Pierwsze 200 wierszy.
Diterjemahkan oleh apexLingga
Ji Yeon, mari kita mulai lagi dari awal.
- Apa yang kau lakukan adalah kekerasan! -Tujuan kita berdua sama.
Aku berbeda darimu.
Tidak mungkin kalau Ban Ji Yeon orang "Yang tercinta" itu!
Oh, Sunbae!
Tidak, Kenapa tidak dia lakukan tahun lalu!
- Brengsek. - Bajingan.
Jadi mulai sekarang, kau harus...
Apa yang akan kita lakukan? Dong Ah kelihatan sangat sedih. Dia biasanya tidak seperti itu, tapi...
Hari ini dia hanya minum tanpa banyak bicara.
Eun Chae, kau tidak boleh menyukai Dong Ha lebih dari teman.
Cinta sejati yang tulus menginginkan kebahagian untuk orang yang dicintainya
Hidup ini singkat. Jadi, kalau ada kata-kata yang kau pendam dalam hatimu,
Anggap saja ini kesempatan terakhirmu dan katakanlah hari ini.
Bisakah kau tidak usah kembali ke orang itu?
♥ Episode 9 ♥
Bisakah kau tidak usah kembali ke orang itu?
Cinta selalu membawa kita ke tempat lain.
Aduh, sialan. Ow, hei!
Lihatlah dirimu?!
Hei! Aku tidak bisa melihatnya.
- Aku tidak bisa melihat. - Aku harus mencari kunciku.
Itu yang paling penting, tapi aku tidak bisa melihat.
Omo!
Hei, yang benar saja... Hei, kau ingin mati?
Kadang-kadang, ini bisa menjadi surga,
Dan kadang-kadang, bisa menjadi neraka.
Ban Ddang Ja! (Ddang : beruntung) Oh, Ban Ddang Ja, tunggu sebentar.
- Makanlah sarapanmu, sedikit saja. - Aku tidak makan sarapan.
Ini bukan hanya sandwich biasa...
Ini sandwich spesial, ini dibuat oleh ahlinya.
Ini... Ah!
Kelamaan seperti itu.
- Wow, enak kan? - Itu benar-benar enak.
Aku dulu...
selalu laku keras menjual ini ketika aku kerja paruh waktu di depan SMA perempuan.
Ini, minum susunya.
Segar kan?
Mm... sangat lezat.
- Yang ini enak! - Ini, makan yang banyak.
Mm, kau menyukainya.
Apa kau ingin aku membungkusnya untuk bekalmu?
Kau kesini pagi sekali.
Oh, kenapa kau cepat sekali datang?
Aku harus menyelesaikan artikel.
- Apa kau suka kembali ke rumahmu? -Tentu saja.
Ketika aku ke kamar mandi, aku berhalusinasi suara Soo Cheol.
"Oh, Noonim! ayo cepatlah, Noonim!"
- Ketua Tim, aku... - Dong Ha...?
Apa ini? Kenapa kalian berdua cepat sekali kesini?
Oh, kau di sini.
Sunbae, kau tidak marah lagi kan tentang kemarin?
- Tentu saja, aku masih marah. - Aku sudah bilang aku tidak mau, tapi
Ketua Tim Byun memaksaku untuk foto paparazi Ketua Tim Ban dan Philip Noh.
Beraninya kau mengikutiku?
Berikan semua wawancara minggu ini pada Yoon Dong Ah.
Sunbae!
Wow! Young Sik sunbae, kau benar benar berani ya!
Bagaimana kau berpikir tentang mengikuti Ketua Tim... Jahatnya kau!
- Bagaimana denganmu, Dong Ha! - Berikan saja bahan wawancaranya.
Lihat ini, huh? Sudah 5 tahun aku bekerja pada Ji Yeon Sunbae,
tapi ini adalah pertama kalinya aku lihat dia tertawa seperti ini!
Aku pernah melihatnya! Berikan saja bahan untuk wawancaranya!
