Kill It

Kill It (킬잇)

Pobierz napisy Indonesian

Informacje o wydaniu

Kill It E03 WEB-DL
Kill It E04 WEB-DL
Komentarz od Drafeir
VIU Retail.

Tagi

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Opublikowano: 2019-04-01
Pobrania: 187
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

"Semua tokoh, organisasi, lokasi, kasus, dan insiden"

"Dalam drama ini fiktif"

"Episode 3"

Hei, ke sini. Ke arah sini.

Lekas naikkan mereka ke ambulans.

Hyeon Jin.

Hei.

- Sudah menyisir tempat ini? - Sudah.

Dasar bedebah.

Jangan sampai ada yang keluar.

Apa ini?

Apa ini?

Kenapa mereka menggeliat di sini?

Maaf.

Banyak bandit yang terkapar di lantai atas.

Ya. Ya, sudah kubereskan.

Minta mereka kemari. Para bandit ini butuh pertolongan.

Ke sini. Naiklah.

Ya.

Dasar bandit.

Aku tahu kamu menyembunyikan pistol di belakangmu.

Lempar kemari dan angkat tanganmu.

Kurasa tanganku tidak akan menuruti kemauanku.

Tenang saja.

Tanganku akan lebih gesit.

Lebih gesit darimu.

Siapa kamu?

Perlihatkan wajahmu, jika tidak mau dituduh macam-macam.

Hyeon Jin.

Tugaskan beberapa polisi ke seberang apartemen.

Sisir setiap gedung secepatnya.

Sudah dua tahun aku menantikan ini.

Aku pun begitu.

"Toserba Urae"

"Toserba Urae"

Tenanglah.

Lihat ke arah sini.

Lihatlah.

Lihat ke arah sini.

Kamu baik-baik saja?

Kamu baik-baik saja.

Dia tidak apa-apa.

"Kill It"

Ini penangkapan sempurna yang jarang terjadi.

Karimov lolos. Penangkapannya tidak sempurna.

Semua bandara dan jalur laut ditutup. Dia pasti lekas tertangkap.

Pasti.

Siapa yang menyerang Sung Ho?

Anggota Geng Tunnel atau mafia?

Itu belum diketahui.

Tangkap dia. Jadi, kita akan tahu.

Makanlah ini.

Terima kasih. Ada petunjuk?

Kejadiannya di jalan belakang. Tidak ada CCTV di sana.

Kotak hitam ini kuambil dari mobil di dekat kecelakaan.

Perhatikan.

"Toserba Urae"

Dia menabrak dinding untuk menghindari anak-anak, bukan?

Ya. Jejak selipnya juga sudah kuperiksa.

Sudah meminta keterangan pengemudi mobilnya?

Karimov mencuri mobil itu,

kemudian ada orang lain yang ikut naik.

Orang itu.

Bagaimana dengan Karimov?

Kurasa dia kabur sebelum terekam kotak hitam.

Seseorang lari dari mobil yang mengebut.

Satu lagi membanting setir untuk menyelamatkan anak-anak.

Dia jelas bukan mafia.

Setuju, tapi dia juga bukan dari Geng Tunnel.

Mungkin dia berlagak menjadi pahlawan.

Sung Ho tidak mungkin melihat wajahnya, bukan?

Sung Ho, sebelum kamu pingsan,

ingat sesuatu tentang orang yang menyerangmu?

Misalnya, sarung tangan panjat tebing.

Kenapa kalian berbisik?

Katakan saja yang jelas!

Biarkan saja ini diberitakan,

dan kamu juga bisa diwawancarai. Seluruh dunia harus tahu

bahwa aku, Park Sung Ho, pingsan di TKP.

Maaf jika aku menyinggungmu.

Tidak.

Apa hakku untuk tersinggung?

Tidak. Aku yang salah

karena membiarkan tersangka lolos dan pingsan.

Aku gagal naik pangkat,

dan selalu dikalahkan orang lain.

Semuanya salahku, bukan?

Payah sekali. Aku tidak tahan lagi!

Payah sekali.

Astaga. Dia selalu mengungkit soal naik pangkat.

Dia menyiksa diri sendiri.

Aku akan menghiburnya.

Sung Ho!

"Phillip"

"Phillip"

"Kim Su Hyeon"

Apa itu?

Enyahlah!

Jangan tertawa.

Jangan tertawa.

