Pierwsze 185 wierszy.
- Mengapa kalian terlambat? - Kau siap?
Dia tertidur, apa yang ingin kalian lakukan?
Kita lakukan saja sebelum dia bangun!
- Biarkan aku menjauh dulu. - Baiklah, dia mungkin bangun.
Boy!
Kita ada di mana?
Jangan khawatir.
- Boy, sekarang apa? - Aku mau pulang!
- Apa pun yang akan kita lakukan, lakukan saja! - Aku tidak tahu!
Tolong!
Tolong!
Tolong!
Tolong!
Tolong!
The Commitment
Bangkok, masa sekarang
Suara apa itu?
Tenang saja, May!
Tenang.
Ayo kita ke atas.
Apa itu?
Pin, hati-hati, di sini gelap.
May, kau hati-hati, perhatikan langkahmu.
- Tenanglah sedikit. - Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Tidak ada apa-apa.
Ayo... Ayo... Ayo!
Di mana kita bisa menemukan kamar?
Dingin sekali di sini!
Hei teman-teman, jangan berjalan terlalu cepat!
Gelap sekali!
Tunggu aku!
- Mengapa tanganmu dingin sekali, May? - Diamlah!
Suhu dingin ini membuatku takut.
Hei, Opal! Kau menganggap dirimu berani, mengapa kau gemetar? Kau menemukan hantu?
Kau sama saja, kau juga lari!
- Ayo kita pergi. - Tunggu! Kita belum membuat permintaan.
Moss, kau bilang kau tahu tempat yang bagus.
Jadi, mengapa kita tidak membuat permintaan kita?
Kau tidak takut kan, Moss yang pemberani?
Atau apakah kau harus datang bersama ibumu di siang hari?
Jujur saja, aku tidak benar-benar ingin membuat permintaan.
Pin, bagaimana menurutmu?
Terserah! Sebaiknya cepat.
Kalau begitu ikuti aku!
DILARANG MASUK
Datang ke sini di siang hari akan lebih baik.
Mengapa tidak ada yang mengatakan itu sebelumnya?
Kau mau berdoa di mana, di depan hantu penunggu rumah?
Kau tidak bisa lihat?
Aku hanya ingin meminta dengan Nona Bakiak Pintar Kecil.
Madam, berapa banyak dupa yang kita butuhkan?
Aku tidak tahu... "Satu", mungkin.
Satu! Itu untuk hantu.
Menurutmu, apakah itu rumah hantu atau rumah seseorang?
Ambil ini.
Kau tidak mau membuat permintaan?
Aku tidak tahu yang harus kuminta, aku sudah mendapatkan kuota di universitas.
- Bagaimana dengan dompetmu? - Dompetku?
Apa yang harus aku janjikan?
Potong rambutmu!
Kalau kau berjanji membotakkan kepalamu, kau pasti akan mendapatkannya.
Tidak terlalu yakin kalau itu hal yang bagus.
Dengan janji seperti itu, kau pasti akan mendapatkannya.
- Ayo, cepat buat permintaan. - Baiklah!
- Mei, apa yang kau janjikan? - Seratus telur rebus!
- Apa, telur rebus? - Ya, telur rebus.
Kakakku juga meminta telur rebus, dan dia berhasil!
Tapi di sini, mereka mau sesuatu yang kreatif, kau tahu kreatif itu apa?
Kre-a-tif!
Dengar, Gus bilang kalau dia menemukan dompetnya...
... dia akan membotakkan kepalanya.
Hei! Kepala botak! Keren sekali!
Bagaimana denganmu, Opal, apa yang kau janjikan?
Sama seperti Mei.
Kau hanya bicara, tidak berani melakukannya.
Muay, kau masih mau kuliah di kedokteran?
Ya, Ayah memaksaku!
Aku berubah pikiran.
Kalau Muay berhasil diterima kuliah, aku akan bersujud di kaki Moss di rumahnya.
Oh! Bantulah Muay untuk diterima kuliah!
Aku menjanjikan kepala babi... telur rebus, buah-buahan...
... atau apa saja yang kau inginkan, kalau itu terjadi!
Sudah cukup, Moss!
Hei, aku hanya bercanda.
~ Doa Buddhist ~
Sa-thu.
Ya...
Kau terlambat bangun.
Kau lupa sekarang ini hari apa?
Tidak, aku tidak lupa.
Bagus.
Beri penghormatanmu untuk ayahmu,...
... kemudian sarapan sebelum pergi ke kuil.
Kalau kau tidak cepat, kita akan terlambat sarapan. Kau mengerti?
Ayah...
Aku merindukan Ayah.
