Pierwsze 200 wierszy.
Luka gores di kepalaโฆ
Patah tulang rusukโฆ karena RJPโฆ
Astaga! Ini tak akan berakhir.
Kau membuatku kaget.
Terlalu banyak laporan. Seseorang tolong ambil alih.
Aku sibuk mengatur berkas.
Sama, aku ada laporan inspeksi.
Aku juga tak bisa.
PMJ sangat berbeda dari yang kubayangkan.
Memang benar.
Membuatku ingin segera kembali ke laboratorium penelitian universitas.
Dokter Honda, kau sudah selesai?
- Mudah sekali. - Aku masih ada pekerjaan, jika kau luang.
Aku punya rencana malam ini.
Kencan.
Bukan.
Pergi minum dengan rekan kerja lama.
Kau beruntung.
Sampai jumpa.
Jadi, kita mulai bekerja?
Baiklah.
โฆjaringan arteri koroner dariโฆ
Dokter Matsubara.
- Bisa bekerja tanpa bicara? - Apa?
Maaf.
Selamat datang.
Halo.
Hei!
Hirono.
Ini oden pesananmu.
Hei, kau ingat?
Kecelakaan beruntun di jalan tol itu.
Tentu saja aku ingat.
Itu sangat brutal.
Kita menangani 30 pasien dalam semalam.
Hanya kita berdua.
Begitu kau selamat dari hal itu, tak ada yang membuatmu takut lagi.
Benar.
Lalu, kita bersulang di lobi kosong itu setelahnya.
Bir kaleng itu adalah hal terbaik di dunia saat itu.
Kau bicara seperti pria yang tak minum alkohol.
Yang lebih penting, bagaimana tempat kerja barumu?
Di PMJ, 'kan?
Ya.
Itu yang terburuk.
Sungguh?
Polisi dan semua orang menganggap kami menyebalkan.
Aku tak tahu apa yang dipikirkan bosku.
Dia orang aneh.
Aku juga bekerja berat dengan gaji kecil.
Begitu, ya?
Kau cukup sukses.
Bekerja dengan tenang di Universitas Meiwa.
Aku seharusnya tak memilih kedokteran forensik.
Honda, kau tahuโฆ
Jangan mulai dengan kata-kata menghibur.
- Maaf, ini pekerjaan. - Dokter hebat sungguh kesulitan.
Maaf, ini pekerjaan yang tak bisa kulewatkan.
Tentu.
Aku akan menebusnya lain kali.
Kau tahu, akuโฆ
Pergi saja.
Kau sibuk, 'kan?
Ayo bicara lain kali.
Semoga berhasil.
Kepalaku sakit.
Kau pengar?
Masuk kerja setelah berpesta?
Itu sungguh salah.
Kau bau.
Aku pulang setelah temanku dipanggil untuk kerja.
- Pasien darurat? - Ya.
Dia dokter bedah di Universitas Meiwa.
Kariernya sukses. Tidak sepertimu.
Dokter Honda, laporan toksikologiโฆ
Aku menyerahkannya kemarin.
Ada kesalahan dalam diagnosis racunnya, tolong perbaiki.
Tak mungkin, aku yakin semuanya sudah benar.
Tidak.
Dosis fatal Olanzapine terlewatkan.
Ini Pemeriksa Medis Jepang.
Seseorang tolong juga bandingkan dengan kasus-kasus sebelumnya?
Baiklah.
Begitu banyak pekerjaan bahkan tanpa ada autopsi.
Kuharap kita digaji lebih besar.
Ya.
Ya, selamat tinggal.
Dokter Honda.
Ya?
Temanmu bekerja di mana?
Universitas Meiwa?
Tadi telepon apa?
Ada jasad seseorang yang meninggal tidak wajar.
Apa?
Ini tak mungkin.
Dia kenal korbannya?
Sepertinya dia temannya.
Mereka pergi minum bersama semalam.
Nona Dojima! Kami belum bisa menemukan ponsel pintarnya.
Tak ada kamera pengawas di dekat sini.
Kita tak tahu apa yang terjadi.
Penyebab kematiannya
adalah memar otak akibat hantaman keras ke kepala.
Atau mungkin kerusakan organ dalam akibat banyak tulang patah.
Ini kondisi yang terlihat saat ada tabrakan keras.
Seperti kecelakaan lalu lintas?
