Pierwsze 200 wierszy.
Sebagai gantinya,
ceritakan juga kisahmu.
Tidak seru kalau hanya aku yang bercerita, bukan?
Kamu menceritakan kisahmu, aku menceritakan kisahku.
Dengan begitu, mari kita lengkapi kisah kita.
"Kisah kita."
Ya. Kita.
Pertama, ceritakan tentang orang yang paling kamu benci.
Kapan kali pertamai bertemu dan kenapa kamu jadi membencinya?
Ayolah.
Kamu tak langsung membencinya sejak awal, bukan?
Dari pengalamanku hidupku,
perasaan benci itu tidak muncul begitu saja.
Untuk bisa membenci, harus ada pemicunya.
Entah itu persahabatan, kasih sayang, atau semacamnya.
Saat perasaan itu dihancurkan, barulah kebencian lahir.
"Scarecrow."
"Episode empat."
Penyebab kematiannya sudah pasti pencekikan.
Namun, ada yang sedikit aneh.
Apa maksudmu?
Yang berbeda dari yang lainnya
adalah dadanya.
Dadanya disayat oleh silet.
Ini baru kali pertama.
Apa itu dilakukan saat korban masih hidup?
Ya.
Benda ini ditemukan di dalam tubuhnya
kemaluannya dijejali dengan ini.
Apa itu?
Apa ini?
Suap.
"Ruang Bedah."
Lupakan saja dan pergilah.
Ini bukan lagi kasusmu.
Cha Si Yeong.
Si Yeong.
Aku harus menangkap bajingan itu.
Kita tangkap dia.
Kita?
Ya.
Kita.
Mau berteman denganku?
Kudengar kamu pintar? Aku juga pintar.
Kita harus berteman.
Aku tidak butuh teman.
Bagaimana kalau uang?
Mau memberiku les privat?
Akan kubayar.
Aku tidak bisa melafalkannya.
Itu "pi". Sini, kulihat.
Coba kerjakan. Itu dia!
Ini jawabannya!
Kenapa?
Benar!
Penjelasanmu hebat. Malah lebih baik daripada guru matematika-ku.
Itu karena dia guru yang payah.
- Aku ke toilet sebentar. - Toilet?
- Coba kerjakan yang ini. - Ya, baiklah.
Coba makan ini.
Enak sekali. Dari mana Kakak dapat ini?
Ini pemberian temanku.
Dia teman yang baik. Minta lagi padanya, ya?
Baiklah.
Makanlah yang banyak.
- Mau pulang? - Aku pulang dulu.
Tae Joo.
Ya?
Nanti kita
masuk universitas yang sama, ya.
Baiklah.
Hati-hati di jalan.
Benar juga.
Aduh. Aku lupa.
Lain kali saja kuberikan.
Kenapa kamu baru pulang?
- Sun Yeong merengek minta makan. - Ibu.
Bolehkah aku kuliah?
Boleh. Asal kamu biayai sendiri.
Si Yeong.
- Ada yang menempel. - Jangan sentuh aku.
Kamu menjijikkan.
Ada apa?
Kenapa kamu tidak bilang
kalau ibumu seorang wanita bar.
Kamu mau aku bilang pada semua orang
siapa dirimu sebenarnya?
Anak-anak lain juga harus tahu.
Kumohon jangan katakan.
Aku mohon.
Kamu mau melakukan apa pun yang kusuruh?
Ya.
Apa pun itu.
Apa pun.
"Klinik Bang Gyeong Mun."
Si Yeong.
Kita tangkap dia.
"Kita"?
"Kita", ya?
Ide bagus.
Ayo.
"Polisi Gagal Menangkap Pelaku Di Depan Mata."
Lihat ini.
Beginilah rupa si pembunuh berantai.
Sehelai rambutnya pun bahkan belum pernah kita lihat.
- Apa ini masuk akal? - Kami sudah dapat rambutnya.
Kami juga tahu golongan darahnya.
Baru menemukan satu golongan darah sudah bangga? Hebat sekali.
Begini kami juga menyelidiki residivis dengan kejahatan serupa,
- dia akan segera tertangkap. - Sial.
Kali ini, apa saja yang ditemukan?
Apa saja yang ditemukan?
