Pierwsze 200 wierszy.
Eh, aku tidak, aku tidak memesan ini.
Baik.
Ayo.
≡ Penculikan Jennifer Grayson ≡
Jadi, Nona Grayson.
Boleh aku memanggilmu Jennifer?
Hanya Jen.
Aku detektif Marx.
Bagaimana kabarmu, Jen?
Apa kau ingin jawaban sopan atau fakta?
Tidak perlu untuk sopan santun di ruangan ini.
Oke, baik maka, Aku cukup kesal.
Mengapa demikian?
Karena aku ingin pulang.
Aku mengerti, tapi aku perlu mendengar ceritamu.
Baca filenya.
Aku sudah membaca filenya, tapi aku perlu mendengar darimu.
Aku yakin kalau semua yang aku katakan ada di sana.
Nah, Kau lihat, Jen,
ada masalah.
Sesuatu tentang ceritamu tidak tertulis di sini.
Ibumu melakukan panggilan darurat ke 9-1-1,
mengklaim bahwa putrinya dalam bahaya serius
pada malam 5 Februari.
Rupanya, Kamu memanggil ibumu,
dan aku mengutipnya di sini,
"Dia berteriak-teriak sekuat tenaga untuk meminta bantuan."
Dan kau menghilang lalu kau muncul kembali
seperti kau melakukan liburan atau sesuatu.
Tidak, itu tidak terjadi?
Tidak seperti semua petugas polisi lain yang sudah berbicara denganmu,
Aku telah menyelidiki kasus yang sangat menarik.
Kasus apa?
Coba lihat pergelangan tanganmu.
Apa?
Coba lihat pergelangan tanganmu.
Tidak.
Apa kau tahu apa itu sindrom Stockholm?
Ya, ku pikir
seseorang menculikmu.
Aku sudah mengatakan apa yang terjadi.
Aku punya waktu yang sulit kau percaya.
Baiklah, aku tidak tahu apa yang harus ku beritahu.
Mengapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya?
Kenapa tidak kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi malam itu?
Aku melakukan ini setiap hari, Jen.
Dan aku tahu bahwa kau berbohong.
Aku tahu bahwa sesuatu terjadi padamu,
tepat sebelum kau menghilang,
tapi apa yang aku tidak tahu
adalah di mana kau selama lima bulan
dan mengapa kau terus mengelak.
Benar?
Jen,
Aku bisa memainkan permainan ini sepanjang malam.
Kamu tidak akan mengerti.
Coba saja.
Kamu, dan temanmu, dalam situasi serius sekarang.
Tetapi jika kau memberitahuku segala sesuatu yang kau tahu,
kita akan lebih lunak pada kalian berdua.
Dari awal.
Silahkan.
Jen, aku akan mencari tahu apa yang terjadi di sini.
Tapi mungkin kamu dapat melakukan yang lebih baik.
Aku sedang dalam perjalanan ke gedung olahraga.
Gedung olahraga yang akan ku kunjungi itu,
sekitar lima menit berkendara dari rumahku.
Dulu aku punya rutinitas,
Aku pergi ke sana pada pukul 06:30 pada hari Rabu dan Jumat.
Hai apa kabar?
Ya, Aku baik-baik saja.
Kamu ada waktu luang?
Aku tahu, akan ku katakan pada mereka!
Oke, ya.
Tentu, tunggu, tunggu.
Tolong!
Aku tidak tahu apa yang sudah aku lakukan!
Biarkan aku pergi!
Biarkan aku pergi!
Tidak, tidak, tidak, tidak!
Tidak, ku mohon!
Ku mohon, tidak, tidak, tidak
apa yang kau lakukan padaku.
Apa yang kau lakukan padaku, Aku tidak tahu apa yang sudah ku lakukan.
Ku mohon jangan sakiti, jangan sakiti aku.
Ku mohon.
Oh tidak, tidak!
Ku mohon, ku mohon biarkan aku pergi.
Kumohon, jangan.
Jangan, jangan, ku mohon.
Tidak, hentikan, hentikan.
Kau menyakitiku, Kau menyakitiku.
Ku mohon, ku mohon
Siapa orang itu?
Itu ayahku.
Bukankah dia bangga padamu.
Dia tidak pernah merasa begitu.
Apa maksudmu?
Ceritanya panjang.
Dia sama sekali tak terlihat sepertiku.
Dia tampak menakutkan.
