Pierwsze 200 wierszy.
Diterjemahkan oleh: Papa Fred & Vesay. Selamat menonton coy...
ANTARA TAHUN 1976 HINGGA 1988, DIPERKIRAKAN 38,000 USAHA PELARIAN
DILAKUKAN OLEH PENDUDUK JERMAN TIMUR KE JERMAN BARAT.
DAN SEDIKITNYA 462 PRIA, WANITA, DAN ANAK-ANAK TERBUNUH
DI PERBATASAN REPUBLIK DEMOKRAT JERMAN .
BAGI JERMAN TIMUR MEREKA DIANGGAP SEBAGAI PENGHIANAT NEGARA.
BERDASARKAN KISAH NYATA.
Kota Perthneck
Konferensi Bakti Pemuda tahun 1979
Sosisalisme duniamu
Jangan biarkan lewat, kalau tidak tembak.
Konstitusi Jerman Timur
Tembak! Ayo, tembak!
- Tuh, lihat anakmu. - Ya, dan dia pun senang.
Terimakasih anak-anak. Terimakasih.
- Bisakah kalian bernyanyi lain waktu? - Awas.
- Aku bisa bikin anak lagi. - Mungkin dia menertawakan leluconmu.
Goethe berkata:
"Setiap hari, tiap orang harus mendengar satu lagu..."
"membaca satu puisi indah..."
"melihat satu lukisan menarik..."
"dan... jika mungkin... bicara sedikit kata-kata bijak."
Lebih jelasnya, kita bisa mengutip Lenin: "Belajar, belajar, dan terus belajar."
Hari ini, kalian diterima ke dalam komunitas orang dewasa.
- Dengan segala hak-haknya... - Bentar lagi dia angkat jari.
...tapi juga dengan tanggung jawab!
Masyarakat akan mendambakan lebih dari kalian.
Sebagaimana kalian selalu mengandalkan kami,
sekarang kami akan mengandalkan kalian.
Apakah itu dengan palu, stateskop, clurit atau senjata di tangan.
Demi kedamaian dan sosialisme.
Buku biru kecil ini bernilai besar.
Ini bukan hanya dipakai supaya kalian bisa pesan bir di kafe.
Tapi dari sekarang ini, kalian harus bertanggung jawab atas segala tindakanmu.
Dan yakinlah kami tidak akan terlena mengawasi kalian.
- Aku begitu lega. - Ssst...
Sekarang saya meminta semua kelas 8
bangkit untuk janji setia sosialis.
"Apakah kalian siap..."
"sebagai kaum muda dari Republik Demokrat Jerman..."
"demi kebesaran dan kemuliaan sosialisme..."
"untuk berjuang dan bekerja ..."
"dan melindungi perjuangan revolusioner rakyat?"
Ya, kami bersumpah.
Uni Soviet...
Tadi pidato yang bagus dari Meissner. Pidatonya selalu bagus.
Dan nyanyiannya mantap.
Oh, kita sangat beruntung dengan cuacanya!
Harapan...
Oh! Dengar, Beate!
Ah-hah!
Lalu, kapan kalian pergi?
- Apa? - Ya, ini hampir musim liburan!
- Oh, ah... - Kami ke luar negeri.
Bulgaria, Laut Hitam.
Paling bagus.
- Kalian belum memesan tiket? - Gak segampang itu.
Jadi, sekarang aku marah.
Kau harus datang dan berkata: "Erik, Aku mau jalan-jalan."
Dan aku akan bertanya, "Kemana?"
Lalu kau akan bilang apa...? Ya, katakan sesuatu!
Ayolah, kemana kau ingin pergi?
Ohh, Aku tidak tahu.
Ayolah, susah banget ngomongnya.
"Berlin, Ibukota Republik Demokrat Jerman."
- Bagaimana menurutmu? - Ya, Berlin menarik.
Gitu, kau lihat?
Dengan satu panggilan ke temanku di biro perjalanan, dan.. Dor!...
Keluarga Strelzyk berada di Hotel Kota Berlin.
Dan bukan di lantai bawah. Lantai paling atas.
Dari sana, kau bisa lihat Berlin Barat. Benar khan, Beate?
Ya.
Aku selalu pakai teropongku.
Ini balonku! Sini!
Atas nama Layanan Keamanan Negara. Terimakasih atas tumpangannya.
- Aku tidak bisa menyetir lagi. - Gak masalah, Pak Baumann.
- Oh nak, lihat, penabuh drum. - Hallo.
- Kalian ada rencana? - Ya.
- Mungkin lain waktu. - Dari sekarang, panggil aku Erik.
Benar-benar hadiah yang cantik.
- Pasangan serasi. - Aku suka jam barumu.
Papa, lihat! Balonku terbang ke Barat!
Wah, itu disebut pelanggaran udara!
Tapi jangan kuatir. Itu cuma balon!
Angin sudah berubah. Kita harus ke Günter sekarang.
Fitscher, kami akan kembali.
- Kalian masih ikut dengan kami? - Ya! Ayo ikut denganku!
- Ide bagus. - Hari ini buat dirayakan.
- Yah, cuma saja... - Jangan jadi pengganggu acara, Peter.
- Tidak bisa hari ini. - Kalian mau kemana?
Kami harus ke stasiun kereta. Ibu mertuaku datang.
- Mungkin lain kali. - Janji loh ya.
- Kau sudah lihat jam baruku? - Ada stopwatch-nya!
