Demon Eye

Demon Eye

Pobierz napisy Indonesian

Informacje o wydaniu

Demon Eye 2019 HDRip WEB-DL
Komentarz od mifae

Tagi

Web-DL
web-dl
hdrip
web
HDRip
WEB-DL
HD
Opublikowano: 2019-04-28
Pobrania: 44
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

Diterjemahkan oleh mifae :)

Halo?

Sadie, apa itu kau?

Ya.

Maaf.

Kau...

Kau tak pernah menjawab.

Bolehkah Ayah...

Bolehkah Ayah melihat wajahmu?

Tidak.

Ayah sangat merindukanmu, Sayang.

Kau menerima surat dan surel dari Ayah?

Ya, tapi tidak kubaca.

Kenapa?

Serius tidak tahu?

Ya.

Apa Ayah sendirian?

Ya.

Kenapa?

Apa itu?

Apa?

Suara itu.

Suranya seperti...

rantai besar di lantai.

Ayah?

Ayah?

Ayah?

Ayah harus pergi.

Tapi Ayah baru menghubungiku.

Ya.

Maaf, Sayang.

Ayah sangat menyayangimu.

Sadie?

Sadie?

Sial!

Jangan ganggu putriku!

Apa pun selain putriku!

Maaf.

Aku Dan.

John berikan kuncinya padaku.

Kau Sadie, kan?

Apa kau memindahkan barangnya?

Apa?

Karena keadaannya berbeda dengan saat ditinggalkan.

Polisi yang memeriksa barangnya.

Aku hanya menaruhnya kembali.

Semuanya lengkap.

Astaga. Kenapa kau tegang sekali?

Aku turut berduka atas John.

Tidak perlu. Dia bajingan.

Aku menyukainya.

Kau beruntung.

Untuk apa kamera itu?

Entahlah. Dia tak cerita.

Apa kau datang melamar kerja?

Apa?

Pekerjaan yang Ayahmu siapkan untukmu.

Maksudmu?

John berpikir

kau akan datang dan tinggal bersamanya.

Tidak.

Baiklah.

Sampai jumpa.

Tunggu.

Pekerjaan apa?

Fotografer.

Untuk surat kabar.

Tony Jones, Editor.

Jika kau tertarik, hubungi dia.

Sebentar.

Kuncinya?

Senang mengenalmu!

Bajingan.

Ayah?

Apa itu The Moors?

Itu tujuannya datang kemari?

Halo?

Hai. Aku Sadie Wright.

Aku ada janji dengan Tony.

Baik.

Jadi, kau putrinya John?

Itulah yang mereka katakan.

Kau orang Amerika?

Lahir di sini, besar di sana.

Kau tak mirip dengannya.

Terima kasih?

Hei.

Aku juga tak mirip Ayahku.

Dia berkulit hitam.

Jadi, kau fotografer?

Wartawan. Aku baru lulus.

Ya, dia sudah bilang.

Memohon agar aku memberimu pekerjaan.

Sungguh?

Ya.

Itu aneh.

Katanya kau akan datang

tapi dia keceplosan berkata...

kalian tak pernah bicara sejak kau masih kecil.

Astaga.

Nakal!

Kau merasa malu?

Kenapa?

Karena aku tahu kalian orang seperti apa.

Nah.

Apa rencana masa depanmu?

Kembali ke Amerika?

Entahlah.

Ibu tak suka aku tinggal di sana

jadi, kurasa itu bisa jadi alasan untuk tinggal di sini.

Bicaramu mirip Ayahmu.

Patuh para peraturan.

Kau bawa berkasmu?

Tanda pengenal, paspor.

Kami membutuhkannya untuk urus surat-surat.

Apa aku diterima bekerja?

Dengar.

Surat kabar ini hampir bangkrut.

Paling lama hanya enam bulan.

Jadi, kalau mau kerja jangka pendek, ini tempat yang pas.

Selain itu, aku berutang budi pada Ayahmu.

Dia wartawan yang sangat baik.

Berita liputannya menyelamatkan kami.

Kenapa dia bunuh diri?

Kau pasti tahu.

Dia tampak lelah dalam beberapa hari terakhir.

Mungkin kanker.

Pergilah ke kantor di lantai dasar.

Kau akan memulai dari sana.

Baiklah.

Sial!

Sudah kubilang kita akan ketahuan.

Sok pintar.

Tutup pintunya!

Apa maumu?

Aku rekan baru Dan.

Dia tak cerita mendapat rekan wanita.

Faye.

Sadie.

Kau orang Amerika.

Eksotis sekali.

Itulah aku.

Baik. Mungkin sebaiknya kita mulai bekerja.

Ya.

Sampai nanti.

Mejamu di sana.

Jadi, kau atasanku?

Ya.

Siapa pelacur itu?

Tunanganku.

Baiklah.

Halo?

Kau bergurau?

Tidak.

Tidak, dia sinting.

Baiklah.

Baik, aku akan mengajaknya.

Ya. Sampai jumpa.

Kau sedang apa?

Pemandangannya indah.

Dipenuhi oleh iblis.

Masa?

Pembaca kami bilang begitu.

Yang tersisa dari mereka.

- Sial. - Kenapa?

Baterainya habis.

Awal yang bagus.

Aku bawa cadangan di tas.

Jangan memotret!

Biar kutebak, Craig.

Kau melihat si Gadis Terbakar.

Memangnya kau belum pernah?

Baik. Apa yang mau kau ceritakan pada kami?

Aku tahu siapa pemilik Mata Iblis.

Jangan berikan aku omong kosong, Craig.

Pembacamu akan menyukai ini.

Bisa ceritakan padaku soal Mata Iblis?

Harus kukatakan padamu

bahwa kau akan tercengang.

Aku tahu lebih banyak dari yang kau bayangkan.

Maaf.

Katakan sekali lagi.

Kau sudah besar, Sayang.

Apa katamu?

Aku dan Ayahmu sudah kenal lama.

Kami biasa bicara pada hantu bersama-sama.

Lihatlah kalian berdua.

Kebetulan yang sempurna.

Ayahmu mengambil terlalu banyak dan membayarnya.

Akan kutunggu di mobil.

Dia bisa pergi ke tempat gelap. Kau ingat?

Apa maksudmu?

Dia menghancurkanmu, kan?

Astaga!

Sayang?

- Persetan denganmu. - Sadie!

Kami akan kembali lagi.

Kau masih melukai diri sendiri?

- Berengsek kau! - Sadie!

Berdarah menimbulkan rasa nyaman.

More Indonesian subtitles for Demon Eye

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left