Dear John

Dear John

Pobierz napisy Indonesian

Informacje o wydaniu

Dear John 2010 BRRip by Aldi Arman
Komentarz od ishlah

Tagi

brrip
Opublikowano: 2010-06-15
Pobrania: 119
Dla niesłyszących: Yes

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

Ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu.

Setelah aku tertembak...

...kau ingin tahu apa hal yang pertama kali melintas di pikiranku...

...sebelum aku tak sadarkan diri?

Koin.

Umurku 8 tahun saat aku mengikuti tur ke Perum Percetakan Uang AS.

Aku mendengarkan penjelasan pemandu mengenai proses pembuatan uang logam.

Bagaimana mereka membentuknya dari logam.

Bagaimana dibentuk bulat dan diukur bentuk ketebalannya.

Bagaimana di cap dan dibersihkan.

Dan bagaimana setiap kumpulan koin itu diperiksa per kepingnya.

Hanya untuk memastikan tak ada yang cacat dari uang logam itu.

Itulah yang terlintas di kepalaku.

Aku koin di Angkatan Darat AS.

Aku dicetak pada tahun 1980. Aku ditempa dengan baja.

Aku dicap dan dibersihkan.

Pelindung kepalaku dibentuk bulat dan tebal.

Tapi sekarang ada dua lubang kecil ditubuhku.

Aku tidak lagi dalam kondisi prima.

Ada hal lain yang ingin ku katakan padamu.

Tepat sebelum semuanya menjadi gelap...

...kau ingin tahu apa hal terakhir yang terlintas di kepalaku?

Kau.

Kenapa tidak? Karena banyak hal yang bisa kau lakukan.

Misalnya saja bermain tenis.

Wimbledon? Entahlah.

Aku akan pergi. Aku akan memandu acaranya. 6:30.

Dan kau dan aku bisa pergi pukul 10?

Oh, sial!/ Oh, tidak!

Oh, tidak, Randy, tidak!/ Maafkan aku.

Akan ku ambilkan. Maafkan aku.

Oke? Aku akan mengambilnya.

Seluruh hidupku ada di tas itu.

Akan ku ambil.

Dia dapat.

Bung. Aku baru mau mengambilnya.

Maksudku, terima kasih sudah melompat.

Ya, tak masalah.

Tapi, hei, berikan padaku saja.

Terima kasih banyak!

Siapa yang melompat dari dermaga yang tingginya 20 kaki?

Astaga. Kau penyelamat hidupku. Aku Savannah.

John./ John.

Pria pemberani. Tas ini sangat penting bagiku. Aku berhutang padamu.

Jangan kuatirkan itu.

Senang bertemu denganmu./ Sama-sama.

Semoga malammu indah.

Ya, terima kasih./ Aku sudah masuk ke air untuk mengambilnya.

Aku serius tadi ingin mengambilnya.

Sumpah aku tak mengikutimu. Aku cuma mau mengambil papan selancarku.

Kau tinggal disini?/ Ya, aku berasal dari tempat ini.

Hei, John, kau mau...? Rumahku ada di sebelah sana.

Kami sebenarnya mau kembali. Kau mau bergabung bersama kami?

Kami mengadakan pesta barbekyu.

Tak apa. Aku tak ingin mengganggu kalian semua. Ayahku sudah siapkan makan malam.

Baiklah.

Paling tidak aku bisa traktir kau bir sambil pulang.

Dimana?/ Sebelah sana.

MUSIM SEMI 2001.

Kau anggota militer?/ Ya.

Benarkah?

Bagian apa?

Tentara, Pasukan Khusus.

Oh, Pasukan Khusus. Itu mengesankan. Itu....

Apakah itu cincin dari Pasukan khusus yang diberikan? Apakah ada kalimat didalamnya?

Kelihatan bagus kau pakai.

Bukankah seharusnya kau memakai topi juga? Seperti topi Perancis, baret.

Apa itu namanya?/ Randy.

Aku cuma bercanda dengannya.

Kau harusnya tak bercanda dengan orang yang bisa membunuhmu dengan tangan kosong.

Orang kuat.

Hajar, tinju, kabur.

Begitu?

Aku akan mengambil bir.

Tentara. Senang bertemu.

Aku minta maaf untuknya. Sepertinya dia menyukaiku.

Ya, ku rasa dia juga menyukaimu.

Tidak, aku bukan tipenya. Dia hanya belum tahu.

Apa?

Ayolah, kurasa kau tipe wanita idaman semua orang.

Mengerti maksudku?

Apakah kau orang yang kuduga? Alan, Alan.

Hei, aku ingin kau kenalan dengan John. John, ini Alan.

Alan, senang bertemu denganmu./ Sapa dia.

Dia agak pemalu, benarkan?

Hei, dimana Ayahmu?

Disana./ Dua langkah di belakangnya, seperti biasa.

Maaf, dia seperti peluru kendali yang lepas setiap kali dia melihatmu.

Oh, hei, aku Tim./ John.

Maaf.

Senang bertemu denganmu.

