Pierwsze 200 wierszy.
Aku tak peduli dengan belaian Varinius padamu.
Begitupun aku.
Gadis itu, Naevia.
Apa yg dia katakan? Mati.
Dia tahu Naevia masih hidup. Dan menderita di penambangan.
Aku akan pergi dgn Crixus. Dan membebaskannya.
Aku akan berangkat ke Vesuvius
Siapapun yang ingin selamat. Ikutlah denganku. Varinius yg terhormat!
Aku memohon maaf.
Prajuritku sedang melaksanakan tugas mulia!
Masuk ke penambangan, cepat!
Saat ini....mereka sedang memburu Spartacus!
Kau aman... Crixus?
Bawa Naevia ketempat yang aman!
SPARTACUS "PEMBALASAN"
"TANGAN KOSONG"
Penterjemah : -- Ikang (KLEBENGAN) -- Resynced for BluRay by: enjumpz
Naevia!
Jangan lari!
Sisir ke kiri!
Biar kuurus dia!
Kau membuatku berlari. Aku benci berlari.
Akan kukubur Tychos. Menjauhkannya dari tangan orang Romawi.
Ada lagi yg datang.
Benar!
Kita tak punya waktu. Itu tak penting.
Kita semua pasti akan menyusulnya.
Spartacus harus dihabisi.
Bukankah itu tujuanku ada di Capua?
Itu bukan alasan.
Ketidakhadiran anak buahmu merupakan penghinaan bagi Varinius.
Negara akan menanggung akibat yg lebih besar jika aku membatalkannya.
Seppius telah mencari mereka selama berbulan-bulan.
Bagaimana kau tahu dia akan mendatangai penambangan di Lucania?
Karena dewa telah menunjukkannya melalui hambanya yang sederhana.
Lucretia?
Tindakanku berdasarkan petunjuk darinya.
Kalau begitu kau tak bisa disalahkan.
Aku harap begitu. Kalau tidak, itu artinya bertindak karena bisikan dari wanita gila.
Kita sudah pernah membahasnya, Ilithyia.
Setidaknya melalui niatnya.
Mari kita buat sedikit perayaan.
Di sini. Sebagai bentuk penghormatan.
Ide yang bagus. Bisa diterima?
Akan sangat menghina jika aku menolaknya.
Aku tersanjung. Justru aku yang merasa demikian.
Aku cuma ingin membantu.
Dengan memberikan pesta untuk keparat itu di rumah kita?
Rumah kita Roma, Gaius. Dan ingin secepatnya pulang.
Dengan dukungan Varinius kau bisa mendapatkan tentara Seppius.
Sekarang kita harus menjilatnya.
Jika Marcus berhasil menangkap Spartacus seperti yg Lucretia....
Kau menganggapnya terlalu tinggi. Dia akan membuat kita terjerembab lagi.
Lucretia telah menunjukkan dia memang sangat berharga.
Aku berharap istriku juga demikian.
Spartacus.
Dia harus istirahat. Dia harus terus berlari.
Memangnya sekuat apa kau bisa berlari, setelah berbulan-bulan ada di tempat seperti itu?
Bukan hanya dia yg butuh istirahat
Dia sangat kecapaian.
Cari tempat tinggi yang terlindungi.
Supaya kita bisa lebih baik dalam bertahan.
Kalian masih sanggup berjalan sedikit lagi?. Dia pasti bisa.
Ayo.
Dia semakin membebani saja.
Inilah saatnya meringankannya. Aku sudah berjanji pada Crixus.
Gadis itu adalah belahan jiwanya.
Kau ingin menambah deritanya? Crixus sudah mati.
Aku tak peduli dengan gadis itu meskipun dia mati.
Kita ke Vesuvius, bergabung dengan Agron. Kita semua.
Jika bicara seperti itu lagi. Akulah yg patut kau khawatirkan daripada tentara Romawi.
Tychos. Salah satu Gladiator rendahan.
Biar jadi peringatan. Bahwa Romawi tak bisa diremehkan.
Jumlah mereka sudah berkurang.
Tapi tetap sulit menangkap mereka.
Jumlah kita masih banyak.
Mereka adalah para gladiator.
Sebanyak apapun orangmu tetap akan kewalahan melawan satu....
Prajurit Romawi terbiasa dengan kematian dan tahu bagaimana mengatasinya.
Jangan samakan mereka dengan budak rendahan.
Budaknya benar. Tapi jauh dari budak biasa.
Jika mengandalkan prajurit biasa maka yang akan tewas semakin banyak.
Prajuritmu terlalu sedikit untuk hutan seluas ini.
Perintahkan satu orang untuk minta bala bantuan...
Beritahu semua pasukan. Kita takkan beristirahat.
Perintahkan...
Selesaikan tugas kita atas nama Gaius Claudius Glaber.
Kalau sampai melampui wewenangmu, akan kutusuk punggungmu.
Varinius orang yg sangat terhormat.
Pastikan cangkirnya selalu penuh dan kebutuhannya terpenuhi.
Paham? Ya, Domina.
Mandi dan siapkan diri kalian.
Seppia. Maaf, aku tak mengetahui kedatanganmu.
Tak perlu. Aku kemari meminta petunjuk dari Lucretia.
Pasti bukan keinginan yang biasa saja.
Perkataanmu telah mempengaruhinya. Perkataanku?
