Pierwsze 200 wierszy.
Dia baik-baik saja?
Aku mendapatkannya!
Oh, dia sudah keluar
Kau baik-baik saja?
Bisa minta tolong jaga anak kucing ini?
- Aku sudah terlambat - Baiklah
Aku hampir sampai.. Maafkan aku..
Aku bisa melihatmu!
Sial, aku telat banget!
- Saet-byul! - Jung Saet-byul!
Dia datang
Hey, Wonder Woman!
Hey!
Ah.. dasar kalian!
Teman-temanku!
Hey, kau! Ambilkan aku air
Hey!
Aku kehabisan nafas karena berlari, tapi kuanggap itu pemanasan
Itu artinya kalian dalam masalah besar
- Kalian takut, kan? - Iyaa, kan?
Ini menyenangkan
Kalian tahu bunga China pink melambangkan apa?
Yang bisa jawab dengan benar, akan kuampuni
- Sikap tidak hormat? - Salah
- Facebook? - Salah
Berhentilah menebak!
Jangan membuatku malu Jumlah kita lebih banyak
Teman-teman, bentuk formasi burung jenjang
Apa itu formasi burung jenjang?
Itu sejenis formasi, Bodoh.
Formula? Aku tahu itu!
Lima..
Empat..
- Tiga.. dua... - Mereka semua sudah datang!
- Benar. Kau bebas. - Hore!
Hey, serang!
Teman-teman, jangan takut. Mereka bukan apa-apa.
Fokus!
- Rasakan ini! - Astaga!
Hey!
Baik, hentikan. Mari kita sudahi saja
Aku takkan memintamu bergabung dengan kru kami lagi
Sesama wanita tidak boleh saling pukul
Mari kita bicarakan. Aku mengerti, kau pandai berkelahi
Tidak, wanita sejati bicara dengan pukulannya
Kau keren sekali!
Saet-byul, aku sungguh belajar hari ini
Aku gadis tercantik dan kau gadis terkuat!
- Kau bercanda? - Aku serius
Kau lihat gadis-gadis itu tadi?
Kau lihat kaki gemuk itu?
Pendek sekali!
- Apa itu formasi burung jenjang? - Apa-apaan itu?
- Apa itu tadi namanya? - Formula!
Apa? Kau kenal orang itu?
Dia sangat tampan Dia seperti artis
Diam. Aku sedang memperhatikan bunganya
Tatapanmu jelas bukan ke arah bunganya
- Kau pasti sedang melihat pria itu! - Ayolah
Akan sangat menyenangkan mendapatkan buket seperti itu
Aku yakin wanita lebih menyukai buket uang.
Aku lebih suka bunga. Aku ingin membuka toko bunga dan menjalani hidup elegan.
Panggil aku Jung si Penjual Bunga.
- Tidak masuk akal - Maka aku penjual bunga bank.
Kau tak mencium bau apa pun?
- Sedikit. - Benar, kan?
- Dae-hyun, - Ya?
Apakah kau harus bersikap seperti ini? di hari seperti ini?
Ada apa hari ini? Anak anjing? Atau mengobati kaki burung?
Bagaimana kau tahu? Itu anak kucing.
Anak kucing?
Dia jatuh ke selokan.
Kau pria yang baik..
Baik sekali..
.. tapi kau bukan untukku
Tidak, menurutku kita sangat cocok.
Tidak, itu menurutmu
Menurutku?
Aku harus mengembalikan bayimu kan?
Tunggu..
Kudoakan yang terbaik untukmu. Selamat tinggal.
Jung-eun,
Jangan pergi
Yang benar saja
- Aku minta - Okee
Aku ingin rokok mentol hari ini.
Setuju. Hei, kau punya rokok mentol?
Kemarin aku punya
Astaga. Bisa-bisanya kamu merokok sendirian
- Apa yang dia lakukan? - Apa itu?
Kau seperti mentertawakanku.
Kau pria yang baik.
Kau sangat baik, tapi kau bukan untukku
Jika pria baik bukan untukmu..
..Apakah pria jahat yang cocok untukmu?
Apakah seperti itu?
Dia mabuk?
Selamat tinggal.
Dia sangat tampan.
