Informacje o wydaniu

Inheritors S01E04 720p NF WEB-DL x264-Pahe in
Komentarz od black1d
Resinc ke versi webdl NF

Tagi

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
720p
720
Opublikowano: 2021-01-27
Pobrania: 51
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 197 wierszy.

~ Episode 4 ~

Cha Eun Sang! Berhenti di situ.

Semoga perjalananmu menyenangkan. Telpon aku jika sudah sampai.

Kenapa kau tidak menelponku?

Temanmu tidak memberitahumu?

- Aku sudah dengar. - Jika sudar dengar, seharusnya kau menelpon!

Apa kau kembali ke Korea sekarang?

Apa yang ingin kau beritahukan padaku?

Ini. Berikan padaku nomor ponselmu.

Apa yang kau lakukan?

"Terima kasih."

Aku mengucapkan terima kasih.

"Selamat tinggal". Aku juga mengucapkan salam perpisahan.

Aku sudah melakukan semuanya.

Karena itu, jangan tinggalkan tunanganmu sendiri hanya untuk bertanya sesuatu seperti itu.

Mohon isi dokumen kedatangannya.

Apa yang kau lakukan?

Aku menunggumu selesai menulis.

Selesaikan.

Ada apa?

Aku sudah memikirkannya...

...tapi aku punya firasat menyedihkan kalau kita akan bertemu lagi.

Itu tidak akan terjadi.

Kau bilang kau tidak kenal Kim Tan dengan baik.

Ketika sesuatu yang sedih terjadi, kupikir kaulah orang pertama yang ingin kulihat, tapi...

...aku tak tahu apapun tentang dirimu.

Karena itu...

- Apa maksudmu, "karena itu"? - Anggaplah ini sebagai perkenalan kita.

Hei!

Maafkan aku, hanya penumpang kelas 1 yang bisa masuk ke sini.

Orang yang baru masuk itu mengambil formulirku. Karena itu...

Mohon tunggu sebentar, biar saya konfirmasi.

Maafkan aku, tapi katanya hal itu tidak terjadi.

Apa maksudmu, tidak terjadi -

Jika kau bosan, pergilah mencuci piring.

Kau bilang kau takkan datang. Untuk apa kau datang buat heboh!

Kau yang membuatku datang kemari!

Kau yang memberitahu Ibumu kalau kau menukar penerbanganmu!

Tak bisakah kau kembali tanpa membuat keribuatan?!

Tak seharusnya kau kalah dari Ayahmu.

Kecuali kau ingin berjalan kaki pulang, mari pergi dengan tenang, tanpa bicara.

Akan kupastikan memberitahu Ibuku kalau kau datang, jadi...

...doronglah ini.

Aku yakin kau penasaran ingin tahu - Tan baik-baik saja.

Tan juga menanyakan dirimu, apa kau baik-baik saja.

Aku memberitahunya kau jahat seperti biasa, kau makan dan hidup dengan baik.

Seperti seekor serigala bertingkah seperti seorang raja dalam gua kosong yang ditinggalkan harimau.

- Hentikan mobilnya. - Ya.

Apa mungkin kau pernah bertanya-tanya...

...kenapa harimau tidak dalam guanya?

Apa dia hanya berpura-pura menjadi seekor harimau?

Apa dia takut kebenarannya akan terungkap?

Apa karena itu dia melarikan diri?

- Apa yang kau...? - Cukup sampai di sini.

Apa ini? Kemana semuanya?

Ah! Pelajar Eun Sang!

Ahjumma, kenapa begini?

Kemana Ibuku pergi?

Ibumu sudah pindah.

Dia bilang dia akan menjadi pembantu rumah tangga yang tinggal.

Apa kau bilang?!

Maafkan aku, bisa aku meminjam ponselmu?

Komisaris sakit, jadi situasinya tidak begitu baik di sini.

Tidurlah di sauna malam ini dan datang kemari besok pagi.

Minggu lalu, aku melihatmu datang dengan jins dan bertelanjang kaki.

Meskipun ini musim panas...

...aku benar-benar tak menyukainya.

Aku akan berhati-hati.

Kau bilang kau akan berhati-hati, tapi kau memakai rok hari ini.

Minggu sebelumnya, kau kemari memakai celana pendek.

Akan kukatakan sekali lagi.

Mulai sekarang, selagi kau mengajar...

...tolong tahan dirimu untuk memakai pakaian minim.

Kerah-V juga tidak diperkenankan.

Dan juga, tolong untuk tidak memakai parfum dan mencat kukumu.

Baik.

Kau mengagetkanku!

Kapan kau pulang? Kau bahkan tidak bersuara!

Tidakkah keluarga kami menyebalkan?

- Menyebalkan. - Lalu, kenapa kau tidak berhenti?

Ibumu membayarku dengan banyak dan aku membutuhkan uang itu.

Buka bukumu.

Aku menyukai semuanya.

Apa?

Semua yang Ibuku larang... semuanya.

Aku juga suka semuanya. Namun, aku tak akan melakukannya.

Orang yang memberikan uang selalu benar.

Jadi, kuberitahukan padamu bahwa selera pribadimu tidak membantu pendapatanku.

Kau mengerti?

Buka halaman 16.

Kim Won

Halaman 16?

Kenapa kau tidak menjawab telponnya?

Kita sedang belajar. Lihat bukumu.

Apa itu pacarmu?

Ini integrasi oleh substitusi (kalkulus).

Jangan cincin. Kalung saja.

Kalung? Tentu, Tuan. Silakan lihat di sebelah sini.

The "Wishbone".

Tentu saja, Tuan. Perlihatkan pada tamu kita.

