Satu Amin Dua Iman - First Season

Satu Amin Dua Iman - First Season

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

1 فصل

د خپرونې معلومات

Satu Amin Dua Iman WEB-DL S01E06B
د لخوا تبصره Aurora Patandean

تګونه

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
په خپور شو: 2021-08-17
ډاونلوډونه: 9
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 155 کرښې.

Sini. Ayo sini.

- Sabar. Aku... - Tidak, langsung saja ke intinya.

Mau bicara apa?

Nanti abiku keburu...

Aku mau masuk Islam.

Aryan, jangan menjadikan agama itu hal bercanda.

Aku tidak bercanda. Aku serius.

Aku tidak mau kau masuk Islam karena aku.

- Lagian coba kau bayangkan bagaimana... - Bukan karena kau.

Ini pilihanku.

Aku akan belajar mencintai Islam.

Nanti ketika aku sudah mencintai Islam, aku akan mendatangimu.

Aku akan mendatangi abimu untuk meminta izin...

supaya aku bisa menikahimu.

Terus maksudnya selama kau belajar Islam, aku harus menunggumu?

Percaya tidak percaya...

kau pasti akan menungguku.

Kau yakin sekali aku punya perasaan yang sama, ya?

Tuhan itu mahabaik, Aisyah.

Tak mungkin Tuhan membiarkanku jatuh cinta kepadamu sedalam ini...

tanpa memberikan kepadamu rasa yang sama.

Namun, aku tidak mau pacaran, Aryan.

Aku tahu.

Berapa lama?

Sampai aku mencintai Islam...

sedalam aku mencintaimu.

Namun, aku tidak janji aku akan menunggumu.

Jadi, jangan menyalahkanku kalau akhirnya kita tak bisa sama-sama.

Ya. Aku tahu.

Memang aku belum belajar banyak tentang Islam.

Namun, setidaknya apa yang aku alami...

terutama saat aku kehilangan Ryana,...

aku sudah belajar ikhlas.

Sudah salat Isya?

Sudah. Kenapa?

Salat Tahajud?

Itu bukan urusanmu.

Ayo cepat, mau bicara apa lagi?

Baik.

Nanti ketika kau salat, kau minta izin kepada Tuhan-mu.

Izinkan aku mencintai hamba-Nya...

walaupun aku belum beriman kepada-Nya.

Itu saja.

Aku harus masuk. Ayo cepat, kau pulang sekarang.

- Cepat. - Baik.

Marhaba, Aisyah.

Dah.

- Asalamualaikum. - Wa'alaikumussalam. Ais.

Sini.

Ya, Abi?

Laki-laki tadi yang antar Abi pulang dari rumah sakit, 'kan?

Kenapa tidak disuruh masuk?

Duduk.

Ada hubungan apa Ais dengannya?

Cuma teman, Abi.

Terus kenapa harus bohong?

Apa yang Ais tutupi dari Abi?

Aku ke kamar dulu, Abi.

(Marhaba, Aisyah! Yang tadi, terima kasih banyak.)

(Sekarang dan seterusnya, aku akan jaga janjiku!)

(Marhaba, Aisyah! Yang tadi, terima kasih banyak.)

(Sekarang dan seterusnya, aku akan jaga janjiku!)

(Semoga ini bukan karena perasaan sesaat.)

(Semoga ini bukan karena perasaan sesaat.)

(Boleh bantu aku? Kau ini Muslim profesional.)

(Boleh bantu aku? Kau ini Muslim profesional.)

(Membaca. Cari bacaan yang bisa melepas dahaga keingintahuanmu!)

(Membaca. Cari bacaan yang bisa melepas dahaga keingintahuanmu!)

(Banyak buku bagus yang bisa kau pelajari.)

(Banyak buku bagus yang bisa kau pelajari.)

"Tuntutan melamar dan menikah secara Islami untuk pria dan wanita."

Sebegitunya, ya?

- Apanya? - Ya...

Pasangan di dalam Islam saja ada standarnya.

Bukan cuma pasangan. Namun, Islam itu punya semua tuntunan.

Dari kita bangun tidur sampai tidur lagi.

Memangnya aku buku?

Tidak. Kau manusia.

Kenapa melihatku terus?

Tidak apa-apa. Lagi ingin melihatmu saja.

Kenapa? Apa yang mau dibicarakan?

Baik.

Aku minder...

karena harus berjuang lewat jalan ini untukmu.

Namun, kalau mencintaimu adalah sebuah kesalahan,...

aku tidak mau menjadi benar.

Aku lebih baik salah.

Harus tetap berusaha buat jadi benar.

Aku juga tidak mau kau mencintaiku dengan cara yang salah.

Mencintai orang itu ibadah. Namun, caranya harus benar.

Baik.

- Kenapa ditulis-tulis? - Tidak apa-apa.

Aisyah.

Namaku lagi. Semua orang berpikir kalau aku yang tulis.

Katanya di Lauhulmahfuz...

sudah tertulis nama jodoh kita.

Aku jaga-jaga saja kalau namamu tidak ada di sana,...

ya sudah, aku tulis di sini.

Sama saja, 'kan?

Astaga. Aryan, hentikan.

Ini buku perpustakaan.

Benar juga.

Ini bisa dibeli tidak?

Benar juga. Hampir lupa. Sebentar.

Ini. Hampir lupa.

Ini apa?

Belajar agama dari buku itu penting.

Namun, ini jauh lebih penting.

Al-Qur'an. Firman Allah.

Isinya petunjuk hidup untuk semua hamba-Nya.

Terima kasih, Aisyah.

Omong-omong, kau habis ini mau ke mana? Lapar tidak?

- Mau makan? - Lapar.

- Yuk makan. - Ayo.

- Tempat spesial untukmu. - Yuk.

Baik.

Siomainya satu. Bumbunya dipisah.

Ditaruh di pinggir saja. Terus kecapnya lebih banyak.

Baik.

Kenapa bisa sama?

Kau pesan apa tadi?

Tidak. Samakan saja, Pak.

Ya sudah.

Minumnya apa, Kak?

- Es jeruk. - Es jeruk.

- Gulanya sedikit. - Gulanya sedikit.

Kompak. Biasanya kompak kayak begini, jodoh.

- Itu saja, Mas. - Baik. Tunggu, Kak.

Baik.

Sama.

Kau pasti mengikutiku.

Lihat-lihat saja terus. Nanti juga siomainya habis.

- Ya. - Terima kasih.

- Selamat menikmati, ya, Mas. - Siap.

Doa dulu.

- Sudah. - Kapan berdoanya?

- Setiap saat. - Namun, sekarang baru mau makan.

Aku selalu mendoakan kau dan aku...

supaya bisa jadi kita.

Bukan itu maksudnya. Sekarang kita berdoa dulu sebelum makan...

sebagai tanda syukur.

Baik. Benar.

- Sudah. Selamat makan. - Selamat makan.

Asalamualaikum.

Wa'alaikumussalam.

Kau dari mana?

Dari toko buku, Abi. Mengantar teman.

Duduk.

Teman yang kemarin?

Temanmu itu agak beda, ya?

Waktu mengantar Abi pulang dari rumah sakit,...

kelihatan sopan, rapi, dan baik sekali.

Namun, kemarin Abi lihat, pakai celana robek-robek.

Dekil.

Abi pernah katakan kepadaku tak boleh menilai orang dari pakaiannya.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left