Pierwsze 200 wierszy.
Diterjemahkan oleh: Lebah Jelek
SINBAD DAN MATA HARIMAU
Ayo! Ayo, teman-teman.
Hei, Kapten, kenapa buru-buru? Kota itu tak akan lenyap.
Bukan Kota Charak yang ingin dia lihat, tapi seseorang yang tinggal di dalamnya.
Setelah perjalanan yang panjang, bagus untuk sedikit bersantai.
Satu-satunya yang bagus tentang pelabuhan ini adalah penginapan Abu Jamil si Juling.
Yang sudah 6 bulan ini kuimpikan mata domba panggangnya.
Dan aku, mata putrinya. / Kau memimpikan yang lebih dari matanya.
Oh, Kapten, mulutku kering. / Aku juga.
Mari kita cicipi anggur Charak. / Dahagaku bagaikan dahaga ribuan orang.
Berhenti dan minumlah, aku berjanji tak akan berjalan lebih jauh. Ingat yang waktu itu?
Kau dirampok.
Dan oleh karena itu bertambah lagi 4 orang kasim.
Allah bersamamu.
Surga yang kucari ada di sini. Siapa yang mau lebih dari itu?
Sebaiknya aku tetap di sini.
Senyap. / Tak ada suara, tak ada cahaya. Kota hantu.
Kenapa gerbangnya ditutup? / Jam malam baru akan dimulai tengah malam.
Tak ada penjaga.
Halo! Kapten yang berjaga! Buka gerbangnya!
Kapten! Bangun, bangun!
Ini Sinbad, teman Khalifah Kassim!
Dan teman baik Putri Farah!
Kapten Sinbad.
Kau mengenalku? / Aku saudagar.
Aku bermaksud ingin membeli barang muatan yang kau bongkar besok.
Tak ada yang memasuki Charak setelah matahari terbenam.
Tapi kenapa? / Wabah. Banyak yang meninggal.
Tiap kali kita ke sini, kemalangan menimpa kita. Wabah.
Khalifah Kassim dan adiknya Putri Farah?
Mereka baik-baik saja, tapi Kassim belum jadi Khalifah.
Kudengar kabar di Jerash, ayah Kassim meninggal 3 bulan yang lalu.
Benar. Tapi Kassim belum dinobatkan.
Kapten, sebaiknya kita kembali ke kapal. / Ya, sebaiknya kita jual barang-barang kita di tempat lain
Aku tak akan meninggalkan Charak sebelum bertemu Putri Farah dan Kassim.
Tapi Kapten, ada wabah.
Apa ada jalan lain memasuki kota? / Tidak.
Tapi jika kau mau ambil risiko, kau bisa masuk kota saat fajar, di saat jam malam berakhir.
Sementara itu, aku bisa tawarkan sedikit bantuan.
Di tendaku ada anggur, makanan dan musik. Orang-orangku adalah pelayanmu.
Anggap saja rumah sendiri.
Ayo.
Hassan, jangan diminum! Anggurnya beracun. Bantu Aboo-Seer.
Siapa kau? Kenapa kau ingin meracuni kami?!
Dari dasar bumi, kuperintahkan kalian, bangkitlah!
Hancurkan mereka! Bunuh Sinbad!
Rafi!
Semuanya, kembali ke kapal!
Kapten Sinbad! Tunggu!
Putri Farah!
Cepat.
Bagaimana kau bisa di sini?
Segala puji bagi Allah, aku menemukanmu. Aku harus bicara denganmu.
Tidak di sini, tidak sekarang.
Dan jangan kembali ke sana. Ikut denganku.
Terus dayung sampai ke kapal! Terus dayung!
Berlayar ke laut bebas!
Naikkan layar utama, lakukan! / Baik, Kapten.
Tapi kawanan ikannya, Kapten.
Biarkan saja, ada bulan purnama.
Kita tetap di laut untuk malam ini dan kembali saat fajar.
Kapten, kau akan kembali? / Saat fajar.
Hangatkan dirimu.
Ini, ambil ini.
Minum ini. Kau mencariku. Kenapa?
Kudengar kau kembali. Aku sangat butuh bantuan.
Saudaraku dalam bahaya besar. / Pangeran Kassim? Aku berhutang nyawa padanya.
Dia terkena mantera sihir. Pamanku Balsora akan menjelaskannya padamu.
Kenapa tidak kau saja? / Kumohon, jangan tinggalkan Charak!
