Jodha Akbar

Jodha Akbar

Pobierz napisy Indonesian

Informacje o wydaniu

Jodha Akbar 2013 Episode 001-010 Indonesia
Komentarz od kikywebsite

Tagi

other
Opublikowano: 2019-05-17
Pobrania: 35
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

"Jodha, sedang apa di sini?"

"Aku datang untuk menemuimu."

"Tapi kau melihat dirimu sendiri di cermin."

"Kau mau ke mana?"

"Lihat? Hari sudah pagi."

"Orang-orang akan datang untuk mengunjungi kuil kita."

"Orang-orang akan datang kemari dan mengingat cinta kita."

"Seseorang akan menceritakan kisah cinta kita...

...dan seseorang akan mendengarnya."

"Empat ratus tahun telah berlalu."

"Banyak hal telah berubah selama itu."

"Cara menjalani hidup telah berubah."

"Tapi kisah cinta Jodha dan Akbar tak berubah."

"Matahari yang adalah saksi kisah ini tetap sama."

"Bahkan setelah 400 tahun, orang masih membicarakan cinta kita."

"Apa yang sebenarnya terjadi...

...adalah sesuatu yang hanya diketahui oleh kau dan aku."

"Saat aku hanya sebagai Jalal...

...yang hanya mengenali satu hal."

"Dia hanya mengerti satu hal dan hanya akan menumpahkannya."

"Itu adalah darah."

Serang!

"Kisah ini dimulai, saat pedang seorang bocah 15 tahun...

...dihunuskan dari sarungnya."

"Pedangnya terasa seperti darah."

"Dia belajar bertarung."

Satu kesempatan. Hidup atau mati.

Hidup.

Aku memberikanmu itu sebagai amal.

Kau membidik target yang salah.

Jalai tak punya hati.

Pejuang yang punya hati...

...tak memenangkan pertarungan ataupun hidup.

Hanya ada kematian. Yaitu, yang memalukan.

Penggal dia. Bawa potongan kepalanya untuk rajanya.

Katakan kepadanya untuk menatap matanya.

Mata kanannya akan mencerminkan teror dari Jalal...

...dan mata kirinya akan mencerminkan ketidakberdayaan rajanya.

Percuma saja menantang Jalal. Itu berarti kematian yang pasti.

Katakan kepadanya...

...ini adalah hadiah Jalal. Ini adalah teror yang Jalai sebar!

- Salam Jalaluddin Akbar! - Salam!

- Salam Jalaluddin Akbar! - Salam!

- Salam Jalaluddin Akbar! - Salam!

"India dipenuhi teror jika menyebut nama Jalal."

"Bairam khan mengubah seorang bocah 15 tahun...

...menjadi seorang pejuang yang tek memiliki hati."

Kau adalah seorang pejuang, Jalal.

Adalah tugas sucimu untuk menang.

Pedang ini adalah pelayanmu.

Cintamu adalah kerajaanmu.

Kau akan terkenal untuk kekejaman dan ketakutan yang diciptakan.

Taklukkan negeri ini...

...dan ubahlah peta negeri yang disebut Hindustan ini.

"Pedang Jalai menyerang atas perintah Bairam Khan."

"Jalai menerapkan mentalitas Bairam Khan."

"Adalah Bairam Khan yang mengajarkan Jalal...

...bahwa seorang pejuang tak memiliki hati."

"Bairam Khan adalah seorang sosok ayah...

...yang mengajari Jalal dalam pemerintahan penuh teror."

"Tak menyadari semua ini, Jalal mengikuti petunjuknya."

"Dia menaklukkan setiap bagian dari India."

"Panglima tertingginya, Bairam Khan,...

...menjadi teman baik dan rekannya,...

...sambil mengendalikan pikiran Jalal."

Khan Baba, apa ini?

Aku akan merayakan kemenanganmu dengan darahku.

Tidak, Khan Baba.

Darahmu amat berharga untuk Kerajaan Mughal.

Aku takkan membiarkanmu menumpahkannya untuk sebuah kemenangan kecil.

"Jalai bermimpi untuk menaklukkan seluruh India."

"Ajaran Bairam Khan telah amat meracuni pikirannya...

...bahwa dia pasti menjadi seorang raja,...

...tapi dia kejam dan brutal."

"Dia tak menghargai manusia."

"Jalai dikenal sebagai 'Jallad' (algojo)."

"Seiring berjalannya waktu, kekejaman Jalail bertambah."

"Dia menuju tujuannya dengan mudah."

"Maka dia menjadi, Raja Jalaluddin Mohammed."

"Jalai menjadi nama yang familier."

"Kisah-kisah diceritakan tentang jalai."

"Pria yang suka memelihara gajah tumbuh semakin kuat setiap harinya."

"Di sisi lain, negeri itu sedang dalam kekacauan."

"Di barat, konflik internal...

...menyebabkan keretakan dalam persatuan para Rajput."

"Sementara matahari terbit, di sisi lain,...

...hari sudah malam."

"Saran berubah menjadi perdebatan."

"Perdebatan berakhir dengan ancaman kekerasan."

"Ada pertanyaan yang ditanyakan dalam menanggapi pertanyaan."

"Para Rajput pemberani yang menghadapi konflik...

...memutuskan untuk bertempur."

"Tapi para Rajput yang takut ini...

...tak tahu bahwa mereka punya senjata...

...yang bisa menembus hati Akbar."

"Senjata itu adalah Jodha."

