Pierwsze 198 wierszy.
Malam ini kami akan ceritakan cerita tentang seorang wanita...
yang menghilang tanpa bekas.
Oh, ya, kalian perhatikan tanpa bekas nampaknya jenis bekas yang...
sangat berkontribusi untuk penghilangan?
Itulah, pastinya, itu sebuah fakta pengetahuan yang amat berguna.
Sekarang, jika kalian sepertinya tahu bagian-bagian dari cerita ini...
jangan kaget.
Ini familiar karena ini kelebihan dari ciri cerita ini.
Banyak, banyak orang mengadopsi kisah ini...
sangat menguntungkan juga.
Dua novel telah dibuat tentang kisah ini...
dan ini telah dijadikan sebuah film yang berjudul The Lady Vanishes.
Pernah secara mengejutkan dibuat oleh seseorang selain Alfred Hitchcock.
Ini juga dikisahkan oleh Alexander Woollcott dalam bukunya...
While Rome Burns.
Ini, menurut pihak sponsor kami, penceritaan seluruhnya yang terlalu singkat...
itu versi kami untuk cerita lama terkenal ini.
Sekarang, sebaiknya aku tidak menghalangi agar memungkinkan kalian bisa melihat lebih baik.
Bisa aku minta menghilang tanpa bekas sebentar, tolong?
Chyrus Collection
Berapa? Ini berapa?
Oh, ini.
Terima kasih, nona.
Selamat datang, nyonya. Selamat datang, nona.
Ibu tak bisa mengerti kenapa ibu merasa begitu lelah. Ibu sepenuhnya sehat di kapal.
Lima menit lagi, bu, lalu ibu bisa istirahat.
Aku takut kami tak bisa bicara Prancis.
Kau...Adakah di sini yang bisa bicara Inggris?
Maafkan aku, nona.
Aku tadi tanya apa anda sudah pesan kamar.
Kami sibuk sekali pada saat tertentu ini.
Oh, ya, kami pesan lewat telegram. Enam minggu lalu dari India.
- Winthrop. - Winthrop.
Maafkan aku.
Aku takut kami hanya bisa sediakan anda satu kamar daripada dua...
yang sudah kalian minta di telegram kalian.
Paris begitu ramai dengan pengunjung yang datang untuk melihat...
Pameran Dunia besar kami.
- Akan tetapi, kami bisa... - Ya, ya, terima kasih. Itu sudah cukup bagus.
Silakan.
Silakan, nyonya.
Ini kamar yang indah.
Dan lihat, bu, jam keemasan yang hampir mirip seperti milik kita di rumah.
Dan gorden beludrunya bagus sekali.
Dan itu ranjang klasik empat tiang.
Ya, sayang, ini kamar yang indah.
Ibu lelah, kan, sayang?
Tinggal istirahat di sini di kursi ini selagi aku siapkan ranjangnya.
- Izinkan aku, nona. - Terima kasih.
Sekarang, sayang, kita harus pastikan ibu tidur sebentar lagi.
Nanti, sayang. Ibu tanggalkan pakaiannya nanti.
Terima kasih karena datangnya begitu cepat.
Aku tepat di sini di hotel, demi kenyamanan para tamu.
Tapi katakan padaku...
kapan ibumu awal kali mengeluhkan merasa lelah?
Itu di kereta antar kota-pelabuhan ke Paris. Kami pikir mungkin itu karena kepanasan.
Dan kau bilang kalian datang dari India?
Ya, kami mampir untuk lihat Pameran dalam perjalanan kami pulang.
Dan sekarang, berhubung ibu merasa tidak begitu sehat, aku...
hampir-hampir berharap kami harusnya langsung pergi ke Inggris sebagai gantinya.
Maaf.
Hanya sedikit demam.
Dokter?
Dokter?
Kita ada masalah kecil.
Obat yang kuperlukan harus disiapkan...
dan aku takut kau takkan temukan toko obat buka begitu malam di malam hari.
