Love is Blind

Love is Blind (Love Is Blind)

Pobierz napisy Indonesian

Sezon 10

Informacje o wydaniu

Love Is Blind S10E04 id
Komentarz od dappeloe
RAWR

Tagi

webdl
Opublikowano: 2026-02-19
Pobrania: 9
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

CONNOR, 31 TAHUN MANAJER AKUN

Kita hanya perlu mengatakan kita mau apa.

EMMA, 27 TAHUN MERCHANDISING RITEL

Ya.

Sial.

Kau butuh waktu untuk memikirkannya?

Pagi ini, di kencan pertamaku, aku mendapat pukulan keras.

Aku merasakan

perasaan

yang sedikit lebih berbeda.

Menurutku itu pertanda.

Menurutku juga.

Maaf jika aku menyia-nyiakan waktumu.

Jangan minta maaf.

Sampai jumpa, Connor.

RUANGAN WANITA

Emma!

Ada apa?

Kami putus.

- Kau baik-baik saja? - Siapa?

- Pilihan keduamu? - Bukan, pilihan pertama.

Ya, ampun.

Ini tidak mudah.

Tidak.

Tidak.

BRI, 33 TAHUN PENGEMBANGAN PRODUK

Entah harus bagaimana.

Dia bilang, "Aku punya perasaan."

Dan aku bilang,

- "Kau harus ikuti perasaan itu." - Ya.

"Kau tak akan berubah pikiran."

Jadi, bagaimana perasaanmu menyangkut kakekmu?

DEVONTA, 31 TAHUN MANAJER PENJUALAN

Berat, tapi dengan dukungan keluarga,

aku jadi tenang.

- Baiklah, bagus. - Bagaimana perasaanmu?

Baik. Aku habis berolahraga.

Itu keuntungan dari kencan bilik.

BRITTANY, 32 TAHUN PERAWAT

Karena aromaku sekarang tidak seharum bunga mawar.

Namun, kau tidak tahu itu.

Membayangkanmu itu menyenangkan.

Kau mungkin akan salah tentang aku.

Waktu akan mengungkapnya.

Aku punya tebakan untukmu, tapi jelas, dengan nama Devonta…

Aku mungkin orang Prancis. Mungkin orang Italia.

- Mungkin. - "De-von-tey."

Yang benar saja!

Kau jelas bukan orang Prancis.

Bukan dengan aksen itu.

Tidak ada yang tahu.

Soal ayahmu, kau pernah bilang dia tidak hadir di hidupmu.

Berapa usiamu saat dia berhenti jadi bagian besar di hidupmu?

Sekitar tiga atau empat tahun.

Berapa usiamu waktu dia meninggal?

Usiaku 18 tahun, dan dia 42 tahun.

Astaga.

Ada suatu kali usai pertandingan sepak bola SMA-ku.

Aku keluar lapangan.

Kau pasti tahu, saat Jumat malam, orang menunggu di dekat pagar.

Ada seseorang yang mengatakan, "Hei, permainan bagus."

Dan aku terus berjalan.

Lalu ibuku bilang, "Kau bicara dengan seseorang?"

Kubilang, "Apa maksud Ibu?" Aku tidak tahu, tapi ternyata itu ayahku.

Aku tidak tahu.

Dan tak pernah dengar kabar atau melihatnya lagi.

Aku berkesempatan bertemu dengannya sekali.

Namun, saat itu, aku bocah 18 tahun.

Aku tidak tahu harus berkata apa.

Aku selalu bertanya, "Bagaimana bisa kau punya anak

dan tak mau ada di hidupnya?"

Aku pikir, "Jika ayahku pun tidak menginginkanku…"

Ah, maaf.

Dengan terapisku, aku menulis ingin jadi apa saja,

di bagian paling atas, yang paling penting bagiku

adalah menjadi suami, kemudian jadi ayah.

- Ya. - Aku ingin jadi segalanya bagi anakku.

- Itu yang kuinginkan. - Ya.

Ibuku sahabatku. Aku merapikan bulu matanya, kukunya.

Kuharap aku akan jadi seperti dia saat aku juga jadi seorang ibu.

Aku berpikir memiliki hubungan emosional ini

membuat hubungan fisik sepuluh kali lebih baik.

Dan kupikir itu sebabnya aku dalam masa selibat,

karena rasanya berbeda.

- Ya. - Ada ungkapan kecil di sini.

Seperti, "Kau merasakan sesuatu untuk seseorang."

Seperti, "Rasanya geli-geli."

Itu saat kita merasakannya di hati.

Dan yang satunya, saat kita merasakannya di bawah sana.

Itu yang harus dihindari.

Aku memberimu yang mana, yang geli-geli?

Ya, kau berikan yang geli-geli.

Kau membuatku tersenyum lebar.

Ya, kau merasakan geli-geli?

Aku merasakan geli-geli!

Setelah bertemu kau,

sudut pandangku akan banyak hal telah berubah.

CHRIS, 32 TAHUN AGEN PENJUALAN PERANGKAT LUNAK

Perasaan ini menakjubkan.

Sampai ke dalam dirimu, Jess, betapa penuh kasih dan baiknya dirimu.