Tuan, jika boleh kukatakan, kalung ini akan membuat mimpimu menjadi kenyataan.

Apa? Uang itu deposit apartemen kita?

Lalu, dimana lagi aku bisa dapat uang sebanyak itu?

Kau membuatku gila! Ibu, apa kau sadar?

Bagaimana bisa kau memberi semua uang itu padanya? Pernikahannya itu semua bohong!

Aku sudah mendengarnya. Dia sudah menelpon.

Gadis gila. Bisa-bisanya dia menelpon soal itu?

Apa katanya? Mulutnya sendiri bilang kalau itu bohong?

Dia minta maaf dan bertanya apa kau kembali dengan baik.

Begitu saja? Kau membiarkannya begitu saja?

Apa lagi yang bisa kulakukan? Yang bisa kulakukan hanya mengetuk ponsel!

Karena itu seharusnya kau tidak memberinya semua uang itu!

Si jalang itu orang yang meninggalkan Ibu dan adiknya untuk hidup sesukanya!

Ibu tak punya harga diri?

Ah!

Bagaimana bisa kau menyebut Unnie-mu "jalang?"

Apa yang akan kita lakukan sekarang? Apa kita hidup di jalan?

Tunggu di sini sebentar.

Kenapa? Berapa lama? Berapa menit?

Ini aku.

Ahjumma, apa yang kau lakukan?

Fotografer yang kau perintahkan untuk mengikuti Nyonya Tua... apa berjalan lancar?

Aku baru menyewa mereka kemarin! Kemajuan apa yang ada?

Apa kau percaya padaku?

Apa maksudmu?

Omo, omo, omo! Apa sekarang aku sedang diancam?

Ya, aku juga merasa tidak enak.

Ahjumma ini benar-benar?! Kenapa kau mengancam seseorang jika kau merasa tidak enak?

Apa yang kau inginkan?

Nyonya, Nyonya Tua sudah datang.

Apa? Kenapa tiba-tiba?

Jangan-jangan... kau memberitahunya?!

Masih belum, tapi karena dia sudah di sini...

Apa itu? Apa yang kau inginkan?

Katakanlah-

Kau harus menulisnya. Hmm?

Keluarkan pakaian bersih dan pakailah. Pastikan memakai yang rapi.

Kapan kau menukar kaos kakimu? Pakailah sepasang yang baru.

Apa yang kau lakukan sekarang?

Selanjutnya, tempat ini menjadi tempat tinggal kita.

Apa?

Sebenarnya, apa yang kau lakukan selain makan 3x sehari?

Kenapa kau tidak mengatakan apapun tentang Komisaris yang sakit?

Dia sakit setiap hari seolah itu pekerjaannya.

Bagaimana aku bisa melaporkannya padamu setiap hari?

Kau mengharapkan dia mati, atau kau mengharapkan dia hidup?

Apa? Kau sudah mengatakan yang ingin kau katakan?

Tidak benar datang ke rumah orang lain pagi-pagi begini dan membuat keributan.

Kau punya banyak tenaga.

Apa? Rumah orang lain?

Orang yang bukan bagian dari keluarga ini, orang yang tinggal di sini, itu kau !

Kau bahkan tak masuk silsilah keluarga! Siapa kau bicara seperti itu?

Silsilah keluarga bodoh itu.

Kau bahkan tak bisa melahirkan anak!

Kau tak pernah gagal mengecewakanku. Silsilah keluarga bodoh?

Baik, kau memang melahirkan anak. Tapi, anak yang kau lahirkan... apa di pelukanmu sekarang?

Apa?!

Itulah silsilah keluarga! Kau dan aku sama. Tak seorangpun dari kita punya anak.

Hidup itu panjang. Hanya karena dia tidak di pelukanku hari ini ... bukan berarti besok dia tidak.

Itulah alasan kenapa darah lebih kental dari air.

Bisa-bisanya kau, benar-benar...

Karena itu, Nyonya Tua, kuatkan dirimu!

Ketika namamu dihapus dari silsilah keluarga...

...berjalan dengan kakimu, jangan merangkak...

Hanya karena aku membiarkan kau bicara... Teruskan!

Teruskan lagi!

Kau menamparku?

Barusan kau menamparku?

Kau tak percaya? Mau kupukul lagi?

Presiden sedang kemari.

Kau sudah pulang? Kau harus menemui Ayahmu.

Bagaimana perjalanan bisnismu ke Amerika?

Kau pergi ke Amerika?

Aku pulang.

Lanjutkan pembicaraan kalian.

Bawakan koperku ke atas.

Baik.

Presiden Kim tidak di rumah?

Hidup itu panjang dan darah lebih kental dari air.

Apa yang kau katakan?

Komisaris dan Won... apa mereka berbagi air bukannya darah?

Mari kita lihat bagaimana Tan melindungi Ibunya dari hyungnya.

Kita tunggu dan lihat?

Dasar histeris. D-dia pikir aku takut?

Ahjumma. Es.

Ikut aku. Bawakan obat ke kamarnya Komisaris.

Aku?

Halo. Ibuku sedang melayani Nyonya,...

Kau putrinya Ny. Park Gwi Nam?

Maaf?

Ya.

Kenapa kau berdiri begitu? Duduklah.

Aku harus kembali ke kantor.

Alasanmu kurang kuat.

Aku bertemu dengan Tan.

Aku punya hubungan yang lebih dalam dengan orang yang menghadiri pesta dibandingkan dirimu.

Namun...

More Indonesian subtitles for The Heirs (The Inheritors / Sangsokjadeul / 상속자들)

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left