Pierwsze 200 wierszy.
Sebelumnya di, MONSIEUR SPADE
Kurasa kau belum mendengar berita bagusnya.
Kita akan mendapatkan arena bowling?
Philippe Saint-Andre
rupanya sudah kembali ke rumah.
Aku punya tawaran bisnis untukmu, Spade.
- Jangan konyol. - Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja. Tidak pernah lebih baik.
Aku tak tahu siapa yang menembak Papa.
Mungkin biarawan itu?
Dia datang tepat setelah Papa pergi.
Dia mulai menggedor gerbang dengan tongkat.
Ya, Tuhan...
Monster macam apa...?
Dokter.
Ayo pergi.
- Sangat menyedihkan. - Di luar barang antiknya, aku meragukan ketertarikanmu
ke St. Valentine atau apa pun itu.
Apa kau masih memiliki pistol?
Siapa pun yang ingin menembakku
harus membawa senjata mereka sendiri.
Aku tak tahu apa maksudnya,
tapi pasti ada hubungannya dengan lingkaran kebodohan moralmu itu.
Tetap saja, masih ada orang gila yang berkeliaran.
Kau mungkin ingin melindungi dirimu
dengan sesuatu yang dapat diandalkan dari sekedar akalmu.
Apakah itu benar?
Para suster? Mereka semua?
Dimana Teresa?
Aku menyiapkan kamar biru untuknya.
Biarkan anak malang itu tidur.
Apapun yang kaubutuhkan dari dia bisa menunggu.
Seseorang tidur larut?
Bagaimana pertemuanmu di Bank?
Untuk mendapat pinjaman, aku harus memiliki sebanyak yang harus kupinjam.
Kenapa tak kau tanya Sam?
Jangan mulai.
Kau kenakan kalungmu.
Untuk keberuntungan. Selalu.
Atau lupakan saja Bank dan jual itu?
Ketika Gabrielle memberi ini padaku, ia berkata...
"Buang batu rubi-mu, tapi tidak hatimu yang berharga."
Tunggu.
Kenakan saja.
Apa yang terjadi pada kita?
Entahlah.
Perang?
Jawaban mudah.
Mungkin kau bisa berpura-pura aku orang lain.
Teresa?
Kau lihat Teresa?
Pagi ini? Tidak.
Dia tak ada di kamarnya?
Tidak.
Dia tak akan bisa pergi jauh.
Jika berjalan kaki.
Dia bisa saja. Jika dia pergi tadi malam.
Atau jika seseorang datang dan membawanya.
Mobil yang bandel, Tn. Spade.
Keluar untuk menikmati udara pedesaan yang segar, bukan?
Sesuatu seperti itu.
Kau dan gadis itu.
Kau melihatnya?
Ya. Saat fajar, aku jalan sedang ke sini.
Warna-warni saat matahari terbit adalah impian seorang pelukis.
Dia di jalan?
Dia melewatiku.
Sepatunya berlumpur. Seolah-olah dia sedang berlari.
Dan matanya, sedih. Tampaknya kesal.
Apa warnanya?
Kurasa warnanya...
Ah iya. Maaf, sedikit terobsesi dengan detail.
Bahaya pekerjaan, kutakutkan.
Ya, kau bilang dia kesal?
Ya, aku membayangkan
pembantaian di gereja adalah penyebabnya.
Oh, kau sudah dengar tentang itu, ya?
Semua orang sudah mendengar tentang itu.
Dari gadis itu?
Tidak, aku melambai.
Mencoba mengobrol dengannya, tapi dia mengabaikanku.
Aku tak menyalahkannya.
Maaf?
Teresa?
Selamat pagi, Claude.
Tn. Spade.
- Pukul berapa Patrice selesai? - Dia baru saja pergi.
- Dan dimana anak-anak? - Di Sainte Foy.
Kenapa terlalu jauh?
Gereja di sana punya banyak kamar untuk mereka.
Mereka tak akan harus dipisah.
- Kau melihat Teresa? - Tidak.
Aku ada di sini sepanjang pagi.
Ada orang yang bisa membantumu dengan pekerjaan itu.
Ini sudah tugasku.
Enam jiwa.
Jiwa-jiwa yang baik.
Lenyap. Begitu saja.
Kenapa?
Kau bertanya pada orang yang salah.
Menurut pengalamanku, semakin baik sebuah jiwa semakin tak pernah punya kesempatan.
Benda ini akan membunuhmu.
Ini adalah hal yang sama dokter isap.
Aku melihat di TV.
Ya, kau sangat terlihat menikmatinya.
