Pierwsze 200 wierszy.
Serial drama ini fiksi, dan tempat, individu, organisasi, latar,
serta peristiwa yang digambarkan pada serial drama ini adalah karya fiksi.
Para aktor cilik direkam dalam kondisi aman
atas persetujuan dan kehadiran wali mereka.
Seoul Busters
Episode 19
Kita bukan pendaki profesional
dan di sini hujan deras.
Hujannya akan segera berhenti.
Aku melihat tanda "dilarang masuk".
- Tunggu. - Ada apa?
- Apa itu? - Apa maksudmu?
Bukankah itu orang?
Orang?
Apa-apaan...
Unit Gawat Darurat
Bagaimana kondisinya?
Luka tusuk dengan pendarahan hebat di perut.
- Tanda vitalnya? - Tak terdeteksi.
Ada pasien pendarahan!
- Aku pergi. - Tunggu sebentar.
Benar juga.
- Buka tasmu. - Baiklah.
Ini.
Minumlah sebelum pergi.
Baiklah.
- Ini enak. - Benarkah?
- Terima kasih. - Tolong lindungi ayahku.
Jejak kaki yang ditinggalkan di TKP
memainkan peran penting dalam pemecahan kasus.
Remaking of Crime
Sepasang sepatu usang yang ditemukan di rumah tersangka, Han,
memberi tahu kita lebih dari yang kita duga.
Tanah yang ditemukan di sol cocok...
Ada telepon untukmu, dari Jang Tansik.
- Anak baru itu, bukan? - Ya.
Analisis tanah...
Ada apa?
Apa?
Detektif Jung.
Detektif Jung.
Detektif Jung!
Detektif Jung!
Tidak!
Detektif Seo.
- Apa yang kau lakukan? - Lepaskan aku!
Itu bukan Detektif Jung.
- Bukan? - Itu orang lain.
Suara berisik apa ini?
Aku sedang mencoba tidur.
Jika kau berisik, pergilah ke sana!
Yang benar saja.
- Maafkan aku. - Maafkan aku.
Di mana Detektif Jung?
Dia sedang dioperasi.
Jung Junghwan. Di mana Jung Junghwan?
- Tansik. Minseo. - Detektif Moo.
- Di mana Junghwan? - Ayo keluar.
Kenapa kau menangis?
- Di mana dia? - Ayo.
Ruang Operasi
Istri Pak Jung?
Di mana istrinya?
Youngeun.
Aku istrinya.
Untungnya, operasi berjalan lancar.
Bisa saja jauh lebih buruk jika pisaunya menusuk lebih dalam
dan mengenai organnya,
- tapi itu tidak terjadi. - Baiklah.
Tapi pendarahannya parah.
Dia kehilangan banyak darah di TKP
dan belum sadar sampai sekarang.
Kami harus mengawasinya untuk saat ini.
Baiklah.
Pusat Medis Hyeju
Permisi.
Boleh aku minta rokok?
Maaf, ini yang terakhir.
Begitu, ya.
- Hei... - Ya?
Terima kasih.
Boleh pinjam pemantikmu juga?
Tentu. Ini.
Astaga.
Hei, kembalikan itu. Aku sedang tidak ingin bercanda.
Kau bilang akan berhenti merokok.
Ini yang terakhir.
Tapi nanti kau makin sulit berhenti.
Sialan!
Memang kenapa jika dia kepala?
Dia pikir aku lemah?
Benar. Dia menganggapmu apa?
Tapi aku yakin maksudnya baik.
Jangan diambil hati.
Lupakan saja. Aku akan berhenti.
Jika kau mau berhenti, mari pelajari keterampilan baru dan...
Aku takkan pernah berpasangan denganmu lagi. Tidak akan.
Alih-alih merokok, ayo makan daging perut.
Ada tempat baru di lingkungan ini.
- Aku juga sudah digaji. - Kembalikan saja.
Ayolah.
Berhentilah merokok agar kita bisa bekerja sama untuk waktu lama.
Berjanjilah lagi.
KANTOR POLISI SONGWON
Han Junho sudah ditangkap.
Kerja bagus.
Akan lebih baik jika kita menangkapnya sendiri,
tapi itu tidak penting.
