Smothered

Smothered (Legenda Kelam Malin Kundang)

Pobierz napisy Indonesian

Informacje o wydaniu

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐—Ÿ๐—˜๐—š๐—˜๐—ก๐——๐—” ๐—ž๐—˜๐—Ÿ๐—”๐—  ๐— ๐—”๐—Ÿ๐—œ๐—ก ๐—ž๐—จ๐—ก๐——๐—”๐—ก๐—š (๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฑ) ๐—ก๐—™๐—ซ ๐—ช๐—˜๐—•
[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐—ฆ๐— ๐—ข๐—ง๐—›๐—˜๐—ฅ๐—˜๐—— (๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฑ) ๐—ก๐—™๐—ซ ๐—ช๐—˜๐—•
Komentarz od Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐ŸŽ๐Ÿ:๐Ÿ‘๐Ÿ–:๐Ÿ’๐Ÿ’ || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ต๐‘ฌ๐‘ป๐‘ญ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ฟ || *เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tagi

webdl
Opublikowano: 2026-04-02
Pobrania: 294
Dla niesล‚yszฤ…cych: No
FPS: 25

Podglฤ…d napisรณw Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

MEMPERSEMBAHKAN

Rekomendasiku,

Pak Alif seminggu lagi di sini.

Beberapa ingatan Pak Alif masih akan kabur.

Mungkin akan membingungkan.

Contohnya?

Tempat, wajah, nama orang.

Seperti ini.

Ini jelas bukan luka dari kecelakaan minggu lalu.

Ini luka lama.

Bapak ingat ini kenapa?

Emir.

Kemarilah.

Memangnya tidak kangen sama Papa?

Perasaanmu bagaimana?

Badan sudah tidak sakit, tapi masih suka disorientasi saja.

Tapi tiap hari makin baikan, kok. Tenang saja.

Apa yang kau ingat dari kecelakaan kemarin?

Aku ingat beberapa saat sebelum tabrakan.

Malam, sepi.

Aku menyetir kencang banget.

Memang biasanya aku kayak begitu?

Kalau sama aku atau Emir, tidak.

Apa yang kau ingatโ€ฆ

Tentang kita?

Aku ingat waktu pertama kali ketemu kau.

Delapan belas tahun yang lalu, aku lagi bikin sketsa di jalan.

Kelaparan.

Usiaku waktu itu 15.

Lalu, kau lewat sama papamu,

membelikanku makan,

lalu papamu memberiku kerjaan di galerinya.

Tidak lama setelah itu, aku mengajakmu pacaran.

Lalu, beberapa tahun kemudian, aku mengajakmu menikah.

Kayaknya kalau soal kau tidak perlu ditanya lagi.

Setelah aku sadar dari kecelakaan saja, aku ingatnya cuma kau sama Emir.

Kok kau kayak tidak senang begitu aku pulang?

Senang, kok.

Lain kali aku akan lebih hati-hati, ya.

Tidak mau aku pisah lagi sama kalian.

Hei, Emir. Bahaya, Nak.

Duduk lagi, Nak. Duduk.

- Mobil aku waktu kecelakaanโ€ฆ - Masih di bengkel.

Kameranya ada?

Aku ingin lihat kejadian waktu tabrakan bagaimana.

Kameranya ada.

Tapi kartu memorinya rusak.

- Kayaknya pas kecelakaan. - Oh.

Terasa asing, tidak, Pa?

Aman.

Papa malam ini tidur di kamar sama Mama atau di kamar tamu?

Kalau di kamar tamu, Emir temani.

Aku ada salah, ya?

Apa aku menyakitimu?

Kitaโ€ฆ

Kita sudah mulai berjarak beberapa bulan ini.

Kenapa?

Pasti gara-gara aku.

Banyak hal yang aku lupa,

tapi yang aku ingat, aku selalu kerja sampai malam banget.

Aku minta maaf, ya.

Tidak apa-apa, kalau memang kau masih butuh waktu sendiri.

Tidak adil juga kalau aku minta kau melupakan masalah kita

hanya karena aku lupa.

Tapi apa salah aku kepadamu sebegitu besarnya

sampai tidak bisa kau maafkan?

Akuโ€ฆ

Aku butuh waktu sebentar lagi, ya, Lif.

Tidak apa-apa, 'kan?

Tidak apa-apa.

Aku paham.

Ponselmu.

ALIF, PELUKIS MIKRO

PENERBANGAN GH 103 DARI PADANG

Kau memang pernah bilang kalau Ibu bakal datang berkunjung.

Beberapa hari sebelum kau kecelakaan.

Tapi kau tidak bilang kapan.

Kalau kau masih butuh istirahat, mending ditunda dulu saja Ibu ke sininya.

Lagi pula, dia juga baru datang besok dari Padang, 'kan?

Ibu pernah ke sini sebelumnya?

Lif, ini pertama kali aku bakal ketemu sama ibumu sejak kita kenal.

Bahkan kau juga tidak pernah ketemu lagi sama ibumu, apalagi pulang kampung.

Sejak pertama kali kau datang ke Jakarta, 18 tahun yang lalu.

Waktu itu usiamu 15 tahun.

Aku tidak ingat.

Dokter juga sudah mewanti-wanti, kau bakal banyak lupa.