Percayalah padaku demi saudaraku. / Untuknya aku akan pertaruhkan nyawaku.
Untukmu, aku akan berikan nyawaku.
Kudengar ada wabah. / Tidak benar.
Balsora yang memerintah kota siang hari, tapi saat malam, ketakutan yang menguasai Charak.
Orang-orang takut terkena sihir. / Apa yang bisa kubantu?
Kau akan temukan caranya. / Ayo, berbaringlah.
Aku berdoa tiap hari agar kau kembali. / Sudah hampir setahun.
Saat itu, aku tak mau meninggalkan laut. / Begitu juga aku dengan kehidupan istanaku.
Kini aku memutuskan hidup di darat. / Dan aku memutuskan hidup di laut.
Aku kembali ke Charak untuk meminta restu Kassim meminangmu. Apa kau bersedia?
Tentu saja.
Tapi hanya jika saudaraku berdiri di sampingmu dan memberi restunya.
Saat dia jadi dirinya lagi. / Dirinya?
Setelah ayahku meninggal, Allah melindungi jiwanya.
Para ahli nujum memutuskan bulan purnama pertama...
...akan jadi waktu baik untuk penobatan saudaraku Kassim.
Di hari upacara penobatan, ritual pun dimulai,
...tapi saat mahkota sudah berada di atas kepalanya...
Berbaringlah.
Itu terakhir kalinya aku melihatnya sebagai Kassim yang kukenal seumur hidupku.
Muda, rupawan... Pangeran sejati.
Kau menyinggung soal mantera, atau apa dia menjadi korban wabah itu?
Lebih buruk dari ribuan wabah!
Jangan bicarakan itu sekarang.
Hassan, mana Kapten?
Ada apa, Maroof? / Yang Mulia sudah datang.
Wazir Balsora.
Hassan! / Ya, Kapten. / Minta Sang Putri naik ke dek. / Baik!
Yang Mulia. / Kapten, selamat datang kembali di Charak.
Ah, itu dia. Segala puji bagi Allah.
Aku berdoa agar Putri Farah menemuimu dengan selamat tadi malam.
Apa dia sudah menceritakannya padamu? / Ya, tadi pagi.
Tapi, apakah itu benar, Yang Mulia?
Mari naik ke kapal.
Anakku tersayang. Segala puji bagi Allah kau selamat.
Hassan, Boucheri,makanan dan minuman untuk tamu kita. Yang lainnya, kembali bekerja.
Jadi, kau sudah ceritakan padanya kemalangan kita? / Tapi, apakah itu benar, Yang Mulia?
Benar sekali.
Kami sudah mendatangkan semua orang bijak dan para dokter dari sini sampai Alexandria.
Mereka tak bisa berbuat apa-apa. / Mari. Silakan duduk.
Sinbad, kau telah bertualang ke banyak daratan asing. Tolong kami.
Mungkin ada seseorang di suatu tempat. / Sungguh, Tuanku, aku akan lakukan apa pun untuk membantu.
Tapi apa yang menimpa Kassim di luar kemampuanku.
Itu butuh pemahaman tentang ilmu hitam,
...alkemis yang hebat, penyihir.
Tunggu, ya, aku pernah mendengar orang semacam itu, jika dia masih hidup.
Siapa? / Di mana dia bisa ditemui?
Orang Yunani. Ada yang bilang dia orang paling bijaksana di dunia.
Namanya... Hassan, kau ingat.
Melanthius! Itu dia, pertapa dari...
Maroof? / Casgar.
Ya, di pulau terpencil berhantu di lepas pantai Phyrgia.
Apa kau pernah ke sana? / Tidak. Tidak juga aku bertemu orang yang pernah.
Tindakannya sangat melegenda, tapi mungkin dia juga tidak pernah ada.
Pulau itu dikelilingi oleh karang-karang yang mematikan.
Kau harus membawa kami padanya. / Itu akan jadi pelayaran yang berbahaya.
Aku akan ambil risiko itu. / Tidak, anakku, aku tak bisa mengizinkanmu.
Jika Pangeran Kassim belum dinobatkan sebelum purnama ketujuh...
...dia akan kehilangan haknya untuk jadi khalifah selamanya.
Melanthius satu-satunya harapan kita. / Ada yang bilang dia gila.
Dan orang-orang di sana memakan daging manusia dan memujanya sebagai dewa.
Aku akan kirimkan harta benda.
Emas dan permata berharga untukmu, awakmu dan Melanthius...
...jika dia bisa mengembalikan keponakanku.
