Munich: The Edge of War

Munich: The Edge of War

Pobierz napisy Indonesian

Informacje o wydaniu

Munich: The Edge of War (2021) PROPER 1080p WEB H264-NAISU
Komentarz od Icondoit
Resync from Putra14

Tagi

web
1080
Opublikowano: 2022-01-23
Pobrania: 80
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN

UNIVERSITAS OXFORD

Hei, Ian! Kau masih hidup?

Harusnya kita bertaruh.

Boleh minta sampanye lagi?

Kami tak melayani lagi.

Ayolah. Kumohon.

Aku minta maaf.

Kumohon.

Maaf.

Terima kasih.

Yang kau orang Inggris tak akan pahami adalah bahwa ini masalah identitas.

Tidak, bukan sekadar identitas.

Maksudku…

Hugh, bangun!

Aku bicara soal negara, jadi…

Aku perlu tidur.

Kau mendengarkanku?

Aku mendengarkan, setiap kata.

Kau tak mendengarkan.

- Kau mau apa? - Ini yang akan kulakukan.

Aku ingin merasakan sesuatu yang nyata!

Ini yang nyata!

Ya!

Bawa kemari! Dia sekarat! Dia butuh itu!

Lihatlah air kaca Isis!

Diam, Paul!

Aku juga mencintaimu dan Chartey-mu!

Jangan berisik!

Paul, kembali!

Kau tahu, mimpi itu akan segera berakhir, dan kita harus rayakan!

- Kita harus rayakan! Ayo! - Syukurlah. Suruh dia pergi.

Jika dia ingin berenang tengah malam, itu terserah dia.

Aku tak mau berenang.

Aku ingin menceburkan diri ke air

karena stres melihat generasi gila kita.

Luar biasa. Silakan.

Entahlah.

Berhenti minum.

Ayolah.

Ayolah. Yang benar saja.

Ayolah! Kita bertiga di sini.

Kau melakukannya karena aku di sini.

Lihat bocah ini.

Tipikal orang Inggris!

- Jangan ganggu! - Selalu begini!

- Apa salahnya jadi orang Inggris? - Ini yang kupelajari di Oxford.

Ada pelajaran lain.

Ciri khas orang Inggris adalah jarak.

Ya. Bukan hanya dari satu sama lain, tapi dari perasaan.

Kita hanyalah perasaan.

Era baru dimulai.

Di Jerman Baru. Kita tunggu saja.

Jerman Baru.

- Ya. - Sekelompok preman dan rasis.

Jerman adalah negara paling membanggakan di dunia.

Kau akan lihat saat tinggal bersama kami di Munich.

- Benar. - Aku akan melindungimu.

Beri aku rokok.

Tidak. Ini yang terakhir.

- Kita harus berbagi. - Buatku saja.

- Kau hebat. - Kau bisa. Teruskan.

- Baik. - Panas?

Ini generasi gila kita!

Ini generasi gila kita.

Cantik.

LONDON ENAM TAHUN KEMUDIAN

DI MANA MASKER GASMU?

Bisa tarik tali itu?

Kalau tak bisa, biar kubawa ibumu untuk ajari!

- Maaf. - Tak apa.

Baik. Sudah diam, lanjutkan saja!

Sekarang, tarik yang kiri!

Pelan, jangan berlebihan!

- Kau harus menahannya. - Ya!

Ya, itu bagus. Jaga tetap stabil.

Itu lebih baik. Ini baru benar.

Tidak, lihat. Astaga, dia terjebak di pahatan batu!

Hati-hati. Pelan-pelan.

Ayo! Tarik bagianmu ke kiri!

Aku berusaha!

Sisi ini.

Awas!

Benarkah?

Ayolah.

Apa pun yang terbang akan dihentikan.

Aku tahu. Kubilang akan tepat waktu.

Tak perlu minta maaf.

Aku pun terlambat.

Terima kasih.

- Apa ini? - Ini masker gas Arthur.

Baru saja kuambil.

Aku bahkan tak sadar ada ukuran anak-anak.

Ini baru bagi kita semua, bukan?

Tampaknya, saat ada panggilan, aku harus memakainya dahulu.

Menguji kesetiaan keibuan seseorang, bukan?

Minum? Aku haus.

- Setengah botol Chablis. - Baik, Pak.

Setengah?

Aku bekerja.

- Bagaimana di sana? - Tak bisa kubicarakan.

Tak ada yang mendengarkan.

