Pierwsze 200 wierszy.
Aku menyetir tiga hari dan dua malam
dari Maryland ke San Diego,
di sepanjang jalan, aku bertanya pada diri sendiri,
mengapa aku lakukan ini?
Tetapi ada saat di mana berpikir tak akan berikan jawaban,
kemudian sebuah gambar menyatukan semuanya.
Saat melintasi Jembatan Coronado, jawabannya menjadi jelas.
Pernah aku dengar kisah seorang pria di Chicago
yang ingin melompat dari pesawat.
Dia bekerja sebagai akuntan, tetapi tiap akhir pekan,
dia pergi ke pinggiran kota dan berolahraga terjun payung.
Seseorang bertanya mengapa dia melakukannya.
Alasannya sederhana.
Dia takut ketinggian.
Sedangkan aku takut perairan dalam.
- Ackerman. - Ya, Pak.
- Brantley. - Ya, Pak.
- Mazzoli. - Ya, Pak.
- Haymer. - Hammer... Pak.
- Thurston. - Ya, Pak!
Rendahkan tubuhmu.
Itu nama-nama terburuk yang pernah kudengar dalam hidupku,
dan aku sudah lama hidup.
Namaku Bosco.
AKADEMI ANGKATAN LAUT
Kau boleh memanggilku Kepala atau Pak,
tetapi jangan panggil aku Bosco.
Kalian semua sukarela di sini.
Tak ada yang memaksa kalian jadi Marinir.
Jadi saat kalian tak sanggup lagi,
saat kalian tak sanggup push-up lagi,
tak sanggup berlari lagi,
tak sanggup mendengar suaraku lagi,
kalian tinggal membunyikan lonceng itu tiga kali,
itu berarti kalian keluar.
Ada yang mau pukul lonceng sekarang?
Silakan, Nak.
Tak perlu tunggu lama.
Bagaimana denganmu, Hammer?
Untuk apa tunggu sepuluh, 12, 14 minggu hingga senyum bodohmu lenyap?
Bantu dirimu. Pukul lonceng itu.
Bersedia, Pak, tetapi aku belum mengenal Anda.
Kau pria tangguh, Hammer?
Ya, Pak.
Kalian semua pria tangguh?
Adakah dari kalian bocah ingusan
yang bisa mengalahkan aku?
Majulah.
Kenapa kau? Kau tak merasa bisa kalahkan aku?
Tidak, Pak.
Aku tahu aku bisa.
Andai aku kembali di jalan aspal
Andai aku kembali di jalan aspal
Dengan pisau KA-BAR di tangan
Dengan pisau KA-BAR di tangan
Aku akan mengayunkannya
Aku akan mengayunkannya
Aku akan mengiris dengannya
Aku ingin kue bertabur gula pasir!
Ayo berguling!
Aku ingin kue bertabur gula pasir!
Apa yang kau lihat?
Aku ingin pantat yang kencang. Kubilang, kencang!
Baiklah!
Berdiri! Perhatian!
Kembali ke air! Jalan!
Halo!
Maaf.
Tak apa. Rasanya nikmat. Mau lakukan lagi?
Boleh, tetapi nanti kau terlalu bersemangat.
Dah.
Kau kenal dia?
Kau tahu, Marinir.
Denver tak bisa cetak skor, sepanjang permainan, tahu kenapa?
Kenapa?
- Masalah narkoba. - Masalah narkoba?
Mereka pakai narkoba. Di lapangan seharian!
Maaf.
"Maaf"? Aku bertaruh 100 dolar untuk tembakan itu.
Ya? Masukkan ke tagihanku.
Bayar sekarang.
Aku akan menghajarmu orang Cincinnati.
Sebenarnya aku dari Dayton, tetapi kau tak perlu perdebatkan.
- Mau uangmu kembali? - Ya.
Dapatkan dengan cara lama.
Dapatkan dengan jujur.
Tequila.
Dobel.
Kau cederai martabatnya.
Kembalikan uangnya.
Apa masalahmu?
Kau nodai reputasi tim kita.
Kau mau kembalikan uang pria itu? Baik.
