Pierwsze 200 wierszy.
Inilah bab baru
untuk orang yang lebih bijak dan kuat.
Dulu sebuah kerikil.
Kini batu besar.
Kita akan menguasai dunia ini.
Dasar bodoh.
Mengundurkan diri?
Kau yakin?
Jangan beri tahu siapa pun aku bilang ini.
Tapi kau salah satu karyawan yang paling berharga di AdvertisCom.
Mungkin satu-satunya.
Jadi, satu-satunya yang berharga.
Tapi perusahaan tak mau menanggapi kekecewaaanku.
Kau mau kami bagaimana, Fidel?
Kirim memo meminta mereka tak memedulikan gagapmu.
Jadi, perusahaan tak mau melakukan apa pun?
Benarkah itu alasannya, Fidel?
Itu tak mengganggumu dulu.
Dulu kau ikut bercanda.
Jika kau mau cuti untuk berkabung atas kematian ayahmu,
aku bisa mengaturnya.
Kau jadi lebih sensitif karena itu.
Mata, lelah.
Otak, suntuk.
Pulang, ke rumah.
Makan, tidur.
Sadar, bangun.
Bernapas.
Serang.
Lagi dan lagi.
MAMA FILIPINA
Bibi Mildred!
Itu Fidel, putraku!
Biarkan dia masuk!
Silakan masuk, Pak.
- Bibi, itu dia? - Ya, Bu.
Fidel! Anakku!
Sayang!
Grant! Aliyah! Fidel datang!
Hei, Fidel!
Anggap rumahmu sendiri.
Ini juga rumahmu.
Aliyah, kakakmu, Fidel, datang.
Ibu sudah bicara dengan Paman Bob.
Kau boleh menginap selama yang kau mau.
Agar kau tak sendirian lagi.
Kecuali kau tinggal bersama pacarmu.
Ibu tak datang ke pemakaman Ayah?
Karena kerabat ayahmu cuma bergosip tentang Ibu.
Baik, dengar dulu.
Ayo kita ke makamnya besok.
Kita berdua saja.
Bibi Mildred!
- Ya? - Siapkan makan malam Fidel!
Kenapa suruh dia tidur di sini?
Dia seperti orang dungu saat berbicara.
Tak mungkin di kamar Aliyah.
Lalu siaranku?
Bagaimana kalau dia mau tinggal di sini?
Dia tidur di mana? Kamarku?
Hei, Grant. Fidel itu kakakmu.
Ibu yang meninggalkannya.
Grant tak terbiasa berbagi kamar,
tapi kalian pasti akan segera akrab.
Aku pulang saja, Bu. Aku tak mau merepotkan.
Kau tak merepotkan.
Kenapa Ibuโฆ
Meninggalkanku waktu itu?
Ibu cuma meninggalkan ayahmu, bukan kau.
Karena kehidupan yang dia berikan bukan yang dia janjikan.
Aku bagian kehidupan itu, 'kan?
Apa Ibu kecewa aku seperti ini?
Tidak, Nak. Bukan begitu.
Bukan begitu!
Aku selalu harus membuktikan diri kepada kalian semua.
Kalian memuakkanku.
Halo?
Ya, aku segera tiba dalam sepuluh atau 15 menit.
- Antreannya panjang. - Baik.
Ya.
- Halo? - Kak.
Kau tak membelinya.
Kartu kreditku ditolak. Aku tak bisa beli.
- Tolong cari cara, ya? - Baiklah.
Baiklah.
Sebentar.
Bos, selamat, sepertinya semuanya bergembira.
Sebenarnya yang datang cuma sedikit. Laba kita sangat kecil.
Setidaknya makanan dan minumannya diskon, 'kan?
Kita cuma perlu kabar mulut
agar makin banyak yang ikut acara khusus lajang kita.
Kalian lihat Clyde Pelayo?
Dia mendaftar daring dan sudah bayar, tapi aku tak melihatnya.
Mungkin dia tak datang.
Sayang sekali, dia manis.
Biarkan saja.
Dia yang rugi tidak datang.
PERINGATAN DILARANG PAKAI SANDO DAN SANDAL
Kau Clyde?
Clyde Pelayo?