Aku ingin melakukan wawancara ini.
Aku sudah mengirim bahan untuk laporannya. Ya. aku pergi dari Korea minggu ini.
Tidak usah berterima kasih. Tolong terbitkan secepat mungkin.
Apa yang kau lakukan?
Aku datang karena ada sesuatu yang ketinggalan.
Anak yang selamat mengirimkan ini padamu. Kampanye Bantuan Afrika Timur.
- Tolong periksa. - Aku sudah bilang, kau dipecat.
Aku akan pergi setelah pameran.
Kau harus memutuskan jadwalmu berikutnya.
Itu bukan urusanmu.
Aku sudah mnghabiskan 6 tahun ini untuk bersamamu.
Jika bukan aku, siapa lagi yang peduli padamu?
Siapa lagi yang akan khawatir padamu selain aku? Ban Ji Yeon?
Dia tetap tidak kembali padamu walau dia sudah tahu kebenaranmu.
Kenapa kau mengorbankan karirmu untuk menunggunya.
- Dia bahkan tidak peduli padamu! - Hentikan!
Jangan bicara sembarangan.
Mereka tumbuh dengan baik padahal tidak ada orang di rumah.
Tidak sia sia aku ngomel padanya.
Apa dia menyuruh Tn. Yoon menyiramnya?
Gadis itu...
Astaga.
Dia mengganti kodenya lagi.
Ya, ini ibu. Kau mengganti kode rumahmu lagi?
Apa maksudmu? Aku baru membeli makanan dan mau mengantarkannya ke rumahmu.
Tidak, tidak! aku tidak beli banyak.
Apa maksudmu aku selalu membeli terlalu banyak?
Oh ya, pulanglah lebih cepat. Oh, tunggu, beritahu kodenya!
Sudah jelas meskipun jika aku tidak melihatnya. kau mungkin membeli barang seluruh toko.
Ketua Tim!
Ketua Tim Byun memberiku tugas wawancara.
- Benarkah? - Karena wawancara pertamaku. aku ingin melakukan yang terbaik.
Aku ingin dengar saran darimu, Ketua Tim Ban.
Sederhana, unik, lugas... seorang reporter harus punya ciri khas sendiri.
Kau juga harus punya ciri khasmu sendiri.
Ajukan pertanyaan secara khusus. Jangan mengajukan pertanyaan yang sudah jelas jawabannya.
Pertama, tanyakan apa yang orang ingin katakan, dan ajukan pertanyaan yang ingin dengar berikutnya.
Kau harus punya notebook kecil untuk dibawa.
Apa kau memberikan ini padaku? Jangan takut dan lakukan yang terbaik.
Terima kasih! Aku akan bekerja sangat keras.
Bukan sangat keras tapi lakukan dengan sangat baik.
Ya.
Sampai nanti.
Dia tidak tahu dia sedang menuju penderitaan...
Kencan yang disamarkan menjadi wawancara. Bagaimana menurutmu, Direktur?
Saling memandang dengan tatapan penuh cinta...
Bagaimana bisa kau menghina dan menyamarkan wawancara seperti itu??
Tidak, tidak... aku hanya ingin membuat artikel lebih seksi...
Apa kau pikir ini seksi? Ini benar benar sampah.
Di mana integritas dan kesetiakawanan sebagau reportermu? Kemana mereka semua??
- Ada apa dengan ekspresimu? Apa yang direktur katakan? - Tidak...
Dia selalu menyuruh pergi dan membuat masalah.
Aku sudah bilang kita jangan melakukan itu.
Aku sekarang bermasalah dengan Ji Yeon sunbae jadinya.
Diam! Aku tidak tahu harus bagaimana lagi.
Ban Ji Yeon.
Penyihir jahat yang bahkan menaklukan CEO.
Kau pulang.
Gantilah pakaianmu, kita makan ini sebelum dingin.
Apa semua ini? Siapa yang mau datang?
Gantilah pakaianmu dulu.
