Pierwsze 200 wierszy.
Sebelum kita mulai, aku mau bertanya.
Siapa yang jurusan ekonomi?
Baiklah. Kalian semua tahu aku profesor populer, 'kan?
Ada banyak mahasiswa yang ingin ikut kelasku,
tapi aku tidak bisa menerima semuanya.
Bisa keluar dari kelas ini untuk mereka?
- Maaf? - Keluar dari kelasku.
- Itu agak... - Maksudku,
bisa kau pergi agar jurusan lain bisa ikut kelas ini?
Kalau aku keluar, aku tidak bisa mendaftar lagi.
Benar. Baiklah.
Pikirkan ini.
Seperti yang kalian lihat, pemusik dan seniman muda
yang menjalani apa yang disebut "Budaya Hongdae"
terusir dari area saat Hongdae menjadi populer.
Mereka pindah ke Yeonnam-dong,
tapi harus pindah saat sewa naik.
Saat semua berjalan mulus di Mangwon-dong,
mereka diusir lagi karena Starbucks.
Bagaimana pemecahannya?
Halo.
Apa tidak terlalu tipis?
Ini 50pi, cukup kuat untuk banyak hal.
Kau tahu berapa berat proyektor?
Proyektor 20.000 lumen berbobot 47 kilogram.
Dengan rak, beratnya 52 kilogram.
Pagi ini, itu berat badanku. Haruskah kunaiki?
Kami sudah memeriksanya.
Semua akan siap tepat waktu, Nyonya.
Yang penting kualitasnya.
Ya, Nyonya.
Nona Min, apa ini?
Zhou Zhang.
Zhou Zhang? Kupikir tidak jadi.
Aku sudah bicara kepada direktur soal ini.
Bukankah itu cukup?
Kerja bagus.
Direktur.
DIREKTUR LEE HWA-LAN
Bukankah lebih baik ke pengadilan daripada menyerahkan peternakan?
Anda bisa meminta alimentasi secara terpisah,
agar itu jadi pilihan terbaik, tapi...
Aku sangat yakin Yong-seok selingkuh dariku,
tapi dia tidak punya titik lemah.
- Ada apa? - Kulihat Zhou Zhang dimasukkan.
Zhou Zhang bagus. Karyanya akan jadi rebutan.
Kita sudah memilih karya untuk pameran seniman baru
dan pers sudah mengumumkannya.
Sungguh?
Kalau begitu, buat artikel baru.
Direktur, pameran ini untuk menunjukkan pengarahan pusat...
Lalu kenapa wakil direktur keberatan,
padahal bagiku itu tidak masalah?
Fokuslah dengan pekerjaanmu.
Pasti kau pikir bisa menjadi direktur setelah aku jadi ketua,
tapi tak semua orang bisa jadi direktur.
Kau tahu Zhou Zhang masuk?
Aku baru mendengarnya.
Wartawan itu, Nona Yoon, menelepon.
Anda tak ke Alt Space malam ini?
Semua seniman yang terlibat dalam pembukaan kembali datang.
KURATOR JENNIFER OH
Tapi masalahnya, kita tidak bisa
menekan pasar rumah.
Itulah masalah mendesak pembaruan.
Profesor, kapan pembaruan ini akan dilakukan?
Orang-orang mulai diusir, dan Anda bilang
sebaiknya mereka menunggu saja?
Tunggu sebentar.
Naiknya sewa ke tingkat ini adalah masalah berarti.
Kalau begitu,
adakah cara praktis untuk memecahkannya?
Profesor Jang?
Bayar saja sewanya.
Apa?
Mereka harus membayar sewa.
Apa semua pemilik adalah orang jahat?
Mereka bisa mendapat untung dari bisnis properti,
bagaimana mencegah mereka naikkan sewa?
Aku paham maksud Anda, tapi masalahnya,
nyatanya, membayar sewa itu sangat berat.
Kita bisa bantu mereka membayar.
Bagaimana mungkin?
Bank sipil bisa menawarkan pinjaman rendah bunga dan jangka panjang
kepada pemilik bisnis kecil untuk bantu mereka membayar sewa.
Profesor Jang.
Pemilik bisnis kecil sedang diusir sekarang,
dan kita sedang diskusi serius di sini
soal bagaimana melindungi hak-hak warga negara kita.
- Orang ini... - Anda benar.
Penghuni adalah warga negara.
Tapi pemilik juga warga negara.
Tentu, ada perbedaan kekayaan,
tapi keduanya warga negara yang butuh perlindungan.
Kita harus fokus kepada simbiosis mutualisme.
Semua politikus berpikir pihak mana yang harus didukung demi mendulang suara.