Aku tak mau menghabiskan sisa hidupku dengan orang lain.

Aku suka caramu bicara padaku.

Ini anugerah terbesar yang pernah diberikan kepadaku.

- Aku mencintaimu. Itu nyata. - Ya.

Dan…

Astaga.

Jess Lee…

maukah kau habiskan sisa hidupmu bersamaku dan menikah denganku?

Mau. Aku sangat mencintaimu.

Astaga!

- Aku mencintaimu. - Aku sangat mencintaimu.

- Tanganku menempel di dinding. - Astaga.

Ya, Tuhan.

Sepertinya terasa.

- Aku mencintaimu. - Aku juga.

Aku bertunangan.

Aku hanya tak tahu harus bagaimana.

Aku tak mau pilih yang kedua hanya karena pilihan pertamaku tak menyukaiku,

tapi aku juga pantas untuk mencoba dan lanjutkan eksperimen ini.

- Menilai ulang usai kencannya. - Ya.

Di awal hari ini, aku benar-benar berpikir aku sejalan dengan Connor.

Kupikir aku tahu banyak hal, dan ternyata tidak.

Pikiranku mengusikku.

Aku kemari untuk temukan cinta.

Jadi, aku berpikir, sayang sekali jika aku tidak berusaha.

- Halo. - Hai!

Aku menunggu seharian untuk bertemu atau bicara denganmu.

MIKE, 29 TAHUN MANAJER PENJUALAN

- Kau menungguku seharian? - Iya.

Di luar benar-benar kacau.

Ada enam orang di sini yang punya pilihan pertama.

Aku berharap itu kau, tapi aku tak tahu.

Aku sangat gugup.

Maafkan aku.

Aku merasa tak enak, tapi, ya,

hari ini, aku dan pilihan keduaku mengakhirinya.

Kau mau dengar ini?

Tidak wajib kau ceritakan.

Kurasa ini penting untuk perjalanan kita.

Itu tidak timbal balik.

Astaga. Baiklah.

Jadi, dia yang mengakhirinya denganmu?

- Ya. - Baiklah. Dia punya hubungan lain.

- Ya. - Astaga.

Tidak, Mike…

Aku tak mau itu menyangkal hubungan kita.

Aku berpikir dalam beberapa hari ini, aku bertemu begitu banyak orang.

- Ya. - Jadi…

Aku sangat menyukaimu, dan itu ada di benakku.

Aku hanya perlu singkirkan itu dari benakku.

Ya.

Kau sangat baik hati, perhatian, dan mendengarkan.

Itu sangat berarti bagiku.

Dengar, aku tahu kita sedikit makin mendalam.

- Tidak… - Aku tahu itu sangat emosional.

Itu sedikit makin jelas.

Seperti yang kubilang, aku menunggu ini seharian.

Kau sudah jadi pilihan pertamaku sejak awal.

Dan aku tak sabar… Aku punya pertanyaan untukmu malam ini.

Kau sudah mau berlutut?

Ini menyangkut seperti apa cincinmu.

- Serius? - Aku bersumpah.

- Astaga. - Pikirkan itu, dan kita bicara malam ini.

- Aku tak akan campakkan kau. - Jangan campakkan.

Aku akan hadir. Aku pasti akan hadir.

- Dah, Emma. - Sampai jumpa.

Jatuh cinta padanya setiap hari terasa begitu menyenangkan.

- Siapa nama belakangnya? - Spies.

- Spies? - Agak lucu.

"Bri Spies"?

Breezy Spies?

- Breezy Speezy! - Breezy Speezy.

Ya!

- Ada yang ingin kukatakan. - Baiklah, mari dengar.

- Kau benar-benar mau dengar? - Mau.

Baiklah.

- Connor. - Ya.

Sejak bertemu denganmu, aku tahu sudah bertemu jodohku.

Kau singkirkan semua keraguan diriku yang merasa tak pernah cukup,

atau merasa berlebihan, dan merangkul aku apa adanya,

meskipun aku sering menyela ucapanmu.

Memikirkan masa depan kita bersama, aku tahu hal terbaik akan datang.

Kau langkah perlahanku sejak awal,

tapi makin jatuh cinta padamu seiring hari menjadi bagian favoritku.

Aku percaya bahwa takdir yang menyatukan kita,

dan aku tahu bahwa cinta tanpa syarat

yang akan mengikat kita seumur hidup.

Aku tak sabar memulai bab selanjutnya denganmu.

Kaulah pria yang kuminta dalam doaku.

Aku tak sabar jadi pasangan setiamu dan selamanya bergantung padamu.

- Ya, Tuhan. - Kau siap untuk ini?

Brianna, aku sangat siap untuk ini.

- Tak kupercaya kita saling menemukan. - Aku senang kita begitu.

Aku sungguh berpikir kau orangku.

Ini gila.

Tak kusangka ini akan terjadi,

dan itu sebabnya ini kebetulan terakhir bagi kita

bahwa ini terjadi begitu saja.

Kau adalah orang yang aku inginkan.

Kau mendukungku. Kau tertawakan semua lelucon terbodohku.

More Indonesian subtitles for Love is Blind

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left