Pierwsze 200 wierszy.
Terjemahan oleh Muhammad Khairul Septian
Terjemahan lirik oleh Kazelyrics Dimuat oleh Rizaidji
Khairul Septian Rizal Aidi Fahruji FB Page: Smilymadman
Tubuh.
Jiwa.
Roh.
Wahai pengembara yang hampir kehilangan Trinitas itu.
Akan kukabulkan janji seorang pendosa.
Ini, sudah dipastikan...
adalah kesempatan terakhirmu.
Apapun hasil dari pertarungan ini,
kau akan mati.
Jiwamu lelah,
terusir dari lingkaran reinkarnasi,
kau akan jatuh...
dalam kehampaan.
Walaupun begitu,
kau masih ingin berjuang demi akhir perjalananmu?
Ya.
Jadi inilah...
akhir dari perjalananku.
Kali ini pasti...
Dengan tanganku ini...
Akan kubunuh Raja ku.
Fate/Grand Order The Movie
Kerajaan Suci Meja Bundar Camelot Perjalanan; Tangan Perak
Wow...
Bagaimana, Fujimaru-kun? Mash?
Ini memang dibuat dari kayu,
tapi mesinnya jago, kan?
Kamu sedang semangat ya, Da Vinci-chan?
Oh tentunya!
Sampai saat ini, kita tidak pernah pergi bersama.
Ya!
Kami mengandalkanmu.
Oh!
Di sini Romani.
Kita langsung ke inti saja, ya.
Tolong bantuannya.
Sip.
Kalian saat ini berada di tahun 1273 M.
Tentara Salib Kesembilan ditumpas,
Gereja Katolik kehilangan pengaruhnya di Yerusalem.
Dinasti Mamluk, Kekaisaran Mongol, dan Kristen terpecah, ya.
Kemungkinan pemegang dari Cawan adalah salah satu dari Tentara Salib yang selamat.
Cawan Suci selalu berada pada mereka yang kalah.
Cawan Suci...
Tetapi,
apakah ini benar-benar Kerajaan Yerusalem?
Berdasarkan koordinatnya, benteng kotanya harusnya di sini, tapi...
Sepertinya... sesuatu telah terjadi.
Bukti kuatnya, adalah itu.
Kota?
Istana?
Berdasarkan desain arsitekturnya, itu sudah jelas bukan dari tanah ini.
Gawat!
Whoa!
Oh?
Aduh rusak!
Karena lompatan barusan, bagian ini jadi terlepas.
Begitu ya!
Atmosfer mananya diserap...
Inilah kenapa aku tak suka orang jenius!
Baik-baik saja, Senpai?
Biar aku saja yang lakukan.
Wow!
Hebat, Mash.
Oi!
Ini...
Bukanlah reruntuhan kuno...
Tak mungkin...
Keadaannya lebih buruk dari yang kukira.
Ayo bergegas.
Apakah kau Arash Kamangir?
Ya, begitulah mereka memanggilku.
Namaku Lucius.
Sungguh...
sebuah kehormatan bertemu dengan pahlawan hebat Persia sepertimu.
Begitu mudahnya kau percaya aku adalah Arash,
kau, Servant, ya?
Kudengar kau tahu sesuatu tentang Kota Suci.
Ya, tapi aku belum pernah masuk ke dalamnya.
Mau ini?
Tidak.
Di tempat ini, kau bisa temui berbagai macam orang.
Orang-orang yang sudah menyerah.
Orang-orang yang putus asa.
Orang-orang yang telah melupakan hari esok.
Kalau kau, yang mana ya?
Aura kematian...
Keinginan kuat untuk menghancurkan diri.
Itulah wajahmu.
Aku tidak menginginkan hal seperti itu.
Benarkah?
Karena beban yang berat,
bukankah hanya baru-baru ini kau mengangkat wajahmu?
Tak ada yang kau lihat selain kakimu.
Ngomong-ngomong, kenapa tertarik dengan Kota Suci?
Bagaimanapun, ada seseorang yang ingin kutemui.
Karena itu, aku ingin mengetahui segala hal tentang Kota Suci.
Kalau begitu, ayo kita mulai dari awal.
Para pengungsi ini...