Jika aku akan lakukan pelayaran ini, itu bukan karena emas atau permata,...
...tapi karena harta yang jauh lebih berharga.
Oh, putraku tersayang.
Semoga Allah menjagamu.
Kemarilah!
Tenangkan kuda-kuda itu!
Siapa itu? / Zenobia, ibu tiriku. Dia membenciku!
Dia tidak tinggal di istana.
Ibuku meninggal saat melahirkanku.
Orang bilang Zenobia adalah penyihir dan menginginkan kematian ibuku.
Allah lindungi kami! Kenapa dia di sini?
Waspadalah, Sinbad, dia lebih berbahaya daripada kalajengking!
Wahai Ratu, semoga rahmat Allah bersamamu.
Akhirnya kita bertemu, Kapten. Kenapa kau kembali ke sini?
Untuk mengantarkan barang-barangku dan untuk mengunjungi temanku Kassim.
Dan adiknya?
Aku menyayangi keduanya.
Aku bermaksud meminta restu Khalifah Kassim untuk menikahi Putri Farah.
Tak ada khalifah yang akan merestui pernikahanmu.
Kassim belum dinobatkan. Dan sepertinya tidak akan.
Aku sudah dengar kejadian saat penobatannya.
Aku harus menolongnya.
Kassim tak tertolong lagi. Jangan terbutakan oleh cinta, Sinbad.
Balsora pasti telah membuatmu paham bahwa tak ada yang bisa menolongnya.
Biar kukatakan padanya. / Jangan memancingnya!
Dasar orang tua bodoh, kenapa kau ikut campur? Kau tak bisa lakukan apa pun untuk Kassim.
Kapten Sinbad bisa menolong kami. / Kumohon, diamlah.
Apa yang bisa kau lakukan...
...di saat mereka sudah mendatangkan semua orang bijak, dokter, pendeta dan ahli nujum?
Mungkin ada yang lain.
Tak ada! Lupakan harapan palsu ini. Ini sudah takdir Kassim.
Kau bohong. Kau mau dia begitu!
Setelah 7 bulan purnama, jika Kassim tak dinobatkan sebagai khalifah,...
...dia akan kehilangan haknya selamanya, dan itu adalah hukum.
Kau menyihirnya. Kau mau putramu Rafi yang menjadi khalifah!
Biar kubuang senyum dari wajahnya! Lepaskan aku! Lepaskan aku!
Kau akan membuat kita dikutuk selamanya...
...jika kau menumpahkan setetes darah dari keluarga kerajaan.
Dan hanya karena itulah dia belum membunuh Kassim!
Selicik ular, sebuas hiu.
Tapi Rafi tak akan pernah jadi khalifah! / Tak seorang pun yang bisa mencegahnya.
Melanthius akan mencegahnya.
Melanthius cuma mitos dan kekuatannya hanya legenda. Dia tidak ada.
Kita akan temukan segera apakah mitos dan legenda itu benar adanya.
Kami akan berlayar malam ini.
Sayangku, semoga hari-harimu selalu dirahmati.
Berlayarlah ke Rhodes atau Tripoli, Kapten. Kau akan menemukan muatan yang lebih berharga di sana.
Berlayarlah mencari Melanthius, dan kau akan menuju nasib burukmu!
Aboo-Seer, Hassan, Bahadin. Siapkan kapal untuk berlayar.
Baik, Captain.
Perintahkan orang-orangmu membawa harta benda untuk Melanthius.
Kita berlayar ke Casgar.
Satu nasihatku... Awasi Zenobia dengan cermat.
Aku akan perintahkan orang-orangku mengawasi kastilnya siang dan malam.
Zabid yang akan memimpin. Dia tentara terbaik yang kupunya.
Putraku, Sinbad telah setuju untuk menolong mereka.
Kita harus segera bertindak. / Tapi bagaimana caranya?
Dia membawa mereka ke Pulau Casgar untuk bertemu orang bijak hebat, Melanthius.
Apa jantungnya sudah siap? / Ya.
Ibu bilang tak ada yang bisa menolong Kassim.
Bagus sekali, putraku.
Jika Melanthius benar-benar ada, dialah satu-satunya yang bisa.
Ibu berjanji akulah yang akan menjadi khalifah.
Ibu bersumpah Kassim tak akan mewarisi Charak.
Aku akan mencegahnya. / Bagaimana caranya?
Sinbad punya kapal dan awaknya.
No comments yet. Be the first to leave one.