Hitler ingin Tanah Sudetia.

Dia mau rakyat Ceko menyerah, tapi dia meremehkan mereka.

- Ya, aku… - Mustahil mereka tak melawan.

Jika tak ada kesepakatan besok, Jerman akan bergerak,

lalu Prancis dan Britania terpaksa membela Cekoslowakia.

Begitu itu terjadi…

Terima kasih.

Ingat makan di sini sehari usai menikah?

Ya, Hugh. Aku keracunan ikan mengerikan itu.

Ya. Maaf. Astaga!

- Maaf, aku lupa. - Tak apa-apa.

Tetap saja, ini salah satu tempat terbaik di London.

Ya.

Kuharap kita bisa ke atas,

sewa kamar, dan tidur sepanjang sore.

Lalu, apa yang menahan kita?

Arthur bersama pengasuh, dan tempat ini tak tampak penuh.

Bagaimana jika kau periksa apa kau bisa mengaturnya?

Kau tahu aku tak bisa.

- Masa? - Aku harus kembali pukul 14.30.

- Kenapa bertanya… - Kau mengungkitnya.

Aku berusaha. Sesuai permintaan.

Aku tahu…

Pak Legat, kediaman Perdana Menteri menelepon Anda.

Astaga.

Harus kuangkat.

Tentu.

Mungkin Anda butuh privasi.

Terima kasih.

Ini Legat.

Aku khawatir kau harus kembali.

Cleverly menanyakanmu.

Sepertinya pembicaraan sudah selesai di Berlin.

Sir Horace Wilson akan pulang.

Aku segera ke sana.

Segera. Dia akan bunuh kita berdua.

Sial.

Jl. Lord North 83.

Makan siang di Imperial Grand saat kondisi dunia sedang genting.

Mungkin memang begitu di Kemenlu.

Maaf, Pak. Itu tak akan terjadi lagi.

Tak ada penjelasan?

Ini hari jadi pernikahanku.

Selamat.

Ada kalanya keluarga harus dikesampingkan.

Seperti sekarang.

Syers mengabarimu?

Kudengar pembicaraan gagal.

Semua akan hancur. Hitler berniat bergerak besok.

Pukul 18.00, Perdana Menteri akan menyiarkan radio ke seluruh negeri,

dan aku ingin kau urus BBC.

Apa ada…

Maaf, Pak. Ada yang bicara dengan orang Ceko?

Apa?

Kupikir membawa orang Ceko…

Aku yakin Perdana Menteri tak butuh saran darimu, Legat.

Ya, Pak.

BERSATU UNTUK HENTIKAN HITLER

DUKUNG RAKYAT CEKO HENTIKAN HITLER DAN PERANG

Kuakui, ini terjadi pada saat terburuk bagi kita, Pak Perdana Menteri.

Pak, Sir Horace datang.

Sepertinya kalian punya pekerjaan, Bapak-bapak.

Jangan biarkan aku menghalangi kalian.

Pak Perdana Menteri.

Boleh kupersilakan, Pak?

Tentu saja.

Horace?

Terima kasih, Osmund.

Pak Perdana Menteri.

Kuharap kau senang bisa kembali.

Bagaimana rasanya? Bagaimana?

Itu dimulai dengan buruk dan makin buruk setelahnya.

Dia tak mau menunggu sehari lagi untuk menyerang.

Kuperingatkan dia pagi ini bahwa jika Prancis memenuhi kewajibannya,

maka kita harus bergabung bersama mereka.

Dia bilang apa?

Dia tersenyum kepadaku.

Bahkan lebih mengkhawatirkan saat dia berteriak.

Tapi pesannya cukup jelas.

Dia akan bergerak besok.

Gaunnya bagus.

Untuk parade.

Pak, sudah memilih?

Kopi, hitam.

Segera!

Halo.

Bagaimana?

Mau pesan apa, Pak?

Tidak, terima kasih.

Seharian ini, dia memaki mereka.

Pembicaraan dengan Inggris gagal. Dia kesal.

Akhirnya, Henderson tetap diam.

Wilson beranjak pergi. Langsung ke bandara dan kembali ke London.

Untuk membuktikan bahwa dia serius,

orang gila ini mengirim tank parade ke Wilhemstraße.

- Ke Kedutaan Inggris. - Jadi?

Jadi, kita akan bergerak besok.

Kau yakin?

More Indonesian subtitles for Munich: The Edge of War

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left