Orang-orang yang menyedihkan
Tapi sepertinya..
.. aku yang paling menyedihkan
Pria tampan seperti dia sepertinya polos dan mudah dikendalikan.
Apa yang harus kulakukan? Pergi saja?
Haruskah aku berputar?
Aku bisa mencium aroma pria bodoh di dalam dirinya
- Siap atau tidak, batu gunting kertas! - Batu gunting kertas!
Ya! Sempurna.
Maaf,
bisakah luangkan waktumu sebentar?
Bisa belikan kami tiga bungkus Soboro Menthol di toko?
- Tolong, ya? - Tolong, ya?
Bocah..
apa kalian gila?
Bicara apa kalian
Aaahh..
Kau tampak seperti pria yang baik
Aku bukan orang yang baik
Pria tampan, tolonglah..
Hey!!!
Dasar anak nakal!
Kalian pikir aku bercanda?
Kalian pikir ini lelucon?!
Beraninya kalian memintaku membelikan rokok
Kali ini saja ya?
Sekali saja..
Cobalah berhenti jika bisa. Itu buruk untuk tulang kalian.
- Apa ini? - Astaga!
- Apa ini? - Ada apa dengan pria itu?
Nak, kalian boleh merokok saat sudah dewasa.
Jangan sia-siakan masa muda kalian. Mengerti?
Berhenti!
Berhenti? Kenapa?
Terima kasih sudah mengkhawatirkanku
Kau yang pertama menyuruhku berhenti merokok
Berapa nomormu? 010...
- 736-5186 - 736...
Tidak, tunggu. Itu bukan nomorku
Kenapa kau bertanya?
Kau bilang jangan sia-siakan masa mudaku
- Baiklah - Jangan simpan nomornya
Apa yang kau lakukan?
- Hei, - Apa?
- berhati-hatilah - Hati-hati dengan apa?
Ada apa?
Aku tak tahu..
..apa yang akan kulakukan kepadamu
Apa maksudmu?
Aku hanya bercanda. Kau lucu sekali
Kau takut?
Tidak.. Tidak sama sekali
Aku akan meneleponmu nanti malam
Jadi, jangan blokir nomorku yaa?
Aku sangat sibuk. Jadi, sampai jumpaa
Selamat datang!
Totalnya sepuluh dolar. Butuh kantong belanja?
Nggak usah
Foto? Kalian mau berfoto?
- Ya! - Kalau begitu..
..bolehkah ini ikut difoto? Ini sedang promo
Tentu saja! Boleh ku-upload di media sosialku?
Ya, itu bagus
Aku pasti akan mempromosikannya di media sosial!
Tunggu sebentar
- Pastikan produknya terlihat ya - Satu.. dua.. tiga..
- Terima kasih - Terima kasih
Sampai jumpa!
Kami juga!
Kami hanya membeli permen karet ini,
tapi apa kau masih mau berfoto dengan kami?
- Kumohon! - Kumohon!
Tentu saja
Senyum..
- Satu.. dua.. tiga.. - Satu.. dua.. tiga..
- Terima kasih! - Terima kasih!
Terima kasih
- Kak, - Ya?
Kau sangat tampan. Aku akan kembali lagi.
- Terima kasih! - Jangan lupakan aku!
Maafkan aku.
- Belajarlah dengan benar. Semangat! - Pasti!
- Semoga berhasil! - Semangat!
- Dae-hyun, - Ya, Ayah?
- hanya itu yang mereka beli? - Apa maksud Ayah?
Anak-anak seperti mereka berbagi foto di media sosial,
itu cara bagus untuk mempromosikan toko kita.
Benar..
Kita bisa membayar listrik berkat para penggemar remajamu.
Benar.
Ayah masih merasa sakit?
Menjaga toko semalaman tidak mudah
Berat bagiku untuk kembali bekerja
Carilah pegawai paruh waktu
Dengan begitu, aku takkan terlalu menderita
Ayah! Tunggu
Ayah baik-baik saja? Ada apa?
Ayah?
Dia terkena gastritis akut karena stres..
..dan kita menggunakan MPO..
..dengan terapi hidrasi agar dia merasa lebih baik
No comments yet. Be the first to leave one.