Oleh karena itu, itu penting dapat kebutuhan-kebutuhan di tempat lain.
Sekarang, istriku, dia...
Dia sudah diberi izin oleh kepolisian untuk buat obat.
Jadi kau harus antarkan pesan padanya, nona...
lalu bawa obatnya kemari padaku.
Maafkan aku, tapi aku tak bisa tinggalkan hotel sekarang juga.
- Jadi kau harus naik kereta. - Tidak.
Nyonya benar. Jangan kereta buat gadis yang begitu muda.
Tapi aku punya. Aku akan minta kau dengan keretaku sendiri.
Kusir tahu jalannya, dia akan bawa kau ke sana lalu balik dengan selamat.
- Tak bisa kau suruh kurir? - Oh, tidak, nyonya.
Kurir tak bisa dipercaya karena seluruh warga kota tengah merayakan.
Maafkan aku kami tak punya fasilitas telepon di rumah kami...
jika punya, istriku bakal dengan senang hati bawakan padamu obatnya kemari.
Aku balik secepatnya, bu, ibu jangan khawatir.
Aku akan pastikan nyonya dijaga dengan baik selagi kau tak ada.
Sampai jumpa.
Kau keberatan tunggu di sini, nona, selagi aku siapkan semua obatnya?
Ini butuh sedikit waktu. Jadi, mohon bersabarlah.
Terima kasih.
Maafkan aku, nona, menunggunya lama.
Tapi kau tahu, obatnya harus disiapkan dengan ketelitian yang baik.
Ya, ya, terima kasih. Terima kasih. Sampai jumpa.
Aku harus buru-buru balik ke ibuku.
Ini butuh begitu lama. Ini hampir tengah malam.
Sampai jumpa, nona.
Bisa aku minta kunciku, tolong? Nomor 342.
Aku takut kau lupa. Aku tak bisa bicara Prancis.
Siapa nona yang ingin untuk ditemui?
Aku minta kunci. Kunci kamarku.
Tapi, namanya, tolong.
Winthrop. Nona Winthrop. Aku kemari dengan ibuku.
Winthrop.
Winthrop. Maafkan aku, nona, tapi...
seribu maaf, tapi aku sama sekali tidak...
mungkin nona keliru datang ke hotel yang salah.
Oh, ya ampun.
Ini hotel yang benar.
Aku mengingatnya.
Aku tahu kau.
Kau tak ingat, kami minta dua kamar sedang kau hanya punya satu?
Aku sudah tulis nama di buku registernya, tepat di situ.
Maafkan aku, nona, tapi lihatlah sendiri.
Nomor 342, Mr. Duchesne. Dia bersama kami sudah beberapa hari.
Kota ramai dengan pengunjung. Ada banyak kekeliruan.
Anda hanya keliru mengenali hotel anda.
Itu terjadi sering, nona.
Aku tidak keliru hotelnya. Aku ingat kau, aku tahu nomor kamarku.
Ibuku di atas sana sekarang. Dia sangat sakit dan aku harus ke sana menghampirinya.
Nona...
aku tak bisa izinkan anda.
Mr. Duchesne sudah istirahat lebih awal, dia sebaiknya jangan diganggu.
- Aku tak percaya kau. Aku tahu dia di sana. - Aku mohon, nona.
Itu porter di sebelah sana. Dia yang bawakan ke atas barang bawaan kami.
Nona muda ini ingin tahu apa kau ingat dia.
Tidak, aku belum pernah lihat dia sebelumnya.
Tapi kau pernah. Kau yang bawakan ke atas barang bawaan kami, baru tadi malam.
Tidak, nona.
Dokter.
Dia suruh aku ambil obat ini. Dia akan beritahumu. Dia kemungkinan sama ibuku saat ini.
Maafkan aku, nona, tapi dokter tidak di sini.
Dia takkan balik sampai pagi.