Ya, baiklah, turunlah sebelum kau
membuat dirimu pusing dan mematahkan lehermu.
Aku tak pergi.
Philippe tak akan datang.
Dia berjanji.
Aku yakin dia begitu.
Apakah kau melakukan ini?
Tidak. Kau tahu siapa yang melakukannya?
Bagaimana aku bisa? Kami tidak diperbolehkan berada di sini.
Namun, di sinilah kau.
Mereka semua sudah mati.
Apa bedanya peraturan tak berguna yang mereka buat?
Kuberitahu kau.
Kau tinggal dan menunggu agar ayahmu muncul,
merokoklah sepuasnya. Aku akan kembali saat matahari terbenam.
Jika kau masih berkeliaran, kau pulang bersamaku.
Jika tidak, maka membengkak mengenalmu dan kuharap
kau dan Philippe menjalani kehidupan yang menyenangkan dalam pelarian.
Sialan!
Entah bagaimana dia ada di dalam kapel tadi malam?
Aku tak lagi bermain boneka.
Jadi, tak tahu bagaimana dia kehilangan kepalanya?
Dipenggal.
Aku sudah membuangnya bertahun-tahun yang lalu.
Mobil ini berbau seperti bunga mawar.
Dia membawakan camilan ke panti asuhan saat Natal.
Gabrielle.
Jeruk dari California.
Bayangkan itu.
Terkadang dia membawakan aku buku atau blus,
atau pakaian yang sudah tak dipakainya.
Semua bukunya berbahasa Prancis.
Dia bilang, begitu aku mulai bermimpi dalam bahasa Prancis,
aku akan fasih.
Dia mengatakan hal yang sama kepadaku.
Sayangnya untuk semua orang, aku masih bermimpi dalam bahasa Inggris.
Padahal biasanya Prancis menang.
Dia tidak ingin aku membencimu,
atas perbuatanmu pada ayahku.
Merunduk.
Apa yang kau...
Tetap merunduk.
Kau baik-baik saja?
Tuan Spade?
Bisnis yang buruk. Mobil ini terkutuk.
Sebuah 7.5 x 54 milimeter dari sebuah senapan MAS-36.
Militer Perancis.
Tak meyakinkan. Pelurunya. Kau harus memesannya lewat pos.
Siapa selain diriku yang ingin kau mati, Spade?
Bukan orang yang menembak jendela itu,
pastinya.
Maksudmu mereka sengaja meluputkannya?
Mobil itu bergerak terlalu lambat
bagi pria bersenjata itu untuk menembakku.
Lalu bagaimana dengan tembakan kedua?
Pertahanan diri. Aku hendak menabraknya.
Ya, tentu saja.
Aku bahkan tidak yakin itu dimaksudkan untukku.
Ah! Cantik. Itu hebat.
Itu tetangga baruku.
Orang yang aneh.
Philippe bisa saja melakukannya.
Dengan Teresa di dalam mobil?
Bahkan sulit untuk dibayangkan Philippe melakukan itu.
Dan dia terluka, yang seharusnya tak terlalu sulit
untuk ditemukan sepasang detektif kenamaan sepertimu dan...
saudaramu yang idiot.
Samuel, kita sudah bicara tentangmu menggunakan kata-kata
seperti "bodoh" dan "idiot" saat berbicara dengan saudaraku.
Syarat rasa sayang.
Kami sudah memeriksa kedua rumah sakit di daerah tersebut.
Tak ada seorang pun pasien dengan luka peluru yang masuk.
Hal yang sama berlaku untuk dokter hewan dan dokter gigi.
Dan dokter gigi hewan.
Kedengarannya kalian berdua memang terbaik dari semuanya.
Gadis muda yang kucari.
Ini pakaian yang kukenakan semalam.
Ini darahnya.
Kau butuh yang lainnya?
Aku perlu bicara denganmu.
Tentu saja.
Tuan Spade, bolehkah aku pinjam pengacaramu?
Gadis muda, kau tak butuh pengacara.
Kau hanya saksi, bukan tersangka.
Sekarang aku saksi.
Hingga kau menjebakku dan aku jadi tersangka.
Tak ada yang menjebakmu jika kau berkata yang sebenarnya.
Hal terakhir yang diucapkan Ibuku adalah,
jangan pernah bicara dengan Polisi tanpa pengacara.
Kau masih berumur empat tahun.
Beberapa hal kau ingat dibanding hal lainnya.
Aku sudah beritahu Tn. Spade semua yang kuketahui.
Kau bisa bicara dengannya.
Dia menyenangkan.
Aku membawanya ke Le Canard Noir,
No comments yet. Be the first to leave one.