Pierwsze 172 wierszy.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Adora.
Shadow Weaver?
Di ambang kehebatan
Ubah kegelapan jadi cahaya
Kami tepat di sampingmu
Siap tarung
Kita 'kan menang akhirnya!
Kita harus kuat
Dan harus b'rani
Harus b'rani
Harus temukan sem'a kekuatan kita Dan tak pernah lepaskan
Kita harus kuat
Gandakan pengamanan, tiga kali lipat di Batu Bulan.
Jangan tidur sampai tahu cara dia masuk.
Kenapa berhenti?
- Ini tempat tahanan kami. - Ini penjaramu?
Ini ruang kosong, tapi lebih dari cukup
sebagai sel.
Kami singkirkan bantal.
- Sebagian besarnya. - Ini penjara?
Ya, ini penjara.
Yang Mulia, aku kenal dia.
Aku tahu triknya. Aku harus ikut interogasi.
- Hanya aku... - Dia berbahaya.
Aku takkan izinkan.
Mendekati kalian. Jauhi ruangan ini.
- Tapi, Yang Mulia... - Ini final.
Aku perlu masuk.
Dia bisa pergi ke mana saja, tapi dia ke sini.
Apa alasannya?
- Jika Ratu mau dengarkan... - Mungkin ini yang terbaik.
Dia membesarkanmu. Dia tahu cara pengaruhimu.
Kita tak bisa ambil risiko.
Takkan terjadi.
Baik. Kurasa kita harus ke kamar, tidur kembali,
biarkan Penjaga Bulan Terang mengurusnya.
- Kau akan menyelinap, ya? - Apa?
Tidak.
Tidak!
Di mana aku?
Kau di Penjara Bulan Terang.
Ini penjara?
Kenapa semuanya terus... Tentu ini penjara.
Kau pasti ibunya Glimmer.
Aku tahu dari cara suaramu melengking saat teriak.
- Beraninya kau? - Shadow Weaver.
Kau akan membayar kejahatanmu
- saat kau menjadi guru adikku. - Ya.
Micah manis yang berbakat.
Jangan mengucapkan namanya.
Bukan aku yang membuatnya terbunuh.
Kenapa kau ke sini?
Aku punya informasi penting untuk mengalahkan Gerombolan Penjahat,
tapi aku hanya akan berbicara pada Adora.
Catra!
Catra!
Catra, kutemukan kau.
Scorpia?
- Bagaimana bisa ke sini? - Astaga. Itu pencurian sulit.
Misi berbahaya tingkat atas.
Kubebaskan kau. Tak ada waktu sebelum...
Sebelum apa?
Hordak meminta pertemuan untuk menyaksikan hukumanmu.
Tapi kuyakin itu...
Mungkin bukan apa-apa, tapi takkan kubiarkan.
Akan kukeluarkan kau. Tombolnya mungil.
Kecil sekali. Salah menekan.
Tunggu. Sial, bukan yang itu.
Hentikan.
Aku tak punya kesempatan. Kulakukan dengan benar.
Kupikir aku bisa buktikan diriku, tapi semua tak penting,
aku tak bisa menang.
Shadow Weaver benar.
Dia tak benar!
Jangan menyerah. Aku bisa menyelamatkanmu.
Kau sungguh peduli, ya?
Tentu saja. Kau Catra.
Kau pemimpin kami. Kau...
Kau temanku.
Segalanya bagiku.
Peduli pada orang lain, itu penyebab kekacauan ini.
Pergilah atau kau juga ditahan.
Apa?
Apa kau bodoh? Pergi.
Penjaga!
Adora!
Aku akan menggantikanmu.
Kataku aku perlu bicara dengannya!
Adora, Shadow Weaver akan menyakitimu lagi.
Kau tak tahu itu.
Ya, aku tahu. Dia dari Gerombolan Penjahat.
Dia jahat. Orang jahat tak berubah.
- Aku dari Gerombolan. Aku berubah. - Kau berbeda. Tak seperti mereka.
Kau baik hati, ramah dan...
She-Ra?
Aku dahulu seperti mereka, lalu pergi.
Bukan karena pedang ini, tapi karena itu perbuatan benar.
Aku harus percaya yang lain bisa berubah. Bahkan Shadow Weaver.
Percayalah padaku, ya?
Aku kuat hadapi dia.
Perlu tahu apa dia sungguh berubah.
Apa wanita yang membesarkanku masih memiliki kebaikan.
Jauh di dalam hatinya.
Kami percaya, tapi takkan biarkan kau sendiri.
Kami perlu melakukan apa?
Untuk terakhir kali, katakan yang kau tahu.
Aku tahu saat kau merapal mantra kebenaran,
kau harus memastikan gambarnya benar. Ceroboh.
Kau yakin kau kakak Micah?
- Dia ingin membuat kita kesal. - Kau tak perlu repot
jika biarkan aku berbicara dengan Adora.
Tidak, sudah cukup kau siksa dia. Katakan sebenarnya.
Kenapa mereka mengirimmu ke sini?
Apa rencanamu?
Kau pikir Hordak kirim aku?
Aku kabur dari Hordak dan harus membayarnya.
Kau sekarat, ya?
Angella, bisa bicara sebentar?
Ini tak berhasil.
Kita sudah coba semua, kondisinya memburuk.
- Mungkin kita harus... - Tidak boleh.
Kalian masuk. Aku alihkan mereka.
Konsultasi dengan Persekutuan
- sebelum lanjutkan. - Yang Mulia!
Hei.
Jadi, siapa ingin lihat trik sulap?
Adora.
Dengarkan, Nyonya.
Setelah menculik dan menghapus pikiran,
aku hanya mencari alasan untuk membalasmu!
- Jadi, jika kau menyakiti Adora... - Glimmer.
Aku bisa.
Lihat dirimu, Adora-ku.
Kau menyelinap datang. Kenapa? Itu alasan kita bicara.
Menemuimu.
Aku hanya memercayaimu.
Aku merindukanmu, anakku.
Masa lalu. Coba lagi.
Pintar. Kau selalu pintar.
Sejak aku melihatmu, aku tahu kau berbeda.
- Kau... - Istimewa?
Tidak, kau selalu bilang aku tak penting.
Aku istimewa hanya saat mematuhimu.
Kenapa ke sini?
Apa yang menimpamu?
Butuh seluruh kekuatan sihirku untuk menemuimu.
Aku sekarat, Adora.
- Kau berbohong. - Adora.
Kurasa tidak.
Demi Kehormatan Grayskull!
Entah kenapa kau datang, tapi takkan kubiarkan menderita.
Aku akan menyembuhkanmu, lalu kau akan jawab pertanyaanku.
Apa kita sepakat?
Kau tak tahu cara menyembuhkan.
Aku bisa pikirkan. Dia akan mati.
Mungkin aku bisa bantu.
Aku dahulu guru sihir di Mystacor.
Aku melatih ayahmu, Putri.
Aku bisa bantu kendalikan sihirmu,
tapi kau harus memercayaiku.
Baik, tapi kau harus memercayaiku.
Percaya aku tak bodoh.
Percaya aku tahu permainan pikiranmu.
Berhenti berbohong dan percayai aku dengan kebenaran.
Hordak, bagus. Banyak yang harus kubahas.
Aku satukan teknologi First One dari Batas Utara
ke mesin portal kita, tapi ada yang kurang.
Untung aku menangkap sinyalnya. Semacam pesan First One.
Entah kata lainnya, tapi yang ini mudah, "Portal."
Mungkin itulah yang kita cari.
Di mana Catra?
No comments yet. Be the first to leave one.