Benar kan?
Dimana dia sekarang?
Aku menguburnya.
Kau rindu padanya.
Kamu tidak banyak berbicara.
Apa yang kau ingin aku katakan?
Kenapa aku disini?
Dengar, aku sudah mencoba mencari tahu.
Kau tidak melakukan apa-apa kepadaku.
Kamu datang, memberiku makan lalu pergi lagi.
Kamu tidak meminta tebusan?
Kenapa?
Kamu tahu orang tuaku orang yang baik
tapi mereka tidak kaya.
Aku tidak meminta uang tebusan.
Kalau begitu kau anggap aku semacam piala?
Tidak!
Lalu apa, apa yang harus ku lakukan di sini?
Apa yang kau inginkan dariku?
Karena, aku ingin kau ada di sini!
Mengapa?
Mengapa?
Karena
Aku hanya ingin ada seseorang untuk diajak bicara.
Tak adakah seseorang yang bisa kau ajak bicara?
Tidak.
Aku paham terlepas dari bagaimana rasa kesepianmu
tapi seharusnya kau tidak menculik seseorang dan menjaga mereka sebagai hewan peliharaan.
Aku penasaran.
Bagaimana saat kau bangun di pagi hari dan melihat wajahmu sendiri
di cermin.
Hmm?
Aku tak tahu.
Itu karena kau menyedihkan.
Kamu menyedihkan, kamu benar-benar menyedihkan.
Kamu benar-benar menyedihkan.
Hidup ini sudah diserahkan\ padamu dalam takdir.
Kau masih muda, Kamu cantik
dan kamu bisa mendapatkan apa pun yang kau inginkan,
hanya karena kamu menginginkannya.
Bukankah itu benar?
Jadi kau berpikir kalau aku mengizinkanmu untuk menilaiku
dan memanggilku bodoh, hanya karena kau bisa.
Uh?
Benar sekali, ingat aku sekarang.
Aku pikir kau melakukannya.
Aku terkejut kau bahkan akan mengingatku.
Itukah yang harus aku tulis?
Aku minta maaf.
Aku tidak ingin permintaan maafmu.
Lalu apa yang kau inginkan.
Perhatianmu.
Kamu benar-benar akan mendapatkannya, percayalah.
Apa yang ingin kamu dengar?
Apa pun yang kau ingin katakan padaku.
Bagaimana kalau namamu sebagai permulaan?
Jeremy.
Jeremy, ceritakan tentang ayahmu.
Kamu benar-benar ingin mendengar tentangnya, hmm?
Ceritakan tentang ayahmu.
Aku tidak tahu.
Terkadang dia bisa menjadi bajingan, kau tahu.
Tapi dia satu-satunya orang yang harus aku hormati.
Dia yang selalu memerintah.
Bahkan setelah ibuku meninggal dia tidak pernah merasa kehilangannya.
Aku belum pernah melihat ayah menangis.
Aku pikir dia tidak tahu bagaimana cara mengangis.
Dia hanya tahu dua emosi,
kemarahan dan kebanggaan.
Dibesarkan oleh tentara terbaik New York.
Dia memiliki suara yang bisa
membuat orang menjatuhkan apa yang mereka lakukan
dan berdiri untuk diperhatian.
Sebuah lengan yang bisa menjatuhkanmu.
Dia bukan orang jahat.
Dia sudah hancur.
Hancur?
Aku tahu kau tidak mengerti, Kau tidak mengerti.
Tidak, aku mengerti, aku mengerti.
Otakmu telah di cuci.
Kamu tidak mendengarkanku,
ini bukan sesuatu yang dia paksakan padaku untuk ku rasakan.
Inilah aku.
Jen, ia mengendalikanmu, dibius.
Yang menyiratkan kekuatan.
Tapi dia tidak seperti itu
karena ia berhenti membiusku setelah kejadian itu.
Karena ia sadar kalau ia sudah menguasaimu.
Tidak.
Tidak?
Tidak, Dia bahkan melepas ikatannya.
Biar aku menanyakan ini, apakah kamu bebas untuk pergi?
Maksudku, bukan seperti itu, dia hanya memberiku lebih banyak kebebasan.
Selamat pagi.
Ini.
Tidak, Aku bisa makan sesuatu yang lain?
Seperti apa?
Apakah kamu punya buah?
Aku biasanya tidak suka apel.
No comments yet. Be the first to leave one.