"Jodha adalah seperti puisi yang tertulis di gurun pasir Amer."

"Beberapa orang mengenalnya sebagai Harkabai...

...dan beberapa mengenalnya sebagai seorang putri Kachwaha."

"Dalam cerita kami,...

...kami akan merujuk kepadanya sebagai Jodha."

"Sementara ada kekejaman dan tajamnya pedang itu,...

...ada juga hati yang baik dan cahaya cinta."

- Jodha, kau berlari ke mana? - Berhenti, Jodha.

- Berhenti, Jodha. - Berhenti!

- Berhenti, Jodha. - Kakak, berhenti.

Kau mau berlari ke mana?

- Berhenti, Jodha. - Kakak.

Berhenti, Jodha.

- Berhenti, Jodha. - Kakak, berhenti.

- Berhenti, Jodha. - Kakak, berhenti.

Kakak, berhenti.

Jodha, kau mau berlari ke mana?

Jodha!

Jodha!

- Jodha, berhenti! - Kakak!

- Tunggu, Jodha. - Kakak, berhenti!

Kau mau berlari ke mana?

- Jodha, berhenti! - Kakak!

Jodha, berhenti!

Seseorang, tutup gerbangnya!

Jodha!

Jangan pergi.

- Berhenti, Jodha! - Jodha.

Jodha, apa yang telah kau lakukan?

Apa kau tak tahu...

...bahwa tak boleh ada gadis yang keluar dari istana...

...tanpa seizin kami?

Jangan keluar dari istana seperti ini.

Kau muncul di depan banyak pria tanpa memakai kerudungmu.

Itu takkan benar...

...jika putri Raja Bharmal duduk diam saat seseorang tewas.

Jodha, jangan lupa,...

...bahwa kau adalah putri seorang pejuang Rajput.

Bukankah seorang pejuang punya hati?

Tidak! Dia takkan berpikir sejenak sebelum membunuh musuhnya.

Kenapa kau membunuh musuhmu?

- Karena aku ingin menyelamatkan Amer. - Kenapa?

Karena aku mencintai Amer.

Tapi, Ayah,...

...hanya mereka yang punya hati yang bisa mencintai.

Sekarang, jangan berkata bahwa seorang pejuang tak punya hati.

Ibu mengajarkanku bahwa raja yang menguasai negeri ini...

...akan menjadi debu, suatu hari kelak.

Raja yang menguasai hati...

...akan hidup lama, Ayah.

Hilanglah kemarahanmu!

Ibu!

- Apa yang terjadi, sekarang? - Lihat?

Lihatlah yang telah dilakukan oleh putri kesayanganmu.

Apa yang dia lakukan?

Aku yang memilih perhiasan itu dan dia yang mengenakannya.

Aku tak tahu bahwa Sukanya telah memilih perhiasan ini.

Aku akan segera melepasnya.

Tidak! Aku tak mau memakai perhiasan yang kau buang.

Sukanya, perhiasan ini diletakkan di atas pakaian ini,...

...jadi, kupikir ini adalah untukku.

Ini adalah hari ulang tahunnya. Biarkan dia memakainya.

Ibu, kau selalu melakukan itu.

Dia lebih tua, maka semua hal baik adalah untuknya.

Hanya karena aku lebih muda...

Bukan hanya lebih muda, tapi kau juga orang luar.

Sukanya, sebenarnya, kami menemukanmu di tangga kuil.

Jadi, pasti ada beberapa perbedaan...

...antara yang lebih muda dan orang luar.

Bagaimana menurutmu, Ibu?

Ibu, kau lihat itu? Kau selalu mendukungnya.

Aku takkan mendengarkanmu lagi, mulai saat ini.

Baiklah.

Aku akan membuatkan untukmu perhiasan yang lebih bagus. Cukup?

Jika kau sudah selesai berkelahi, bersiap-siap dan turunlah.

Ini saatnya untuk perayaan.

Aku akan berdoa kepada dewi bahwa setelah perayaan ini,...

...kau akan segera dinikahkan. Itu dia!

Kau juga!

Suamimu bukan seorang pejuang.

Tapi seseorang yang gemuk, seperti kembang kol.

Suamimu akan lebih tipis dari bihun.

Kuharap pasukan Mughal itu akan menculikmu.

Sukanya, jangan pernah mengatakan itu lagi!

Aku pasti akan mengatakannya. Berhenti sok berkuasa!

Jodha, mengapa kau tak memakai pakaian yang kuberikan kepadamu?

Karena Sukanya tak menyukainya.

Sukanya, kenapa kau menyusahkan Jodha?

Ibu, biarkan saja. Adikku dan aku akan menanganinya.

Ayo.

Putri tersayang kami.

Aku hanya ingin sumbangan emas ini berlangsung.

Mainavati, aku merasa takut...

...karena kudengar dia akan datang kemari.

- Mainavati, siapa yang akan datang? - Shagunibai.

Bukankah dia wanita yang sama yang memprediksi masa depan?

Ya, dia orangnya.

Omong-omong, siapa yang mengundangnya kemari?

Dia tak datang atas undangan siapa pun.

Dia juga tak berhenti jika ditolak masuk.

Dia berkata, dia telah membaca masa depan Jodha...

...dan bahwa dia akan menikah dengan satu keluarga Rajput.

Menantu, tanyakan saja itu kepadanya.

Jangan membiarkannya mengatakan hal lain...

More Indonesian subtitles for Jodha Akbar

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left