Pierwsze 136 wierszy.
Pergi!
- Pergi! - Pergi sekarang!
Menunduk! Jalan!
Ayo jalan! Cepat!
Minggir! Dia datang!
Apa-apaan itu?
- Kita pergi! - Hei!
Keluarkan aku dari sini!
Lari!
Menunduklah!
Lindungi aku, Bodoh!
- Di tangga darurat! Kau lihat? - Apa?
- Lihat ke atas, Bodoh. Lihat ke atap! - Menunduk!
- Awas! - Di atap!
Siapa pun kau, kita bisa bernegosiasi.
Jangan!
DUA BULAN SEBELUMNYA
TOKYO
Selamat datang di Bandara Narita, Tokyo.
Selamat malam.
Selamat malam.
Ya, hei
Kereta Cepat Narita akan berangkat menuju Shinjuku pukul 03.00.
Selanjutnya.
Hei.
Urusan bisnis atau liburan?
Ini pertanyaan bagus.
Saat kau mencintai pekerjaanmu, sulit menjawab pertanyaan itu, sungguh.
Tapi jika terpaksa memilih, liburan.
Tapi bukan liburan namanya jika tak ada perkelahian, bukan?
Pada intinya, begitulah ayahku pergi, jadi, aku sering berpikir,
"Bryce, akan jadi apa hidupmu,
andai kau tumbuh dalam lingkungan lebih stabil?"
Pernah berpikir begitu? Ya?
Tidak?
Ya, sepertinya kau dari keluarga bahagia.
Kita sudah tiba?
Baiklah.
Kau akan menunggu saat aku kembali?
Karena jujur,
aku sangat menikmati percakapan kita.
Timbal baliknya luar biasa. Aku tak mengenalmu,
jelas, tapi rasanya aku seperti mengenalmu, paham?
Mari bertemu lagi kapan-kapan! Lima bintang!
KEPITING SALJU GUNUNG 5.800 YEN
Pak Schouler?
Bukan, Bu. Tunggu, kita pakai nama asli atau nama samaran?
Entah. Siapa namamu?
Aku Bryce. Aku datang untuk membunuh orang demi bayaran.
Aku disuruh datang ke sini untuk mengambil beberapa hal.
Kau tahu, senjata, peluru, senjata lebih besar, peluru lebih besar.
- Baik. - Kalau begitu, kita berjalan.
Maaf soal tadi, aku hanya berusaha selalu jujur.
Kau tahu, itu bagian dari program yang kuikuti.
Aku tak bisa membicarakannya, ini anonim.
Kau direkomendasikan oleh Pak Salk. Dia sangat puas dengan pekerjaanmu.
Dia bilang kau bisa dipercaya.
Katanya kau yang terbaik.
Ayolah! Salkey tua mengatakan itu?
Itu sangat lucu, karena di luarnya,
aku yakin kau tahu ini, dia gembong pembunuh yang mengerikan.
Tapi aku suka dengar pujian orang. Terima kasih, kau sangat baik.
Semuanya sesuai pesanan.
Aku suka caramu membiarkan tempat ini.
Saat tugas ini selesai,
titik penjemputanmu adalah Bandara Kota Fukiyama,
sejam ke arah Selatan, dengan kereta.
Di sana, kau akan menerima sisa pembayaranmu.
Astaga, periksakan kondisimu.
Aku baik-baik saja.
Baiklah.
Ada pekerjaan besar besok dan aku benci bekerja jika sakit.
Biar kuberi tahu, kalian benar-benar pandai melayani pelanggan.
Lalu tak perlu memberi tip? Luar biasa.
Mau bersantai sebentar?
Mungkin kita bisa menonton TV, jika kau mau.
Aku bisa memesan film dewasa atau Love Actually , atau...
Lupakan, baiklah. Mereka sudah pergi.
Luar biasa. Kerja bagus, Bryce, kau bedebah.
Hei, kalian semua tertawa, tapi itu benar.
Aku pembunuh bayaran! Hei, lihat!
Aku bisa membunuh temanmu ini. Kau sanggup bayar, akan kulaksanakan.
Ya, aku sedang beruntung! Siapa yang mau bertaruh ginjal?
Ya, menarilah seolah tak ada yang melihat.
Masa bodoh, aku menari seolah semuanya melihat.
Lihat aku!
KEN TAKAHARA, PILIHAN TERBAIKMU PILIHAN BERARTI
AKSES NARATAMA, AKIKO YOKOHAMA
Selamat pagi.
Apa kabar? Hei! Teruskan kerja bagusmu.
Katakan, kau benar-benar ingin mengkritik tentara dan keluarga kerajaan
di satu pidato yang sama?
Beranilah, atau pulang saja.
- Astaga... - Selamat pagi, Paman.
Akiko, kau terlambat.
Halo, satu-satunya harapan Jepang?
Hentikan, aku pelayan masyarakat yang bersahaja dan aku belum menang.
Dan tampaknya tak akan pernah menang.
Siapa yang menulis bagian ini soal kenaikan pajak perusahaan 20 persen?
- Aku. - Tolong ingatkan aku
alasan kau kujadikan penulis pidatonya.
Karena aku luar biasa?
Opiniku menyenangkan dan berani. Jauh di lubuk hati,
itu membuatmu bersemangat sekaligus agak khawatir?
- Terdengar familier? - Tidak sama sekali.
Kau tak benar-benar kesal, bukan?
Kau sudah menguji kesabaranku selama 30 tahun.
Kenapa berhenti sekarang?
POLISI, LETNAN
KEDAI TEH
Jumlah pengintai di atap itu kurang banyak.
Barikadenya juga terlalu dekat dengan panggung.
Bagaimana menurutmu?
Menurutku aku benci mengawal kampanye politik.
Juga demonstrasi dan konser rok.
Aku akan bekerja. Mau cari posisi yang lebih baik?
Apa tujuanmu?
Menang Anugerah Polisi tahun ini?
Dengan kau sebagai rekanku? Aku bahkan tak perlu memimpikannya.
- Bapak-bapak, selamat pagi. - Terima kasih.
Terima kasih semuanya.
Kalian datang karena menginginkan perubahan.
Kalian ingin menolak sistem yang lama
dan para dalang korupnya.
- Hentikan! - Hentikan!
Menolak ekonomi yang hanya menguntungkan satu persen warganya!
Kenapa aku tak bisa ingat sandiku?
Apakah "ass"? "Assman"? Tidak.
"Assasinow".
Saat begini, aku berharap punya slogan.
Bagus!
Sekarang waktunya.
- Senjata! - Lantai 12!
Bukan, 15!
Banyak sekali tangga.
Mungkin ini alasan Oswald membunuh dari lantai enam.
No comments yet. Be the first to leave one.