Tidak ada yang istimewa. Rambut, bulu tubuh,
dan darah dari pakaiannya semuanya tipe B.
Kepala Kim, apa kamu punya keluhan untukku?
- Apa kamu punya keluhan? - Tidak, Pak.
Kelihatannya ada. Apa itu?
Pak Kepala.
Soal pengunduran diri Kang Tae Joo, bisakah Anda menundanya?
Keterangan medis Jeon Kyung Ho juga semuanya dipalsukan, dan...
Kamu masih bisa berkata begitu setelah melihat artikel ini?
Siapa yang membuatnya lolos? Kang Tae Joo!
Ya, Kepala Heo dari Kantor Polisi Kangseong.
Ya.
Tunggu sebentar. Pak.
Halo?
Siapa?
Ya. Aku Kepala Polisi Kangseong, Park Eun Gyu.
Ya, silakan bicara, Komisaris.
Ya? Maksud Anda, Kang Tae Joo?
Tidak mungkin.
Aku bahkan belum memproses surat pengunduran dirinya.
Kudengar kamu kembali. Bagaimana bisa?
Mungkin karena Pak Kepala terlalu sibuk?
Katanya, surat pengunduran diriku belum diterima.
Memangnya bisa begitu?
- Hei! - Aduh!
Sakit? Ikut aku.
Hei, bagaimana ini bisa terjadi? Coba ceritakan dengan detail.
Tim kita memang kekurangan orang, anggap saja ini rezeki nomplok.
Bukan begitu. Untuk proses pengunduran diri sersan biasa,
- kenapa Komisaris bisa terlibat? - Komisaris?
Ada?
- Kamu juga baru dengar? - Itu...
Siapa nama Komisaris itu?
Komisaris Cha Jun Yeong, masa kamu tidak tahu?
Dia komisaris termuda di negara ini! Sekarang tugasnya di Gedung Biru.
Dia yang sangat berpengaruh.
Seorang komisaris...
Luar biasa.
Hei. Kamu yakin dia bukan bekinganmu?
Anggap saja dia bekinganku. Tidak sepenuhnya salah juga.
Apa maksudnya?
Hanya demi seorang sersan, Komisaris sampai harus turun tangan?
Maafkan aku.
Kang Tae Joo atau siapa pun namanya,
dia harus sepadan dengan semua ini.
Dia akan sepadan.
Dan soal Pembunuhan Berantai Kangseong...
Jangan serahkan kasus itu, kamu selesaikan semuanya sendiri.
Kalau kamu tak bisa bantu Ayah mempersiapkan pemilu,
setidaknya jangan menjadi beban. Benar, bukan?
Akan aku camkan.
Bagus. Camkan itu.
Kudengar kamu berkencan dengan putri Pimpinan Kim Tae Seob?
Dia wanita yang sangat baik.
Hei.
Kamu juga? Apa kamu juga mau masuk politik?
Hei, Cha Si Yeong.
Kamu tahu apa yang terjadi pada pipit yang mengejar bangau?
Selangkangannya akan robek.
Kukira kamu itu tahu diri. Apa sesulit itu untuk paham?
Aku tidak habis pikir.
Kamu punya daftar barang peninggalan Kim Min Ji, 'kan?
Belum.
Keberadaannya pada hari kejadian? Sudah kamu selidiki?
Itu juga belum.
Lalu apa yang sudah kamu kerjakan?
Untuk orang yang seenaknya berhenti lalu kembali lagi,
kurasa kamu tak berhak bilang itu kepadaku.
Kenapa anak itu?
Apa dia sudah gila?
Park Dae Ho.
Ikut aku keluar.
Anak baru.
Minta maaflah.
Untuk apa minta maaf? Sudah terlanjur, lawan saja dia.
Anak itu...
Nyalinya besar.
Sangat besar.
Makanlah.
Katakan, alasanmu kesal padaku.
- Tidak ada alasannya. - Tidak mungkin.
Apa alasannya?
Sejujurnya.
Aku rasa aku kecewa.
Karena kamu berhenti begitu saja.
Kamu baru datang,
aku akhirnya mengerti apa yang harus dipahami dari sebuah kasus,
bagaimana cara mendekati pelaku.
No comments yet. Be the first to leave one.