Pierwsze 200 wierszy.
SERIAL DRAMA INI HANYA FIKSI DAN TIDAK TERKAIT
DENGAN LOKASI, ORANG, ORGANISASI, LATAR, DAN PERISTIWA SUNGGUHAN
SELURUH AKTOR ANAK DAN HEWAN DIREKAM DI KONDISI YANG AMAN
Sulit untuk tampil di acara hari ini, bukan?
Ya.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Aku baik-baik saja.
PENERIMA EUN SOOHYUN
Sayang.
Kau melalui banyak hal hari ini.
Kau pasti lelah.
Tidak, aku baik-baik saja.
Aku takut kau akan jatuh sakit.
Suho...
Kurasa ibumu datang. Bagaimana?
Jika kau merasa tak enak badan, mari kita jadwalkan ulang.
Tidak, aku baik-baik saja. Jangan biarkan dia menunggu.
Baik.
Aku datang.
Ibu, bagaimana rasanya?
- Kau juga harus coba. - Ini dia.
Kenapa kau siapkan begitu banyak?
Hanya hidangan sederhana, tapi makanlah.
Wanginya harum sekali.
- Apa aku terlambat? - Kau bilang tak bisa datang.
Ini momen bersejarah bagi pasangan ini.
Tidak boleh kulewatkan.
Aku mengatur ulang jadwalku.
Suho, senang bertemu denganmu.
- Lama tak bertemu. Kabarmu baik? - Ya.
- Duduklah. - Soohyun.
Apa yang kau beli?
Ini pakaian golf terlaris di toko kami.
Kubawakan untukmu. Kau main golf, bukan?
Ya. Terima kasih.
- Aku menghargainya. - Ya.
- Pastikan kau sering mengajaknya. - Tentu.
Sekarang, ini untukmu.
- Sebuah syal. - Kau tak perlu membelikanku sesuatu!
Tentu saja harus.
Lihatlah.
- Bagus. - Astaga.
- Terlihat bagus. - Sempurna.
Benar, Soohyun?
- Terima kasih. - Ya.
- Akan kubawakan piring lagi. - Tidak perlu.
- Apa? - Biar aku saja.
Sayang?
- Itu ditayangkan besok, bukan? - Ya.
Aku tak sabar untuk menontonnya.
- Kau sudah makan? - Belum.
Tampak sangat lezat. Terima kasih.
- Terima kasih telah datang meski sibuk. - Tentu saja aku harus datang.
- Tampak sangat enak! - Kenapa kau membeli ini?
Itu sangat cantik.
Kau bisa memberikannya padaku kelak.
Soohyun, kau baik-baik saja?
Ya.
Perutku hanya terasa mual.
Bisa kau buka pintunya?
Tidak apa-apa. Aku akan keluar setelah menyikat gigi.
- Tidurlah. - Benarkah kau baik-baik saja?
Ya.
Akan kuletakkan obat di meja. Minumlah saat kau keluar.
Ya?
EPISODE 4
- Sayang, kau di mana? - Berhenti main-main.
Bukankah ini hari liburmu? Ayo kita cari makan.
Aku ada rencana hari ini.
Benarkah?
Kalau makan tengah malam?
Ya. Baiklah.
Apa rencanamu hari ini?
Siapa yang dia temui?
PESAN EUN SOOHYUN
PUSAT PERAWATAN SOLGANG PUKUL 14.00
Aku kehilangan anakku.
Aku masih terluka setiap hari
dalam rasa sakit yang tak tersembuhkan.
Karena itu aku datang mencarimu.
Tapi aku keliru.
Kau menjalani hidupmu dengan baik dalam caramu sendiri.
Aku sungguh menyesal.
EUN SOOHYUN
Terima kasih.
CINTA PADA WAKTUNYA RAIH PENGHARGAAN SASTRA ROSALINE
Putra Eun Soohyun, orang Korea peraih Penghargaan Sastra Rosaline pertama,
meninggal secara tragis dalam kecelakaan mobil.
Pengemudi yang membunuh Gunwoo
sedang berjalan pulang setelah menerima penangguhan hukuman.
Setelah pergumulan, ibu Kang Gunwoo secara sengaja...
...pembunuhan balas dendam tidak dapat diterima secara sosial dalam masyarakat.
Pemirsa. Sekali saja, pikirkanlah alasan kenapa
dia tak punya pilihan selain melakukan tindakannya.
Apa ada orang di luar sana yang benar-benar bisa mengadilinya?
Kau sedang apa?
Kau sudah bangun.
Aku membuat bubur.
Aku tidak tahu apakah akan enak.
