Pierwsze 200 wierszy.
Pada suatu masa...
Ada desa kecil yang sunyi di pedesaan Prancis.
Warganya percaya pada ketenangan.
Ketenangan.
Jika Anda tinggal di desa ini...
Anda akan paham apa yang diharapkan dari Anda.
Anda tahu apa peran Anda.
Dan jika Anda kebetulan lupa...
Seseorang akan membantu mengingatkan kalian.
Musim Prapaskah sebentar lagi tiba.
Tentunya ini saatnya untuk pantang.
Semoga juga menjadi saatnya untuk merefleksi diri.
Di atas semuanya...
Biarkan ini menjadi waktunya bagi kita...
Untuk penyesalan yang tulus.
Ini saatnya untuk berdiri dan dihitung.
Di desa ini, jika Anda lihat sesuatu yang tidak seharusnya dilihat...
Anda belajar untuk berpaling.
Ini saatnya untuk Kristus.
Saat Anda refleksi diri, Dia tahu apa yang Anda refleksikan.
Jika kebetulan harapan Anda dikecewakan...
Anda akan belajar jangan pernah meminta lebih dari itu.
Dia tahu untuk apa Anda harus dimaafkan.
Jadi, pada tahun Tuhan kita ini, tahun 1959...
Jadi, saat masa baik dan masa buruk, kelaparan dan kelimpahan...
Warga desa tetap yakin dengan tradisi mereka.
Sampai, suatu hari di musim dingin.
Angin sepoi berembus dari Utara.
Di mana kita akan menemukan kebenaran?
Di mana kita akan mulai mencari?
Di mana kita akan menemukan kebenaran? Kita akan menemukannya...
Siapa kau?
Kami kemari tentang toko pembuat pastri.
Kami ingin menyewanya.
Dan apartemen di atasnya.
Dari mana asal kalian?
Kami pernah tinggal sebentar di Andalusia.
Dan biar kupikir dulu...
Sebelum itu, di Vienna.
Dan sebelum itu...
- Sebelum itu di Panvia. - Panvia.
Pantoufle tidak suka di sana.
Pantoufle adalah seekor kanguru.
Tapi dia tidak bisa melompat.
Kakinya sakit. Cedera perang.
Kuharap kau menjaganya dalam kondisi yang baik.
Ini kota yang bagus. Benar, Ibu?
Ini kota yang indah.
Ibu, Pantoufle ingin tahu berapa lama kita bisa di sini?
Katakan pada Pantoufle agar tidak usah cemas.
Waktunya untuk tidur. Apa dongeng untuk malam ini?
Pantoufle ingin mendengar tentang nenek dan kakek.
Tidak malam ini, Anouk.
Ibu selalu berkata begitu.
Ceritakan tentang nenek dan kakek.
Jangan malam ini.
Bagaimana jika kisah tentang putri dan bajak laut?
Baiklah.
Bersiap untuk menembak!
Semua awak ke dek!
Siap, bidik, tembak!
Maaf aku mengganggu.
Senang bertemu denganmu.
Maaf, Tuan. Serangan bajak laut.
Tentu saja.
Siapa namamu?
Anouk, siapa namamu?
Aku Comte de Reynaud, siap membantumu.
Yang asli? Seperti Comte de Monte Cristo?
Dia bukan yang asli.
Karena apa kami mendapat kehormatan atas kunjunganmu?
Sebagai Wali kota Lansquenet, aku ingin menyambutmu ke komunitas.
Dan mengundangmu beribadat di gereja di Misa hari Minggu.
Kau sangat baik, tapi sebenarnya, kami tidak menghadiri Misa.
Walau begitu, kami senang bisa berada di dekat gereja.
Kami senang menyanyi diiringi lonceng, benar, Nou-Nou?
Lonceng-lonceng itu bukan untuk hiburan, Nyonya.
Itu panggilan khidmat beribadat...
- Nona. - Apa?
Nona. Aku belum pernah menikah. Tapi kau bebas memanggilku Vianne.
Kuharap kau mampir saat bisnisku buka minggu depan.
Ya.
Ya, membuka toko pastri saat Pantang Prapaskah Suci.
Aku tidak bisa membayangkan waktu yang lebih bagus.
Tapi ini tidak akan menjadi toko pastri.
- Lalu apa yang ingin kau... - Itu kejutan.
Kau baik sekali mau mampir kemari.
Comte De Reynaud dulunya adalah mahasiswa sejarah.
Karena itu dia orang yang sabar.
Dia percaya kepada kebijaksanaan generasi masa lalu.
Seperti leluhurnya, dia mengawasi desa kecil itu.