Aku juga mau satu buat Jugendweihe-ku .
Hidupkan, siap, setting, jalan!
Terlalu beresiko.
Apa?
Günter, kau bercanda?
Ini tidak akan berhasil.
Tunggu, Günter, kau yang merencanakan ini.
Ini idemu! Balonnya sudah siap di lantai dasar!
Aku menghitung ulang. Terlalu berbahaya.
Ayolah! Berminggu-minggu kita menunggu angin yang tepat!
Balonnya tidak cukup besar. Terlalu kecil buat 8 orang.
Benar-benar gak masuk akal.
Dan ibumu yang sakit...
Kau ingin menemuinya.
Aku tahu, tapi anak-anak masih terlalu kecil.
Jika sesuatu terjadi pada mereka...
Kami tidak bisa ambil resiko itu.
Percayalah Peter, benda ini tidak akan mampu membawa kita semua.
Terus, sekarang apa?
Kami tetap di sini.
Lalu bagaimana empat orang?
- Ya. Empat orang bisa pergi. - Ya Tuhan...
Lalu kalian bagaimana?
- Kami pulang! - Günter, kita harus memutuskan kontak.
Kalau tidak, kau akan dapat masalah. Jangan telpon, jangan suratan.
- Papa! - Ya, Peter? Bagaimana tadi?
Kami main layangan!
- Oh, hallo. Kalian ada tamu? - Selamat siang.
- Mereka teman-teman. Doris, Peter. - Aku "papa tiri yang jelek."
- Kami pas mau pulang. - Oh, dia selalu bikin kekacauan.
- Aku bikin sauerbraten (daging panggang Jerman). - Terbaik di dunia.
Makasih, tapi kami benar-benar harus pulang... Jugendweihe, dan lainnya.
Petra.
Semoga sukses.
- "Masuk penjara." - Ha!
Hei, itu cuma permainan.
- Dan? Beres? - Frank!
- Apanya yang beres? - Udah, masuk kamar.
- Apa...? - Kami harus bicara dengan Frank.
- Tapi mengapa...? - Fitscher, ke atas.
Bah! Aku tidak akan cerita apapun lagi.
Ada apa ini?
Mereka tidak ikut.
Apa? Kenapa?
Kita doang yang pergi. Malam ini.
Benaran? Tanpa Günter?
Jam 6, kita akan dengar laporan cuaca.
Aku akan ke atas, periksa arah angin.
Sambil menunggu, kita bersiap.
Aku akan ganti baju, oke?
Kita melakukan hal yang benar.
Kau janji tidak akan terjadi apa-apa pada anak-anak.
Percayalah padaku.
Sayang Klara
Mungkin kita tidak bertemu lagi
Aku telah jatuh cinta kepadamu...
Mama minta maaf untuk yang tadi barusan.
Tapi itu tadi kejutan.
- Kita mau kemping malam ini. - Benaran?
- Kemana? - Ke hutan.
- Aku panggil Fitscher. - Baik.
- Boleh aku bawa sepedaku? - Kau tidak bisa jalan di hutan malam-malam.
Tapi aku bisa naik BMX-ku kecepatan penuh lewat akar-akar!
Kau ngapain, hasian?
Oh... bersih-bersih dikit.
Doris, kita tidak kembali.
Saat kecil, kalau aku kemping musim panas, aku menangis di bantalku tiap malam.
Aku benar-benar rindu rumah luar biasa.
Yang lain mengatasinya dalam dua hari,
tapi bagiku, hanya bisa berhenti kalau aku sudah kembali ke rumah.
Papa, mama dari mana?
Kami perlu sedikit bersih-bersih.
Tidak ada yang akan memanggilku istri yang gak becus.
Jalan terus.
Bangsat!
Sialan.
Kekuatan bersenjata kita...
semua harus siap menghadapi provokasi dari musuh revolusi...
- Anaknya Paul sudah direkrut tentara. - Mungkin kau terlupakan, Günter?
- Aku kurang beruntung aja Ma. - Werner terlupakan juga.
Ingrid, dia dilupakan lalu mereka menjemputnya.
- Siapa yang jemput? - Polisi militer.
Pagi-pagi, jam 6, mereka gedor pintu dan membawanya.
- Gitu ceritanya adikmu. - Wah, aku tidak memperhatikan.
Kalau kau punya pekerjaan penting, mungkin kau tidak direkrut.
Aku hanya supir ambulans.
Aku masih kesal karena mereka tidak memperbolehkannya masuk jurusan fisika.
Papanya pernah ke Barat saat umurnya 5 tahun.
- Mama! - Aku mau lihat bayi mam.
- Mama! - Ya!
Mama datang nak.
Sebuah penghormatan untuk para pilot memperagakan
untuk kepemimpinan partai
karakteristik serang dan manuver pesawat-pesawat mereka.
Mamamu sangat merisaukanmu.
- Aku juga. - Papa tidak perlu.
Mamamu akan tersenyum bahagia...
selama kau baik-baik saja.
Jadi, kau sendiri pun harus bahagia.
Ini keinginan terbesar dari orang yang mencintaimu.
Apa papa bahagia?
Tentu dong.
Aku punya rumah, taman kecil,
Papa memiliki mamamu, kau.
Aku tidak mengidamkan apa-apa lagi.
Tapi kau tidak harus sama denganku.
Kau yang memiliki hidupmu.
No comments yet. Be the first to leave one.