Bandida: A Número Um

Bandida: A Número Um

Pobierz napisy Indonesian

Informacje o wydaniu

Outlaw 2024 PORTUGUESE WEBRip NF
Komentarz od tedi
Retail + Indo Dubbing Duration = 1:24:05 Link Dubbing = https://sfl.gl/R7LWZPPB

Tagi

webdl
Opublikowano: 2024-09-11
Pobrania: 47
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

PUTAR

Tes, tes.

Halo. Tes.

Ini sudah merekam?

Esok hari di jam yang sama, aku mungkin sudah mati.

Terbungkus kantong mayat di dalam kabinet kamar mayat.

Kau tahu?

Terdengar tak buruk bagiku.

Astaga! Tolong!

Merunduk!

- Pergi! - Ambil ini!

Hei, berengsek!

Bajingan!

Satu-satunya hal buruk tentang mati adalah saat jantung kita terhenti,

maka ingatan pun hilang.

Puf. Lenyap sudah.

Mampus kau, Keparat!

Bajingan! Lari!

Tembak mereka!

Semuanya milik kita!

Sekarang kau yang mampus, Bajingan!

- Maju! - Ada apa, João?

Astaga.

Maju!

Tembaki mereka!

Tembak mereka!

Setiap kali polisi menggerebek favela, versi mereka yang masuk berita.

Kali ini, seseorang akan mendengar versiku.

Cepat tembak!

Kembali ke posisi!

Pergi dari sana, Bos! Kau sudah gila?

Kau bisa mati!

Aku akan mati, tapi rekaman ini akan abadi.

Dan setiap ada orang yang memutar dan mendengar kisahnya,

sepenggal cinta milikku akan hidup lagi.

Tembak!

Lindungi aku, sialan!

Tahu ketika tampaknya hidupmu seolah bisa berubah menjadi film?

Itulah yang terjadi padaku.

Senang berkenalan. Aku Rebeca.

BAB 1 OPERA SABUN PUKUL 20.00

Mari kita mulai dari awal.

Ingatan pertamaku dalam hidup adalah di Copacabana.

Hitung sampai 10.

Ibuku bekerja di apartemen besar.

Aku putri kaya raya.

Hidupku seperti dalam sinetron.

Rebeca, kau di mana? Kau dengar?

Rebeca.

Rebeca!

Tapi itulah masalahnya. Sinetron akhirnya berakhir.

Ibuku hanya punya satu hari libur dalam sebulan.

Saat itulah kami kembali ke Rocinha.

Tenang, Nak.

Hai, Nenek. Tuhan berkati.

Tuhan berkati, Bequinha.

Dan di sanalah Doninha, pecandu tua sialan itu.

Ibu dari ayahku, jahanam satunya. Tampangnya pun aku lupa.

Kemarilah, Nak.

Ibu harus bekerja.

Nyonya melarang bawa anak. Lihat mainan yang dia kirim untukmu.

- Aku tak mau mainan. - Lihat betapa kerennya. Besar, ya?

Ibu harus pergi. Nanti nenekmu akan memeriksamu sesekali.

Ibu mencintaimu, oke?

- Aku ikut. - Jaga dirimu.

Tidak!

- Lepaskan. - Tidak mau!

Jangan buka untuk siapa pun, dengar?

Ibu!

Jangan buka untuk siapa pun.

Hitung sampai 10.

Nyonya melarang bawa anak.

Tuhan berkati.

Ibu makin jarang pulang.

Dia pergi untuk merawat anak majikannya demi upah rendah.

Aku baru paham ketika sudah lebih dewasa.

Kenyataannya,

Rocinha yang membesarkanku.

Ia yang mengajariku baik dan buruk.

Boca Mole.

Gigi

Cara Murcha.

Cara Murcha, kokaina, ganja, dan minuman untuk semuanya.

Hei, Cara Murcha.

- Tak masuk. - Masuk.

- Boleh ikutan? - Kau tak tahu caranya.

Tahu. Aku lebih jago darimu.

Kawan.

Aku tahu kami akan kompak selamanya.

Tapi tak harus seperti ini.

Aku boleh main atau tidak?

Jangan di timku.

Ayo main di tim kami.

Ayo. Mainlah.

- Ayo. - Ayo. Bola giliranku.