Dan memimpinnya dengan mengacu pada dirinya sendiri.
Kerja keras.
Kesederhanaan.
Disiplin diri.
Aku sudah menyelesaikan tentang Abad ke-18.
Ny. Clairmont?
Ini suratmu untuk editor, Tn. Le Comte.
Paragraf tentang keluarga dan tradisi adalah...
Ini indah.
Terima kasih.
Aku menghargai pendapatmu.
Boleh kutanya, apa kau sudah menghubungi ibumu belakangan ini?
Kenapa?
Dia tampaknya menyewakan toko pastri itu.
Aku sudah cukup lama tidak bicara dengan ibuku.
Maaf, bukan maksudku untuk membongkar masalahmu.
Jangan bodoh.
Tidak ada rahasia yang kusembunyikan darimu.
Bagaimana Comtesse menikmati Venice?
Comtesse? Dia baik-baik saja. Terima kasih.
Ya. Dia sangat menikmatinya.
Venice.
Kudengar dia semacam radikal.
Kudengar dia ateis.
Apa itu?
Entahlah.
Ayo.
Ayo!
Kau harus lebih hati-hati.
Maaf, Nyonya.
- Apa kau baik-baik saja? - Aku baik-baik saja.
Maafkan aku. Kau mau masuk dan duduk?
Tolong tidak usah repot-repot. Aku baik-baik saja.
Tidak. Itu tidak merepotkan. Aku Vianne Rocher.
Caroline Clairmont dan aku putri dari pemilik tokomu.
Ini putraku, Luc.
Halo. Ini anakku, Anouk.
Masuklah, di dalam hangat.
Cicipilah ini.
Kau pasti belum pernah merasakan cokelat panas dari resep 2.000 tahun.
Terima kasih, tapi tidak usah. Luc...
Jangan.
- Apa itu? - Apa yang kau lihat di dalam ini?
- Apa? - Seperti apa ini menurutmu?
Katakan saja hal pertama yang terlintas dalam pikiranmu.
Seorang wanita yang mengendarai kuda putih.
- Jawaban yang konyol. - Tidak ada jawaban konyol.
Keripik pedas segitiga. Itu untukmu.
Sedikit bubuk cabai pedas untuk bermain melawan rasa manis.
Rasanya tajam, penuh petualangan.
Apa yang kau lihat?
Aku melihat gigi.
Aku melihat darah.
Dan tengkorak.
Sangat kelam. Cokelat pahit. Itu kesukaanmu.
Itu harus menunggu lima minggu lagi.
Lent, terima kasih.
Kami harus pergi. Senang bertemu denganmu.
Ayo.
Dengan senang hati.
Pantoufle, ayo. Serangan bajak laut!
Berapa harga keripik cabai itu?
4,5 dolar per kotak.
Bisakah kau pakaikan pita?
Supaya aku bisa pura-pura itu dari suamiku.
Tentu saja.
Josephine Muscat.
Dia hanya bertindak sesuai pendapatnya sendiri.
Dan ini untuk suamimu.
Bubuk cokelat yang belum diolah dari Guatemala.
Untuk membangkitkan gairah.
Kau sudah pasti belum pernah bertemu suamiku.
Kau sudah pasti belum pernah mencicipi ini.
Jangan bersikap menyedihkan.
Ayo!
Luc, kau sedikit salah di soal ini. Nilaimu 60.
Luc.
Ini bukan masalah.
Itu sudah berhenti.
Ibu.
Guru baru itu ingin kami memperbaiki kesalahan sendiri.
Ibu tidak menyuruhmu memperbaiki kesalahan itu.
Ibu hanya bilang, kau membuat kesalahan.
Tidak lapar, Tn. Le Comte?
Pantang Prapaskah, Ny. Rivet.
Bukankah kau harus makan sesuatu?
Tidak apa-apa. Tinggalkan saja di situ.
Halo.
Ada yang bisa kubantu?
Itu mahal. Aku tidak menghamburkan uang.
Aku senang menebak kesukaan orang lain.
Ini kesukaanmu. Benar?
Gratis.
Itu sudah pasti berbeda.
Ya, sangat berbeda.
Lihat itu.
Maafkan aku.
Selamat pagi, Tn. Blerot.
Selamat pagi, Ny. Audel.
Jangan ke sana, Charlie. Ayo.
Masuklah, silakan.
Ayo, Nak.
Aku punya sesuatu untukmu.
Siapa namamu?
Charlie. Usianya 14 tahun.
Itu 98 tahun dalam tahun manusia.
Bukan. Maksudku, namamu.
Guillaume Blerot.
Kau baik sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.