Kasusnya sudah ditutup, jadi, lupakanlah sekarang.
Mari fokus menangkap bedebah yang menyerang Detektif Jung.
Siapa pun pelakunya, tangkap dia apa pun yang terjadi.
Beri tahu aku jika kau butuh sesuatu.
Baik, Pak.
- Detektif Jang. - Kapten.
Aku akan mengunjungi TKP tempat Detektif Jung diserang.
Tidak ada CCTV di sekitar sana, jadi, aku harus mencari saksi.
Aku akan bicara dengan para pendaki yang menemukannya.
Aku ingin tahu apa mereka sempat berpapasan dengan pelakunya.
Baiklah. Selain itu...
Ambil ini.
- Apa ini? - Melihat luka Detektif Jung,
senjatanya akan mirip dengan itu.
- Selidiki itu. - Baik, Pak.
Aku tahu.
Para bedebah itu.
Apa maksudmu?
Bukankah sudah jelas?
Jaringan pengelabuan suara itu pasti membalas Detektif Jung.
Berani sekali mereka menyerang detektif.
Akan kuhajar mereka semua.
Jangan langsung menyimpulkan. Mari terus menyelidiki.
Tidak perlu. Aku punya firasat!
Firasatmu mungkin salah.
Wawancarai para saksi dengan Detektif Jang dahulu.
Baik.
Tunggu aku, Detektif Moo!
Detektif Jung Junghwan
Seoul Busters
Hei, kau di sini.
Aku dengar soal Detektif Jung.
Dia baik-baik saja? Apa dia bisa selamat?
Keadaannya tidak baik.
Dia mungkin tidak akan selamat.
Itu mengerikan.
Tentang penyelidikan itu.
Seharusnya aku mengabarimu,
tapi keadaan sangat sibuk.
Maaf soal itu.
Tak perlu khawatir.
Terima kasih pengertiannya.
Omong-omong, kenapa kau ingin menemuiku?
Kau yakin pelakunya Han Junho?
Kenapa tidak?
Kami memeriksa riwayat panggilannya dan ada ponsel sekali pakai di rumahnya.
Kami juga menemukan sepatu yang cocok dengan jejak di TKP.
- Dia sudah mengaku? - Dia menyangkalnya,
tapi ini hanya masalah waktu.
Buktinya sangat kuat.
Aku masih bingung bagaimana mereka bisa bertemu.
Jung Hyunjoo bekerja di bar.
Dia mungkin melihatnya di sana.
Lalu dia mulai menguntitnya, meneleponnya, terobsesi,
dan saat situasi tidak berjalan sesuai kemauannya...
Kau pasti tahu kelanjutannya.
Kau tidak akan percaya apa yang kami temukan di ponselnya.
Dia juga menguntit gadis lain.
Gadis itu juga bisa berada dalam bahaya.
Aku yakin dia juga dalang di balik kasus Jaein.
Akan kupastikan dia mengaku.
Baiklah.
Aku ingin mendengar itu langsung darimu.
Terima kasih sudah datang.
Ini untukmu.
Untuk apa ini?
Aku harus keluar.
Kau sudah mau pergi?
- Ayo makan bersama. - Lain kali saja.
Kau mau ke mana?
Berbicara dengan Han Junho.
Kau mengenaliku?
Kita pernah bertemu, bukan?
Aku punya beberapa pertanyaan untukmu.
Kau membunuh Jung Hyunjoo, bukan?
Kenapa kau melakukannya?
Aku tidak melakukannya.
Tentu saja tidak.
Kau selalu bilang begitu.
"Aku tidak membunuhnya. Aku tidak tahu apa-apa.
Aku tidak melakukannya."
Aku bahkan tidak mengenalnya.
Kau menguntit wanita yang tidak kau kenal?
Hanya karena dia cantik dan kau menyukainya?
Seperti yang kau lakukan dengan Jaein?
Aku tidak melakukannya.
Kenapa tidak ada yang memercayaiku?
Aku tidak melakukannya.
Kau membunuh Jaein dan Jung Hyunjoo.
Kau ingin aku memercayai bedebah sepertimu?
Kubilang aku tidak melakukannya!
Aku tidak melakukannya.
No comments yet. Be the first to leave one.