Aku tak bisa percaya, dia suruh aku ambil obatnya lalu setelah itu...
sudah pergi sebelum aku kembali membawa obat ini.
Nona, aku mohon ke anda. Pikir.
Itu tidak mungkin anda di hotel yang benar.
Pelayan. Mana pelayannya?
Dia akan beritahumu. Dia akan ingat, aku yakin.
Nona...
kami dengan senang hati akan sediakan anda kamar buat semalam.
Bukankah anda pikir harusnya menunggu sampai pagi, setelah itu...
mungkin berusaha mengingat dari hotel mana anda pergi?
- Waktu selarut malam ini... - Aku pastinya tidak...
Aku harus temukan ibuku. Dia sakit.
Itu tidak mungkin untuk menunda sampai pagi.
Selamat malam.
Kau ingat, di kamar 342...
waktu kau taruh topi ibuku lalu bertanya apa ada yang lain yang...
342?
Ada tuan di 342. Mr. Duchesne.
Kau tak ingat aku?
- Ibuku sakit. - Maafkan aku, nona.
Nona, perkenankan aku antar anda ke kamar.
Di sana anda bisa tenangkan diri...
dan mungkin besok paginya anda bisa ingat kembali.
Apa yang harus kulakukan?
- Ibuku mana? - Dia jelas akan temukan anda, nona.
Sementara itu, nomor 254 itu kamar yang sangat nyaman.
Menurutmu aku bisa tidur, tidak mengetahui apa yang terjadi pada ibuku?
Nona harus sadar ingatan anda keliru.
Akan tetapi, bila anda ingin pergi untuk tanya di hotel-hotel lain...
Tapi ini hotelnya.
Mungkin kau benar.
Aku sudah lelah sekali.
Aku harusnya tidur lalu berpikir.
Pasti ada sebuah penjelasan.
Pastinya, nona. Tentu saja ada.
Waktu anda selesai istirahat, anda bisa berpikir dan mengungkapkan kebenaran pada diri anda sendiri.
Silakan duluan, nona.
Sekarang, nona, anda harus tidur sekarang juga.
Anda bakal merasa jauh lebih baikan besok pagi.
Mungkin.
Selamat malam, nona.
Sebaiknya anda istirahat sekarang.
Ya, terima kasih. Selamat malam.
Selamat malam.
Apa yang terjadi? Apa yang mungkin telah terjadi?
Ibuku mana?
Aku tahu ini hotel yang benar. Aku ingat semua orang itu.
Semua, tapi dokter itu...Aku sudah tulis nama di buku register.
Harus ada sebuah penjelasan.
- Aku tak akan gila? - Tidak, pastinya tidak, nona Winthrop.
Seperti kau bilang, pasti ada sebuah penjelasan.
- Aku jelas ingat semua orang itu... - Mungkin...
yang sekarang memilih menyangkal mereka tak pernah melihatku sebelumnya.
Aku takut. Aku harus dapat bantuan.
Kedutaan akan membantumu, tentu saja.
Menurutku hal terbaik untuk dilakukan itu menghubungi kerabatmu di Inggris...
- lalu mengatur... - Aku tak mau tinggalkan Paris tanpa ibuku.
Sayangku, nona Winthrop, apa alasan memungkinkan...
orang-orang di Hotel Madeleine punya konspirasi seperti itu?
Aku pastinya sangat ingin tahu itu juga, Sir Everett.
Ya, begitu.
Tentu saja kau benar sekali memanggilku kemari, Farnham, tapi...
Kupikir...
kupikir kau bisa atasi situasi ini sendiri.
- Ya. - Kau ada di tangan orang yang tepat, nona Winthrop.
Mr. Farnham akan bantu kau dengan segala cara yang memungkinkan, dan...
sampai jumpa.
Dia pikir aku tak waras.
Mr. Farnham, kau percaya satu hal yang kubilang padamu?
No comments yet. Be the first to leave one.