Pierwsze 200 wierszy.
Kapten Kooky - IDFL™ SubsCrew
Perdana Menteri.
Tuan², aku yakin tak perlu berlama²...
...untuk mendapat perhatian Majelis ini,
atas subjek mosi yang akan kusampaikan ini.
Aku dipanggil oleh Yang Mulia, Pangeran Regent,
untuk mengusulkan satu hadiah terhadap kemuliaan...
...Duke of Wellington.
Kami dengar.
Merujuk pada tindakan heroik tanggal 18 Juni,
setelah kemenangan yang menunjukkan...
...kualitas besar seorang Jenderal.
baik segi teknik dalam bertahan atau menyerang,
atau untuk teknik penyerbuan,
juga untuk keberanian, ketekunan, serta keterampilannya.
Akan kuusulkan,
setelah kemenangan yang tak tertandingi dalam sejarah,
Parlemen bisa memahami dalam tugasnya,
jika hanya terbatas pada kesepakatan ucapan terima kasih saja,
atau menolak memberikan perasaan lebih lanjut...
...rasa terima kasih publik pada pemimpin yang gagah berani ini,
dari tanda² kemenangan.
Jika ada yang ingin menolak untuk ketentuan yang memadai,
bagi sang penakluk terkenal ini dan juga untuk keluarganya?
Kuajukan resolusi...
Majelis ini agar memberi hadiah pada yang terhormat...
...Duke of Wellington, sebagai tanda bukti rasa terima kasih dari bangsa Inggris,
sejumlah £ 750.000.
Kami dengar!
Jenderal Byng, Lord Sidmouth sekarang bisa ditemui.
Hati² langkahnya, Tuan.
Masuk.
Jendral Byng, Yang Mulia.
Tn. John. / Tn. Mendagri. Selamat datang, Tuan.
Semoga sehat, duduklah.
Terima kasih.
Coba kulihat.
Ya aku percaya ayahmu sehat² saja, ‘kan?
Sayangnya tidak, Tuan.
Ya. Maksudnya tidak, mohon maaf.
Aku sangat menikmati pertemanan meski kami punya pendapat berbeda.
Teman yang menyenangkan. / Terima kasih, Tuan.
Satu kehormatan besar ada di hadapanmu.
Kehormatan bagiku, Yang Mulia.
Prestasimu tak kurang seperti...Olimpiade.
Kau menyanjungku, Tuan.
Masuk.
Selamat pagi, Yang Mulia.
Selamat pagi, Tuan.
Mau minum teh, Tuan?
Tidak, terima kasih, Nyonya. / Oh
Apa kabarmu hari ini, Lord Sidmouth?
Jauh lebih baik, terima kasih, Ny. Moss. / Senang sekali mendengarnya.
Silahkan.
Terima kasih, Tuan².
Harus kukatakan, Yang Mulia, pengetahuanku tentang kehidupan...
...terbatas di luar keprajuritan.
Dan mohon maaf harus mengatakan,
aku hanya ada sedikit waktu untuk politik.
Luar biasa, Tuan.
Aku sendiri punya sedikit waktu untuk politik.
Kau, Tuan, sangat berkualitas, kalau boleh kubilang begitu.
Ada yang bisa dibantu?
Aku mau menunjukmu sebagai...
...Komandan Distrik Utara.
Distrik Utara? Bukan Irlandia?
Bukan, Tuan, bukan Irlandia. / Aku paham.
Kau terbiasa dengan Inggris Utara?
Hampir, Tuan.
Mendiang ibuku dari Yorkshire.
Silsilah keluarganya dari Kastil Wentworth.
Wellington tak punya apa² kecuali pujian tertinggi...
...atas prestasimu.
Terima kasih, Tuan.
Aku punya hak istimewa yang besar untuk melayaninya...
...di banyak pertempuran.
Yorkshire memang daerah yang sangat indah.
Namun, di sisi lain dari Pennine Hills,
di Manchester,
dan kota² sekitar Lancashire,
ada penyakit.