Kenapa aku membeli ini untuk menyiksa diri?

Enyahlah!

Aku menyerah.

Gim ini tidak cocok untukku.

- Halo? - Di mana temanmu?

Siapa? Maksudmu siapa?

Temanmu yang membunuh bos kami di Busan dan melarikan diri.

Dia masih berada di Korea?

Ternyata dia masih di sini.

Memangnya aku temannya?

Apa kamu lupa aku membocorkan tempat persembunyiannya kepadamu?

Jangan berbelit-belit dan kirimkan alamatnya.

Mana kutahu? Aku kawanmu!

Sungguh? Kalau begitu, akan kubuat kamu mengingatnya.

Halo?

Dasar kurang ajar.

"Kim Su Hyeon"

- Halo? - Jalur penyelundupan Karimov.

Mana kutahu? Memangnya aku mafia?

Aku akan pergi sementara, ingatlah itu.

Omong-omong, semua ini salahmu!

Pembunuh macam apa kamu? Selalu tepergok.

Cari tahu jalur penyelundupannya. Kabari aku.

Halo?

Mereka selalu menutup telepon setelah bicara.

Memata-matai bahkan bukan keahlianku!

Dobrak saja pintunya.

Astaga.

Cari di dalam.

Apa ini? Siapa kalian?

Dengan baju serapi itu,

sedang apa kalian di rumahku?

Kamu gila?

Mau mati?

Kamu gila?

"Karimov"

Baik. Akan kusambungkan.

Halo.

Dari raut mukamu, kamu seperti menanggung beban dunia.

Kenapa? Aku melakukan kesalahan?

Wanita di lantai empat.

Bisakah kamu mengusirnya?

Kenapa tiba-tiba? Kamu tidak ingat peringatannya?

"Jika mau, kita bertemu di meja hijau."

Akan kutanggung biaya penaltinya.

Ada apa? Ada masalah?

Hanya tidak nyaman.

Jika kamu tidak nyaman, bagaimana jika kamu yang menyewanya?

Kita akan sama-sama untung.

- Naiklah. - Selalu saja menyuruhku naik.

"Barang bukti"

"Lee Yoon Seung"

- Ada petunjuk? - Belum.

Sung Ho bilang

dia sudah memeriksa semua video CCTV di Kepolisian Incheon,

tapi pelakunya seperti hantu.

Dia sama sekali tidak tersorot.

Tidak mungkin dia pergi ke tempat lain.

Semua anggotanya tertangkap dan bisnisnya hancur.

Dia pasti berada di tempat yang paling aman untuk menyelundup.

Ya. Pemeriksaan di pelabuhan sudah kuperkuat.

Fokus pada jalur air.

Dia tidak akan bisa memakai transportasi legal bersama korban.

Pasti ada satu jalur yang selama ini dilaluinya.

Selongsong pelurunya? Ada kabar dari forensik?

Belum ada.

- Baiklah. - Sampai jumpa.

Dia bukan anggota Geng Tunnel,

juga mafia.

Siapa dia?

"Nomor 88, Selamat Ulang Tahun"

Pak Seo.

Anda hebat telah meloloskan RUU itu.

Itu bukan apa-apa.

Partai kami hanya melayani negara.

Aku jadi tahu kenapa Bioteknologi penting bagi masa depan kita,

berkat kesempatan ini.

Berkat diloloskannya RUU itu,

saham Seahan FT Bio melonjak

ribuan won setiap detiknya.

Kemudian sahamnya masuk daftar saham berisiko.

Melihatnya saja aku merinding.

Pokoknya, selamat!

Aku tidak berbuat apa-apa.

Aku hanya mengumpulkan beberapa orangku.

Anda melakukan riset di rumah sakit

dan Anda membantu.

Itu suatu kehormatan.

Omong-omong, Pak,

mengenai insiden terkait Yoo Dae Heon,

Anda tidak merasa itu mencurigakan?

Tersangka sudah ditangkap.

Benar sekali.

Kim Jong Sik itu pecandu narkoba.

Pecandu narkoba mana yang suka mendaki gunung?

Gunung Bukin sulit didaki dengan pikiran jernih sekalipun.

Banyak yang menduga

tersangka yang ditangkap dijebak oleh pelaku sebenarnya

dan pelaku sebenarnya itu berada di tempat lain.

Pak Seo.

More Indonesian subtitles for Kill It

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left