Biar aku mengambilkan nasi untuk Ayah.
Katakan saja maumu, tidak perlu memuji-muji Ayah.
Hanya saja... kalau aku tidak mendapatkan tempat di universitas,...
... bolehkah aku kuliah bersama teman-temanku di luar negeri?
Dari mana kau mendapatkan ide gila ini?
Mengapa? Apa tidak ada yang bisa kau pelajari di Thailand? Eh?
Apa belajar di luar negeri jauh lebih baik?
Walaupun aku berhasil diterima kuliah, aku tidak tahu apakah aku mampu.
Aku akan kuliah kedokteran, demi Ayah.
Kau jangan pernah mengatakan itu!
Kau memang tidak pernah mau kuliah.
Kau ini besar kepala. Kau suka bersantai.
Cukup! Jangan bicara lagi!
Kalau kau tidak diterima, jangan kuliah, jadi penjaga toko saja.
Kalau kau ingin sekali pergi, kau cari sendiri biayanya.
- Ayah, aku... - Berhenti. Ayah mau makan!
Tenanglah...
Terima kasih banyak.
Kalau begitu cobalah cari tempat lain.
Muay, Muay, Aku mau mandi. Aku akan menelponmu lagi. Sampai nanti.
- Halo, Pin. - Halo, Pin.
Kau yang bicara...
Pin, kau sudah menerima hadiahnya? Kau menyukainya?
Ibu dan Ayah tidak lupa...
... tapi kami harus tetap berada di sini dua atau tiga minggu, ada masalah dengan pekerjaan.
- Tidak pernah selesai! - Saat kami kembali, kita akan merayakannya.
Selamat ulang tahun, Pin.
Aku belum bisa menemukan hadiah untukmu. Aku sangat sibuk di awal perkuliahan.
Jangan marah, Pin.
Sangat indah kota tua di sini, Pin.
Aku mengambil banyak foto untuk dikirimkan kepadamu...
... foto yang ini dan yang satu ini, indah sekali, bukan?
Kau tidak perlu mengirimnya kepadaku, Aku akan datang menemuimu, Kame.
Aku pikir kau sudah lupa.
- Kau ada di tempat tidur? - Aku sedang menunggumu!
Apa yang sedang kau lakukan?
Aku sedang mencari pekerjaan di Internet, untuk mendapatkan uang ke luar negeri.
Kau tahu berapa banyak uang yang akan kau perlukan?
Tidak, tapi aku mendapatkan bantuan dan aku harus melakukannya sendiri.
Aku dan Moss akan bicara dengan ayahmu untukmu.
Kau senang sekarang?
OK. Terima kasih!
Kalau begitu tidurlah.
Kalian berdua akan segera meninggalkanku.
Tidak apa-apa, Muay, Moss dan Pin akan segera kembali.
Kami akan menghubungimu setiap hari, sampai kau bosan.
Tidak akan terasa sama, kita tidak akan bersama lagi.
Oh!
Ini hanya sebentar.
Begini saja, kalau aku ditanya, aku akan bilang aku sudah punya pacar.
h
ht
htt
http
http:
http:/
Biayanya 35 baht.
Tunggu sebentar.
Sial! Ini koin sepuluh baht juga!
- Ini, terima kasih. - Terima kasih.
Kau benar-benar menelepon ke sana?
Sudahkah Mei meneleponmu?
Kalau begitu lihat ini.
Siapa yang memposting ini?
Kau sudah melihat hasilnya?
Ya, aku diterima.
Hebat! Selamat!
Kita harus merayakannya!
Tunggu, Pin.
Aku punya hadiah untukmu.
Ini model yang kau inginkan...
... lihatlah, aku pikir kau akan menyukainya.
Tidak.. kalau kalian tidak ada di sini! Siapa yang akan aku ajak bicara nanti?
Muay, kau sudah diterima kuliah, jadi ambil aja.
Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana kalau aku tidak mampu? Apa yang harus aku lakukan?
Pin, kau berjanji untuk bicara dengan ayahku.
Mengapa belum kau lakukan?
Aku sudah tidak berarti lagi!
Tenanglah!
Pin!... Pin!
Tenang, Muay, tenanglah!
Selamat ulang tahun, Pin!
Muay, aku sudah bilang, tidak ada hadiah tahun ini.
Tidak ada hadiah, hanya dariku!
Aku membuatnya sepanjang malam!
Terima kasih banyak.
- Buka! - Buka! - Aku ingin melihatnya...
- Fotoku juga ada! - Ini bukan fotoku.
- Aku membuatnya sepanjang malam. - Terima kasih, Muay.
No comments yet. Be the first to leave one.