Kau kenal aku?
Tidak.
Aku melihat fotomu di dalam.
Tak ada untungnya di sini.
Kau mendaftar ikut acara kami, 'kan? Kenapa tidak masuk?
Aku cuma sedang tak mau.
Uangmu jadi sia-sia.
Biarkan saja.
Aku yang rugi, bukan kalian.
Baiklah.
Jika masih mau ikut, silakan.
Maaf.
Jika kau tak tahu,
aku juga penyanyi naik daun.
Ada dua lagu yang mau kutunjukkan.
Setelah itu, lagu mana pun yang kau suka di antara keduanya,
aku akan jadikan singel debutku.
Kenapa aku?
Kumohon.
- Aku bukan ahli. - Kumohon.
Di sini agak berisik. Mau ke sana?
Yang kedua, coba perdengarkan.
Lagu nomor satu, "Apa Kabarmu?"
Aku melewati bangku tempat kita bertemu
Namamu masih terukir tak tersentuh
Waktu berlalu dan lepas begitu saja
Namun, kenanganmu masih ada
Andai kita bertemu sekali lagi
Mungkin aku cuma akan menyapa
Apa kabarmu?
Kuharap hatimu Menemukan kebahagiaan yang kau cari
Apa kabarmu?
Apa kau masih teringat diriku juga?
Apa kabarmu?
Mungkin banyak yang berubah setelah itu?
Tapi hatiku tak berubah sedikit pun
Melalui waktu Yang terlepas dari pandangan
Selalu dan tetaplah dirimu
Andai kita bertemu sekali lagi
Mungkin aku cuma akan menyapa
Apa kabarmu?
Kuharap hatimu Menemukan kebahagiaan yang kau cari
Apa kabarmu?
Apa kau masih teringat diriku juga?
Apa kabarmu?
Dari keduanya,
menurutmu mana yang berhasil?
Aku tak tahu jawabannya.
Tapi aku tahu lagu mana yang lebih bagus.
Menurutku yang pertama agak payah.
Yang satu lagi bagus.
Yang kedua?
Siapa penulisnya? Kau?
Ya. Aku.
Sudah setahun sejak penyanyi-penulis lagu Clyde Pelayo meluncurkan singel debutnya.
Akhirnya sudah terjual sejuta kali.
Sulit kupercaya. Aku cuma terus menulis lagu.
Berdasarkan perasaanku.
Tapi apa pun yang orang suka,
terima kasih banyak.
Semoga mereka terus mendukung lagu-laguku mendatang.
Lagumu kebanyakan tentang cinta. Bagaimana asmaramu?
Sekarang aku lajang.
Tapi ada orang yang kusukai. Bukan dari dunia hiburan.
Kuberi tahu saat kami sudah bersama.
Rupanya ada yang disukai.
Jangan menggodaku soal itu.
ACARA RAINSTAR
Kembali bekerja.
Aya, berapa yang datang?
Lima puluh enam.
Lima puluh enam?
Tunggu, bukankah kemarin 23?
Ini.
Itu meroket setelah Clyde mengunggah poster kita di "hariku".
PESTA MALAM LAJANG
Mungkin orang pikir dia tamu kejutan kita.
Kapasitas gedungnya 30 orang.
Mau lakukan dua putaran?
Tapi biayanya dua kali lipat.
Kak Ro, cari gedung yang lebih besar.
Aya, kabari para peserta bahwa kita mengganti lokasi.
Ini dia, segmen yang paling dinantikan dalam kencan kilat.
Mari tepuk tangan.
Ingat, cuma tiga menit per ronde.
Lalu saat mendengar lonceng ajaib,
itu aba-aba para pria bergeser ke meja berikutnya.
- Jelas? - Ya.
Kalau begitu,
mari mulai kencan kilatnya,
dalam tiga, dua, satu, mulai!
Hei, Ro. Terima kasih. Meski di detik terakhirโฆ
Gedungnya tampak bagus.
Itu tugas kita di RainStar.
Benar.
Semua yang mendaftar sudah datang kecuali yang ini.
Junjie Santisima?
Itu Clyde.
Clyde?
Clyde yang itu? Dia datang?
No comments yet. Be the first to leave one.