Pierwsze 200 wierszy.
Sering kali,
kita mencoba menelusuri kisah masa lalu.
Bertanya-tanya kenangan mana yang terlupa di sepanjang jalan.
Terkadang, kita ingat.
Namun sering kali, kenangan itu lenyap ke dalam lubang hitam.
Betapapun keras kita mencoba menggali, kita tak pernah menemukannya.
Hingga suatu hari, kita menemui keajaiban,
yang menuntun kita kembali ke lubuk ingatan,
Memungkinkan kita mencari,
dan menemukan kembali kisah-kisah itu.
Sering kali,
aku bertanya pada diri sendiri.
Mengapa aku suka menyelam?
Satu-satunya alasannya adalah.
Setiap kali menyelam, aku ingin mendengar detak jantungku.
Jika kau turun hingga kedalaman tertentu,
tekanan air menekan paru-paru kita,
membuatnya lebih kecil.
Pada titik itu,
rasanya seperti...
Melayang di angkasa.
Hanya tersisa keheningan.
Tempat paling tenang di dunia ini.
Saat kita bisa mendengar,
detak jantung kita dengan jelas.
Mesin inti mulai hitung mundur.
Tujuh.
Enam.
Lima.
Empat.
Tiga.
Dua.
Satu.
Nyalakan pengapian dan meluncurlah.
Overture-9 menuju gerbang,
membawa kelanjutan ke bulan dan seterusnya.
Aneh, bukan?
Lin ingin naik ke atas.
Kath ingin turun ke bawah.
Lewat jalan berbeda, mungkin kita kan bertemu di suatu tempat.
Sejauh apa pun jarak Kath.
Aku akan terus mencari sampai kutemukan kau.
Terima kasih, Paman.
Sampai jumpa, Nak.
Baik, Paman.
Kath!
Kath.
Kau selalu terlambat.
Maafkan aku.
Ayo, cepat!
Kath?
Kubawa kau makan O-Aew. Traktiranku.
Ayo pergi.
Pegang yang erat.
Kenapa kau mengemudi begitu lambat?
Aku tak ingin lekas sampai rumah.
Apa kau sudah merindukanku?
Sangat!
Ini pertama kalinya aku melihat ini.
Ada begitu banyak sudut unik.
Ini kaleidoskop.
Setiap gambar yang kau lihat adalah pantulan dari yang lain.
Setiap gambar terhubung dengan yang di sebelah.
Seolah ada banyak versi Lin dari dimensi berbeda?
Ya.
Tapi aku hanya ingin melihat versi Lin ini.
Bisakah bagian ini...
Dibiarkan tanpa pantulan apa pun?
Lin.
Ayah ingin kau menjaga toko untukku.
Mau pergi ke mana kau sekarang?
Aku mau berkencan.
Aku ada kencan, bisa tolong jaga toko sebentar?
Aku pergi dulu, Ayah.
Boleh kuambil ini? Tak usah dijual.
Wah, piringan hitam ini mahal, tahu. Barang langka.
Tidak! Takkan kuberikan padamu!
Kau ingin jalan-jalan?
Mari bertukar.
Tolong jaga tokonya untukku.
Deal?
Tidak ada deal atau apa pun!
Kenapa kau suka lagu ini?
Apa kau tahu arti lagu ini?
Makna di baliknya adalah,
satu-satunya hal yang bisa menentang hukum fisika di alam semesta ini,
adalah cinta.
Cinta...
Selalu punya kuasa menyatukan dua hati, tanpa peduli jarak.
Cukup romantis, kan?
Enak?
Mau?
Enak?
Sekarang sudah enak?
Bagaimana pernapasanmu?
Aku bisa menahannya lebih lama sekarang.
Jangan paksakan batasmu. Aku khawatir.
Khawatir padaku?
Kalau begitu, turunlah bersamaku.
Aku tak bisa berenang.
Jika Kath tenggelam, siapa yang akan menyelamatkanku?
Baiklah.
Lain kali akan kuajari.
Tapi terima kasih sudah menemaniku.
Kau bahkan tak bisa berenang dan membantuku.
Tapi kau menggemaskan, tahu?
Jadi, apa kau mencintaiku?
Cinta banget!
Seberapa besar?
Sangat besar!
Seberapa besar?
Sejuta kali lipat.
Hari kompetisi sudah dekat,
tapi aku masih belum punya keberanian memberitahu Ibu.
Awalnya aku menyelam hanya untuk bersenang-senang,
tapi seseorang datang dan membuatku serius menekuninya.
Lin, tahukah kau?
Saat kau bercerita tentang mimpimu,
pergi menjelajah angkasa dan menemukan bintang-bintang,
itu memberiku kekuatan mewujudkan mimpiku sendiri.
Aneh, bukan?
Lin ingin naik ke atas.
Kath ingin turun ke bawah.
Lewat jalan berbeda, mungkin kita kan bertemu di suatu tempat.
Hei, mau ke mana?
Hari ini hari penting bagi Kath. Dia ada kompetisi freedive.
Aku pergi dulu.
Lin.
Katakan pada Kath bahwa Ayah menyemangatinya, ya?
Halo, Ibu.
Oh, Lin.
Kath di atas. Dia masih tidur, bangunkan sana.
Baiklah, letakkan tangan di depan kaki.
Tundukkan kepala sedikit.
Siap? Satu, dua, tiga.
Bangun.
Kau cepat sekali bangun.
Kau tahu hari apa ini?
Hari apa?
Kompetisi.
Kau benar!
Kenapa tak membangunkan daritadi?
Lihat? Aku sudah membangunkanmu, dan kau masih tepat waktu.
Cepatlah!
Baik? Satu, dua, tiga.
Sudah selesai.
Siap?
Selesai. Kau bisa ambil fotonya dua hari lagi.
Aku pergi dengan Lin, Bu.
Mau ke mana?
Main.
Kau tak pernah dengar apa yang,
kuperingatkan padamu, ya?
Ada yang tertinggal?
Tidak ada. Lihat, tasku ada di sini.
Aku pergi dulu.
Hati-hati di jalan.
Ajak aku lain kali, ya?
Tasku di sini.
Seorang fotografer bawah air Thailand hilang di laut Italia.
Ia hilang saat menyelam untuk mengambil foto sebagai bagian dari misi
eksplorasi dan fotografi bawah air di sebuah gua di kota Ravenna.
Namun saat penyelaman, ia terpisah dari rombongannya.
Mimpimu justru bisa,
membuatmu takkan pernah kembali ke sini.
Kenapa salah jika aku menjadi freediver, Bu?
Meskipun Ayah telah tiada.
Kath tetap percaya.
Bahwa Ayah tetap mendukung Kath dan Ibu menjadi penyelam.
Ibu adalah freediver yang mahir.
Dan Kath ingin menjadi freediver yang mahir juga.
Hari ini, Kath akan tunjukkan pada Ibu bahwa ia bisa melakukannya.
Aku yakin Ayah menjaga.
Jika Ibu tak mendukung mimpi Kath...
Setidaknya jangan hentikan aku.
Kath adalah freediver hebat, Bu.
Lin.
Ibu ingin kau pakai kaus ini, Kath.
Kau siap? Jika belum, kita bisa giliran terakhir.
Sekarang waktu terbaik, Rin.
Tenang saja dan tetap fokus.
Kath, mohon bersiap.
Cepatlah naik kembali. Lin sedang menunggu.
Kath.
Enam.
Lima.
Empat.
Tiga.
Dua.
Satu.
Selesai resmi. Plus satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Lima.
Enam.
Blackout!
Lewat sini, lewat sini!
Lewat sini.
Tunggu, tetap di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.