Kalau begitu, biasanya akan ada cedera sekunder
akibat terlempar ke kap atau kaca depan mobil,
dan cedera tersier akibat menghantam permukaan jalan.
Itu tidak cocok.
Itu tidak cocok.
Itu tidak cocok.
Alih-alih itu,
tampaknya dia jatuh dari beberapa meter di atas.
Maksudmu, dia jatuh dari langit?
Sebuah contoh, berdasarkan bukti yang kulihat.
Supervisor.
Ya.
Mungkin TKP-nya di tempat lain, dan dia dipindahkan ke sini? Atau sesuatu?
Ada tetesan darah tepat di bawah jasadnya.
Itu tidak cocok.
Bagaimanapun,
dia pasti jatuh tak jauh dari sini.
Ya, meski kau bilang tidak jauhโฆ
- Dia sungguh jatuh dari langit? - Bodoh!
Jangan katakan hal bodoh, itu menyebalkan.
Maaf.
Noda darah iniโฆ
Ada apa?
Mungkin dari saat dia jatuh,
tapi jika begitu, jumlah darahnya terlalu sedikit.
Itu tidak cocok.
Bisa kami tanyakan beberapa pertanyaan?
Tentu.
Baik. Pertama, apa hubunganmu dengan korban?
Kami dulu rekan kerja saat bekerja sebagai dokter IGD.
Dan kau bersamanya semalam?
Kami makan malam.
Pukul berapa?
Dokter Honda.
Kau tak perlu lakukan autopsinya. Kau bisa ambilโฆ
Birokrat
memang lemah, ya?
Ayo mulai.
Sebagai hasil autopsi, penyebab langsung kematian memang
memar otak akibat hantaman keras ke kepala bagian belakang.
Namun, sebelum itu,
Tuan Hirono mendapat pukulan hebat di punggung bawahnya.
Aku sangat yakin dia jatuh dari ketinggian
sekitar sepuluh meter, mendarat di punggungnya.
Saat ini, tak ada laporan orang jatuh dari pesawat.
Tentu saja tidak.
Selain itu, ada luka gores di tangan kanan dan kaki kirinya,
seolah sesuatu bergesekan dengan kulitnya.
Itu tampak seperti luka bakar.
Aku penasaran. Sepertinya kulitnya juga tak terkelupas.
Apa maksudmu itu tampak seperti luka bakar?
Jadi, dia tak benar-benar jatuh?
Luka-luka ini tidak fatal, dan sudah jelas kematiannya disebabkan oleh jatuh.
Hal yang menggangguku adalah
bahwa sama sekali tak ada gas dalam ususnya.
Otot rektus abdominisnya mengembang.
Pengembangan sementara setelah kematian?
Mungkin.
Pengembangan?
Apa ada hubungan dengan jatuhnya?
Itu juga tak diketahui.
Lalu,
di belakang tenggorokan, paru-paru, dan rambutnya
ditemukan sedikit zat tepung.
Tes mendetail kini sedang dilakukan.
Jadi, pada akhirnya, kita tak tahu apa pun.
Benar.
Saat ini belum.
Hubungi aku jika kau temukan sesuatu.
Baiklah.
Kau juga, Nona Dojima.
Tentu, jika kami temukan saksi yang lihat seorang pria jatuh dari langit.
Itu konyol.
Pertama, kita lakukan interogasi.
Baik!
Mungkinkah zat tepung ini
adalah serbuk kayu dari pepohonan ini?
Dia memanjat pohon dan jatuh?
Mungkin saja, jika kita temukan adanya keracunan alkohol.
Kalau begitu,
dari atap stadion ini?
Tapi jaraknya dari tempat jasad ditemukan adalah delapan meter.
Jika dia jatuh dari sanaโฆ
Dia harus lakukan lompat jauh.
Apa dia memang jatuh sendiri?
Mungkin dia didorong?
Seseorang yang dendam padanya?
Itu tidak mungkin.
Apa?
Tak mungkin ada orang yang dendam terhadap Hirono.
Dokter Honda, ayo pergi.
Hingga hasil tes keluar, aku akan memeriksa pekerjaan Hirono.
Di rumah sakit?
Hirono pulang lebih cepat saat minum, mengatakan dia tiba-tiba ada pekerjaan,
No comments yet. Be the first to leave one.