Kau tahu mereka berasal dari mana?
Tidak.
Tanah Kanaan tertutupi oleh gurun sekitar setahun lalu.
Itu dikarenakan kemunculan dari Tentara Salib yang dipimpin Richard I.
Tentara Salib?
Kukira mereka sudah dihabisi.
Ya.
Mereka memperoleh Cawan Suci...
dan menggunakan kekuatan besarnya untuk membuat gurun tersebut.
Para pengungsi itulah hasilnya.
Tetapi mereka segera dihabisi,
oleh Raja Singa Arthur dan Kesatria Meja Bundarnya.
Setelah menghabisi Tentara Salib dan kota Yerusalem,
mereka membangun Kota Suci dalam waktu satu malam.
Pembicaraan kalian...
Apakah aku juga boleh ikutan dengar?
Kamu...?
Sang Jenius Besar, Leonardo Da Vinci.
Anggota dari Organisasi untuk Pelestarian Umat Manusia, Chaldea.
Chaldea?
Organisasi yang hadir untuk memperbaiki tempat kacau ini.
Sama seperti kalian, aku Servant.
Kalau begitu mantap deh.
Tapi, nona cantik sepertimu, sendirian?
Tak mungkin!
Masterku yang pemberani dan temannya ada di sini.
Master, ya?
Aku ingin bertemu dengannya.
Kami menduga bahwa kunci dari insiden ini berasal dari Kota Suci.
Bagaimana cara masuk ke dalamnya?
Yah, kurasa kau bakal tahu juga.
Di balik Gerbang Timur terdapat jalan masuk ke Kota Suci.
Kota Suci akan membuka gerbang untuk mengizinkan pengungsi masuk,
di saat malam bulan baru.
Seleksi Kudus...
akan dilaksanakan di malam ini.
Para pengunsi di sini menunggu datangnya hari itu.
Tetapi, tidak pernah ada yang kembali dari Kota Suci.
Tidak ada?
Ya.
Tidak ada yang tahu kenapa.
Berarti tidak ada seorangpun yang tahu bagian dalam Kota Suci.
Maaf tidak bisa membantu banyak.
Tidak.
Terima kasih.
Sudah mau pergi?
Aku juga ingin mendengar ceritamu.
Itu tidak ada hubungannya denganmu.
Rajaku...
Tolong, kasihanilah anak ini.
Sudah lima hari tidak makan.
- Tolong... - Maafkan aku.
Aku sedang buru-buru.
Tolong...
Jangan sentuh!
Apa kau baik-baik saja?
Terima kasih banyak.
Silahkan.
Maafkan kami.
Tak apa-apa. Aku paham.
Senpai!
Darimana saja?
Hei, Mash.
Aku mencarimu.
Anu... ada apa?
Tak ada.
Hei!
Sudah hampir sampai!
Cepat! Cepat!
Sini. Sini.
Jadi, Cawan Suci ada di tangan Raja Arthur?
Di situlah masalahnya.
Saat Raja Arthur mengambil alih Yerusalem,
Cawan Suci mungkin tak berada di sana.
Hmm, ini terdengar rumit.
Mengalahkan Raja Arthur tak begitu saja menyelesaikan ini.
Bukan hanya itu.
Berdasarkan rumor,
di daerah Barat,
ada yang disebut sebagai Raja Matahari membangun kerajaan di sana.
Jika Cawan Suci tak ada di Kota Suci, maka ada kemungkinan berada di sana.
Ya.
Pokoknya, aku berencana untuk menyelidiki Kota Suci sedikit lagi.
Siap!
Tetapi, jangan sampai ceroboh ya, Leonardo.
Aku tahu.
Seleksi Kudus?
Ya.
Kalau kau berhasil lolos di Seleksi Kudus bulanan itu,
kau bisa menjadi penduduk dari Kota Suci.
Kalau itu terjadi, kami bisa makan sepuasnya!
Rushd...
Desa kami...
mendapatkan murka Tuhan dan musnah.
Pada suatu hari,
pilar cahaya raksasa menembak dari langit.
Semuanya berubah jadi abu.
Bahkan di luar desa, tidak ada apa-apa selain gurun.
No comments yet. Be the first to leave one.