Oh, kau Pasukan Khusus, ya?

Ya, Pak.

Kau ditempatkan di Fort Bragg?

Tidak, sebenarnya Jerman.

Oh, kau sedang cuti./ Benar, Pak.

Ku harap kau menikmati liburanmu.

Ya, kurasa begitu.

Maaf, aku tak bermaksud mengganggu. Senang bertemu denganmu.

Sama-sama./ Ayo, nak. Kita pergi.

Ayo.

Halo. Halo, John.

Halo, Alan.

Wow, itu sungguh luar biasa?/ Apanya?

Dia tak pernah bicara dengan siapapun. Hanya dengan keluarganya.

Dia bicara denganmu.

Ya, tapi aku sudah seperti keluarga. Aku mengenalnya sejak dia lahir.

Benarkah?

Kapan kau kembali?

Dua minggu lagi.

Pasti menakutkan dengan yang kau lakukan.

Kebanyakan membosankan. Kau tahu, rasa bosan yang lama.

Kadang-kadang menakutkan juga.

Bulan purnama malam ini.

Apakah kau menyadari betapa besar bulan itu saat naik?

Dan betapa kecilnya saat ia menggantung di langit.

Kau tahu, itu cuma perspektifmu saja.

Tak masalah dimana pun bulan itu berada di langit atau dimanapun kau berada...

...jika kau acungkan jempolmu keatas dan tutup salah satu matamu...

...bulan itu tak lebih besar dari jempolmu.

Dimana kau belajar itu?

Entahlah.

Di suatu tempat.

Kau baru menyalakan api.

Itu sangat mengesankan.

Sangat menarik.

Tapi kurasa kau tak bisa membuat hotdog.

Kurasa begitu.

Aku harus pulang sekarang.

Maaf. Ku harap kau tidak terkena masalah.

Kurasa aku sudah terlalu tua untuk dimarahi.

Ya.

Terima kasih.

Ya. Tidak, sama-sama.

Maukah kau melakukan ini lagi besok malam?

Malam besok masak ayam. Kurasa kau takkan mau mencicipinya.

Aku malah berharap mungkin kita biarkan orang lain yang memasak.

Makan diluar.

Oke./ Ya?

Jadi mungkin aku akan menjemputmu pukul 6?

Oke./ Baiklah.

Jadi sampai ketemu lagi.

Sampai ketemu lagi.

Ya. Segera.

Hei./ Hei, pak.

Kami sedang menuju ke kota untuk beli es krim. Kau butuh tumpangan?

Tidak, tidak, tak apa. Aku jalan kaki saja. Tak apa.

Yakin?

Baiklah. Terima kasih./ Ya.

Hei, Alan, geser lagi kemari.

Sini, Ayah buka sabuk pengamannya.

Jadi sudah berapa lama kau tinggal dikota ini?

Sudah jalan setahun.

Ya, kami sering ke pantai setiap akhir pekan...

...jadi akhirnya aku bisa meyakinkan isteriku ini hal paling masuk akal.

Dia tak mau ikut makan es krim?/ Siapa?

Oh, isteriku. Tidak.

Tidak, sebenarnya dia sedang liburan.

Domba putih, domba putih.

Agak sulit untuk melakukan perjalanan bersama-sama./ Domba putih.

Tak masalah. Kami berusaha menikmatinya.

Rumahku di sebelah kiri.

Hei, John.

Asal kau tahu saja, jika kau menyakiti Savannah...

...aku akan mematahkan sesuatu.

Sesuatu di kakimu. Sebagian tulang disana.

Oke.

Aku kenal Ayahnya dan dia berharap aku mengatakan hal semacam itu.

Hanya saja kedengaran lebih alami jika itu keluar dari mulutnya.

Itu terdengar biasa saja.

Itu terdengar baik.

Tidak, itu.../ Ya, benar.

Tidak./ Benar, terdengar baik.

Tidak. Tapi terima kasih.

Itu benar./ Menurutmu begitu?

Ya.

Oke.

Hei, jangan bunyikan klaksonnya. Ini sudah malam.

Selamat malam, John./ Selamat malam, Tim.

Terima kasih tumpangannya./ Ya, tak masalah.

Ayah, aku takkan makan malam di rumah.

Aku buatkan lasagna.

Aku tahu Ayah masak lasagna. Ini hari Minggu.

Boleh ku pinjam mobil?

Terima kasih.

Seafood disini enak./ Ya, aku tahu.

Aku sering makan disini./ Benarkah?

Kau yakin tak ingin pergi ketempat lain, yang menyenangkan?

Menyenangkan? Tidak, aku ingin ke tempat yang makanannya enak.

Oke.

Apa yang kau lakukan disini?

Ayolah, Steve. Ini sudah tiga tahun.

Aku tak ingin ada masalah disini.

Takkan ada masalah. Aku janji.

Baiklah.

Terima kasih.

Ada apa dengan orang diluar tadi?

Orang mana?/ Ada masalah apa dengannya?

Tak ada./ Benarkah?

Ya.

More Indonesian subtitles for Dear John

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left