Pierwsze 200 wierszy.
Sepertinya kau memanfaatkan Saet-byul untuk melupakan mantan pacarmu.
Itu membuatku merasa tak nyaman.
Apa?
Jika kau tak berniat memacarinya dengan serius,
tolong jangan membuatnya bingung.
Aku mengatakan ini kepadamu bukan menurut hatiku.
Ji-wook.
Kenapa kau mengatakan ini kepadaku?
Karena aku menyukai Saet-byul.
Apa yang kalian bicarakan?
- Ji-wook bilang,... - Apa terjadi sesuatu?
Tidak, semua baik-baik saja. Syutingnya akan segera dimulai.
Ayo, Pak Choi. Ayo.
Kami datang.
Ji-wook. Cepat. Kemarilah. Ayo perbaiki riasanmu.
Baiklah.
Pangeran Ji-wook datang. Cepat, ayo. Kita tak punya waktu.
- Pak Choi, ini. - Kita syuting seperti ini.
- Pegang ini dan tersenyumlah. - Baiklah.
- Kita akan mulai syutingnya. - Baik.
Untuk apa dia berdandan? Memangnya akan ada bedanya?
- Dia seorang artis, Pak Choi. - Terima kasih. Kau juga tampan.
Astaga. Ini membuatku malu.
Astaga, apa istimewanya memakai riasan?
Lagi pula, dia hanya manusia.
Akan kutunjukkan siapa yang tampan.
Halo, aku Choi Dae-hyun.
Dia bintang yang menangkap pencuri di toserba.
Pak Kang akan menjadi manajer toko selama 25 jam ke depan. Mari kita mulai!
Ayo, Star25!
- Ya! - Ji-wook! Kau tampan!
Lihat kemari!
Totalnya 15.800 won. Kau punya kartu anggota atau diskon?
Ini.
- Silakan menikmati. - Astaga!
Ini.
Ji-wook baru saja menyentuh ponselku!
Aku tak akan mengganti ponselku.
- Hei. - Aku tak bisa membantu hari ini.
Permisi.
Bisa tolong periksa ini?
- Cepat. - Astaga.
- Maafkan aku. - Maafkan aku.
Sial. Aku tak bisa menebak siapa manajer toserba ini, 'kan?
Maaf, aku akan memberimu yang baru.
Tidak apa-apa. Pindai yang ini saja.
Kami akan datang tiap hari jika kau mengelola toserba, Ji-wook.
Benarkah? Haruskah aku mengisi posisi manajer toko di sini?
- Iya! Iya! Iya! - Ya! Ide bagus!
- Ji-wook, bisa berfoto dengan kami? - Tentu.
Ji-wook, bisa berfoto di luar?
Kita akan berfoto di luar.
- Ya! - Ayo keluar.
Hei, ayo.
Totalnya 3.600 won.
Maafkan aku, tetapi aku akan datang lain kali. Maaf!
Aku juga! Tunggu!
Kang Ji-wook!
- Astaga! - Kita berfoto bersama!
- Apa ini? - Tonik herba.
Aku tahu kau gugup, tetapi kenapa kau membuat kesalahan?
Makanlah.
Astaga, baiklah.
Pak Choi, kau memakai riasan?
Tidak. Astaga, tidak mungkin.
Kau melakukannya untuk siapa?
- Riasanmu tampak jelas. - Hei!
Kulitku memang pucat.
Dia manis sekali.
Tidak ada yang aneh.
Apa? Ini...
Sial, di sini terlalu gelap.
Saet-byul, ada apa?
- Hei, apa masalahmu? - Apa maksudmu?
Jika mau bekerja, bekerjalah. Kenapa kau harus mempermalukan Pak Choi?
Kau sungguh akan menjadi manajer toko? Tidak, 'kan?
Ini untuk acara. Aku tak bisa hanya bekerja. Itu tak akan menghibur.
Kau merasa rendah diri dengan Pak Choi?
Karena dia lebih tampan darimu?
Kau pikir aku lebih jelek?
Tentu saja.
Becerminlah dan lihat dirimu. Kau bukan tandingan Pak Choi.
Hei!
Pak Choi gugup saat berada di depan kamera.
Dia berbeda dengan pria sepertimu yang hidupnya di depan kamera.
Kenapa kau sangat membela Pak Choi?
Benar, aku membela Pak Choi.
Pak Choi akan segera berusia 30 tahun.
Dia berbeda dengan kita. Kau pernah melihat kerutan di dahinya?
Itu sebabnya dia berponi. Kau mengerti?
Kuharap kau bisa lebih peka.
- Tapi... - Jangan membantah!
Apa-apaan...
Sialan kau, Saet-byul.
Geum-bi, bicaralah dengan ayah. Apa yang terjadi?
