pak Cha, telah ditangkap

dan sedang dalam proses pemulangan kembali ke Korea.

Penangkapannya sulit

karena pemerintah melindunginya.

NBI memainkan peran penting dalam menangkap tersangka.

Pak Cha, yang saat ini buron di Korea, akhirnya dideportasi.

BIG BET

KEPUTUSAN TERAKHIR

RUANG SANTAI

Lepaskan.

Dasar berengsek.

Apa yang kau lakukan?

Maaf,

tapi tugasmu sudah selesai, 'kan?

Apa maksudmu selesai?

Tugasmu membawa Pak Cha kemari.

Kau boleh pergi sekarang.

Jadi, kalian?

Kalian yang akan membawaku pulang?

Pekerjaan yang sulit, bukan?

Kemarilah.

Keluar.

Dasar berengsek.

Astaga.

Siapa namamu?

Aku Detektif Kim Dukgu.

Kau?

Aku Asisten Inspektur Choi Mingu.

Bagaimana denganmu? Kenapa hanya kau yang memakai setelan?

Aku konsul dari kedutaan.

Kapan kalian tiba di sini?

Kemarin.

Jadi, kalian tiba kemarin dan akan membawaku kembali ke Korea hari ini?

Astaga, kalian menyiksaku.

Kenapa tidak datang menemuiku kemarin?

Kemari, duduklah.

Jangan hanya berdiri canggung di sana.

Duduklah.

Pesawatnya baru akan berangkat empat jam lagi, bukan?

Hei.

Kalian ada berapa orang?

Sekitar 40, Pak.

Empat puluh? Empat puluh.

Empat puluh termasuk kau dan yang lain?

Seratus kopi dan seratus sushi, ya?

- Baik, Pak. - Baiklah.

Pak Konsul, mari bicara.

Berapa orang yang kembali hari ini?

Mereka berdua dan aku. Kau juga akan kembali?

Aku tidak akan pergi.

Tidak?

Lantas, hanya mereka berdua dan aku yang kembali?

Baiklah, totalnya tiga orang. Bagaimana dengan tiketnya?

- Tiket pesawat? - Ya.

Memang kenapa?

Begini, ini kali pertamaku kembali ke Korea setelah hampir 15 tahun.

Kau membeli tiket kelas satu, bukan?

Pemerintah yang mengurusnya, kami tidak bisa melakukan itu.

Jadi, semuanya tiket ekonomi...

Apa? Kau bercanda?

- Kalau begitu, aku tidak mau! - Apa?

Ayolah. Tidak bisa begitu.

Ini kali pertamaku kembali ke Korea dalam 15 tahun!

Aku ingin kalian memesan tiket kelas satu.

Kami tidak bisa melakukan itu, Pak.

Aku yang memutuskan soal bisa atau tidaknya, mengerti?

Kalian juga harus naik kelas bisnis.

Kalian hanya hidup sekali, 'kan?

Akan kubayar semuanya.

Selain itu,

makanlah saat sushi-nya datang. Kalian belum makan siang, bukan?

Ada sauna di sini.

Cobalah nikmati saunanya juga.

Kalian tidak mau ke sauna? Kalian tidak suka?

Aku akan masuk lebih dahulu.

Akan kupasang borgolnya.

Hei.

Apa-apaan kau?

Tolong ingat sopan santunmu. Kau berada di wilayah Korea sekarang.

Hei, santai saja. Mengerti?

Hei, aku bahkan membelikan makan siang untuk kalian tadi.

Tenanglah. Aku akan membaca surat perintahmu sekarang.

"Sesuai Pasal 200 KUHP..."

Hei, diamlah.

- "Kami akan menempatkan Cha Moosik..." - Baiklah.

Jangan dibaca. Kau membuatku malu, Berengsek.

Kau berhak mendapatkan pengacara.

Ayo.

Hei, kalian yang benar saja. Kalian sungguh akan melakukan ini?

Terima kasih.

Kelas bisnis lumayan juga.

Benar.

Hei.

Haruskah aku tetap memakai ini jika ingin ke toilet?

Hei, lepaskan ini.

Tidak.

Berengsek. Akan kubuat kau melepaskan borgol ini.

Kau mau ke mana?

Aku mau buang air besar.

Hei, aku ikut denganmu. Sial.

Keluarlah.

Aku masih buang air besar.

Cepatlah. Keluarlah.

Hei, aku tidak bisa keluar jika belum selesai.

Yang benar saja.

Aku sudah selesai buang air besar, tapi tidak bisa meraih ke bawah.

Astaga. Kurasa aku tidak bisa cebok.

Kurasa kau harus masuk dan mencebokiku.

Hei, bantu aku cebok.

Baiklah. Akan kulepas borgolnya, berhentilah membuat keributan.

Benarkah?

Ya, keluarlah.

- Seharusnya kau bilang lebih awal. - Benar...

Ayo.

BANDARA INTERNASIONAL INCHEON, KOREA

PINTU MASUK KHUSUS

Kita mau ke mana? Apa ini jalan yang benar?

Ya. Pintu keluar ini hanya untuk pegawai.

Hei, apa ada reporter di sini?

- Ada? - Tidak.

Konsul bilang tak boleh ada reporter.

- Benar, bukan? - Tidak ada.

Kalian harus bermain adil hari ini, ya?

Para reporter merepotkanku saat aku di Filipina.

- Mengerti? - Baiklah.

Kami sudah pastikan... Keadaan di Korea berbeda.

Apanya yang berbeda? Mereka sama saja, Berengsek.

- Dasar tidak berguna. - Ayo ke pintu keluar barat!

Ya. Kami keluar melalui pintu barat sekarang.

Ya, semua baik-baik saja.

Aku di depan penyeberangan.

Aku di sini. Ya.

Kami kembali dari tugas.

Moosik.

Jonghyun?

Aku penanggung jawab atas dirimu.

Benarkah?

Kau lapar?

Aku sangat lapar.

Ayo makan.

Restoran ini bagus.

- Kau suka? - Makanannya enak.

Hei, Jonghyun.

Mari masing-masing minum segelas soju.

Hei, aku tak boleh minum saat bertugas.

Hanya satu seloki.

- Tidak akan ada efeknya. - Tidak boleh.

- Sup sundae ini terlalu enak. - Sial.

Sialan kau...

Permisi. Aku pesan satu botol soju.

Baik.

Yang benar saja...

Hei, berada di Korea sangat nyaman.

Aku bertemu denganmu lagi, dan bahkan makan sup sundae ini.

- Astaga. - Berikan kepadaku. Akan kutuangkan.

- Tunggu. - Baiklah. Ini.

Akan kutuangkan untukmu.

Sudah.

Tuangkan untukku juga.

Baiklah. Akan kutuangkan untukmu. Sini.

Terima kasih.

- Ini. - Mari minum.

Aku tidak percaya kita bertemu seperti ini. Hidup sangat... Sial.

Sial.

Jonghyun.

Maaf sudah membuatmu khawatir.

Dasar bodoh, kau tidak perlu minta maaf kepadaku. Tidak apa-apa.

Tidak apa-apa.

Hei, Jonghyun.

Apa?

Aku butuh bantuanmu.

Bantuan?

HUKUM DAN KETERTIBAN UNTUK SEMUA

Biar kubawakan.

- Astaga. - Berikan kepadaku.

Senang bertemu dengan kalian.

Senang bertemu denganmu juga.

Tunggu, kenapa semua orang...

Maksudku,

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left