Ancaman bahaya pemberontakan yang merajalela.
Memang benar, Tuan.
Masuk.
Ah, Hobhouse.
Jenderal John Byng,
Tn. Hobhouse, wakil tetapku.
Satu kehormatan besar bertemu, Sir John.
Hobhouse, untuk selanjutnya Sir John...
...mendapat akses penuh semua arsip...
...tentang aktivitas hasutan di Utara.
Siap. / Aku paham.
Aku harus segera mulai?
Benar sekali.
Baiklah, Tuan. / Mantap.
Apa ini jalan menuju Manchester?
Ya, kau di jalur yang benar, Nak.
Lurus saja. / Terima kasih
Joseph!
Ayo, Nak. duduklah.
Ayo.
Ayo.
Apa ini?
Lepaskan bajumu.
Ayo, Nak.
Nah, begitu. Ayo.
Ayo, Nak.
Ayo, minumlah.
Ayo, Nak.
Tak perlu menangis.
Ayolah.
Hei, ayolah.
Ibu di sini.
Kau paham?
Ibu di sini.
Ayo, Nak.
Dia berdarah.
Baik² saja, Aggie? / Ya, Ayah.
Mengalir di wajahnya.
Benarkah? / Ya.
Dia layak mendapatkannya.
Dia terlambat tiga kali minggu ini.
Ya, sedang payah.
Benar ² kacau.
Dia berantakan.
Dia sungguh membuatku khawatir.
Apa dia bilang “owt”? / Tidak, bukan itu.
Kalau begitu, dia tak berubah! / Ya.
Lepaskan, Nak!
George! / Tidak boleh.
Lupakan saja.
Duduk diam sebentar.
Kita segera minum teh, Nak.
Kita malah membangunkannya.
Joe?
Kami semua di sini. Ayo duduklah.
Kau lapar, Joseph? Ibu sudah buatkan kaldu.
Ini Ayah, 'kan? / Betul, Nak.
Duduklah, Ayah.
Duduk, Nak.
Ester? / Ya.
Ambilkan sendok.
Lihatlah, masih panas.
Cobalah.
Itu George. / Ya, dia sudah besar.
Tentu.
Ada bayi.
Ya, Sarah kecil.
Keponakanmu.
Ini Paman Joseph.
Kau baik² saja?
Seperti apa pertempurannya, Joe?
Kau di Waterloo?
Ah.../ Biarkan saja, Robert.
Ya, dia harus rehat.
Kau lihat Boney?
Ayolah, jangan begitu, dasar nakal.
Malam, Ayah. / Malam.
Malam, George. / Selamat malam, Kakek.
Sampai ketemu besok, Joe.
Senang kau kembali, Joseph. Sampai ketemu.
Jangan lupa besok pagi! / Sampai ketemu!
Dah.
Siapa mau beli kue, masih segar!
Nyonya? Tuan?
Kuenya!
Siapa mau beli kue?
Masih segar!
Kuenya, Nyonya?
Masih segar! / Nell! Nell!
Tolong bungkus.
Silahkan. / Baik, Sayang.
Ini uangnya.
Telur segar!
Telur segar!
Satu Penny dapat setengah lusin.
Nellie, apa kabar?
Ya. Bagaimana kabarmu?
Oh, kau tahu. / Ya.
Jualan tak seperti biasa? / Ya.
Ada berita? / Dia sudah pulang.
Masa? / Ya.
Mantap!
Bagaimana keadaannya?
Tak bisa apa². / Astaga.
Kuberi tambahan sebutir.
Buatkan makan malam yang istimewa untuknya.
Terima kasih.
Ambillah kuenya.
Asyik.
Sampai ketemu. / Aye.
Telur segar!
Satu Penny, setengah lusin.
Telur segar!
Telur segar!
Satu Penny, setengah lusin.
Annie, kumohon.
Tak bisa.
Butuh berapa? / Setengah lusin.
Dua. / Empat.
No comments yet. Be the first to leave one.