Tetapi kau harus mengambilnya dariku.
Jika aku mau masalah,
aku cari di dasar botol.
Dasar marinir ingusan.
Kalian pemuda dari Annapolis sama saja.
Tak punya nyali melawan pelaut sejati.
Sudah cukup?
Sulit dipercaya...
Izin untuk istirahat...
Nenekku lebih cepat dari itu!
Jika terus seperti ini, aku taruh kau di zona selancar semalaman!
Ayolah, Mazzoli.
Namamu seperti spageti murahan! Ayo naiklah!
Ayo!
- Turun kau! - Turun cepat!
Cepat turuni talinya! Cepat!
- Ayo! - Tiarap...
Izin untuk istirahat, Pak!
Izin untuk istirahat, Pak!
Peleton, istirahat!
Tampaknya seri.
Tak ada yang dapat istirahat sore.
Kalian dapat hadiah lain, karena usaha kalian bagus.
Latihan tenggelam...
Keterampilan dasar Marinir.
Marinir harus terbiasa di air.
Air adalah pacar, ibu, dan teman Marinir.
Aku tahu yang kalian pikirkan. "Udara, butuh udara."
Kalian lakukan perintahku.
Embuskan semua udara di paru-paru dan tenggelam.
Saat di dasar, tendang dengan kuat.
Saat di permukaan, tarik napas dalam
dan embuskan agar bisa turun lagi.
Mazzoli, bantu dia.
Jika mau selamat, dia harus embuskan
semua udara di paru-parunya.
Itu hukum Boyle.
Volume gas beragam berlawanan dengan...
Kenapa tertawa?
Hammer, Mazzoli, hentikan!
Ke sini.
Jangan pernah bercanda di dalam air.
Misi bisa gagal. Nyawa bisa hilang. Mengerti?
Kupikir kalian berdua terbaik di angkatan,
tetapi kalian baru buktikan kalian dua orang terdungu.
Kalian akan dapat hukuman.
Dalam lima menit pergilah ke pantai. Lima menit.
Ayo! Naik cepat!
Ayo. Cepat...
- Ayo! - Kumpul di sini!
Mazzoli! Hammer! Ke depan! Berhadapan!
Mazzoli, ambil posisi.
Kita selesaikan ini dengan cepat
secara militer.
Tampar hanya saat aku perintah.
Mazzoli.
Hammer.
Mazzoli.
Hammer.
Mazzoli.
Hammer.
Mazzoli.
Hammer.
Mazzoli.
Hammer.
Mazzoli. Sepertinya kami harus ganti tangan.
Setuju. Jika tidak kami akan mencium seperti ini
seumur hidup kami.
- Mazzoli. - Itu lebih baik.
- Langsung menyegarkan. - Hammer.
Hammer.
Mazzoli.
Hammer.
Baiklah. Itu cukup.
Perhatian!
Hadap kanan!
Lari pelan ke barak. Mulai!
Superman berotot baja
Superman berotot baja
Dibanding Marinir, dia bukan apa-apa
Dibanding Marinir, dia bukan apa-apa
Ketua dan bawahannya bertengkar
Ketua dan bawahannya bertengkar
Aku dapat ini dari ruang mes.
Terima kasih.
Aku bawakan sesuatu untukmu, Tn. Hammer.
Jangan main-main. Kami sudah cukup susah.
Pendidikan ini cukup berat
tanpa kau buat masalah.
Sikapmu harus diluruskan.
Dan kalian yang meluruskannya?
Sepertinya tidak.
Kami siap memberimu hukuman.
Ayolah. Tenangkan diri.
- Bisa hukum kami berdua? - Kau memihaknya?
Kau memihak aku?
Kita adalah tim.
Kita semua.
Kau hebat, Marinir Ingusan.
Kau bersama mereka?
Hammer!
- Hei, apa kabar? - Hei.
Ini untukmu.
- Ayo. Menari denganku. - Ya.
Hei, Hammer.
Hei, aku di sini.
Mungkin kau tak ingat aku, tetapi...
No comments yet. Be the first to leave one.