Bukankah itu sebabnya mereka tak bisa menemukan solusi?
Jujur sekali.
- Berkarisma. - Warga negara kita
mencapai hal yang tidak bisa dicapai AS dan Finlandia.
Melarang hasrat adalah totalitarian.
Dan membiarkan hasrat menggila
adalah melepas tangan.
Tapi mendorong hasrat dalam tingkat masuk akal,
adalah tanggung jawab masyarakat sipil.
Terima kasih.
- Terima kasih. - Sampai jumpa di kampus.
- Baiklah. - Hati-hati.
Permisi, Profesor.
Anda mengingatku?
Kau mahasiswiku?
Aku ikut kelas Anda sebelumnya, "Kelahiran Kapitalis Sipil."
Tidak kuduga bisa bertemu lagi.
Beginilah cara bertemu setelah lulus.
Saat di kelas, Anda menyebut bank sipil diperlukan,
kini sungguh dilakukan.
Kita lihat saja nanti. Terima kasih untuk hari ini.
Besok aku akan ikut pertemuan.
Semoga berhasil, Pak.
- Aku permisi. - Sampai jumpa.
Nyonya benar-benar datang.
Tak kuduga Anda akan datang.
Kudengar pameran seniman baru dibatalkan.
Astaga, ini sangat memalukan.
Aku sudah memberi tahu semua orang.
Hari ini kita merayakan pembukaan Alt Space,
- tahan dirimu. - Aku percaya.
Bersulang untuk Alt Space!
- Bersulang! - Bersulang!
Aku juga ingin melakukan hal seperti ini.
Selamat.
Kau kenal Zio Shin, 'kan? Dia diundang ke the Documenta.
Ya. Kurasa dia di Paris.
Benar. Dia hanya sebentar di sini.
Sesuatu soal kolaborasi tarian.
Kenapa? Mau dikenalkan?
Tidak usah, nanti saja.
Tadi cuacanya cerah, tapi kini hujan.
"Ruang alternatif."
Nama yang norak.
Tapi butuh keberanian untuk menyebutnya "alternatif".
Apa benar? Soal Zhou Zhang?
Nona Yoon, aku butuh bantuan.
Kami membeli tiga karyanya.
Satu dikirim ke lelang di Paris.
- Sponsornya? - Grup Hwayoung.
Cerita konglomerat lagi?
Agak klise, juga tidak ada bukti.
Kalau penyalahgunaan kekuasaan?
Mereka mendadak mundur dari kontrak,
dan merebut kesempatan
dari seniman lokal demi seniman luar.
Kau tak mau minum dengan pecundang seperti kami?
Konyol sekali.
Kalau kau seniman misterius yang tak mau diwawancara, kenapa kemari?
Seharusnya kau memberi salam kepada seniman senior, Berengsek.
- Ada apa denganmu? - Kau tahu
- aku tak biasanya begini. - Aku tahu.
Tidak apa-apa. Aku saja.
- Berhenti. Kemari. - Teganya dia.
- Ayolah. - Aku hanya...
- Aku tak bermaksud... - Ayo pergi.
Berengsek.
Cinta yang lalu
Menjadi duri
Yang menghunjamku
Kuminta dia pergi
Untuk selamanya
Tapi dia tetap mengusikku
Kau tahu wanita benci pria menyanyi itu di karaoke?
Karena itu kunyanyikan di rumah.
Aku sangat merindukanmu
Kenapa kau matikan?
Jika bernyanyi pakai masker, sekitar mulutmu berkerut.
Astaga.
Mungkin aku harus berhenti bekerja.
Ada apa lagi?
Mereka yang bertindak sesuka hati dengan uangnya... Kuharap mereka mati.
Nona Min itu.
Dia bukan apa-apa tanpa uangnya.
Saat kulihat karya Chun Kyung-ja di kalender,
jalang itu punya yang asli tergantung di dinding kamarnya. Sulit dipercaya.
Apa harganya mahal?
Haruskah kubelikan?
Memang kau punya uang?
Aku tak terlalu buruk. Hari ini aku masuk TV lagi.
Bukannya kau hanya membantu Profesor Lee lagi?
Bukan begitu.
Tidak ada yang membantuku sebanyak dia.
Kudengar dia berhenti untuk terjun ke politik.
Karena itu aku harus di dekatnya.
- Kau juga mau berpolitik? - Kenapa tidak?
Jika waktunya tiba dan ada kesempatan.
Aku yakin
kau tak akan kehilangan kesempatan kalau ada.
Tapi aku...
Aku lebih suka pria yang buat peluang
darpada yang menunggu.
Orang yang menciptakan peluangnya sendiri...
Kau sudah datang.
No comments yet. Be the first to leave one.