Pierwsze 200 wierszy.
IDFL™ SubsCrew Mempersembahkan
Penerjemah: AfidC2N
Penata Rias: AfidC2N
Sumber video oleh
E.R - mp33
Penyunting: AfidC2N
Selamat Menonton
Semuanya Bermula Saat Aku Bertemu Kamu
Semuanya Bermula Saat Aku Bertemu Kamu
Semuanya Bermula Saat Aku Bertemu Kamu
AfidC2N IDFL™ SubsCrew
Tokyo, Bulan Desember
Lomba karaoke?
Di malam Natal?
Aku harus kerja...
Karena itu aku tidak bisa ikut.
Mikami-senpai juga ikut?
Pacarnya ikut?
Beneran putus?
Tidak, tidak, tidak.
Nembak? Tentu saja tidak.
Meski mereka bilang begitu...
Beneran tidak bisa.
Kalau begitu aku kerja dulu.
Aku tutup dulu, dah.
Selamat pagi.
Pagi.
Itu kue baru?
Iya, hanya di saat Natal.
Mau nyicip?
Mau.
Baik.
Ini, silakan.
Selamat makan.
Enak!
Duh, sudah jam segini.
Mari kita berusaha.
Siap!
Desain sampul indeks
akan lebih bagus jika beraneka warna.
Jadi...
Kata siapa?
Pasar atau saham?
Ah... Anu... Itu...
Aku sudah memberitahu Bapak.
Bicaralah dengan jelas, pastikan sasarannya siapa.
Koreksi lagi.
Kami minta maaf.
Kami minta maaf.
Silakan.
Ya.
Itu, cucilah.
Baik.
Dan tolong pinjamkan DVD.
Film sedih.
Baik.
Lampu sinyal.
Nasu Shiobara seperti biasanya.
Aku suka
origami yang berwarna-warni.
Biru muda.
Penghapus rasa stroberi.
Genangan air.
Hamburger.
Apalagi kalau ada telur dadarnya.
Kereta sorong.
Aku pulang.
Selamat datang.
Main di genangan air lagi?
Permisi.
Iya.
Syukurlah-nyaa.
Hikae-san, kami sudah berusaha!
Sudah berusaha, tapi
belum menemukan Burung Kebahagiaan.
Chiruchiru-san tak apa.
Yang penting sudah berusaha.
Ya.
Hikae-san, kami harus ke mana?
Kali ini mungkin akan menjadi petualangan terakhir kalian.
Ke mana tujuannya?
Kuil sihir.
Kuil sihir?
Yamaguchi.
Iya?
Aku tidak suka pola ini.
Baik.
Dan manik-manik ini tidak sama dengan rancangannya.
Akan segera kuganti.
Aksesorisnya kuserahkan padamu.
Untuk gaun itu?
Tidak, semua gaun ini.
Baik. Terima kasih banyak.
11 hari lagi!!
Meski kita hanya sedikit.
Dan kita juga terlambat.
Kita harus menyelesaikannya sampai akhir pekan.
Semoga minggu depan kita bisa menyelesaikan interiornya.
Ini akan menjadi pekerjaan yang berat.
Mari selesaikan pasarnya,
agar warga mau kembali lagi ke daerah ini.
Mari kita berusaha.
Mohon bantuannya.
Mohon bantuannya juga.
Terima kasih banyak.
Terima kasih atas kerjasamanya.
Terima kasih atas kerjasamanya.
Iya?
Halo? Akan kukirim tiketnya.
Tiket?
Pertunjukan gaun pengantin.
Aku tidak tahu kapan pekerjaanku selesai.
Aku pun demikian.
Di malam Natal, bisa?
Aku tidak yakin.
Akan kukirim tiketnya.
Tidak usah.
Minggu depan aku ke Tokyo.
Sungguh?
Ya.
Apa?
Akan kubawakan merpati kebahagiaan padamu.
Hah?
Pagi ini aku melihat merpati putih.
Dan ternyata kau mau ke sini.
Kau melihatnya di mana?
Di kubah stasiun Tokyo.
Maksudnya?
Tidak tahu?
Hormat!
Laporan untuk jalur 101.
Kereta 253B dan 272B sudah siap.
Semuanya baik-baik saja.
Dimengerti.
Terima kasih
atas perhatiannya selama ini.
Sayang sekali.
Sangat disayangkan.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Terima kasih banyak.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Selamat datang.
Selamat datang.
Aku pulang.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Halo?
Pagi.
Pagi.
Dingin...
Cepatlah mandi.
Sudah.
Bohong.
Dingin banget.
Sendai sekarang sangat dingin, ya?
Mau pulang hari ini?
Ya.
Lama tidak ketemu.
Benarkah?
Tak terasa sudah tiga bulan.
Jangan keseringan nelpon.
Nelpon dan ketemuan itu beda, 'kan?
Ya.
Nanti pulang jam berapa?
Nanti kuberitahu kalau kerjaanku sudah selesai.
Kutunggu.
Ya. Dah.
Dah.
Mengerikan.
DVD pilihanmu lumayan juga.
Hari ini film apa?
Yang lucu dan parodi.
Baiklah.
Pertukaran Pegawai dan Perekrutan Anak-anak
Mari kita diskusikan
Silakan ke ruang guru di lantai pertama
Guru BK, Mukai-san.
Maaf merepotkan Anda.
Anu... Mengenai hal yang mendasar.
Setelah itu saya bicara dengan kepsek.
Pegawai kita sekarang memang sibuk.
Kami minta maaf.
Kami tidak bisa menemui Anda.
Maaf selalu merepotkan Anda.
Baik, saya tutup dulu.
Sensei.
Iya?
Malam Natal nanti
akankah Santa-san datang?
Dia akan datang.
Apa aku bisa menemuinya?
Hmm. Sepertinya tidak.
Kenapa?
Tak ada seorang pun yang melihat Santa-san.
40 tahun?
Toko ini sudah selama itu?
Ya.
Luar biasa.
Tak terasa.
Hei, lihatlah ini.
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.