Meja itu akan segera roboh.
Apa yang terjadi?
Ibumu mengundang kami.
Aku menekan bel sebelumnya, dan ternyata ada Tuan Yong dirumah.
Aigoo, kenapa cuma berdiri disana? Duduklah dan makan sebelum jadi dingin.
Ibu, ambil ini.
Wow.
Ji Yeon ku telah berutang budi pada kalian selama ini.
Bagaimana bisa aku tidak terima kasih pada kalian?
Aku tidak tinggal secara gratis. Aku bayar bulanan... Aduh, ini sakit.
Tuan Yoon, Tuan Yong, cepat makanlah.
Makanan laut sangat segar, bahkan kaldunya saja akan menyegarkan.
Aku akan makan dengan lahap.
Noonim.
Astaga kau sangat cantik. Noonim tiba tiba keluar dari mulutku, Ibu.
Rasa makanan buatanmu persis dengan seleraku.
Makan yang banyak.
Terima kasih.
Ah, ha ha...
- Rumput laut? - Rumput laut.
Selamat Datang.
Apa ini pertama kalinya kau kesini?
Reporter Ban Ji Yeon merekomendasikanku kesini.
Omo, benarkah?
Bagaimana kau tahu Ji Yeon?
Aku CEO Trouble Maker.
Oh, begitu.
CEO kami...? huh!
Dia itu mata duitan dan keras kepala.
Aku sudah dengar banyak tentangmu...
Kalau kau orang yang baik.
Oh, Ketua Tim Ban itu...
Silakan duduk di sini.
Kau mau makan apa? Semua yang ada di menu buatan sendiri.
Ah, ya.
Apa kau menggoreng kue ikannya untuk dimasukkan ke sup?
CEO, kami memakai kue ikan rebus di restoran kami.
Meskipun yang digoreng rasanya sedikit lebih enak..
Kau harus meakai kue ikan yang direbus untuk mendapatkan rasa sup yang segar.
Benar!
Tolong beri aku itu.
Tidak apa-apa, benar-benar.
Aih, tidak apa. tidak apa.
Benarkah?
Pria yang seharusnya melakukan cuci piring.
Kalian berdua makanlah buah saja.
Apa ini tidak apa untuk tamu kami melakukan itu?
Tidak apa. Aku yang akan mencuci piring.
- Tidak, aku akan melakukannya. - Mari kita lakukan bersama-sama.
Yang bersih ya!
Ini banyak, ada banyak.
Bagaimana bisa dia sangat sempurna tanpa satupun kekurangan?
Kemarin kau bilang dia seperti orang miskin.
Itu sebelum aku tahu Yoon yang sebenarnya.
Dia juga makan dengan sangat baik. Dia akan membawa keberuntungan.
Si Woon hampir hampir tidak emenghabiskan nasinya.
Dong Ha masih muda jadi dia makan dengan lahap.
Bukankah dulu kau bilang kalau kau menyukai Si Woon karena sangat baik?
Kenapa kau mau berdebat denganku?
Bagaimanapun, sangat menyenangkan punya pria di rumah.
Aigoo Ibu harus pergi.
Kau sudah mau pulang?
Tidak enak aku berkumpul disini.
Diantara anak anak muda.
Bukan seperti itu.
Tuan Yoon dan Tuan Yong, aku mau pergi sekarang.
Kau sudah mau pulang?
Aku semakin mudah mengantuk karena sudah tua ini..
Aku akan memberikan ini ke restoran Na Rae.
Kautahu orang yang sedang menjalankan bisnis tidak banyak makan.
Aku juga harus pergi. aku ada janji dengan Yae Rim.
- Kau banyak lah istirahat dan bersantai. - Noonim, maksudku ibu.
Ayo pergi keluar bersama. aku mau mengantarmu keluar.
- Benarkah? -Ya. - Kedengarannya bagus.
- Dah. - Dah, ibu.
No comments yet. Be the first to leave one.