Kenapa kau membuat itu? Aku yakin kau banyak pekerjaan.
Bagaimana perasaanmu?
Aku merasa lebih baik.
Aku pasti gugup soal acara itu.
Syukurlah.
Apa kau menjadi sukarelawan hari ini?
Ya, benar.
Aku ingin memintamu tinggal di rumah jika bisa.
Jangan berlebihan, ya?
- Ya. - Cicipi rasanya.
- Apakah lumayan? - Ya, ini enak.
Aku akan menemui Taeho untuk makan siang.
Saat terakhir kita melihatnya,
dia tampak seperti gelandangan.
Aku ingin mentraktir dia sesuatu.
Aku bahkan tak sempat mandi. Ini makanan pertamaku dalam sepuluh jam.
Kakak ingin mentraktirmu makanan enak.
Kalau terus begini, kau akan sakit selagi merawat orang lain.
- Jangan lupa makan. - Itu yang kuinginkan,
tapi aku dipanggil setiap kali mencoba untuk duduk.
Tapi aku akan memastikan untuk menonton segmen Kakak.
Tidak, jangan mengungkitnya.
Kakak sangat menyesalinya sekarang. Seharusnya Kakak lakukan sendirian.
- Kenapa? - Kakak iparmu
semalam muntah sepanjang malam setelah syuting.
- Itu pasti sangat sulit baginya. - Tapi
Kakak tidak memaksanya tampil.
Itu karena dia tampil demi Kakak.
Kakak seharusnya menghentikannya.
- Ini salah Kakak. - Itu buruk sekali.
Apa ini? Istri kakak sakit dan Kakak kesal.
Kenapa aku sangat cemburu?
Seolah aku merasakan cinta dari pasangan sungguhan.
Yang benar saja.
Berhenti main-main.
Apa kau sudah memeriksa yang Kakak minta?
Aku pilih beberapa yang terbaik untuknya.
Ini dan yang ini.
Itu mencakup sistem pernapasan dan CT jantung.
Hanya perlu menambahkan MRI serebrovaskular.
Selain itu, Kakak juga bisa menemukan ciri-ciri penyakit dengan tes genetik.
Ya, baiklah.
Kakak akan membacanya. Makanlah. Kau tak punya banyak waktu.
Benar.
Aku harus pergi.
- Kenapa? - Panggilan UGD.
- Ada tabrakan lima mobil. - Apa?
Baiklah...
Hei! Setidaknya minum air. Nanti perutmu sakit.
- Kakak bereskan itu, ya? - Ya, baiklah.
- Hubungi Kakak, ya? - Baik!
PRODUK BARU MUSE DI CHEONGDAM
Urutan pajangannya salah, Jeongmin.
Nona Han!
Di mana harus kupajang barang naratama?
- Dekat jendela di pintu masuk. - Baik.
Baik.
SOOHYUN, APA SEMUA BAIK-BAIK SAJA?
- Akan kubawakan piring lagi. - Tidak perlu.
- Apa? - Biar aku saja.
Sayang?
Yuri!
- Astaga! - Lama tidak bertemu!
Mary, Jazz, apa kabar?
- Baik. - Kami hanya ingin mengunjungi tokomu
- selagi bepergian. Ya. - Bepergian? Menyenangkan sekali!
- Ini luar biasa. - Luar biasa?
- Ya. - Terima kasih. Kemarilah.
- Akan kuajak berkeliling. - Baik.
- Hebat. - Jazz.
Maaf!
Wanita itu.
Siapa dia?
Jangan datang ke sini lagi. Tidak ada ruang untukmu...
dalam hidupku lagi.
Kau benar-benar...
tidak membutuhkanku
dalam hidupmu?
Tidak perlu.
Terjadi pada saat itu.
Lalu siapa yang mengirim ini padaku?
Ya, aku yang menaruh amplop di ruang tunggu hari itu.
Apa kira-kira
kau ingat dari siapa itu?
Seorang kurir.
Keadaan sibuk karena syuting, jadi, aku tidak ingat apa-apa lagi.
Seorang pria memintaku memberikannya kepadamu.
Baik, terima kasih.
Aku Gwon Seonyul.
Kenapa kau melakukan ini?
Apa yang kau lakukan?
Jangan seperti ini.
Berengsek!
Kenapa kau kembali ke sini?
- Katakan. Di mana buku rekeningmu? - Kau mengambilnya.
Kenapa mencarinya?
Sial!
- Katakan sekarang juga! - Astaga.
- Di mana? - Astaga.
- Apa yang kau lakukan? - Sial! Minggir!
No comments yet. Be the first to leave one.