Pierwsze 200 wierszy.
Bersediakah kamu, Angela Nardino...
menerima Dean Cumanno sebagai suami yang sah...
dengan rasa cinta, hormat, dan bakti sampai ajal memisahkan kalian?
Aku bersedia.
Kau bahagia, sayang?
Aku sangat bahagia. Ini Indah, Dean.
Ini segalanya yang aku mau.
Benarkah?
Seperti syair lagu, "Yang terbaik belum tiba."
Bulan madu.
Oh, ada sisa roti di bibirmu...
Sepertinya kita sudah cukup berada di sini. Setuju?
Ayo, pergi.
Aku percaya sebuah tradisi dimana pria terbaik berdansa...
dengan pengantin cantik.
Pergi sana, Leo.
Dean, jangan kasar pada temanmu.
Aku ingin berdansa denganmu
Selamat, kawan. Dia cantik.
Aku suka dengan teman-temanmu.
Dia itu pelayan, sayang.
Wow.
Kau bahkan punya pelayan yang menawan.
Mari kita menari sekali lagi dengan pasangan mempelai kita.
Oh! Ha, ha, ha!
Kau masih gugup?
Tidak.
Dan aku berterimakasih karena kau mau menghormati kepercayaanku.
Aku sangat siap sekarang./ Terimakasih, Tuhan!
Aku siap melakukan...
sesuatu yang belum pernah dilakukan wanita sebelumnya.
Bagaimana dengan...
Oh.
Ini dia.
Oh, rasanya...
romantis.
Oh, astaga.
Seperti itulah cintaku padamu sayang.
Kau pasti mencitaiku...
dengan sangat.
Lepas bajuku, Dean.
Jangan main-main.
Aku tidak...
Tidak suka dengan kain ini.
Oh.
Angela?
Angela!
Oh, tidak.
Jangan perlakukan aku seperti ini, Angela.
Selamat datang kembali.
Oh, astaga.
Ada apa?
Malam yang tak terlalu buruk.
Oh, astaga. Kau bercanda?
Malam pertama kita?
Oh, aku istri yang buruk.
Tidak.
Tidak. Tidak. Tidak.
Organ tubuhku merasa kedinginan di bagian tertentu.
Oh--
Kau memiliki banyak waktu untuk melakukannya lain kali.
Dan aku akan memulainya sekarang.
Sungguh? Baiklah.
Oh!
Ohhh!
Oh, astaga, Aku pasti akan sakit.
Sebentar, sayang. Aku akan kembali.
Tidak. Tidak. Tidak. Tidak perlu buru-buru.
Jangan buru-buru.
Dengar, aku akan pergi ke kantor dulu...
sebelum kita pergi.
Jadi kau bisa bersih-bersih.
Aku beri kau ciuman perpisahan.
Tidak! Tidak. Tidak. Tidak. Tidak perlu.
Aku-- Aku sudah terlambat.
Kita bertemu satu jam, mungkin dua jam lagi.
Letakkan di sebelah sana.
Hei! Apa-apan ini?
Pengamanan yang bagus./ Maaf, bos.
Aku begadang semalam.
Tapi tak sebanding denganmu, kan?
Ya. Mobil Mercedes sudah siap?
Ya, ya, Kita tinggal...
Kita beri VIN, dan Wendy sedang mempersiapkan...
surat untuk kau tanda tangani.
Baiklah.
Itu hadiah pernikahan yang sangat bagus, bos.
Angela akan tergila-gila dengan hadiahnya.
Walaupun tidak segila tadi malam, kan?
Apa?
Apa dia memang layak untuk dinanti?
Ayolah.
Hei, hei, hei!
Kita sedang membicarakan istriku di sini.
Malam pertama itu sebuah rahasia.
Bukan untuk bahan bercandaan untuk orang gila seperti kalian.
Angela pasti sangat hebat di ranjang.
Jalannya sampai sempoyongan.
Kembali bekerja sana.
Sudah selesai pembicaraannya.
Oh! Selamat, Tn. C.
Kudengar acaranya sangat megah.
Aku sudah menyelesaikan persuratan mobilnya.
Terimakasih, Wendy.
Astaga.
Astaga.
Silahkan tanda tangan di sini dan...
di sini.
Apa terasa susah?
Apa?
Menikah.
Maksudku, aku belum merasakan perkawinan...
tapi aku mendengar ribuan cerita...
tentang mu dan wanita.
Iya.
Itu hanya masa lalu, Wendy.
Selamanya.
Terima kasih.
Sial.
Biar ku bantu kau.
Tn. Cumanno.
Maaf. Maaf, Wendy.
Maafkan aku, aku hanya merasa gila hari ini.
Aku tidak bisa. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa.
Aku sudah menikah, Wendy...
Aku sudah menikah. Aku tidak bisa.
Kau benar. Aku minta maaf.
Aku minta maaf.
Terserah.
Iya. Iya.
Astaga.
Terima kasih.
Apa kau merasa kedinginan?
Aku tidak apa-apa.
Pergi sana, aku sedang bekerja.
Sayang ini aku.
Sial. Keluar. Lewat tangga belakang.
Aku tidak bisa. Rambutku terjepit.
Apa?
Dean./ Sayang.
Ahh!/ Ha, hai.
Aku merasa baikan...
Aku tidak bisa menunggu...
apa yang sudah kita tunda.
Bagus. Bagus.
Kau tahu...
Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu.
Akan kutemui kau di luar, beberapa seks lagi.. saat lagi
Baiklah.
Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu, juga.
Kau terlihat cantik.
Ayolah.
Ayolah. Aduh.
Keluar. Tidak secepat itu.
Kau tidak disambut.
Bangun. Sedang kucoba.
Tak kusangka ternyata Mercedesnya...
Dean.
Sayang, sayang, ini semua tak seperti yang kau pikirkan.
Aku bersumpah rambutnya hanya tersangkut di retsletingku.
Aku tidak melakukan apa-apa.
Baru 17 jam kita menikah.
17 jam!
17 jam terbahagia dalam hidupku.
Kau baru saja menghilangkannya.
Angela, tunggu.
Dia terlihat...
cantik.
Klienku sudah mensetujui berdasarkan nasehatku...
untuk meminta uang perceraian dalam bentuk pembayaran langsung.
$300,000.
Dalam sehari?
Satu hari yang sangat trauma dan menyedihkan yang dialami klienku...
sangat menyerang kejiwaannya dan merugikan batinnya.
satu lagi, dia meminta mobil Mercedes itu.
Apa?
Omong kosong.
Baiklah, kita bisa saja membawa ke pengadilan...
jika menurutmu itu yang lebih baik.
Hal itu pasti akan merepotkan klienmu.
Apa itu, Tn. Cumanno?
Kepemilikan barang milik?
Berikan yang dia mau.
Aku tak percaya kau memakai pakaian abu-abu.
Aku dengan jelas mengatakan warna biru.
Tapi berhasil, benar kan?/ Kau beruntung.
Aku mahir.
Permisi.
Bisakah aku meminta bantuan?
Aku mencari rute jalan 40.
Jalan 40? Iya, kau sudah searah.
Di sini.
Apa? Di mana?
Sebelah sana. Lihat benda warna hitam itu...
dilingkari garis, laju mobil?
Bodoh sekali aku.
Maafkan aku.
Aku tidak tahu di mana tadi tempatnya.
Terima kasih banyak.
No comments yet. Be the first to leave one.