Kau selalu membanggakan mulianya ikatan pernikahan.
Yang tua dan berpengalaman membuktikan dia lebih tahu daripada anak bau kencur.
Kau telah menemukan suami secepat ini?
Jika dewa memang menghendakinya. Aku akan memohonkan itu untukmu.
Dengan restunya, Varinius bisa jadi milikmu.
Varinius?
Bukankah dia tampan dan gagah?
Pria yang diidamkan semua wanita!
Semua pasti akan iri padanya.
Aku harus bersiap untuk pestanya.
Akan aku buat dia terpesona dan bertekuk lutut padaku.
Kau membuatnya terkesan padamu.
Begitupu dirimu.
Tak perlu lagi mendatangi Delphi (Gunung Peramal).
Bagi yg membutuhkan petunjuk hanya perlu mendatangi sang Peramal Capua.
Aku hanya hambanya yg menjadi perantara kehendaknya.
Dan Seppia akan merasakan kegetiran malam ini.
Varinius adalah seorang pejabat tinggi.
Seperti halnya suamimu.
Karir Varinius melesat dan tak segera akan mendapatkan gelar itu.
Calon istrinya haruslah wanita terhormat dan berwatak tenang.
Tak mungkin ada di dalam diri gadis kecil yang manja.
Kau ingin aku memohon pada dewa menjodohkannya dengan yang lain?
Seseorang yg lebih dekat...
Seekor Ayam jantan lebih cocok untuknya.
Tapi suami dan ayahmu berfikir sebaliknya.
Jika Marcus gagal menangkap Spartacus, kau hrs tunjukkan dirimu sebenarnya.
Bejana kosong dan hampa dari ramalan apapun
Berdandanlah untuk malam ini.
Suamiku pasti akan memamerkanmu seperti binantang piaraannya.
Kepercayaan dari suamimu adalah berkah.
Begitu juga dirimu.
Bariskan mereka.
Aku telah membayar kepercayaan itu.
Keberadaan Spartacus tepat seperti yg kuperkirakan.
Yang mulia.
Hanya ini yg bisa tertangkap? Ada bnyak yg tewas di penambangan.
Pria Gaul-mu itu akhirnya kembali padamu.
Di mana Spartacus?
Dia lari ke hutan dengan beberapa budak.
Marcus mengejar mereka.
Kabari aku segera jika dia terdeteksi.
Bawa ke sel. Cepat!
Bahkan dengan petunjuk dari dewamu....
Dia tetap gagal.
Mereka telah memastikan Spartacus ada diantaranya.
Para dewa... Ocehanmu menjadi omong kosong.
Apa Naevia tdk ada di penambangan, seperti yg kuramalkan?
Dan siapa yang menempatkan dia di sana?
Juno (Dewi Peramal Romawi)?
Atau istri sang Lanista, hambanya hinanya?
Semua ramalanmu beraroma busuk.
Oenomaus... Ditangkap oleh anak buahmu mendiang suamimu.
Penjilat yang membuka boroknya sendiri.
Aku penasaran apakah dia juga yang mengobatinya.
Jangan mengira aku orang bodoh, seperti suami dan ayahku.
Kita punya urusan yg belum terselesaikan.
Dan aku ingin segera menyelesaikannya.
Masuk!
Kembali ke kandang kotoran ini.
Aku sudah terbiasa dengannya. Kita sudah tahu risikonya.
Persetan dengan itu dan orang Romawi keparat itu.
Aku akan tetap bersamamu hingga mati. Begitu juga aku.
Ikatan persaudaraan.
Dia akan terus hidup di tempat ini.
Oenomaus!
Apa yg terjadi? Kenapa kau ada di sini?
Salahku. Membawaku bersatu lagi dengan kawan2 lama.
Aku salah mengajak mereka pada perjalanan yg berisiko ini.
Naevia masih hidup.
Kami membebaskannya dari penambangan.
Cinta.
Kau terjerembab karena cinta.
Dia belahan jiwaku.
Dia seorang wanita.
Ciptaan termulia yang pernah ada.
Mereka hidup demi orang yang mempercayainya.
Dia hidup. Itu yang terpenting.
Kau aman sekarang.
Kau aman.
Kau tak tidur?
Aku tak ingin lagi ada yg mati.
Dewa sekalipun tak bisa menjaminnya.
Pikiran yang akan menghantui hingga kematian tiba.
Naevia.
Liscus!
Nasir!
Dia mengorbankan dirinya untukku.
Dan Aku berhutang nyawa padanya.
Kau benar.
Pedangku menjadi lebih ringan
Pada setiap orang Roma yang kuhabisi.
Pertunjukan luar biasa!
Padahal rumah ini nyaris telah menjadi pekuburan.
Seakan tak pernah ada horor yg pernah terjadi di tempat ini.
Kenangan itu akan segera terlupakan. Jangan pernah memikirkannya lagi.
Sudah lama aku menantikan itu.
Mari mempercepatnya dengan persembahan anggur kepada para dewa.
Aku khawatir Mercato akan tenggelam dalam gelasnya sendiri.
Dan melupakan tujuan kita kemari.
Aku tak pernah bersenang2 sendirian.
Mari.
Aku ingin menguji nyalimu itu. Begitu juga milikku!
Tak pernah kuliat Gallienus sebahagia ini.
No comments yet. Be the first to leave one.