Aku baik-baik saja, Ayah.
Ayah, aku sangat menderita.
Halo?
Fire Volcano, apa yang terjadi?
Kau mengabaikan pekerjaanmu dan tak menjawab telepon.
Pak.
Hidup itu apa?
Geum-bi.
Ayah akan menuruti semua keinginanmu,
tapi tolong buka pintunya!
Han Dal-sik, kau sudah gila? Kenapa kau membicarakan kehidupan?
- Kau sungguh ingin dipecat? - Diam!
Kau sudah membayar itu?
Ya, aku membayarnya dengan uangku.
Di mana Pak Choi?
Astaga, kau tak pernah berhenti membicarakan dia.
Kau sangat menyukainya? Sepertinya dia tak terlalu menyukaimu.
Hei, kau salah besar.
Dia sangat menyukaiku.
Astaga, khayalanmu parah.
- Apa? Aku berkhayal? - Ya, benar.
- Dasar kau... - Makan saja ini.
Ini enak.
Ini enak.
[Sekarang masih jam kerja. Kenapa kau tak bekerja?]
Kenapa kau makan es lilin sambil bercanda dengan temanmu?
Apa yang kau lakukan?
Menurutmu apa? Aku sedang bicara dengannya.
Apa? Ini pembicaraan?
Jika kami bisa berkomunikasi, artinya berhasil.
Bagaimana kau bisa berkomunikasi seperti ini? Jangan bercanda.
Hei, itu berhasil untukku.
Astaga. Kau...
Apa itu tadi?
Dan ini?
Hei, aku datang tepat waktu.
Kau menungguku?
Ya, aku ingin pergi ke toserba bersamamu.
Kenapa?
Aku khawatir Dae-hyun mungkin membuat kesalahan.
Kita harus pergi dan menunjukkan dukungan.
Tidak usah. Bagaimana jika kita bertemu Yeon-joo?
Lalu kenapa? Itu toserba kita juga.
Aku tak melakukan kesalahan.
Ayo ke restoran babat dan mengintip.
Baiklah, terserah. Ayo ke restoran babat.
Ayo.
Lepaskan, aku kegerahan.
Ini dia.
Ini dibuat dengan bibimmyeon pedas
- toserba kami. - Toserba kami.
- Dan babat. - Dan babat dari restoran babat.
Ini resep spesial.
- Mi Shinseong. - Kami menyebutnya mi Shinseong.
Aku akan menunjukkan cara membuatnya mulai sekarang.
Tambahkan pada mi pedas dingin.
- Aku akan mencobanya. - Tentu.
Ini enak sekali.
- Ini sangat enak. - Benar.
Ini benar-benar
- resep yang luar biasa, 'kan? - Cut!
Cut.
Astaga.
- Hei. - Ya?
Kenapa kau menyebutkan restoran babat lain
padahal ini untuk mempromosikan toserba?
Aku hanya ingin berbagi kiat untuk pelangganku.
Benar. Kita juga punya produk yang terbuat dari babat.
Ya, memang. Harganya 6.000 won.
Itu sebabnya orang lebih suka membelinya di restoran babat.
Kau tak memikirkan orang yang menyuplai produk babat ke toserba?
Baik, produk babat yang sudah di dinginkan memang laris.
Namun, aku sedang membicarakan permintaan.
Sejujurnya, kita harus berterima kasih kepada pemilik restoran babat
yang menyediakan babat seharga 1.500 won.
Aku yakin pada akhirnya toserba kita akan diuntungkan
jika kita memperbaiki perekonomian lokal dengan saling membantu.
Tidak bisakah kau menjual satu makanan lagi dari rak?
Berhentilah membuat kesan.
- Pak Bae. - Apa?
Aku pemilik cabang ini.
Bukan bawahanmu dari kantor pusat.
Baiklah.
Hei, berhenti merekam. Hapus saja semuanya.
Berhentilah merekam. Matikan kamera.
Astaga, yang benar saja!
Kau sudah kelewatan, Tuan Kehabisan Napas.
Apa mulutmu itu penyiram kebun?
Lihat ini, air liurmu ada di seluruh mie Shinseong ini!
Aku sudah menduga ini saat melihatmu kehabisan napas.
Astaga.
Apa?
Hei, kita istirahat 10 menit.
- Keluar. - Ayo.
- Aku yakin dia malu! - Hei!
Apa?
- Bagus. - Apa?
- Bagus. - Benarkah?
Tentu saja.
- Usaha yang bagus. - Benarkah?
Makanlah.
Benarkah?
Hentikan syuting dan tunggu. Aku akan segera ke sana.
- Baiklah. - Ada apa?
Kurasa Pak Bae punya masalah dengan Dae-hyun.
No comments yet. Be the first to leave one.