Tapi aku sama sekali tidak ingat muka ibuku bagaimana.

Lalu, terakhir kau berhubungan lewat apa?

Tidak ingat.

Sudah cek Wadap?

Kok Papa tidak jemput Nenek?

Papa masih harus menyelesaikan lukisan, Mir.

Sebentar lagi pamerannya.

Masih ada sekitar sepuluh lagi yang harus Papa selesaikan.

Kata Mama,

Papa tidak pernah pulang kampung dan ketemu Nenek sejak umur 15 tahun?

Kenapa?

Papa juga tidak ingat, Mir.

Aku tidak ketemu Mama sehari saja bisa kangen banget.

Kalau kita kangen sama orang, berarti kita sayang, 'kan, sama orang itu?

Kayaknya ya.

Apa mungkin

Papa tidak sayang sama Nenek?

Ucapanku menyakiti ya, Pa?

Tidak.

Papa sendiri juga ingin tahu alasannya.

Mungkin kalau nanti ketemu sama Nenek, Papa jadi bisa tahu masalahnya apa.

Masuk, Mak.

Nenek!

Ini Emir?

Ya, Nek.

Amak.

Anak Amak ini?

Alif, ini?

Nakโ€ฆ

Amak pikir Amak tidak akan bertemu Alif lagi.

Maaf, Mak.

Alif habis kecelakaan, jadiโ€ฆ

Banyak yang Alif lupa.

Tadi Nadine cerita.

Tidak apa.

Yang penting sekarang Amak bertemu Alif.

- Ini ruang kerja Papa. - Oh.

Nenek kalau misalnya kesepian tidur di kamar tamu, bilang saja.

Nanti Emir temani.

Di kampung Nenek kesepian.

Di sini ramai. Tidak akan kesepian.

Nenek namanya siapa?

Nama Nenek Aminah.

Memikirkan apa?

Bingung.

Beberapa ingatanku masih kabur, tapi seenggaknya ingat sedikit.

Ini sama sekali aku tidak ingat masa kecilku kayak bagaimana.

Aku tidak ingat wajah ibuku.

Ibumu itu.

Dia cerita banyak tadi tentangmu di mobil.

Termasuk luka yang ada di kepalamu.

Waktu itu usiamu sepuluh tahun.

Bapakmu memukulimu pakai besi yang panjang.

Ibumu menyelamatkanmu,

tapi ternyata bapakmu malah ambil pisau

dan akhirnya menyabet tangan kanan ibumu

sampai dia punya luka yang panjang di tangan kanan.

Setelah itu, ibumu membawamu pergi dari bapakmu.

Kau tidak pernah mau cerita

setiap aku tanya tentang luka di kepalamu.

Atau mungkin memang terlalu menyakitkan untuk diceritakan.

Atau kau memang tidak pernah mau terbuka saja sama aku.

Kau selalu bilang,

kalau kau pamit ke ibumu,

meninggalkan kampung buat mengadu nasib di Jakarta.

Begitu, 'kan?

Ternyata tidak.

Ibumu bilang kau pergi begitu saja, meninggalkannya. Tidak pamit.

Delapan belas tahun dia hidup, Lif.

Setiap dia bangun pagi, dia berharap ada kau di rumah.

Sudah pulang.

Nah, Nek. Ini kalau diputar ke kiri, keluarnya air panas.

Hati-hati, panas.

Nah, kalau diputar ke kanan, keluarnya air dingin.

Tapi kalau Emir sukanya ke tengah,

agak ke kiri dikit, biar hangatnya pas.

Ini kamar mandinya sudah Emir bersihkan.

Sabun dan samponya sudah Emir ganti sama yang baru.

Sabunnya wanginya lemongrass .

Ehโ€ฆ

Serai!

Amakโ€ฆ

Alif minta ampun, Makโ€ฆ

Kenapa ini?

Kenapa ini? Bangun, Nak. Bangun.

Banyak dosa Alif sama Amak. Alif durhaka, Mak.

Ya.

Banyak dosa Alif.

Tapi sudah Amak maafkan.

Kau kenapa?

Aku juga tidak tahu aku kenapa, tapi rasanya sesak banget di sini.

Sesak bagaimana?

Tidak tahu, rasanya aneh banget. Mungkin memang harus dikeluarkan saja.

Apa karena kau sudah ingat semua?

Itu dia. Aku tidak ingat muka ibuku kayak bagaimana,

makanya rasanya aneh banget.

Emir tidak pernah lihat Papa nangis sekalipun.

Emir khawatir, Pa.

Sudah, Emir tidak usah khawatir. Papa baik-baik saja.

Mungkin memang ini bagian dari proses penyembuhannya saja kali, Mir.

Buat sarapan sendiri, Din?

Biasa, Mak.

Soalnya kita tidak punya asisten rumah tangga.

Asisten rumah tangga?

Pembantu, maksudnya.

Oh. Kenapa?

Soalnya Alif tidak suka kalau ada orang asing di rumah.

Sini, Amak buatkan.

Ya.

Biar Amak yang jadi asisten rumah tangganya.

Emir juga asisten rumah tangga kok, Nek.

Ini tidak ada musik, Mir? Sepi begini.

Nenek itu kalau masak harus ada musik.

Nanti makin enak masakan Nenek.

Smothered subtitles in other languages

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left