Apa-apaan kau?

Jangan curang.

Saat kami lapar,

kami mengisap lem untuk mengusir lapar.

Aku ingat itu nikmat.

Kata siapa kita tak bisa memilih keluarga kita?

Itu keluarga yang kupilih.

Sangat berbeda dari saudara sedarahku.

Hei, Kawan.

Terima kasih.

Tiga pekerjaan.

Rodanya berputar.

Kau kalah, Bu. Pergilah.

Nomor berikutnya...

B15.

- Cukup, Bu. - Bingo!

Ayo. Mari bicara dengan Amoroso.

Nenek?

Lihat betapa cantiknya dia.

Bawa anak ini.

- Ikut dengan Paman. Ayo. - Lepaskan!

Ayo.

Diam.

Ayo.

Semuanya di Rocinha berbeda saat itu.

Dia mengatur semua favela.

Dan berkat nenekku, dia juga mengatur hidupku.

Hanya saja... Kau bisa tambah sedikit lagi.

- Kau suka ini? - Ini kurang. Aku butuh lebih.

Lebih? Ini.

- Mau tambah? - Lagi. Ya.

Lagi? Ini.

Lepaskan!

Tenang, Gadis Kecil.

- Tenanglah. Kemarilah. - Nanti dia juga terbiasa.

Satu lagi, Zildo?

Dengar.

Bocah ini membuat Amoroso keluar uang banyak.

Dia ingin kau memberinya makan dan memandikannya.

Baru umur segini?

Ikut bersama Joana. Ayo, Rebeca. Dia akan menjagamu. Ayo.

Sampai jumpa.

Ini...

Ini adalah rumahnya Amoroso.

Sekarang kau

adalah salah satu gadisnya.

Itu ranjangmu.

Berbaringlah.

Kukira kau tak akan bangun.

Siapa namamu?

Rebeca.

Rebeca.

Lihat, Rebeca. Kau akan mandi dan pakai baju bagus.

Nanti, kau ikut denganku, oke?

Luana, bisa kau bantu dia ganti baju?

Siapa wanita yang baru pergi itu?

Itu Joana.

Dia salah satu gadis pertama Amoroso.

Dia bertambah tua, dan sekarang dia mengurus kita.

Dengar, di sini kau punya rumah,

kasur, atap.

Kau dapat makan.

Kau hanya perlu bersikap baik.

Tidur dengannya sesekali.

Kau masih belum berpakaian?

Laura, kau tak membantunya?

Kau sedang apa? Apa kau sibuk?

- Ayo. - Tidak.

- Aku tak mau. - Apa? Tidak ada "Aku tidak mau."

Camkan ini. Di sini tak ada istilah "aku tak mau".

Kau harus menurutiku, titik.

Jika tidak, nasibmu lebih buruk. Paham?

Ayo. Lepaskan itu.

- Pakaian ini kotor. - Aku tak mau!

Jalan, Nak.

Ayo. Berhenti merengek.

Kau... Kemarilah.

Dengarkan aku.

Zildo menunggu. Aku akan ambil lap untuk membersihkanmu.

Oke? Diam di sini!

Ya ampun.

Kau tak bisa kabur, Nak.

Pria itu menunggumu. Ayo.

Ah! Apa-apaan?

Lepaskan!

- Sakit! - Apa-apaan?

- Bangun. - Tangkap anak itu!

- Rebeca! - Dia menikamku!

Aku tahu kau akan datang.

Kau putri Oxum Apará, Anakku.

Itu bukan perkara kecil.

Dia dewi perairan berbahaya.

Dia wanita muda yang sangat cantik dan kuat.

Ogunhê.

- Terberkatilah kau, Bu. - Oxalá memberkatimu, Nak.

Kau pasti sudah tahu ulah anak nakal ini.

Aku tahu persis niat kedatanganmu ke sini.

Orixá yang melingkar di lehermu,

Ogum,

mengatakan bahwa siapa pun yang menyentuh gadis ini

berurusan dengannya.

Dia di bawah perlindungan Ogum.

- Meski begitu, dia akan kubawa pulang. - Imanmu dipertaruhkan.

Kau tak dengar, Zildo?

Jangan ada yang menyentuh anak itu lagi.

Bandida: A Número Um subtitles in other languages

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left